cover
Contact Name
I Putu Gede Suyoga
Contact Email
pgsuyoga@gmail.com
Phone
+6282145048199
Journal Mail Official
lppm@idbbali.ac.id
Editorial Address
Kampus IDB Bali, Jl. Tukad Batanghari No. 29 Panjer, Denpasar-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lantera Widya
ISSN : -     EISSN : 27161811     DOI : https://doi.org/10.35886/lenterawidya
Core Subject : Humanities, Art,
Ruang lingkup artikel dalam Lentera Widya mencakup kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, serta Desain Mode meliputi: - hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat - model atau konsep serta implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan - pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat
Articles 65 Documents
SENI, IMAJINASI DAN PANDEMI SEBAGAI WACANA DALAM MATERI DISKUSI PADA EVENT PAMERAN PASCA IMAJINER DI JHUB BALI I Gede Jaya Putra
Jurnal Lentera Widya Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Lantera Widya Desember 2022
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v4i1.468

Abstract

Jurnal ini membahas tentang acara diskusi dengan judul Seni, Imajinasi, Pandemi; studi kasus masyarakat Seminyak. Berdasarkan pengamatan dilapangan, masyarakat badung khususnya Seminyak mengalami sindrom pesimis akibat pandemi berkepanjangan yang berimbas pada mata pencaharian yakni pariwisata. Dengan mengajukan seni yang berbasis pada imajinasi sebagai salah satu upaya dalam keberlanjutan seni dan pariwisata, untuk kembali meraih spirit optimis masyarakat badung. Seni menjadi wilayah ekspresi personal yang akan berbeda-beda disetiap insan, ditambah pula dengan daya imajiner yang berbeda pula, akan mampu menghasilkan karya yang berimbas pada kesadaran masyarakat. Karya tersebut akan menjelma sebagai siasat edukasi yang pada akhirnya mampu menjadi benang merah dalam mengalirkan nilai dan energi positif. Kegiatan diskusi yang diinisiasi oleh JHUB Bali serangkaian dengan event pameran Pasca Imajiner dilaksanakan pada sabtu, 6 november 2021 bertempat di JHUB Bali, bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dan memberikan kesadaran terkait strategi dalam membuka celah baru, semisal industry kreatif yang dapat dijadikan sarana mata pencaharian.
MURAL SEBAGAI MEDIA PENDUKUNG PROGRAM BINA LINGKUNGAN DI KAWASAN BR. MANIKSAGA KELURAHAN PANJER Ni Putu Emilika Budi Lestari; I Gede Yudha Pratama
Jurnal Lentera Widya Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Lantera Widya Desember 2022
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v4i1.470

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa program studi Desain Komunikasi Visual Institut Desain dan Bisnis Bali. Dimana kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian civitas akademika Institut Desain dan Bisnis Bali terhadap lingkungan sebagai upaya mendukung program Bina Lingkungan di Br. Maniksaga desa Panjer. Kegiatan Bina Lingkungan ini salah satunya dengan melakukan kegiatan restorasi dinding tembok yang selama ini kurang menarik agar terlihat estetis di beberapa lokasi, yaitu di kawasan jalan Tukad Grinding, kawasan gang Kujang, dan kawasan gang Sundu. Untuk tema yang diangkat dalam pelaksanaan mural ini adalah mengangkat tema “Tri Hita Karana” yang mengandung pengertian tiga penyebab kesejahteraan yang bersumber pada keharmonisan hubungan antara Manusia dengan Tuhan (Parahyangan), Manusia dengan Manusia (Pawongan), dan Manusia dengan alam lingkungannya (Palemahan). Kegiatan dilaksanakan pada akhir tahun 2021 hingga pertengahan tahun 2022. Adapun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah cuaca yang tidak menentu terutama hujan. Dengan adanya kegiatan mural ini, program Bina Lingkungan dari Br. Maniksaga Panjer dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, indah, dan bernilai seni.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN APRESIASI SENI VISUAL SISWA SMA MELALUI PELATIHAN RUTINITAS BERPIKIR SENI “SEE THINK WONDER” Devanny Gumulya
Jurnal Lentera Widya Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Lantera Widya Juni 2023
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v4i2.561

