cover
Contact Name
Rusman
Contact Email
rusman.dty@uim-makassar.ac.id
Phone
+6285399696477
Journal Mail Official
junomefar@uim-makassar.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan No.9, RW.29, Tamalanrea Indah, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Novem Medika Farmasi
ISSN : 29629276     EISSN : 29629276     DOI : https://doi.org/10.59638/junomefar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Novem Medika Farmasi (JUNOMEFAR) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas & kuantitas penelitian di bidang sains farmasi dan farmasi klinis yang didasari oleh tingginya kebutuhan informasi yang scientific di bidang ini.
Articles 102 Documents
Formulasi Sediaan Lip Cream Dengan Pewarna Alami Dari Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Adnan, Jumasni; Saad, Andi Asmawati; Sinta
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 1 No. 2: volume 1 Issue 2
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v1i1.614

Abstract

Lip cream merupakan sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai bibir sehingga dapat meningkatkan nilai estetika dalam tata rias wajah. Syarat lip cream yang baik yaitu dapat melapisi bibir dengan baik, memberikan warna yang lebih merata serta tahan di bibir dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dapat digunakan sebagai pewarna alami dalam sediaan lip cream dan untuk melakukan evaluasi mutu sediaan lip cream dengan menggunakan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pewarna alami. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium. Hasil uji evaluasi mutu sediaan lip cream menunjukkan bahwa sediaan F3 dengan konsentrasi 15% ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) menghasilkan pengolesan yang baik serta memiliki warna yang menarik dengan aroma rose dengan pH 5,0 sehingga banyak yang disukai oleh konsumen, sehingga dapat disimpulkan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) tidak dapat digunakan sebagai pewarna alami dalam formulasi sediaan lip cream karena tidak stabil dalam penyimpanan formula sediaan mengalami perubahan warna dari hari pertama hingga hari ketujuh pada masa penyimpanan.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Kombinasi Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma longa Linn.) dan Ekstrak Etanol Kunyit Putih (Curcuma zedoaria Rosc.) Terhadap Mutu Fisik Gel Nur Zam Zam, Andi; Ida, Nur; Alfiah Irfayanti, Nur; Radiatunisa
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 1 No. 3: Volume 1 Issue 3
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v1i3.619

Abstract

Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma longa Linn.) dan ekstrak etanol rimpang kunyit putih (Curcuma longa Linn.) yang mengandung curcumin dapat mempercepat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh variasi konsentrasi kombinasi ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma longa Linn.) dan ekstrak etanol rimpang kunyit putih (Curcuma zedoaria Rosc.) terhadap mutu fisik gel. Metode penelitian meliputi ekstraksi rimpang kunyit dan rimpang kunyit putih menggunakan metode maserasi dengan cairan penyari etanol 96%. Formulasi gel dirancang dengan variasi konsentrasi kombinasi ekstrak kunyit dan ekstrak kunyit putih antara lain 5% dan 3% (FI), 10% dan 6% (FII), 5% dan 6% (FIII), 10% dan 3% (FIV) dan formulasi gel tanpa ekstrak (kontrol negatif). Sediaan gel yang telah diformulasi diuji mutu fisiknya meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji viskositas dan uji daya lekat. Hasil penelitian menunjukkan variasi konsentrasi kombinasi ekstrak etanol rimpang kunyit dan ekstrak etanol rimpang kunyit putih dapat mempengaruhi mutu fisik sediaan gel namun tetap menghasilkan gel yang memenuhi syarat.
Rasionalitas Penggunaan Obat Antibiotik Pasien Penderita Ispa yang di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Kolaka Timur Putri, Risky; Firdayanti, Niluh; Pusmarani, Jastria; Herlina Nasir, Nur; Hatidjah, Nur
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 1 No. 3: Volume 1 Issue 3
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v1i3.634

