cover
Contact Name
I Putu Gede Suyoga
Contact Email
pgsuyoga@gmail.com
Phone
+6282145048199
Journal Mail Official
lppm@idbbali.ac.id
Editorial Address
Kampus IDB Bali, Jl. Tukad Batanghari No. 29 Panjer, Denpasar-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lantera Widya
ISSN : -     EISSN : 27161811     DOI : https://doi.org/10.35886/lenterawidya
Core Subject : Humanities, Art,
Ruang lingkup artikel dalam Lentera Widya mencakup kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, serta Desain Mode meliputi: - hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat - model atau konsep serta implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan - pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat
Articles 65 Documents
MURAL SEBAGAI MEDIA EDUKASI PELESTARIAN KEBUDAYAAN DAERAH Kadek Risna Puspita Giri; Ni Wayan Ardiarani Utami; Nyoman Gema Endra Persada; I Dewa Gede Putra
Jurnal Lentera Widya Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Lentera Widya Juni 2021
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v2i2.147

Abstract

Seni lukis jalanan yang dikenal dengan mural biasanya hadir untuk mempercantik dinding pada area jalan umum. Selain dinding di sisi jalan, mural sering diterapkan pada permukaan datar seperti langit-langit atau bahkan permukaan jalan. Mural umumnya bertujuan untuk mengisi kekosongan serta memberi nilai lebih pada estetika sekitar, juga menyampaikan sebuah pesan atau edukasi dan sarana berekspresi. Salah satu penerapan mural dilakukan di lapangan umum Asta Gina di Denpasar Barat. Lokasi Lapangan Asta Gina yang jauh dari jalan utama serta dikelilingi oleh rumah warga dan kebun warga, membuat tampilannya kurang menarik dan tidak diketahui secara umum, kecuali oleh warga sekitar. Fasilitas umum warga Padangsambian Klod ini difungsikan sebagai lapangan umum pada umumnya, yakni mewadahi segala aktivitas warga yang membutuhkan area terbuka. Aktivitas dilakukan oleh warga dari berbagai rentang usia, baik aktivitas sekolah, kantor, maupun umum. Untuk menambah daya tarik serta sebagai media edukasi, Institut Desain dan Bisnis Bali bekerjasama dengan Kelurahan Padangsambian Klod, memfasilitasi calon-calon desainer muda untuk berkreasi serta menyampaikan pesan tentang kebudayaan masyarakat di Bali secara visual melalui media mural. Kondisi generasi muda saat ini yang lebih condong ke arah gadget, mengurangi pengetahuan mereka kan keberadaan budaya Bali itu sendiri. Kegiatan outdoor sangat kurang diminati daripada pemanfaatan elektronik. Kegiatan ini diharapkan nantinya mampu menyampaikan pesan tepat sasaran terutama generasi muda yang memanfaatkan fasum tersebut, serta menambah nilai secara estetis sehingga meningkatkan daya tarik masyarakat dalam memanfaatkan secara aktif fasilitas umum yang disediakan.
PEMBUATAN MASTER PLAN DAN PENATAAN PURA BEJI AGENG LUHUR PAKENDUNGAN- DESA BERABAN KECAMATAN KEDIRI TABANAN I Kadek Prana Jaya
Jurnal Lentera Widya Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Lentera Widya Juni 2021
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v2i2.166

Abstract

Pura Beji Ageng berada di areal Pura Pakendungan yang berada di wilayah Desa Beraban, Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan Provinsi Bali. Panitia, pengempon pura dan masyarakat telah sepakat melakukan penataan kembali secara utuh Pura Beji Luhur Pakendungan yang didampingi oleh tim ahli dari Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Bali bekerjasama dengan Institut Desain dan Bisnis Bali, dimulai dari proses perencanaan hingga pengawasan berkala. Pengabdian kepada masyarakat (PKM) untuk mewujudkan master plan penataan Pura Beji Ageng Luhur Pakendungan, Desa Beraban, Kediri-Tabanan dengan tujuan memperkaya dan menambah wawasan, baik bagi penulis maupun bagi pembaca, serta dapat memberikan informasi dalam bidang keilmuan budaya arsitektu. Pengabdian kepada masyarakat (PKM) mempunyai keterkaitan dengan program pemerintah dalam usaha pelestarian arsitektur bangunan yang memiliki nilai sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan dan dapat melestarikan nilai-nilai tradisional, budaya dan juga adat istiadat
PELATIHAN PEMBUATAN “MIKUNG” (MIE KANGKUNG) UNTUK PETANI KANGKUNG DI KECAMATAN LINGSAR LOMBOK BARAT Citra Ayu Dewi; Yeti Kurniasih; Diah Lukitasari; Abdul Sakban
Jurnal Lentera Widya Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Lentera Widya Juni 2021
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v2i2.168

