cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6282341891541
Journal Mail Official
jhppcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jln. Raya Simpang Empat Bypass BIL Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP)
ISSN : 29875196     EISSN : 29875773     DOI : https://doi.org/10.61116/jhpp.v1i4.189
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
Pengaruh Lingkungan Belajar terhadap Kemandirian Anak Slow Learner di Sekolah Dasar Nadia Khayana Tantri
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i3.563

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengaruh lingkungan belajar di sekolah terhadap kemandirian anak slow learner di SDN Wiropaten. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuai pengaruh lingkungan belajar terhadap berkembangnya kemandirian anak slow learner. Metode yang digunakan adalah deskriptif- kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap siswa slow learner, guru kelas, dan lingkungan belajar di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang mendukung seperti tersedianya media pembelajaran yang tepat, perhatian individual dari guru, dan dukungan sosial dari teman sebaya mampu mendorong peningkatan kemandirian anak slow learner dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menekankan pentingnya peran guru di SD Wiropaten dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan individu siswa. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif bagi anak slow learner.
Implementasi Pengembangan Model ADDIE pada Dunia Pendidikan Torang Siregar; Yuni Rhamayanti
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i2.561

Abstract

Model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) merupakan salah satu pendekatan sistematis yang banyak digunakan dalam perancangan dan pengembangan pembelajaran, terutama dalam konteks pendidikan modern. Model ini terdiri dari lima tahap utama yang saling berkesinambungan. Tahap pertama, analisis, berfokus pada identifikasi kebutuhan, permasalahan, serta karakteristik peserta didik untuk menentukan tujuan pembelajaran yang relevan. Tahap kedua, desain, melibatkan perencanaan strategi pembelajaran, perumusan tujuan, dan pemilihan media atau metode yang sesuai. Selanjutnya, tahap pengembangan diarahkan pada pembuatan produk pembelajaran, termasuk pengembangan bahan ajar, media, dan instrumen evaluasi. Tahap implementasi mencakup pelaksanaan rencana pembelajaran di lapangan atau di kelas, serta pemantauan proses pelaksanaannya untuk memastikan efektivitasnya. Terakhir, tahap evaluasi berperan untuk mengukur efektivitas dan efisiensi program pembelajaran melalui evaluasi formatif dan sumatif, guna memberikan umpan balik perbaikan yang berkelanjutan. Jurnal ini membahas secara komprehensif setiap tahapan dalam model ADDIE serta memberikan contoh penerapannya dalam berbagai konteks pendidikan, baik secara daring maupun tatap muka. Dengan dukungan referensi dari berbagai sumber terbaru, diharapkan artikel ini dapat memberikan wawasan yang komprehensif bagi para pendidik, pengembang kurikulum, dan praktisi pendidikan dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif, efisien, dan adaptif. Selain itu, jurnal ini juga menekankan pentingnya siklus evaluasi dalam model ADDIE sebagai fondasi utama dalam pengembangan instruksional berbasis kebutuhan peserta didik.
Integrasi Nilai Kewirausahaan melalui Pembelajaran PJOK untuk Pendidikan Karakter Siswa SMK yang Kompetitif Hari Juwono
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i1.589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi nilai-nilai kewirausahaan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dalam membentuk karakter siswa yang kompetitif di SMK Negeri 1 Bintang Bayu, Kabupaten Serdang Bedagai. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kesiapan mental dan karakter wirausaha siswa SMK yang sering kali hanya berfokus pada keterampilan teknis. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan guru PJOK, siswa, dan kepala sekolah sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai kewirausahaan seperti kemandirian, kreativitas, kerja keras, dan pengambilan risiko dapat dilakukan melalui modifikasi metode pembelajaran PJOK, seperti permainan tim yang menuntut strategi, simulasi wirausaha berbasis kegiatan olahraga, dan penugasan pengelolaan event olahraga sederhana. Siswa menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal inisiatif, kemampuan memecahkan masalah, dan kolaborasi. Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan fasilitas dan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru. Disimpulkan bahwa pembelajaran PJOK memiliki potensi besar sebagai medium efektif untuk menumbuhkan karakter wirausaha yang kompetitif di lingkungan SMK.
Analisis Kesiapan dan Hambatan Implementasi Sistem Cold Chain pada Distribusi Ikan Tangkap Ayu Putri Madu Ratna; Maqsfiranda Erza
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i1.590

