cover
Contact Name
Rusman
Contact Email
rusman.dty@uim-makassar.ac.id
Phone
+6285399696477
Journal Mail Official
junomefar@uim-makassar.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan No.9, RW.29, Tamalanrea Indah, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Novem Medika Farmasi
ISSN : 29629276     EISSN : 29629276     DOI : https://doi.org/10.59638/junomefar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Novem Medika Farmasi (JUNOMEFAR) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas & kuantitas penelitian di bidang sains farmasi dan farmasi klinis yang didasari oleh tingginya kebutuhan informasi yang scientific di bidang ini.
Articles 108 Documents
Testing the antidiarrheal activity of ethanol extract Leaves of Senggani (Melastoma Malabathricum L.) from Pangkep in rats (Rattus Norvegicus) Induced Castor Oil (Oleum Ricini): Uji Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Daun Senggani (Melastoma Malabathricum L.) Asal Pangkep Pada Tikus (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Minyak Jarak (Oleum Ricini) Vera, Vera Andani
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 1: Volume 2 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i1.746

Abstract

Daun senggani mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tannin, fenolik dan triterpenoid. Senyawa tanin yang terkandung pada daun senggani yang dapat digunakan sebagai antidiare. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antidiare ekstrak etanol daun Melastoma malabathricum L.) asal Pangkep pada tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksi minyak jarak (Oleum ricini). Daun senggani diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 96%. Penelitian ini menggunakan tikus (Rattus norvegicus) sebanyak 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 3 ekor tikus. Kelompok I diberi Na CMC 1% (Kontrol negatif), Kelompok II diberi Loperamid (Kontrol positif), kelompok III, IV dan V diberi ekstrak etanol daun senggani dosis 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB. Metode pengujian diare yang digunakan yaitu metode proteksi diare dengan mengamati awal terjadinya diare, frekuensi diare dan lama terjadinya diare. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa awal terjadinya diare pada kelompok I terjadi pada menit ke-48,33 kelompok II menit ke-58,33, kelompok III menit ke-71,33, kelompok IV menit ke-55 dan kelompok V menit ke-55. Frekuensi diare pada kelompok I terjadi 10 kali, kelompok II terjadi 4,66 kali, kelompok III terjadi 8 kali, kelompok IV terjadi 6,33 kali dan kelompok V terjadi 5,33 kali. Lama terjadinya diare pada kelompok I terjadi pada menit ke-220, kelompok II menit ke-124,33, kelompok III menit ke-186,66, kelompok IV menit ke-168,33 dan kelompok V menit ke-140. Berdasarkan data hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun senggani (Melastoma malabathricum L.) memiliki aktivitas antidiare pada dosis 400 mg/kg dan 600 mg/kg yang tidak berbeda nyata dengan Loperamid.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol 70% Biji Alpukat (Persea americana Mill.) asal Kabupaten Luwu Timur dengan Metode DPPH Hastuti, Fuji
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 2: Volume 2 Issue 2
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i2.751

Abstract

Tanaman alpukat (Persea americana Mill.) memiliki kandungan senyawa flavonoid yang dapat menghambat radikal bebas sehingga berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai IC50 ekstrak etanol 70% biji alpukat (Persea americana Mill.) asal Kabupaten Luwu Timur dengan metode DPPH. Metode penelitian meliputi ekstraksi simplisia biji alpukat (Persea americana Mill.) secara maserasi dan uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.) dengan metode DPPH. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% biji alpukat (Persea americana Mill.) menggunakan spektrofotometer tampak pada panjang gelombang 505 nm. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% biji alpukat memiliki aktivitas sebagai antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 54,913 ± 0,514 ppm dan nilai IC50 pembanding asam askorbat diperoleh 2,015 ± 0,094 ppm. Kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% biji alpukat adalah 0,036 kali dari nilai IC50 pembanding asam askorbat.
putri Skrining Fitokimia dan Penetapan Kandungan Fenolik dan Flavonoid Total Daun Pala (Myristica fragrans Houtt.) asal Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah Putri, Fitri Handayani
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 2: Volume 2 Issue 2
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i2.753

Abstract

Skrining fitokimia dan penetapan kandungan fenolik dan flavonoid total daun pala (Myristica fragrans Houtt.) asal Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah telah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung serta penetapan kadar fenolik dan flavanoid total daun pala (Myristica fragrans Houtt.) asal Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Simplisia daun pala di ekstraksi menggunakan etanol 70% dengan metode maserasi. Skrining fitokimia menggunakan pereaksi spesifik dengan perbandingan eluen yang sesuai. Penetapan kandungan fenolik dan flavonoid total berdasarkan pengukuran absorbansi menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 436 nm dan 766 nm. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak etanol 70% daun pala mengandung senyawa alkaloid dengan nilai Rf 0,45; 0,2, flavonoid dengan nilai Rf 0,8; 0,2, fenolik dengan nilai Rf 0,36 dan terpenoid/steroid dengan nilai Rf 0,73; 0,64. Uji kandungan flavonoid total daun pala diperoleh 1,60723%, uji kandungan fenolik total daun pala diperoleh 5,334 %
Analisis Kandungan Omega-3 dan Omega-6pada Ekstrak Kulit BUah Naga Merah(Hylocereus polyrhizus Lem.) ANDI AISYAH, ANDI AISYAH ASRIA SAFITRI; muhammad iqbal
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 1: Volume 2 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i1.754

