cover
Contact Name
Rusman
Contact Email
rusman.dty@uim-makassar.ac.id
Phone
+6285399696477
Journal Mail Official
junomefar@uim-makassar.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan No.9, RW.29, Tamalanrea Indah, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Novem Medika Farmasi
ISSN : 29629276     EISSN : 29629276     DOI : https://doi.org/10.59638/junomefar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Novem Medika Farmasi (JUNOMEFAR) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas & kuantitas penelitian di bidang sains farmasi dan farmasi klinis yang didasari oleh tingginya kebutuhan informasi yang scientific di bidang ini.
Articles 108 Documents
Formulasi dan Aktivitas Antibakteri Obat Kumur Biji Delima Merah (Punica granatum) Terhadap Streptococcus mutans Arbi, Alfira; andi nur zam zam; Andi dian Astriani
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.1918

Abstract

Biji delima Merah (Punica granatum) mempunyai kandungan metabolit sekunder yaitu senyawa fenolik. Senyawa fenolik berpotensi sebagai antibakteri. Asam galat telah diidentifikasi sebagai senyawa aktif dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi antibakteri obat kumur ekstrak biji delima merah (Punica granatum) terhadap Streptococcus mutans. Penelitian menggunakan metode maserasi cairan penyari etanol 96%. Pengujian konsentrasi hambat minimum pada konsentrasi 0,8% dan pengujian konsentrasi bunuh minimum pada konsentrasi 0,8%. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, pH dan viskositas. Hasil mutu fisik memenuhi persyaratan meliputi warna kuning muda keruh dan kuning pekat, aroma mentol khas ekstrak dan homogen. Hasil pengujian pH memenuhi standar yang baik pada sediaan obat kumur antara 5,0-7,0. Hasil pengujian viskositas sesuai dengan standar obat kumur yang nyaman digunakan. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa sediaan obat kumur ekstrak biji delima merah dengan konsenstrasi F3 (2%), F2 (1,5%) F1 (1%) menghasilkan diameter hambat pada bakteri Streptococcus mutans sebesar 20,42 mm; 19,64 mm; 16,59 mm; kontrol positif (chlorhexidine 0,2%) memiliki hambatan 21,97 dan kontrol negatif (DMSO) tidak menunjukkan adanya hambatan (6 mm yang berasal dari diameter paper disc). Hal ini menunjukkan bahwa sediaan obat kumur ekstrak biji delima merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans dengan kategori kuat.
Uji Sediaan Transdermal Patch Ekstrak Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.) sebagai Antidiabetik pada Tikus (Rattus norvegicus) Irfan, Widyawati; Irfayanti, Nur Alfiah; Jummah, Nurul
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.1985

Abstract

Biji alpukat (Persea americana Mill.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, dan flavonoid. Senyawa tersebut berpotensi dalam menurunkan kadar glukosa darah sehingga dapat diformulasikan dalam bentuk patch. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas transdermal patch biji alpukat (Persea americana Mill.) sebagai antidiabetik pada tikus (Rattus norvegicus). Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan metode pre-post design dengan 5 kelompok yaitu kelompok (patch tanpa ekstrak), kontrol positif (Insulin), kemudian kelompok F1, F2, dan F3 dengan masing-masing konsentrasi 9%, 18%, dan 36%. Selanjutnya dilakukan pengujian mutu fisik serta aktivitas antidiabetes dengan cara menginduksi secara intraperitonial pada tikus menggunakan larutan aloksan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji alpukat yang diformulasikan dalam bentuk sediaan transdermal patch memenuhi syarat mutu fisik dan mempunyai aktivitas antidiabetes dengan rata-rata persen penurunan F0 (tanpa ekstrak) 4,5%; F1 12,0%; F2 16,0%; F3 21,1%; dan K (+) 24,9%. Hal ini dibuktikan dengan uji statistik analisis varian (ANAVA) menunjukkan hasil statistik berbeda secara signifikan yang ditandai nilai sig 0,001< 0,05.
Potensi Antibakteri Isolat Fungi Endofit Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Terhadap Escherichia coli ESBL dan Staphylococcus aureus MRSA Magfiratul Awwaliah; Jasmiadi, Jasmiadi; Pratama, Agus Sangka
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.2074