Abstract

Antibiotik merupakan suatu golongan obat yang digunakan untuk terapi pencegahan infeksi yang disebabkan oleh bakteri namun tidak efektif untuk melawan virus. Dalam rangka meningkatkan penggunaan obat yang aman dan efektif bagi pasien, farmasis memiliki peran penting terutama dalam mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat antibiotik yang diberikan kepada pasien. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat antibiotik di Rumah Sakit Umum Daerah Kolaka Timur. Jenis penelitian ini Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian menggunakan metode deskriptif dan pengambilan data secara retrospektif dari bulan januari – desember 2021 yang berdasarkan melihat data rekam medik pasien. Evaluasi ini dilakukan dengan membandingkan data dengan literatur Pharmaceutical Care. Hasil penelitian menunjukan evaluasi rasionalitas penggunaan obat antibiotik di Rumah sakit Umum Daerah Kolaka Timur dengan mengambil 33 pasien pada kategori Tepat Pasien 100%, Tepat Obat 100%, Tepat Indikasi 100%, Tepat Dosis 84,8%, Tepat lama pemberian 0bat 100%. Kata Kunci :Rasionalitas, Antibiotik, ISPA, Kolaka Timur
Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Awar-Awar (Ficus septica burm) dengan Asam Askorbat Menggunakan Metode DPPH Alim, Nur; Hasan, Tahirah; Musdalifah; Abidin, Araf Asraf
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 1 No. 3: Volume 1 Issue 3
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v1i3.663

Abstract

Daun awar-awar diketahui memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin yang berpotensi sebagai antioksidan Penelitian perbandingan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun awar-awar (Ficus septica Burm) dengan askorbat menggunakan metode DPPH telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun awar-awar (Ficus septica Burm) dibandingkan dengan asam askorbat menggunakan metode DPPH. Metode penelitian meliputi ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dilanjutkan dengan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan baku pembanding asam askorbat. Aktivitas antioksidan terhadap radikal DPPH dianalisis menggunakan spektorofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 515 nm. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun awar-awar diperoleh nilai IC50 sebesar 199, 2853 μg/mL dan kemampuan aktivitas antioksidannya 0,0138 dibandingkan aktivitas antioksidan asam askorbat IC50 2,7595 μg/mL.Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol awar-awar memiliki potensi sebagai antioksidan alami
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Langsat (Lansium domesticum correa) Terhadap Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli Pratama, Agus Sangka; jasmiadi, Jasmiadi; musdalifah; yusharumi
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 1 No. 3: Volume 1 Issue 3
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v1i3.665

Abstract

Penelitian tentang uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun Langsat (Lansium domesticum Correa) telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun Langsat Lansium domesticum Correa) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Metode penelitian meliputi ekstraksi daun Langsat (Lansium domesticum Correa) secara maserasi menggunakan etanol 96%, pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan metode difusi agar, dengan parameter zona hambatan yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 0,8%;1,6%;3,2; masing-masing memiliki diamenter hambatan sebesar 8,99 mm; 9,39 mm; 11,30 mm terhadap bakteri Staphylococcus aures dan 5,5%; 6%; 6,5% masing-masing memiliki diameter hambat sebesar 11,69 mm; 11,83 mm; 31,36 mm terhadap bakteri Escherichia coli. Daun Langsat (Lansium domesticum Correa) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylacoccus aureus dan Escherichia coli.
Analisis Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder Dan Uji Qualitative Analysis of Secondary Metabolite Compounds and Antioxidant Activity Test of Ethanol Extract of Dandang Gendis (Clinacanthus nutans Burm.f.) Leaves from Kaledupa, Southeast Sulawesi Using the DPPH Method Yulandari, Veny
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 1: Volume 2 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i1.697

Abstract

Penelitian analisis kualitatif senyawa metabolit sekunder dan uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun dandang gendis (Clinacanthus nutans Burm. f.) asal Kaledupa Sulawesi Tenggara dengan metode DPPH telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun dandang gendis dengan metode DPPH. Metode penelitian meliputi ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dilanjutkan dengan analisis senyawa metabolit sekunder dan uji aktivitas antioksidan mengunakan metode DPPH. Hasil skrining fitokimia positif mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, terpenoid dan saponin. Aktivitas antioksidan terhadap radikal DPPH dianalisis menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 505 nm. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun dandang gendis sangat lemah dengan nilai IC50 sebesar 514,013 µg/mL dan pada asam askorbat yang digunakan sebagai pembanding diperoleh nilai IC50 sebesar 2,077±0,048 µg/mL. Kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun dandang gendis yaitu 0,004 kali dibanding asam askorbat. Kata kunci: Antioksidan, Dandang Gendis, Metabolit Sekunder.
Uji Aktivitas Antihipertensi Dekokta Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata (Lmk.) Pers.) Asal Bulukumba pada Tikus Putih (Rattus norvegicus): Uji Aktivitas Antihipertensi Dekokta Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata (Lmk.) Pers.) Asal Bulukumba pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Basri, Fara Zilla
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 1: Volume 2 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i1.698