Abstract

Melihat pentingnya kemampuan berpikir kritis bagi generasi masa depan maka harvard school of education mengembangkan metode pengajaran rutinitas berpikir seni sebagai alternatif metode untuk mengajarkan anak berpikir kritis dengan mengamati simbol – simbol yang ada di karya seni dan mencari tahu maknanya dengan menghubungkannya dengan konteks budaya, sosial, politik serta teknologi di era suatu karya seni dibuat. Melihat pentingnya hal ini pemerintah membuat program Gerakan Seniman Masuk Sekolah” (GSMS). Dalam rangka mendukung program ini maka diselenggarakan pelatihan rutinitas berpikir seni "See Think Wonder" bagi 12 siswi SMA di Tangerang yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan apresiasi seni visual siswa SMA. Metode pelatihan ini dirancang berdasarkan teori dan praktek dari Harvard School of Education, yang mengajarkan teknik apresiasi seni dengan tahapan melihat, berpikir dan bertanya (see, think, wonder). Dalam pelatihan ini, siswa diajarkan cara melihat karya seni dengan cara yang lebih kritis dan reflektif, serta dibantu untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif dalam mengapresiasi karya seni melalui materi pembelajaran yang diberikan secara daring asynchronus selama 1 bulan dan pertemuan synchronus sebanyak 4 kali melalui microsoft teams. Pelatihan ini berhasil memberikan pengalaman yang menyenangkan dan motivasi bagi siswa untuk mempelajari seni serta meningkatkan kepekaan mereka terhadap dunia seni. Meskipun terdapat beberapa kendala dalam penyelenggaraan pelatihan ini, pelatihan rutinitas berpikir seni "See Think Wonder" dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan apresiasi seni visual siswa SMA.
PENYUSUNAN BUKU AJAR & PENDAMPINGAN FINAL MITRA PkM (BERSAMA NADYA JAYA & LOVADOVA) Susi Hartanto
Jurnal Lentera Widya Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Lantera Widya Juni 2023
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v4i2.565

Abstract

Melalui skema PkM yang disusun dalam 3 tahun (6 periode), telah dilaksanakan 5 periode. Ada 3 pihak yang bekerja sama disini: UPH, mitra PkM, dan mitra brand. Melalui proses ditemukan bahwa mitra PkM telah mengerti dan bisa bekerja sama memanfaatkan metode digital untuk menghasilkan koleksi pakaian bagi mitra brand. Mitra PkM juga telah dibekali cara pembuatan lembar biaya agar produk yang dihasilkan bisa dikontrol biayanya dan masih masuk akal bagi mitra brand. Melalui PkM periode 6 (penutup) ini, tim PkM UPH bertujuan: 1) merampungkan sisa pekerjaaan (foto katalog) yang belum terlaksana di periode 5; 2) menghasilkan buku ajar dalam format manual dan digital yang belum sempat terlaksana; 3) memberikan pendampingan final dan saran untuk mitra PkM saat menerima pekerjaan dari mitra brand. Periode ini adalah periode terakhir pendampingan bagi mitra PkM sebelum dibiarkan mandiri seterusnya. Kata Kunci : buku ajar, manual, digital, pendampingan, final
PENGEMBANGAN FASILITAS PAUD KUSUMA HARAPAN, DUSUN PEKARANGAN, DESA BATURITI, TABANAN BALI Nyoman Sri Rahayu
Jurnal Lentera Widya Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Lantera Widya Juni 2023
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v4i2.610

Abstract

Community Service activities are organized by the Department of Interior Design, Bali Institute of Design and Business, in the form of activities for the Development of Kusuma Harapan PAUD facilities. This activity is located in the hamlet of Pekarangan, Baturiti Village, Tabanan Bali. At the community service this time, the classroom interior was arranged, furniture painted, wall painting and a mural design with an ocean theme. The methods used include initial observations reviewing the location and observing the interior conditions of the room. Next is design planning. Implementation in the field, students and lecturers began cleaning the wall area and the process of sanding the wall, followed by priming the wall, and making sketches on the wall. Then the next day it was continued with coloring and finishing the mural using paint. Monitoring and evaluation is carried out by lecturers. Guidance and direction are given to get maximum results Implementation in the field, students and lecturers began to coordinate with teachers regarding the space to be repaired. Wall area cleaning and wall sanding process. Followed by basic wall paint, and sketched on the wall. Then the next day proceed with coloring and finishing using paint. This activity was carried out by students and lecturers of the IDB Bali Interior Design Department. Keyword : Development, Facilities, interior.
Strategi Gapoktan Kendal dalam Menghadapi Era Industri 4.0 melalui Media Digital Annisa Fajri
Jurnal Lentera Widya Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Lantera Widya Juni 2023
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v4i2.616

