cover
Contact Name
I Putu Gede Suyoga
Contact Email
pgsuyoga@gmail.com
Phone
+6282145048199
Journal Mail Official
lppm@idbbali.ac.id
Editorial Address
Kampus IDB Bali, Jl. Tukad Batanghari No. 29 Panjer, Denpasar-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lantera Widya
ISSN : -     EISSN : 27161811     DOI : https://doi.org/10.35886/lenterawidya
Core Subject : Humanities, Art,
Ruang lingkup artikel dalam Lentera Widya mencakup kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, serta Desain Mode meliputi: - hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat - model atau konsep serta implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan - pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat
Articles 65 Documents
SOSIALISASI DAN WORKSHOP KREATIVITAS DI YAYASAN RUMAH IMPIAN KOTA DENPASAR Ni Kadek Yuni Utami; Ni Made Sri Wahyuni Trisna
Jurnal Lentera Widya Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Lentera Widya Desember 2019
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v1i1.59

Abstract

Menjadi kreatif pada anak dan remaja sesungguhnya dapat berawal dari apapun. Terkadang ide dalam sebuah desain dapat muncul melalui permainan, percobaan dan pengalaman yang pernah dialami atau dirasakan sebelumnya. Namun tingkat kreativitas seringkali meredup karena sedikitnya kesempatan atau lingkungan yang kurang mendukung. Selain itu, terbatasnya kegiatan yang dapat dilakukan menjadikan ide kretif mereka tidak tersalurkan dengan baik sehingga diperlukan adanya kegiatan dalam menemukan manfaat dan upaya mendorong berkembangnya potensi kreativitas pada anak dan remaja. Kegiatan sosialisasi dan workshop pengabdian masyarakat program studi Desain Interior Sekolah Tinggi Desain Bali ini dilakukan di Yayasan Rumah Impian kota Denpasar pada tanggal 23 September 2019 dengan tujuan mengajak peserta untuk memunculkan kreativitas mereka melalui penggunaan material, tekstur atau bentuk dalam membuat sebuah ide awal merancang sebuah objek atau desain. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah metode persentasi dan workshop yang akan dibagi menjadi beberapa tahapan. Hasil yang didapat dalam kegiatan ini adalah peserta memahami bahwa menjadi kreatif dapat muncul dari hal-hal sederhana di sekitarnya.
PEMANFAATAN BARANG BEKAS MELALUI SOSIALISASI DAN WORKSHOP KREATIVITAS DI PANTI ASUHAN YAYASAN RUMAH IMPIAN KOTA DENPASAR Kadek Risna Puspita Giri; Ni Wayan Ardiarani Utami
Jurnal Lentera Widya Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Lentera Widya Desember 2019
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v1i1.60

Abstract

Banyak yang tidak menyadari bahwa barang-barang bekas bisa dimanfaatkan menjadi hal yang lebih berguna daripada terbuang begitu saja mencmari lingkungan. Seperti halnya bakat kreatif yang sering terabaikan oleh setiap individu di dalam dirinya. Hal tersebut seringkali terhalang oleh beberapa faktor seperti kurangnya kepekaan mengenali diri sendiri, kurangnya dukungan dari orang-orang sekitar, serta kurangnya kesempatan dalam mengasah bakat yang ada. Padahal jika ditelusuri lebih dalam, kesempatan tidak selalu berupa pembelajaran khusus. Melainkan melalui kegiatan sehari-hari seperti saat bermain, mencoba sesuatu yang baru, bahkan memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekitar sehingga timbul pengalaman yang akhirnya menghasilkan ide-ide kreatif yang cemerlang. Oleh sebab itu melalui kegiatan sosialisasi dan workshop Pengabdian Pada Masyarakat program studi Desain Interior Sekolah Tinggi Desain Bali yang dilakukan di Panti Asuhan Yayasan Rumah Impian kota Denpasar pada tanggal 23 September 2019, diharapkan mampu mendorong dan memaksimalkan bakat-bakat kreatif yang terpendam. Kegiatan yang dilakukan yaitu memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar, melalui beberapa tahapan untuk merangsang kreativitas diantaranya dengan menulis hal-hal sederhana terkait dengan ide pokok, menuangkannya dalam bentuk desain, mengenali sifat dan bentuk dasar benda tersebut, memanfaatkan benda tersebut dalam menyalurkan ide kreatif. Ide dapat berupa hal sederhana yang muncul spontanitas maupun menggali dari kenangan masa lalu. Metode yang digunakan adalah metode workshop dan presentasi. Hasil yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah pemahaman bahwa bakat kreatif bisa diasah melalui kepekaan terhadap hal-hal di sekitar.
PERANCANGAN ULANG SIMBOL DAN PAPAN PENUNJUK ARAH PADA AREA OBYEK WISATA MONKEY FOREST Dewa Gede Purwita; Gede Pasek Putra Adnyana Yasa
Jurnal Lentera Widya Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Lentera Widya Desember 2019
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v1i1.61