Abstract

ABSTRAK Senyawa aktif pada daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata (Lmk.) Pers.) yang memiliki aktivitas dalam menurunkan tekanan darah salah satunya adalah flavonoid berupa flavanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antihipertensi dekokta daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata (Lmk.) Pers.) asal Bulukumba pada tikus putih (Rattus norvegicus). Metode penelitian yang digunakan metode ekstraksi secara dekokta. Dilakukan pengukuran awal tekanan darah, kemudian diinduksi NaCl 2% dan prednisone, kemudian diukur tekanan darah setelah induksi dengan menggunakan metode tail-cuff Non invasive dengan alat dan diamati. Hasil penelitian dianalisis secara statistk menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Hasil rata-rata penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok I kontrol negatif (3,58/5,47%); II dosis 50 mg/kg BB (43,79/40,46%); III dosis 100 mg/kg BB (45,42/50,28%); IV dosis 150 mg/kg BB (52,37/33,62%) dan kontrol positif (41,47/27,39%). Berdasarkan hasil analisis lanjutan dengan uji Duncan menunjukan bahwa dekokta daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata (Lmk.) Pers.) dengan dosis 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB dan 150 mg/kg BB memiliki aktivitas dalam menurunkan tekanan darah sistolik yang tidak berbeda nyata dengan kontrol positif furosemid dan ada perbedaan nyata dengan kontrol negative aquadest, dan untuk tekanan darah diastolik pada dosis 50 mg/kg BB dan 150 mg/kg BB memiliki aktivitas menurunkan tekanan darah yang tidak berbeda nyata dengan kontrol positif furosemid sedangkan pada dosis 100 mg/kg BB ada perbedaan nyata dengan kontrol positif dan perbedaan sangat nyata dengan kontrol negatif aquadest. Kata Kunci: Antihipertensi; Kalanchoe pinnata (Lmk.) Pers.; Rattus norvegicus
Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) Terhadap Candida albicans: Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap Candida albicans Asmita, Asmita; Rusli; yasnidar Yasir
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 1: Volume 2 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i1.702

Abstract

  ABSTRAK Tanaman kayu secang mengandung aklaloid, flavonoid, fenol, saponin dan brazilin yang mempunyai aktivitas sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak etanol kayu secang (Caesalpini sappan L.) dan untuk menentukan konsentrasi yang efektif terhadap jamur Candida albicans. Kayu secang diekstraksi secara masearasi menggunakan etanol 96%. Hasil persen rendamen yang diperoleh yaitu 12,92%. Pengujian aktivitas antijamur ekstrak etanol kayu secang menggunakan metode dilusi cair dan difusi agar. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai KHM terhadap jamur Candida albicans yaitu 3,2%. Uji aktivitas dengan metode difusi agar menggunakan kertas cakram. Hasil uji aktivitas antijamur ekstrak etanol kayu secang diperoleh dengan konsentrasi 3,2% yaitu 9,9 mm; konsentrasi 4,6% yaitu 12,86 mm; dan konsentrasi 12,8% yaitu 14,47 mm. Hasil penelitian menyatakan bahwa ekstrak etanol kayu secang memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicans. Kata Kunci: Antijamur; Candida albicans; Kayu Secang (Caesalpini sappan L.)
Activity Test of Ethanol Extract of Java Wood Leaf (Lannea coromandalica (Houtt.) Merr) From Bone District on Streptozotocin Induced Diabetic Rats Dewi, Rina Tiana; rusman; andi nur zam zam
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 1: Volume 2 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i1.704