Abstract

The main problems and obstacles faced by water spinach farmers in the Lingsar area are the limited knowledge of farmers in recognizing vegetable market behavior so that farmers rely heavily on traders or collectors in the Lingsar area, inefficient marketing, and skills to develop kale vegetable products into products. Processed products that have a longer shelf life, have economic value, and have quality and properties as food supplements are not yet known by the farming community in the Lingsar area, even though the ingredients of kale are a source of vegetable protein and fiber which are beneficial for body metabolism. This service activity aims to increase understanding of kale farmers in the processed products of kale into kale noodles. This service activity has been carried out for 1 month. The methods of this service include: delivery of material, direct training and practice. Delivery of material about the introduction of chemical composition, nutritional content and functional food elements (added value) in kale. Training and hands-on practice in making kale noodles as an innovative product of kale vegetables to train the skills of kale farmers in Lingsar District, West Lombok Regency. Based on the evaluation results after the training, it showed that most of the participants gained new understanding and knowledge about making noodles, especially the addition of water spinach as an added ingredient in vegetable protein. So, it can be concluded that training in making kale noodles can increase understanding of kale farmers in processing kale products.
PRODUKSI PAKAIAN BERDASARKAN LEMBAR BIAYA & TARGET HARGA RITEL Susi Hartanto
Jurnal Lentera Widya Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Lentera Widya Desember 2021
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v2i2.178

Abstract

Through a 3-year community service scheme (6 periods), 4 periods have been conducted. There are 3 stakeholders in this program: study program, community research partner, and brand partner. Along the process, community service partner has understood and be able to collaborate using digital method to produce clothing collections for brand partner. But although the stitching quality is well, cost prices are mostly found too high, not suitable for brand partner’s retail prices. Through this community service period, the aims are: 1) to train cost sheet making for each sku made; 2) to provide knowledge of target retail price and its calculations; 3) to provide knowledge on many components of clothing costs, including margin fees on multiple fashion platforms in Indonesia. This period is the last step of training and focus more on production and business mindsets before letting community service partner to go independent in the last period.
PENGEMBANGAN KERAJINAN EMAS DAN PERAK PADA MELAZ SILVER DAN MARDIANA BALI JEWELRY Anik Yuesti; Ni Made Ida Pratiwi Santi; Dewa Bagus Alit Adnyana Putra
Jurnal Lentera Widya Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Lentera Widya Juni 2021
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v2i2.200

Abstract

Melaz Silver dan Mardiana Bali Jewelry adalah usaha yang menawarkan perhiasan emas dan perak dengan keunikan yang terletak pada cutting dan list/pinggiran dengan ukiran pada setiap produk yang dijual sehingga memiliki daya tarik sendiri, terkesan mewah dan anggun, mengutamakan seni dan budaya Bali yang menambah keindahan dari perhiasan sehingga membuat penggunanya terlihat elegant. Permasalahan yang dihadapi kedua mitra adalah kondisi pandemi COVID-19 menyebabkan terbatasnya interaksi secara langsung pelanggan, penurunan omzet penjualan, keterbatasan kompetensi SDM dalam bidang manajemen digital, rendahnya kepercayaan IKM terhadap pemasaran digital, rendahnya kompetensi strategi penetapan harga, dan rendahnya kompetensi strategi visual produk pada media digital, belum memiliki company profil. Berdasar perasalahan tersebut maka solusi yang diberikan adalah penyusunan profil perusahaan, membuatkan deskripsi produk, mengenalkan, membangun strategi, memberikan pelatihan manajemen berbasis digital. Seluruh solusi tersebut sudah dilaksanakan 100% selama 3 bulan.
PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK MAUPUN SAMPAH RUMAH TANGGA SEBAGAI MEDIA URBAN FARMING SAYURAN Nyoman Yudiarini; Luh Putu Kirana Pratiwi
Jurnal Lentera Widya Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Lentera Widya Juni 2021
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v2i2.201