Abstract

Analisis kandungan omega-3 dan omega-6 pada ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus Lem.) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6 pada kulit buah naga merah. Metode penelitian meliputi ekstraksi secara sokhletasi menggunakan pelarut n-heksan, analisis kadar asam lemak omega-3 dan omega-6 menggunakan metode Gas Chromatografi (GC). Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah memiliki kandungan asam lemak omega-3 sebesar 4,06% yang terdiri dari asam arakidat 0,27% asam linolenat 3,04%, asam eikosadienoat 0,10%, asam eikosatrienoat 0,35% dan asam dokosadienoat 0,30% dan omega-6 terdapat asam linoleat sebesar 14,95%.
Uji Aktivitas Antiagregasi Trombosit Ekstrak Etanol Daging Buah Beligo (Benincasa hispida (Thunb. Cogn.) pada Mencit (Mus musculus) Azisah, Fatin Wafiq
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 2: Volume 2 Issue 2
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i2.787

Abstract

ABSTRAK Agregasi trombosit adalah bagian utama yang berperan penting dalam respon hemostasis cedera vascular yang dapat mencegah kehilangan darah. Buah beligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) memiliki kandungan senyawa flavonoid yang dapat berefek sebagai antiagregasi trombosit dengan cara menghambat pelekatan agregasi dan sekresi platelet. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas dari ekstrak etanol daging buah beligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) sebagai antiagregasi trombosit pada mencit (Mus musculus). Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Parameter yang digunakan yaitu masa pendarahan dan masa koagulasi. Penentuan masa pendarahan dengan cara Ivy dan cara Duke serta penentuan masa koagulasi menggunakan pipa kapiler dengan cara Duke. Analisis data menggunakan analisis varians (ANAVA) dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil analisis data menunjukkan bahwa ekstrak etanol daging buah beligo dengan dosis 350 mg/kg BB dan 700 mg/kg BB memiliki efek pada masa pendarahan sedangkan pada masa koagulasi memiliki efek pada dosis 700 mg/kg BB sehingga dosis 700 mg/kg BB memiliki aktivitas antiagregasi trombosit yang tidak berbeda nyata dengan clopidogrel 9,75 mg/kg BB. Kata Kunci: Antiagregasi; Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.; Koagulasi; Mus musculus; Trombosit. ABSTRACT Platelet aggregation is the main part that plays an important role in the hemostasis response of vascular injury that can prevent blood loss. Beligo fruit (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) contains flavonoid compounds that can have an effect as platelet antiaggregation by inhibiting platelet aggregation and secretion. The purpose of this study was to determine the activity of ethanol extract of beligo fruit flesh (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) as platelet antiaggregation in mice (Mus musculus). The extraction method used was maceration using 70% ethanol solvent. The parameters used are bleeding period and coagulation period. Determination of the bleeding period using the Ivy method and the Duke method and determination of the coagulation period using capillary pipes in the Duke method. Data analysis using analysis of variance (ANOVA) with a completely randomized design (RAL). The results of data analysis showed that ethanol extract of beligo fruit flesh at a dose of 350 mg/kg BW and 700 mg/kg BW had an effect on the bleeding period while the coagulation period had an effect at a dose of 700 mg/kg BW so that a dose of 700 mg/kg BW had platelet antiaggregation activity that was not significantly different from clopidogrel 9,75 mg/kg BW. Keywords: Antiaggregation; Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.; Coagulation; Mus musculus; Platelets.
An Antibacterial Activity Test of Ethanol Extract of Putri Malu (Mimosa pudica L.) Leaves Against Escherichia coli and Staphylococcus aureus Bacteria Hatari, Adesthia; Rusman
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 2: Volume 2 Issue 2
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i2.797

Abstract

Daun putri malu mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun putri malu terhadap p ertumbuhan bakteri Escher dan chia coli dan Staphylococcus aureus . Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstraksi D aun Putri M alu ( Mimosa pudica L.) dengan maserasi menggunakan etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar dengan parameter zona hambatan yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter hambatan terhadap bakteri Escher i chia coli pada konsentrasi 15% adalah 16,75 mm; 20% adalah 17,27 mm; 25% adalah 17,72 mm ; dan 30% adalah 18,09 mm, dan diameter hambatan terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Isolasi Fungi Endofit dari Ranting Maja (Aegle marmelos L.) Sebagai Penghasil Antibakteri Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Hilda, Nurhidayah Makmur
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 2: Volume 2 Issue 2
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i2.819