Abstract

Ikan tangkap adalah komoditas yang sangat rentan mengalami penurunan mutu. Implementasi Sistem Rantai Dingin (Cold Chain) yang efektif sangat krusial untuk menjaga kualitas, daya saing pasar, dan keamanan pangan hasil perikanan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara kualitatif tingkat kesiapan dan mengidentifikasi hambatan utama dalam implementasi cold chain pada seluruh mata rantai distribusi ikan tangkap di Kabupaten Banyuwangi. Banyuwangi dipilih karena potensi perikanan lautnya yang besar dan peran strategisnya di Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui in-depth interview kepada para pemangku kepentingan utama: nelayan, pengumpul, pedagang besar, pengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dan perwakilan dinas terkait. Hasil penelitian menunjukkan kesiapan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) masih rendah, terutama di tingkat nelayan kecil. Hambatan utama meliputi keterbatasan modal untuk investasi alat pendingin, ketidakstabilan pasokan es, kurangnya kesadaran dan pelatihan tentang penanganan ikan yang baik, serta integrasi sistem yang belum optimal antar pelaku rantai distribusi. Studi ini merekomendasikan intervensi kebijakan yang berfokus pada kemudahan akses permodalan dan program pelatihan terstruktur.
Telaah Aspek Psikologis dan Sosial Petani dalam Mengadopsi Smart Farming untuk Peningkatan Mutu Hasil Pertanian Marini, Marini; Cindy Deviani
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i1.591

Abstract

Adopsi Teknologi Digital Pertanian (Smart Farming), seperti sensor, aplikasi mobile, dan IoT, memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dan mutu hasil pertanian. Meskipun demikian, tingkat adopsi di kalangan petani kecil Indonesia, termasuk di Kabupaten Banyuwangi, masih rendah. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis hambatan psikologis dan sosial yang mendasari resistensi petani di Banyuwangi dalam mengadopsi teknologi digital. Metode penelitian melibatkan in-depth interview dengan 25 petani subak, penyuluh, dan perwakilan dinas pertanian, dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga hambatan psikologis utama: (1) Technophobia (ketakutan terhadap kegagalan teknis), (2) Risk Aversion (keengganan mengambil risiko kerugian modal), dan (3) Self-Efficacy Rendah (kurangnya keyakinan diri dalam mengoperasikan alat). Sementara itu, hambatan sosial meliputi (1) Tekanan Kelompok Tani, (2) Trust Deficit terhadap penyedia teknologi, dan (3) Digital Divide struktural. Studi ini menyimpulkan bahwa intervensi kebijakan harus bergeser dari fokus teknis ke pembangunan literasi digital dan kapasitas psikososial petani, serta menciptakan ekosistem kepercayaan antar-pemangku kepentingan.
Upaya Pekerja dalam Mengelola Risiko Kerja terkait Penggunaan Mesin Berat pada Sektor Manufaktur Indra Sukma Pradana; Galih Dwi Wahyudi
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i1.592

Abstract

Penggunaan mesin berat merupakan sumber risiko keselamatan kerja utama di sektor manufaktur. Meskipun prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) formal telah ditetapkan, kecelakaan kerja masih kerap terjadi, menunjukkan adanya kesenjangan antara kebijakan dan praktik di lapangan. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis persepsi risiko dan upaya pengelolaan risiko dari sudut pandang pekerja yang mengoperasikan mesin berat di sektor manufaktur (khususnya pabrik pengolahan hasil bumi) di Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian menggunakan pendekatan fenomenologis dengan in-depth interview kepada 20 operator mesin, supervisor, dan Petugas K3. Hasil temuan mengidentifikasi adanya diskrepansi persepsi antara pekerja senior (menganggap risiko sebagai rutinitas) dan pekerja junior (lebih patuh prosedur). Hambatan utama pengelolaan risiko terletak pada tekanan target produksi, kurangnya pelatihan praktis berbasis simulasi, dan pengaruh budaya kerja yang mengedepankan kecepatan di atas keselamatan. Studi ini menyimpulkan bahwa efektivitas K3 sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis dan sosial pekerja, yang menuntut perubahan strategi K3 dari pendekatan compliance-based menjadi budaya K3 yang partisipatif dan berorientasi pada manusia.
Penerimaan dan Kepercayaan Konsumen terhadap Teknologi Keamanan Elektronik pada Rumah Tinggal Fajar Alam; Bagus Pramono
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i1.593