Abstract

Meningkatnya infeksi akibat bakteri yang resisten terhadap antibiotik menjadi masalah serius dalam kesehatan global. Kondisi ini terjadi ketika bakteri tidak lagi dapat dibunuh oleh obat yang seharusnya efektif seperti Escherichia coli ESBL dan Staphylococcus aureus MRSA. Salah satu sumber potensial penghasil senyawa antibakteri alami berasal dari fungi endofit yang hidup di dalam jaringan tanaman, termasuk pada daun pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data ilmiah mengenai potensi antibakteri isolat fungi endofit daun pepaya (Carica Papaya L.) terhadap bakteri Escherichia coli ESBL dan Staphylococcus aureus MRSA. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium, meliputi isolasi, pemurnian, peremajaan, dan identifikasi morfologi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan ekstrak kasar hasil fermentasi isolat dengan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri lebih besar ditunjukkan terhadap Staphylococcus aureus MRSA pada media PDA 6 yang diduga dari genus Aspergillus sp dibandingkan Escherichia coli ESBL yang menghasilkan zona hambat lebih kecil dengan zona hambat tertinggi pada media PDA 1 yang diduga dari genus Cephalosporium sp. Kontrol positif menghasilkan zona hambat terbesar, sementara kontrol negatif tidak menunjukkan efek zona hambat.
Evaluasi Antidiabetik Oral Terhadap Fungsi Ginjal Berdasarkan Kadar Protein Dan Bilirubin Pada Pasien Diabetes Nurhasanah; Rusman; mustainah; Yasnidar, Yasnidar
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.2075

Abstract

Sekitar sepertiga penderita diabetes melitus (DM) mengalami nefropati diabetik (ND), yang merupakan komplikasi jangka panjang yang umum terjadi pada penderita diabetes melitus dan merupakan penyebab utama dari gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara penggunaan obat antidiabetik oral terhadap fungsi ginjal berdasarkan kadar protein dan bilirubin urin. Metode Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan program SPSS 23. Hasil uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis penggunaan ADO dengan kadar protein urin (p=0.820) maupun kadar bilirubin urin (p=0.a). Dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan ADO dengan kadar protein urin (p=0.783) maupun kadar bilirubin urin (p=0.a). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan obat yang digunakan tidak secara langsung memengaruhi peningkatan atau penurunan kadar protein dan bilirubin dalam urin sebagai indikator fungsi ginjal.
Evaluasi Pemberian Tablet Tambah Darah Bagi Ibu Hamil dan Hubungannya dengan Kejadian Anemia Miftahurahma As; rusman; ayu wandira A Baso Amri
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.2076

Abstract

Masalah kesehatan utama yang bisa membahayakan ibu serta janin adalah anemia wanita hamil. Suplemen besi merupakan upaya pencegahan anemia, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kepatuhan wanita hamil dalam mengonsumsinya. Penelitian ini tujuannya agar mengevaluasi tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi TTD dan hubungannya dengan insidensi anemia wanita hamil. Penelitian ini memakai metodologi cross-sectional dan desain observasional analitis. Sampel terdiri 38 wanita hamil dipilih melalui sampling purposif di Pusat Kesehatan Masyarakat Tamalate, Kota Makassar. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan tes kadar hemoglobin (Hb), kemudian analisis menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan temuan, 60,53% ibu hamil mengalami anemia sedang (Hb 9–10 g/dL), 10,53% mengalami anemia berat (Hb <7 g/dL), dan hanya 28,95% yang tidak mengalami anemia (Hb >11 g/dL). Kondisi ini menyatakan jika anemia tetap jadi permasalahan dominan terhadap wanita hamil meskipun telah menerima suplemen besi. Analisis menggunakan uji Chi-Square menghasilkan nilai p sebesar 0,002 (p < 0,05), menyatakan korelasi kuat antara kadar hemoglobin ibu hamil dan kepatuhan mereka pada suplemen zat besi. Anemia lebih mungkin terjadi pada ibu hamil tidak mengonsumsi suplemen zat besi sesuai resep dibanding mereka mengonsumsinya.
Gap Analisis Pengelolaan Antibiotik di Apotik dalam Wilayah Pengawasan BBPOM di Makassar Periode Januari 2024 – Juni 2025 Pammusureng, Andi Ilham; Andriani, Ana
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.2163