Abstract

ABSTRAK Antidiabetes adalah obat-obat atau golongan obat yang memiliki aktivitas menurunkan atau mengurangi kenaikan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas Ekstrak Etanol Daun Kayu Jawa (Lannea coromandalica (Houtt.) Merr) terhadap Tikus (Rattus norvegicus) Diabetes yang diinduksi Streptozotocin. Serbuk simplisia Daun Kayu Jawa diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 70% dan diperoleh randemen esktrak 6,025%. Pengujian aktivitas antidiabetes dilakukan menggunakan alat glukometer digital pada tikus putih (Rattus norvegicus). Sebanyak 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 3 ekor. Kelompok I diberi Na-CMC 1% sebagai kontrol negatif, kelompok II diberi ekstrak daun kayu jawa dosis 200 mg/kg BB, kelompok lll diberi ekstrak daun kayu jawa dosis 300 mg/kg BB, kelompok IV tablet glibenklamid sebagai kontrol positif dan kelompok V diberi ekstrak daun kayu jawa dengan dosis 400 mg/kg BB. Data hasil penelitian rata-rata presentase penurunan kadar glukosa darah secara berturut-turut yaitu -0,43%, 26,27%, 44,22%,50.83%, 59,25%. Hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kayu jawa Dengan dosis dan dosis 200 mg/kg BB, 300 mg/kg BB dan 400 mg/kg BB tikus memiliki aktivitas tidak berbeda nyata dengan kontrol positif (Glibenklamid) dan dosis 200 mg/kg BB, 300 mg/kg BB dan 400 mg/kg BB memiliki aktivitas yang sangat berbeda nyata terhadap kontrol negatif (Na-CMC 1%) dalam menurunkan kadar glukosa darah KATA KUNCI: Daun Kayu Jawa (Lannea coromandalica (Houtt.) Merr).;Antidiabetes; Streptozotocin; Rattus norvegicus ABSTRACT Antidiabetics are drugs or classes of drugs that have the activity of lowering or reducing the increase in blood glucose levels. The purpose of this study was to determine the activity of the ethanol extract of Java Wood Leaf (Lannea coromandalica (Houtt.) Merr) against Streptozotocin- induced Diabetes Rats (Rattus norvegicus). Jawa Wood Leaf simplicia powder was macerated using 70% ethanol and obtained 6.025% extract ration. Antidiabetic activity testing was carried out using a digital glucometer device on white rats (Rattus norvegicus). A total of 15 rats were divided into five treatment groups where each group consisted of 3 heads. Group I was given 1% Na-CMC as a negative control, group II was given Jawa wood leaf extract at a dose of 200 mg/kg BW, group III was given Jawa wood leaf extract at a dose of 300 mg/kg BW, group IV was given glibenclamide tablets as a positive control and group V was given Jawa wood leaf extract at a dose of 400 mg/kg BB. The data showed an average percentage of reduction in blood glucose levels respectively, namely -0,43%, 26,27%, 44,22%,50.83%, 59,25%. It can be concluded that Jawa wood leaf extract at doses of 200 mg/kg BW, 300 mg/kg BW and 400 mg/kg BW rats have activity not significantly different from the positive control (Glibenclamide). Further, doses of 200 mg/kg BW, 300 mg/kg BW and 400 mg/kg BW have very different activity significantly against negative control (Na-CMC 1%) in lowering blood glucose levels KEYWORD: Jawa Wood Leaf (Lannea coromandalica (Houtt.) Merr).; Antidiabetes:Streptozotocin; Rattus norvegicus
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol 70% Biji Pepaya (Carica papaya L) Dengan Metode DPPH: Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol 70% Biji Pepaya (Carica papaya L) Dengan Metode DPPH Mustawil, Nur Inayah; tahira hasan; mustaina
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 1: Volume 2 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i1.713

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% biji pepaya (carica papaya L.) dengan metode DPPH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antoksidan ekstrak etanol 70% biji pepaya dengan metode DPPH. Metode penelitian meliputi ekstraksi simplisia biji pepaya yang dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 505 nm. Hasil meserasi mendapatkan ekstrak biji pepaya sebanyak 7,74 gram dengan rendamen 2,58%. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% biji pepaya diperoleh nilai IC50 sebesar 83,790 ppm menggunakan pembanding asam askorbat dengan nilai IC50 sebesar 2,074 ppm. kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak biji pepaya 0,024 kali dibandingkan aktivitas antioksidan asam askorbat. Kata Kunci: Biji Pepaya (Carica papaya L.); Antioksidan; Etanol 70%; DPPH

Page 3 of 11 | Total Record : 102