Abstract

Sampah merupakah masalah krusial namun penanganan belum optimal sehingga berdampak pada kehidupan masyarakat maupun lingkungan secara kompleks. Penanganan sampah perlu dilakukan secara massif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat sampah secara berkepanjangan. Program pengabdian ini dilakukan untuk menangani masalah sampah. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini melalui sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Analisis dalam hasil pengamatan kegiatan pengabdian ini menggunakan analisis internal dan eksternal Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian program pemberdayaan melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan pada Kelompok Wanita Tani di Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung dalam hal: (1) Sampah plastik yakni botol plastikagar dimanfaatkan sebagai media tanaman urban farming verticulture sehingga tidak mengeluarkan banyak tambahan biaya dalam media tanam sayuran. (2) Sampah organic yakni sisa-sisa makanan rumah tangga, diolah sebagai pupuk cair organic sebagai nutrisi sayuran pada urban farming verticulture. (3) Pengaplikasian nutrisi pada urban farming verticulture sayuran dilakukan pendampingan hingga panen sehingga mendapatkan hasil yang optimal untuk mampu dilakukan secara kontinyu. Hal yang disarankan adalah agar agar semua anggota wanita tani secara berkelanjutan mengimplementasikan pengetahuan dan ketrampilannya dalam penanganan sampah untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan serta memberdayakan masyarakat yang lebih luas.
JURI LOMBA GAMBAR OGOH-OGOH : KREATIVITAS DIKALA PANDEMI I Gede Jaya Putra
Jurnal Lentera Widya Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Lentera Widya Juni 2021
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v2i2.202

Abstract

ABSTRAK Jurnal ini membahas tentang proses pengabdian masyrakat yakni menjadi juri lomba Gambar Ogoh-ogoh di Seminyak – Bali. Berdasarkan Pengamatan di lapangan, situasi pandemi seolah menghambat kinerja kreativitas layaknya festival ogoh-ogoh, sehingga peristiwa seni tahunan di Bali menjadi begitu miris, masyarakat menyayangkan kondisi tersebut dan berharap adanya kreatifitas-kreatifitas baru yang muncul untuk kembali menyalakan spirit optimis masyarakat Bali, khususnya masyarakat Seminyak. Penawaran dari berbagai jenis kegiatan bermunculan, terutama dalam konteks merespon festival ogoh-ogoh, dari ide menghadirkan ogoh-ogoh mini sampai pada hanya sket ogoh-ogoh, yang awalnya hanya sebatas pameran serta menjelma sebagai perlombaan. Sehingga dengan konteks perlombaan, Gambar ogoh-ogoh dirasa paling tepat sebagai daya ekspresi terutama dalam hal meneriakan kreativitas. Adapun metode perlombaan dibagi menjadi dua jenis, yakni lomba like terbanyak dan lomba yang memang melibatkan tenaga juri seni professional. System perlombaan merukapan kesepakatan dari pihak penyelenggra yakni LPM Seminyak dan Dewan juri. Lomba Gambar Ogoh-Ogoh mengambil tema Pandemi yang dimaksudkan sebagai kesadaran di dalam melihat fenomena terkini dan divisualkan kedalam konteks gambar ogoh-ogoh. Lomba dilaksanakan dibulan Maret 2021 dengan tujuan mengganti festival seni Ogoh-ogoh yang rutin dilaksnakan setiap tahun serta meningkatkan kreatifitas masyarakat sekelurahan Seminyak. Kata kunci : Juri, Kreatifitas, Lomba, Menggambar, Ogoh-Ogoh
MURAL SEBAGAI MEDIA AKTIVASI OBJEK WISATA GREMBENGAN DESA BONGAN TABANAN Ni Kadek Yuni Utami; Ni Made Emmi Nutrisia Dewi
Jurnal Lentera Widya Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Lentera Widya Juni 2021
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v2i2.204