Abstract

Abstrak menggambarkan konten dasar dari tulisan dengan jelas dan singkat, sehingga dapat dipakai sebagai panduan bagi pembaca dalam menentukan tingkat relevansinya terhadap kebutuhan mereka secara cepat. Abstrak harus informatif dan memberikan pernyataan yang jelas apa permasalahan yang ada, pendekatan atau solusi yang diusulkan, dan hasil yang menunjukkan solusi dari permasalah tersebut. Panjang abstrak sebaiknya 90 sampai 200 kata. Salah satu pihak yang memerlukan digital marketing adalah Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) yang mulai memasarkan produk hasil pertaniannya. GAPOKTAN merupakan organisasi wadah pengembangan petani/kelompok tani yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama di wilayah desa/kelurahan. Oleh karena itu, dalam usulan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini akan dijalankan program pelatihan digital marketing dasar yang meliputi penggunaan pembuatan logo, packaging, google maps, dan sosial media. Melalui program ini, pihak GAPOKTAN Kendal berharap tim FE UNIMUS dapat membantu anggotanya dalam peningkatan kemampuan penggunaan digital marketing untuk penjualan hasil pertanian. Disamping itu, pihak GAPOKTAN juga berharap supaya anggota mereka dapat mandiri dalam hal penggunaan teknologi informasi dan sosial media yang menunjang dalam produksi dan promosi hasil produk pertanian.
PEMBERDAYAAN USAHA HASIL PERKEBUNAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) SEKAR JEPUN DI DESA KUBU, KABUPATEN BANGLI Ida Ayu Dinda Priyanka
Jurnal Lentera Widya Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Lantera Widya Juni 2023
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v4i2.628

Abstract

Kubu Village, Bangli District, Bangli Regency, which is famous for its diversity of tourism potential, including natural tourism potential and tourism village potential which is used as an attraction for tourists to visit. Not only is it famous for its tourism village potential, Kubu Village has considerable potential for its plantation products. The Farmer Women's Group (KWT) Sekar Japan is a group of mothers who work as housewives and farmers every day. The empowerment of the women farmer group is to process the plantation products they own. The processed plantation products are into food products such as moringa leaf tea, coffee powder and trijata flower jam. The plantation product processing business engaged in by the women farmer group in Kubu Village often experiences ups and downs in its journey. The problems faced by the Sekar Jepun Women Farmers Group are 1) partners do not understand online marketing using websites, 2) partners do not have proper financial records. 3) Limited capital so that partners often experience difficulties in meeting the needs of bamboo raw materials and supporting materials. The solutions provided to help partner problems are 1) creating and assisting in making websites 2) socializing digitalized financial records and 3) Provision of Production Supporting Facilities and Infrastructure.
PKM PEMBERDAYAAN USAHA PRODUK PANGAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) “MAWAR LANGGENG SARI” DESA PENGLIPURAN I Gst B. Ngr. P. Putra; Anak Agung Ketut Jayawarsa; Ida Ayu Dinda Priyanka Maharani
Jurnal Lentera Widya Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Lantera Widya Juni 2023
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v4i2.629

Abstract

Geographical conditions and natural conditions with cool climates are supporting factors for the ease of cultivating various types of plants in Penglipuran Village. The abundant supply of plants is utilized by the surrounding community to produce various kinds of food products. Utilization of this plant is able to produce a variety of processed products that are able to provide economic value. The processed products with natural potential include VCO (Virgin Coconut Oil) oil, jams with various flavors (pineapple, pumpkin and rosella), to various dry spices (ginger and turmeric). To increase interest from consumers, the resulting product has been properly packaged. This product is produced and marketed under the Kelompok Wanita Tani "Mawar Langgeng Sari" chaired by Nengah Artawati. The problems faced by partners include: 1) Partners experience problems in the process of recording product sales transactions. This business group often experiences difficulties in determining the right cash inflows and outflows. In addition, the bookkeeping process is still carried out conventionally so it is less effective and efficient; 2) The distribution and marketing of products is still carried out in a traditional way, resulting in a very minimal coverage of product market share; 3) The facilities and infrastructure used have expired, so they require renewal so that they can provide better benefits in the future. The solutions offered for this problem are 1) Training for Recording Financial Transactions and Provision of a Digitalized Financial Recording System; 2) Provision of a Website as a Form of Online Marketing Strategy and Marketing Strategy Training (Via Third Party Applications); 3) Provision of Production Supporting Facilities and Infrastructure.
PAGELARAN FESTIVAL IMLEK BERSAMA 2023 BEKERJASAMA DENGAN INTI BALI Anastasia Sulistyawati
Jurnal Lentera Widya Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Lantera Widya Juni 2023
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v4i2.630