Abstract

Penunjuk arah merupakan media visual yang sangat penting di dalam menyampaikan informasi mengenai suatu arah tujuan. Umumnya penunjuk arah memiliki dua unsur yaitu simbol dan huruf. Dua simbol pokok ini dapat saja tidak dipergunakan salah satunya akan tetapi sangat baik jika dipergunakan bersamaan. Kedua unsur ini akan mempertegas sekaligus mempermudah pemahaman bagi masyarakat di dalam mempersepsikan simbol dan huruf ke arah mana tujuan perjalanan mereka. Di dalam konteks daerah atau suatu lokasi wisata, penunjuk arah memiliki fungsi yang sangat penting yaitu sebagai media informasi agar para pengunjung suatu objek wisata tidak kebingungan dalam mencari jalan atau menuju kepada titik-titik penting lokasi yang ingin mereka kunjungi. Sebagaimana di objek wisata Monkey Forest di Desa Padang Tegal, Ubud, di areal yang sangat luas ini terdapat beberapa titik penting objek wisata, sedangkan penunjuk arah sebelumnya memuat banyak bahasa asing sehingga hurufnya menjadi kecil, begitu juga dalam simbol-simbol yang dihadirkan perlu untuk dirancang ulang agar memperjelas sekaligus mempertegas huruf penunjuk arah. Oleh karenanya pada pengabdian ini, jurusan Desain Komunikasi Visual Sekolah Tinggi Desain Bali melakukan kegiatan pengabdian dengan merancang ulang simbol dan penunjuk arah di Monkey Forest agar informasi yang disampaikan berupa simbol dan hurufnya mampu berkomunikasi secara efektif kepada pengunjung objek wisata.
PENDAMPINGAN RESTORASI PENYENGKER DAN BALE KULKUL PURA DESA DAN PUSEH DESA PEKRAMAN GUWANG KECAMATAN SUKAWATI GIANYAR I Kadek Pranajaya
Jurnal Lentera Widya Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Lentera Widya Desember 2019
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v1i1.62

Abstract

Pura Desa dan Puseh Desa Pekraman Guwang Kecamatan Sukawati di perkirakan sebagai peninggalan bangunan cagar budaya yang memiliki keunikan ukiran dan ornamen arsitektur Bali. Masyarakat Desa Guwang telah melakukan restorasi pada Penyengker (tembok) dan Bale Kulkul yang didampingi oleh tim ahli dari Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Bali bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Desain Bali, dimulai dari proses perencanaan hingga pengawasan berkala. Restorasi dilakukan untuk memulihkan kembali keadaan penyengker (tembok) dan Bale Kulkul karena tenggelam akibat meningginya jalan raya dan sejumlah ukiran dan ornamen style Bali sudah keropos. Restorasi mengedepankan pada aspek pelestarian dengan memanfaatkan kembali bahan-bahan lama dan mengganti bahan yang tidak dapat digunakan dengan pola ukiran, ornamen, dan ciri khas gaya masih tetap bertahan seperti sebelumnya. Pedampingan restorasi dilakukan agar masyarakat dapat melaksanakan kegiatan restorasi sesuai dengan Undang-undang No.11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Selain itu untuk memperkaya dan menambah wawasan, baik bagi penulis maupun bagi pembaca, serta dapat memberikan informasi dalam bidang keilmuan budaya arsitektur.
PELATIHAN APLIKASI PERKANTORAN MENGGUNAKAN MICROSOFT OFFICE DI PANTI ASUHAN RUMAH IMPIAN KOTA DENPASAR Putu Astri Lestari; Ni Putu Emilika Budi Lestari
Jurnal Lentera Widya Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Lentera Widya Desember 2019
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v1i1.63