Abstract

Resistensi antibiotik (Antibiotics Resistance/AMR) merupakan masalah kesehatan global yang diperburuk oleh penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Apotek sebagai fasilitas pelayanan kefarmasian memiliki peran penting dalam pengendalian distribusi dan penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan pengelolaan antibiotik di apotek wilayah pengawasan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar berdasarkan hasil pengawasan periode Januari 2024–Juni 2025. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif dengan analisis data sekunder dari hasil pemeriksaan 176 apotek. Hasil menunjukkan bahwa cakupan pengawasan masih rendah (11%), penyerahan antibiotik tanpa resep dokter masih tinggi (38%), pencatatan stok antibiotik belum optimal (56,8%), serta lemahnya supervisi apoteker. Selain itu, proporsi penjualan antibiotik golongan Watch tanpa resep dokter mencapai lebih dari 85% pada beberapa jenis. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara ketentuan regulasi dan praktik di lapangan yang berpotensi mempercepat terjadinya resistensi antimikroba. Diperlukan penguatan pengawasan berbasis risiko, peningkatan peran apoteker, serta pembinaan dan penegakan regulasi yang konsisten
Skrining Fitokimia Dan Profil Total Fenol Serta Flavonoid Pada Ekstrak Daun Seledri (Apium graveolens L.) Situmorang, Carmenita M. Cindy Tiara; Yunus, Muhammad; Sembiring, Novitaria Br
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.2174

Abstract

ABSTRAK Daun seledri (Apium graveolens L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung serta menentukan kadar total fenol dan flavonoid pada ekstrak daun seledri. Simplisia daun seledri diekstraksi menggunakan etanol 96% dengan metode maserasi. Skrining fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder. Penetapan kadar total fenol menggunakan metode Folin–Ciocalteu dengan baku pembanding asam galat dan pengukuran pada panjang gelombang 765 nm. Penetapan kadar total flavonoid menggunakan metode kompleksasi AlCl3 dengan baku kuersetin pada panjang gelombang 434 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun seledri mengandung flavonoid, alkaloid, polifenol, tanin, sterol, dan triterpenoid. Kadar total fenol sebesar 209,79 mg GAE/g ekstrak dan kadar total flavonoid sebesar 12,50 mg QE/g ekstrak.
Efikasi Gel Ekstrak Daun Seledri (Apium graveolens L.) terhadap Gambaran Makroskopik Ulkus pada Model Tikus Diabetes induksi Aloksan Putri, Tamy Yolanda; Yunus, Muhammad; Sembiring, Novitaria Br
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.2175

Abstract

Diabetes melitus masih menjadi penyakit dengan angka penderita yang terus meningkat setiap tahun dan masih menjadi masalah utama dalam kesehatan di seluruh dunia. Tanaman herbal yang digunakan sebagai alternatif pengobatan yaitu daun seledri (Apium graveolens L.). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak daun seledri dalam sediaan gel terhadap proses penyembuhan ulkus pada model tikus diabetes yang diinduksi aloksan. Penelitian ini dibagi dalam enam kelompok. Kelompok ini terbagi atas : Kelompok normal, kelompok negatif, kelompok positif, kelompok perlakuan 1 dengan pemberian ekstrak daun seledri konsentrasi 5 %, kelompok perlakuan 2 dengan pemberian ekstrak daun seledri 10 %, dan kelompok perlakuan 3 dengan pemberian ekstrak daun seledri konsentrasi 15 %. Parameter pengamatan yang digunakan adalah diameter ulkus selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi maksroskopik paling baik terdapat pada kelompok perlakuan 2 dengan gel daun seledri konsentrasi 10 % dan kelompok perlakuan 3 dengan gel daun seledri konsentrasi 15 %. Hal ini membuktikan bahwa gel ekstrak daun seledri (Apium graveolens L.) memiliki potensi sebagai alternatif terapi penyembuhan ulkus pada kondisi diabetes akibat induksi aloksan.

Page 11 of 11 | Total Record : 108