Abstract

Selain rasa syukur dan harapan keberuntungan, momen Imlek juga sangat lekat dengan keharmonisan. Imlek dapat digunakan sebagai momentum awal menjaga keharmonisan antar etnis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini toleransi dalam keberagaman menjadi pesan penting dari perayaan Imlek. Khususnya di Kota Denpasar, pemerintah kota saat ini sedang menggaungkan kembali Denpasar sebagai Kota Toleransi. Denpasar, Kotaku Rumahku, menjadi rumah bersama bagi semua masyarakat Denpasar yang berasal dari berbagai etnis, bangsa, agama, dan golongan. Toleransi dan keharmonisan yang selalu dijunjung tinggi untuk menciptakan persatuan antar semua golongan sebagai upaya dapat menatap dengan optimistis semua tantangan ke depannya. Dampak Pandemi Covid-19 terutama pada sektor ekonomi dan pariwisata, sangat dirasakan umat manusia dari berbagai etnis, bangsa, agama dan golongan. Melalui pesan toleransi dan keharmonisan inilah saatnya kita bersama-sama berupaya mempercepat pemulihan sektor ekonomi dan pariwisata pasca pandemi. Berangkat dari kondisi ini, institusi Politeknik Internasional Bali yang bekerjasama dengan INTI Bali untuk turut merangkul keberagaman yang dapat memperkaya Kota Denpasar sebagai kota berbudaya dalam spirit Vasudhaiva Kutumbakam (menyama braya/persaudaraan) dan meneguhkan Denpasar sebagai Kota Toleransi melalui kegiatan Festival Imlek Bersama 2023. Hasil yang dicapai adalah meningkatnya daya tarik pariwisata di Kota Denpasar sebagai upaya pemulihan ekonomi pasyarakat pasca pandemi Covid-19, melalui parade nusantara yang berlangsung di sepanjang jalan Gajah Mada hingga kawasan Catur Muka serta terselenggarakannya festival kuliner dan festival musik yang dimeriahkan dengan penampilan Agung Ocha, Gus Wicak, dan Gede Kurniawan.
PENGENALAN KONSEP DAN KONTEKS ARSITEKTUR PARHYANGAN BERDASARKAN ASTA KOSALA KOSALI BAGI PEMANGKU DAN SERATI PADA DIKLAT KEPEMANGKUAN DAN TUKANG BANTEN DI GRIYA GEDE MANIK UMAJATI, PEMOGAN, DENPASAR SELATAN I Putu Gede Suyoga
Jurnal Lentera Widya Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Lantera Widya Juni 2023
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the basic knowledge regarding the architecture of the parhyangan or the area and sacred places (temple) of Hindu worship should be understood by uncles or pinandita, Serati or banten artisans, and traditional prajuru as administrators of traditional villages in an effort to protect Hindus. Training (education and training) is an effective means of achieving this goal. Provision of learning materials with interactive lecture methods and practice. Training activities with concept material and architectural context parhyangan through kepamangkuan, serati, and traditional prajuru training activities organized by the Griya Gede Manik Umajati Foundation. The results of the study show that by placing worship architectural works as a sign system, through the theory of semiotics as a science of signs, it can be understood the content of the signifier and the signified or their form, function, and meaning. The understanding of the 40 participants at the beginning of the training showed that on average 74 percent understood the Parhyangan architectural work only in terms of its architectural form or appearance and function (signs/markers), while 26 percent did not understand in terms of meaning (signature). Both regarding spatial, building, and worship. After the training took place, the results of the evaluation showed an increase in participants' understanding of the complexity of the Parhyangan architectural work, which concerns the conception and philosophy that underlies it. context in the form of status of the temple, characteristics, radius of sanctity, variants of spatial and building layouts, functions, choice of good days for construction, rituals, and worship spells. The evaluation results showed an average increase of 99 percent of the participants' understanding of the training material, while 1 percent still needed further elaboration, especially regarding the new model of shrine phenomena, ceremonies, and worship spells. The pre-posttest results showed an average increase in understanding for all participants by 25 percent. and cult spells.