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen dari Sekolah Tinggi Desain Bali dilaksanakan pada awal November tanggal 2 November 2019, bertempat di Panti Asuhan Rumah Impian. Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat baik dan antusiasme yang tinggi. Pelatihan Aplikasi Perkantoran menggunakan Microsoft Office ini merupakan salah satu cara untuk menambah ketrampilan anak – anak di Panti asuhan dalam bidang administratif sehingga diharapkan dengan pelatihan ini dapat dijadikan sebagai bekal mereka untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus Sekolah Menengah Atas. Beberapa faktor pendukung kegiatan tersebut antara lain: Para peserta pelatihan memiliki kemauan yang besar untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan mengenai aplikasi perkantoran dengan menggunakan Microsoft Office seperti Word, Excel, dan Powerpoint. Selain itu kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh oleh pengurus Panti Asuhan Rumah Impian. Beberapa kendala yang dihadapi pada saat Pelatihan Aplikasi Perkantoran menggunakan Microsoft Office ini diantaranya: (1) Adanya keterbatasan dalam jumlah laptop yang disediakan sehingga beberapa peserta menggunakan 1 laptop untuk berdua, (2) Laptop yang digunakan oleh peserta sebagian besar adalah sumbangan dari donatur yang berasal dari Negara Korea sehingga sedikit menyulitkan peserta karena bahasa yang digunakan dalam laptop adalah bahasa Korea. (3) Kegiatan pelatihan yang direncanakan berjalan 2 hari tidak dapat terealisasi dikarenakan jadwal yang bentrok antara jadwal anak – anak sekolah dan jadwal pemateri.
MEMPERCANTIK HALAMAN PANTI ASUHAN RUMAH IMPIAN MELALUI MURAL A.A. Sagung Intan Pradnyanita; Ni Putu Emilika Budi Lestari
Jurnal Lentera Widya Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Lentera Widya Desember 2019
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v1i1.64

Abstract

Panti asuhan Yayasan Rumah Impian didirikan oleh Mr. Kim Young Gil dari Korea, pada tahun 2005, yang beralamat di Jalan Soka No.99 Kesiman Kertalangu, Denpasar. Di panti asuhan tersebut menampung 17 anak-anak yatim piatu dengan latar belakang yang beragam. Anak- anak tersebut difasilitasi dengan Pendidikan formal maupun informal. Panti asuhan Yayasan Rumah Impian memiliki lingkungan yang lumayan rapi, dan layak huni, namun ada beberapa kekurangan dari segi estetis di bagian dinding, sehingga diperlukan peran Sekolah Tinggi Desain Bali dalam mempercantik lingkungan Panti Asuhan Yayasan Rumah Impian dalam bentuk mural. Dimana kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian pada masyarakat yang dapat dilakukan oleh Sekolah Tinggi Desain Bali dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian civitas akademika terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan. untuk memberikan rasa nyaman kepada anak-anak di panti asuhan tersebut, diperlukan mural yang didesain sesuai dengan konsep Tri Hita Karana yang mengusung tema “Hubungan Antar Mahluk Hidup”. Mural tersebut dibuat pada dinding dengan ukuran 2 x 3 meter. Untuk mewujudkan hal tersebut maka dibuatlah ilustrasi berupa ilustrasi makhluk hidup yaitu hewan, tumbuhan dan manusia yang menggambarkan keseimbangan ekosistem.
PELATIHAN TEKNIK FOTOGRAFI MENGGUNAKAN SMART PHONE UNTUK MENINGKATKAN NILAI PRODUK HASIL KERAJINAN TANGAN DI YAYASAN KASIH PEDULI ANAK KOTA DENPASAR Putu Astri Lestari
Jurnal Lentera Widya Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Lentera Widya Juni 2020
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v1i2.82

Abstract

A B S T R A C T This community service activity was carried out by a team of lecturers from Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) New Media with the Student Association held in mid-March on March 15, 2020, at the Kasih Peduli Anak Foundation. This activity received a very good reception and high enthusiasm despite the many obstacles due to the Covid Outbreak 19. Photographic Technical Training using smart phones to increase the value of handicraft products is one way to increase the skills of children at the Foundation in photographing their work so hopefully this training can be used as a provision for them to increase sales of their work so that they can increase their income. Some of the factors supporting these activities include: The trainees have a great interest in getting information and knowledge about photography techniques. In addition, this activity also received full support from the Foundation's management. Some of the obstacles encountered during this training include: (1) There are limitations in the number of cellphones (cellphones) that will be used by participants because their cellphones are collected at the Foundation board, and can only be used at rest, at 12.00 hours, (2) Covid Outbreak 19 which causes interaction between participants to be less because they have to implement Social Distancing. (3) Training activities planned to run for 2 hours cannot be realized because the management has restricted the occupants of the Foundation for too long interactions with outsiders to avoid the spread of Covid Outbreak 19 Keywords: Photography Technique, Product Value, Sales A B S T R A K Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan oleh tim dosen dari Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) New Media bersama Himpunan Mahasiswa dilaksanakan pada pertengahan bulan Maret tepatnya tanggal 15 Maret 2020, bertempat di Yayasan Kasih Peduli Anak. Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat baik dan antusiasme yang tinggi walaupun ditengah banyak nya kendala karena adanya Wabah Covid 19. Pelatihan Teknik Fotografi menggunakan smart phone untuk meningkatkan nilai produk hasil kerajinan tangan ini merupakan salah satu cara untuk menambah ketrampilan anak – anak di Yayasan dalam memotret hasil karya mereka sehingga diharapkan dengan pelatihan ini dapat dijadikan sebagai bekal mereka untuk meningkatkan penjualan karya yang mereka buat sehingga bisa menambah penghasilan. Beberapa faktor pendukung kegiatan tersebut antara lain: Para peserta pelatihan memiliki minat yang besar untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan mengenai teknik fotografi. Selain itu kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh oleh pengurus Yayasan. Beberapa kendala yang dihadapi pada saat Pelatihan ini diantaranya: (1) Adanya keterbatasan dalam jumlah handphone (HP) yang akan digunakan oleh peserta karena HP mereka dikumpulkan di pengurus Yayasan, dan hanya bisa digunakan saat instirahat yaitu jam 12.00, (2) Adanya wabah Covid 19 yang menyebabkan interaksi antara peserta menjadi kurang karena harus menerapkan Social Distancing. (3) Kegiatan pelatihan yang direncanakan berjalan 2 jam tidak dapat terealisasi dikarenakan dari pihak pengurus membatasi penghuni Yayasan untuk interaksi terlalu lama dengan orang luar untuk menghindari penyebaran wabah Covid 19 Kata Kunci: Teknik Fotografi, Nilai Produk, Penjualan
GERAKAN 1000 MASKER : PEMBAGIAN MASKER KEPADA YAYASAN KAKAK ASUH BALI KARANGASEM Ni Kadek Yuni Utami
Jurnal Lentera Widya Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Lentera Widya Juni 2020
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v1i2.88