Abstract

Peningkatan angka kriminalitas di perkotaan dan tingginya kebutuhan akan rasa aman telah mendorong adopsi teknologi keamanan elektronik, seperti CCTV dan sistem alarm, di lingkungan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kualitatif penerimaan dan tingkat kepercayaan konsumen rumah tangga di Kabupaten Banyuwangi terhadap teknologi keamanan tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologis, data dikumpulkan melalui in-depth interview dengan 30 partisipan (pengguna aktif, pengguna pasif, dan calon pengguna) di tiga kluster pemukiman berbeda. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa penerimaan didorong oleh faktor perceived ease of use (kemudahan penggunaan) dan social influence (pengaruh sosial), sementara hambatan utamanya adalah cost perception (persepsi biaya tinggi) dan privacy anxiety (kecemasan privasi). Temuan kunci menunjukkan adanya defisit kepercayaan terhadap keandalan teknis (seringnya false alarm dan kualitas rekaman) serta keterbatasan dukungan teknis pascapenjualan. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan pasar teknologi keamanan di Banyuwangi memerlukan intervensi yang fokus pada peningkatan literasi digital keamanan, transparansi data, dan skema layanan purnajual yang responsif dan terpercaya.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Modul Ajar PJOK Sekolah Dasar Berbasis Permainan Tradisional Khas Daerah Amri Firmansyah Depari
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i2.594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan mendesak dalam pengembangan modul ajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang terintegrasi dengan permainan tradisional khas daerah, khususnya di SD Negeri 014 Teluk Piyai Pesisir, Kabupaten Rokan Hilir. Latar belakang penelitian adalah minimnya variasi pembelajaran PJOK yang cenderung monoton dan belum optimalnya pemanfaatan kekayaan budaya lokal, khususnya permainan rakyat, sebagai sumber belajar yang kontekstual dan rekreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode survei dan wawancara. Subjek penelitian meliputi 2 orang guru PJOK, 40 siswa kelas IV dan V, serta Kepala Sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, penyebaran angket kebutuhan guru dan siswa, serta wawancara mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa 92,5% siswa menyatakan sangat bosan dengan materi PJOK yang itu-itu saja, sementara 100% guru mengakui kesulitan dalam merancang materi yang kontekstual dan membutuhkan panduan rinci untuk mengintegrasikan permainan tradisional seperti "Galah Panjang" atau "Cak Bur". Kesimpulannya, terdapat kesenjangan signifikan antara kebutuhan akan pembelajaran yang menarik dan ketersediaan sumber belajar yang inovatif. Analisis ini menegaskan urgensi untuk segera mengembangkan Modul Ajar PJOK Berbasis Permainan Tradisional Khas Daerah yang memuat langkah-langkah adaptasi permainan, indikator pencapaian kompetensi, dan instrumen penilaian autentik. Modul ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan melestarikan budaya lokal melalui PJOK.
Pemetaan Peran Aktor dan Jejaring Inovasi dalam Transfer Teknologi Keamanan Pangan Hasil Perikanan Fenik, Fenik; Sifa Amelia
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i2.595

Abstract

Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu sentra perikanan terbesar di Indonesia, dengan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan standar keamanan pangan (food safety) hasil perikanan, terutama untuk pasar ekspor, melalui adopsi standar seperti HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) atau SNI (Standar Nasional Indonesia). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis stakeholder guna memetakan peran, kepentingan, dan hubungan antar-aktor dalam jejaring inovasi (Innovation Network) transfer teknologi keamanan pangan di Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif, melibatkan Social Network Analysis (SNA) kualitatif dan in-depth interview dengan 25 stakeholder kunci (nelayan/pelaku usaha kecil, eksportir, Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Karantina, dan akademisi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jejaring inovasi bersifat terfragmentasi dan sentralistik, di mana Eksportir Besar (Big Player) memiliki peran sentral dan dominan (high centrality), sementara Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terpinggirkan (peripheral role). Dinas Kelautan dan Perikanan memiliki peran penghubung (broker) yang rendah. Disparitas kekuasaan (power imbalance) dan defisit kepercayaan antar-aktor menghambat transfer pengetahuan HACCP/SNI yang efisien. Diperlukan strategi intervensi yang fokus pada penguatan kapasitas kelembagaan broker (universitas/lembaga riset) dan penciptaan platform dialog multipartnership yang inklusif.
Analisis Adopsi Teknologi Pengeringan Ramah Lingkungan untuk Komoditas Sayuran Dewi Maratus Sholeha; Rizal Yudi
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i2.596

Abstract

Sektor pertanian sayuran di Kabupaten Banyuwangi menghadapi tantangan besar dalam penanganan pascapanen, khususnya dalam proses pengeringan yang masih mengandalkan metode tradisional (penjemuran terbuka) yang rentan kontaminasi dan dipengaruhi cuaca. Teknologi Pengeringan Ramah Lingkungan seperti Solar Dryer (pengering tenaga surya) menawarkan solusi yang efisien, higienis, dan berkelanjutan. Penelitian kualitatif ini bertujuan menganalisis penerimaan dan kendala adopsi teknologi Solar Dryer di kalangan petani dan kelompok tani sayuran di Banyuwangi. Menggunakan pendekatan fenomenologis interpretatif, data dikumpulkan melalui in-depth interview dengan 25 partisipan (petani, pengolah, dan penyuluh). Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa penerimaan tinggi didorong oleh persepsi peningkatan mutu (kebersihan dan nutrisi) dan efisiensi waktu. Namun, kendala adopsi didominasi oleh faktor kepercayaan kolektif rendah (low collective efficacy) terhadap perawatan alat, keterbatasan modal awal, dan kesulitan integrasi dengan jadwal tanam yang padat. Studi ini menyimpulkan bahwa intervensi harus bergeser dari fokus teknis ke penguatan kelembagaan kelompok tani sebagai unit pengelola, serta implementasi model pembiayaan berbagi risiko yang melibatkan pemerintah dan koperasi.