cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6282341891541
Journal Mail Official
jhppcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jln. Raya Simpang Empat Bypass BIL Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP)
ISSN : 29875196     EISSN : 29875773     DOI : https://doi.org/10.61116/jhpp.v1i4.189
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
Pengembangan Desain Mesin Tepat Guna untuk Pengolahan Komoditas Unggulan Lokal Rendi Zulfikar; Yusuf Maulana
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i2.597

Abstract

Kabupaten Banyuwangi memiliki komoditas unggulan pertanian, khususnya Kopi Robusta dan Arabika dari kawasan Ijen, yang membutuhkan peningkatan efisiensi pascapanen. Penelitian ini bertujuan melakukan identifikasi masalah dan eksplorasi potensi desain untuk pengembangan mesin tepat guna (MTG) pengolah kopi, berfokus pada tahapan pulper atau hullerr skala kecil. Menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan desain Ethnographic-Design Research (Design Thinking), data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan in-depth interview dengan 20 partisipan (petani, pengolah kopi UKM, dan teknisi lokal). Hasil penelitian mengidentifikasi tiga masalah utama: (1) Yield Loss Tinggi (kehilangan hasil) pada MTG eksisting, (2) Kesulitan Ergonomi (operasional yang melelahkan dan maintenance yang rumit), dan (3) Ketidaksesuaian Sumber Daya (ketergantungan listrik/BBM mahal, padahal lokasi pengolahan terpencil). Potensi desain inovatif harus berfokus pada MTG Hibrida (manual-motor/solar), Desain Modular yang mudah diperbaiki, dan peningkatan Ergonomi Operasional untuk mengurangi fatigue operator. Studi ini merekomendasikan pengembangan desain MTG yang mengutamakan keseimbangan antara fungsionalitas teknis, kelayakan ekonomi, dan kemudahan sosial di tingkat UKM.
Evaluasi Kesiapan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia dalam Penerapan Teknologi Fiber Optic di Desa Wisata Susilo, Susilo; Salman Aji
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i3.598

Abstract

Kabupaten Banyuwangi telah mengidentifikasi Desa Wisata sebagai pilar utama pembangunan ekonomi, di mana konektivitas digital berbasis teknologi Fiber Optic (FO) menjadi prasyarat esensial untuk mendukung layanan pariwisata cerdas (smart tourism). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara kualitatif kesiapan infrastruktur fisik dan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam mengadopsi dan memanfaatkan FO di empat desa wisata (Desa Wisata Adat Osing Kemiren Kecamatan Glagah, Desa Wisata Gintangan Kecamatan Blimbingsari, Desa Wisata Tamansari Kecamatan Licin, Desa Wisata Bangsring Kecamatan Wongsorejo) dengan karakteristik geografis dan sosial-ekonomi yang berbeda. Menggunakan desain Studi Kasus Multi-Lokasi, data dikumpulkan melalui in-depth interview dengan 40 partisipan (pengelola desa, pelaku UMKM pariwisata, penyedia jasa internet/ISP, dan Dinas Komunikasi & Informatika). Hasil penelitian mengidentifikasi adanya disparitas kesiapan yang signifikan: Desa Wisata Adat Osing Kemiren Kecamatan Glagah dan Desa Wisata Gintangan Kecamatan Blimbingsari (dekat kota) menunjukkan kesiapan infrastruktur tinggi namun kualitas SDM pasif (passive users), sementara Desa Wisata Tamansari Kecamatan Licin dan Desa Wisata Bangsring Kecamatan Wongsorejo (terpencil) menunjukkan keterbatasan infrastruktur tetapi memiliki SDM proaktif (proactive adopters) yang memiliki inisiatif tinggi. Hambatan utama adalah defisit kepercayaan terhadap kualitas layanan pascapenjualan ISP dan kesenjangan literasi digital fungsional yang membatasi pemanfaatan FO hanya untuk media sosial, bukan untuk inovasi bisnis pariwisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi perlu fokus pada peningkatan pelatihan digital literacy berbasis bisnis dan standarisasi layanan teknis purnajual di tingkat lokal.
Analisis Peran dan Kompetensi Guru PJOK dalam Mendorong Physical Literacy pada Siswa Sekolah Dasar Firiandri Arief Wirawan
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i3.599

Abstract

Literasi Fisik (Physical Literacy) didefinisikan sebagai motivasi, kepercayaan diri, kompetensi fisik, pengetahuan, dan pemahaman untuk menghargai dan bertanggung jawab atas keterlibatan dalam aktivitas fisik seumur hidup. Di tingkat Sekolah Dasar (SD), peran guru Pendidikan Jasmani (Penjas) sangat krusial sebagai agen utama pembentukan PL. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan meninjau peran aktual dan kompetensi spesifik guru Penjas dalam mengimplementasikan kerangka PL pada siswa SD Negeri 064011 Medan. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam (in-depth interview) dengan empat guru Penjas, dan analisis dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru masih didominasi sebagai Instruktur Keterampilan Motorik daripada sebagai Fasilitator PL. Kompetensi guru kuat dalam aspek Keterampilan Dasar Gerak (Fundamental Movement Skills—FMS), namun lemah dalam aspek Kognitif dan Afektif PL (motivasi, kepercayaan diri, dan pemahaman kesehatan). Kendala utama adalah keterbatasan alokasi waktu, kurikulum yang terfragmentasi, dan defisit pelatihan khusus PL. Studi ini menyimpulkan perlunya pergeseran paradigma dari pengajaran berbasis olahraga menuju pengajaran berbasis PL, didukung oleh pelatihan profesional yang terstruktur untuk memperkuat kompetensi afektif dan kognitif guru Penjas.