Abstract

Tujuan dari laporan ini adalah untuk memberikan analisis terhadap desain mural yang dipengaruhi oleh karakter tempat. Laporan ini akan menganalisis desain mural sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Desain dan Bisnis Bali dalam pembuatan mural di objek wisata Grembengan Desa Bongan Tabanan. Manfaat dari laporan ini adalah memberikan analisis mural sebagai salah satu media pemberi nilai baru bagi sebuah ruang publik, baik berupa media promosi, pesan visual dan edukasi. Laporan ini mengkaji bagaimana bentuk penyampaian desain mural berdasarkan karakter tempat yang dilihat dari bentuk visual, corak, teknik, fungsi serta makna yang ingin disampaikan dalam kegiatan PkM Mural di Objek Wisata Grembengan Desa Bongan ini. Manfaat yang dihasilkan melalui laporan ini adalah mural dapat dijadikan sebagai sebuah ilustrasi visual ruang publik yang jika diaplikasikan secara bijak dan tepat sasaran akan menghasilkan sebuah media aktivasi ruang itu sendiri. Desain mural juga sebaiknya mempertimbangkan karakter tempat yang kemudian diterapkan pada bentuk desain dan teknik penyampaian.
PENERAPAN DESAIN KARAKTER PADA MURAL DALAM KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI DESA BONGAN, TABANAN Gede Lingga Ananta Kusuma Putra; I Gst Bagus Bayu Baruna Ariesta; Ni Wayan Nandaryani
Jurnal Lentera Widya Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Lentera Widya Juni 2021
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v2i2.205

Abstract

Dilihat dari bidang keilmuan para Dosen dan Mahasiswa Institut Desain dan Bisnis Bali yang berkaitan dengan seni, maka bentuk pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan adalah melakukan kegiatan Mural. Desain karakter yang diterapkan dalam Mural dapat berupa manusia, hewan ataupun benda lainnya. Pengerjaan desain karakter dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dikerjakan melalui tahapan digital, dari sketsa, outline, sampai dengan pewarnaan. Penerapan desain karakter diperlukan dalam mural yang dikerjakan agar mural tersebut memiliki daya tarik, dan mampu memperindah lingkungan sekitarnya. Diharapkan dengan penerapan Desain Karakter pada desain Mural dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen dan Mahasiswa Institut Desain dan Bisnis Bali ini dapat membantu mempercantik dan memperindah Lingkungan Kawasan Wisata Air Terjun Grembengan, Desa Bongan Tabanan.
MURAL BUDAYA DI KAWASAN DESA WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN, DESA BONGAN, KABUPATEN TABANAN Ni Nyoman Sri Rahayu; Kadek Risna Puspita Giri; Ni Luh Gde Niti Swari
Jurnal Lentera Widya Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Lentera Widya Desember 2021
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v3i1.249

Abstract

Mural is well known as a wall design. The community service was carried out by the IDB Bali Lecturer Team in Bongan village, Tabanan. The community service program in the form of community service activities that will be carried out is in the form of mural activities located in the area of the road to Grembengan Waterfall Tourism, Bongan Tabanan Village. The walls to be mural have a length of 40 meters with a height of 2.8 meters and 140.8 meters for the total area. There were moral and social messages in people's lives with a visual approach in the form of displaying local Balinese culture, and containing messages or social criticism, one of which is related to the pandemic. The mural image shows a boy wearing a mask sweeping the yard and the others washing their hands. It is hoped that this image can be informative enough for visitors so that visitors can get used to living clean and healthy. The mural is done using the conventional method, by painting it, so as to bring out the aesthetic side of the mural that is more expressive. This is inseparable from the ability and the results of the paint scratches that are displayed.