Abstract

The outbreak of the Covid19 virus has impacted the world. In Indonesia, 3.512 people are infected as of April 10, 2020. One of the WHO's advice on the use of masks for the community, was supported by Ministry of Tourism and Creative Economy (Kemenparekraf) with Gerakan Masker Kain ( Cloth Mask Movement). Many people in Indonesia do not understand the importance of using masks, and it makes STD Bali held Gerakan 1000 Masker (1000 Masks Movement ) with students and lectures involved in production and distribution in several areas in Bali. Gerakan 1000 Masker is important considering that not many people have the awareness and education to use masks against the Covid19 outbreak. Gerakan 1000 Masker Sekolah Tinggi Desain Bali, were carried out in several areas and foundations such as Yayasan Kakak Asuh Bali Karangasem on April 20, 2020 with the aim of giving masks to underprivileged children in Karangasem and raising their awareness together against Covid19 outbreak.
I Kadek pranajaya DESAIN RUMAH SAKIT DARURAT SEBAGAI STRATEGI MENGHADAPI PANDEMIK COVID-19 DI BALI I Kadek Prana jaya
Jurnal Lentera Widya Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Lentera Widya Juni 2020
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v1i2.90

Abstract

Di akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020 virus Corona (COVID-190 telah menjadi pandemi global. Penyebarannya sangat cepat dengan gejala tertentu yang berujung pada kematian Selain memberikan peningkatan kesadaran masyarakat atas wabah COVID-19, pemerintah di Kabupaten/Kota di Provinsi Bali diharapkan memiliki skenario terhadap kondisi terburuk yang terjadi dengan melakukan pemetaan untuk membangun rumah sakit darurat untuk meningkatkan penyediakan jumlah ruang isolasi yang bertekanan negatif dengan standar Permenkes dan WHO. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dengan memberikan sebuah solusi atau ide kepada pemerintah Provinsi Bali dengan membuat prototype rumah sakit darurat sebagai fasilitas observasi, penampungan, dan pengendalian wabah Covid-19 dan dapat pula dipergunakan untuk menghadapi kondisi darurat kesehatan di Indonesia di masa mendatang. Kata Kunci: Desain, Rumah Sakit Darurat, dan Pandemic Covid-19
WORKSHOP MENGGAMBAR DENGAN CHARCOAL DI CUSH CUSH GALLERY DENPASAR I Gede Jaya Putra
Jurnal Lentera Widya Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Lentera Widya Desember 2020
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v2i1.100

Abstract

This journal discusses the drawing workshop using charcoal techniques and materials. Based on observations in the field, many children who still do not understand themselves related to the creativity that can be produced. Children are a very free phase, full of honesty, passionate and brave in doing actions that are able to express themselves. However, there are several factors that cause many expressions of children to not surface. Expressions related to emotions and feelings lead to one understanding, namely art. One type of art that is able to bring out the expression of children is drawing. Drawing has many techniques, one of which is by using charcoal as a way of expressing it. So drawing with charcoal is used as a workshop approach for children, as a means to understand themselves and bring out their creativity. Workshop activities initiated by the Cush Cush gallery and again Bali were held on July 13, 2019 at the Cush Cush gallery, aimed at educating children, providing awareness of art, to understanding life and making art as a provision for the future, in taking on the work world its orientation on creative people. Keyword : Charcoal, Creativity, Drawing, Expression, Workshop.