Abstract

Penelitian tentang Isolasi Fungi Endofit dari Ranting Maja(Aegle marmelos L.) sebagai Penghasil Antibakteri terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan fungi endofit dari ranting Maja yang dapat menghasilkan senyawa antibakteri. Tahap pertama isolasi fungi dengan metode direct seed planting pada medium Potato Dextrose Agar (PDA). Hasil isolasi fungi endofit diperoleh 3 isolat yang diberi kode IFRM 1, IFRM 2 dan IFRM 3. Selanjutnya dilakukan uji antagonis isolat fungi endofit terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, dari uji antagonis ketiga isolat tidak menunjukkan adanya daya hambat terhadap bakteri uji. Produksi metabolit sekunder dilakukan dengan fermentasi pada medium Potato Dextrosa Broth (PDB) dan ekstrak yeast. Isolat fungi endofit yang difermentasi didasarkan pada laju pertumbuhan fungi endofit. Proses fermentasi dilakukan selama 14 hari dengan kondisi teragitasi 150 rpm pada suhu kamar. Hasil fermentasi disonikasi kemudian di ekstraksi dengan etil asetat (1:1 v/v). Ekstrak etil asetat yang diperoleh diuji aktivitasnya pada Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Aktivitas antibakteri ditunjukkan pada konsentrasi 5% dan 10% dengan diameter hambat 6,47 mm, 7,19 mm dan 6,47 mm, 7,70 mm.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Assabila, Syifa Adilla
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 2: Volume 2 Issue 2
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i2.896

Abstract

ABSTRAK Syifa Adilla Assabilla. 2023. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli (Dibimbing oleh Herlina Rante dan Jasmiadi) Daun kemangi mengandung banyak senyawa kimia antara lain alkaloid, saponin, flavonoid, yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kemangi terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstraksi daun kemangi(Ocimum sanctum L.) dengan maserasi menggunakan etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar dengan parameter zona hambatan yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter hambatan ekstrak daun kemangi asal kabupaten maros terhadap bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 10% adalah 12,30 mm; 5% adalah 11,73 mm; 2,5% adalah 11,06 mm; dan 1,25% adalah 10,76 mm, dan diameter hambatan ekstrak daun kemangi asal kabupaten gowa terhadap bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 10% adalah 12,06 mm; 5% adalah 11,6 mm; 2,5% adalah 10,43 mm; dan 1,25% adalah 9,5 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum sanctum L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dengan kategori lemah
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Kelor (Moringa Oleifera Lamk) Asal Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang Dengan Metode DPPH: Ethanol Extract Antioxidant Activity Test Moringa Fruit (Moringa Oleifera Lamk) From Suppa District, Pinrang Regency Using the DPPH Method Fahmi, Muhammad
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 1: Volume 2 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i1.902

Abstract

Antioxidants are chemical compounds that can provide one or more electrons to free radicals, so that these free radicals can be reduced. This research aims to determine the antioxidant activity of ethanol extract of Moringa fruit (Moringa oelifera Lamk.) from Suppa District, Pinrang Regency using the DPPH method. Moringa fruit simplicia is extracted using 70% ethanol by maceration. Testing for antioxidant activity against free radicals was analyzed using a visible spectrophotometer at a wavelength of 515 nm. The results of the analysis show that the antioxidant activity of the ethanol extract of Moringa fruit (Moringa oleifera Lamk.) from Pinrang Regency, Suppa District has an IC50 value of 1183.0914 μg/mL.
Uji Aktivitas Ekstrak Daun Pedada (Sonneratia Caseolaris L.) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus): Test the activity of pedada leaf extract (Sonneratia Caseolaris L.) Against Decreasing Blood Glucose Levels in White Rats (Rattus Norvegicus) Alma, Alisa Ratu
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 2: Volume 2 Issue 2
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i2.903

Abstract

ABSTRAK Penelitian uji aktivitas ekstrak daun pedada (Sonneratia caseolaris L.) terhadap penurunan glukosa darah pada tikus putih (Rattus norvegicus) telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 96% daun pedada terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus yang telah diinduksi glukosa. Daun pedada dilaporkan mengandung flavanoid yang mampu menurunkan kadar glukosa darah. Metode penelitian meliputi ekstraksi sampel secara maserasi dengan menggunakan cairan penyari etanol 96%. Pengukuran kadar glukosa darah tikus yang dibagi dalam 4 kelompok perlakuan menggunakan glukometer Elva sense. Tikus tidak diberi makan, tapi tetap di beri minum selama 8 jam sebelum perlakuan, kemudian pengukuran kadar glukosa awal, setelah itu diinduksi dengan glukosa 20% dan diukur kadar glukosa setelah induksi. Kelompok I diberi suspensi Na-CMC 1% sebagai kontrol negatif, kelompok II diberi ekstrak dosis 25 mg/kg BB, kelompok III diberi ekstrak dosis 50 mg/kg BB, dan kelompok IV diberi ekstrak dosis 100 mg/kg BB. Kemudian kadar glukosa darah diukur dengan menggunakan glukometer. Hasil analisis berdasarkan ANAVA menunjukkan bahwa ekstrak daun pedada dosis 25 mg/kg BB, 50 mg/kg BB, dan 100 mg/kg BB tidak memiliki aktivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus (Rattus norvegicus) yang sama dengan kontrol negatif Na-CMC 1%. Kata Kunci: Daun Pedada (Sonneratia caseolaris L.); Glukosa Darah; Tikus Putih (Rattus norvegicus)

Page 4 of 11 | Total Record : 108