Journal of Automotive Technology Vocational Education
Teaching and Learning at TVET: studying theory and strategy; curriculum development; development of learning media; teaching methods; character education on TVET; industrial internship; work based learning; e-learning development for TVET; technology-based entrepreneurship based learning; school based company; vocational student behavior. Evaluation, Assessment and Certification at TVET: qualifications framework; competency based education and training; recognition of prior learning; authentic assessment on TVET; industry standard based competency assessment Human Resource Management at TVET: vocational career development; professional development of teachers and trainers; leadership at TVET; teacher recruitment; vocational teacher certification; Professional association council contributions. Vocational Resources at TVET: laboratory facilities; workshop facilities; vocational budgeting; vocational education infrastructure; Applied technology in VET; economic development on TVET; virtual laboratory development; digital library; development of learning facilities at TVET. Contemporary Problems on TVET: Policies on TVET; social issues on TVET and the social impact of providing VET; vocational education for sustainable development; public-private partnership on TVET; IT based community. Technology: Educational Technology, Automotive Technology, and Machine Technology.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020"
:
10 Documents
clear
STUDI MOTIVASI BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XI TSM DI SMK PEMBANGUNAN NASIONAL PURWODADI
Mursyid Mursyid
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/jatve.v1i2.987
Hal yang melatar belakangi penelitian ini adalah banyaknya angka pengangguran di Indonesia dan adanya dorongan dari pemerintah agar sekolah-sekolah SMK dapat menciptakan tenega-tenaga yang siap kerja dan juga agar setelah lulus dari SMK Pembangunan Nasional Purwodadi siswa dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk motovasi berwirausaha siswa kelas XI TSM di SMK Pembangunan Nasional Purwodadi.Penelitian ini tergolong dalam penelitian survey, Dengan populasi seluruh siswa kelas XI TSM di SMK Pembangunan Nasional Purwodadi sejumlah 165 responden, dengan sampel 110 responden, pengumpulan data menggunakan angket, serta dokumentasi. Untuk uji analisis datanya menggunakan bantuan program SPSS for windows versi 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa sekolah menengah kejuruan negeri 1 Jepara jurusan teknik sepeda motor memiliki motivasi berwirausaha dengan kategori sangat baik yaitu sebesar 54 responden atau 49%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi berwirausaha siswa baik. Kata kunci: motivasi, berwirausaha, sekolah menengah kejuruan
SIKAP PEDULI KESELAMATAN KERJA SAAT PRAKTIK MEKANIK OTOMOTIF SISWA KELAS X TKR SMK KESUMA MERGOYOSO PATI
Dhimas Bayu Candra
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/jatve.v1i2.988
Penelitian ini juga bertujuan Untuk mengetahui sikap peduli siswa kelas X TKR SMK Kesuma Mergoyoso Pati terhadap kesehatan dan keselamatan kerja saat praktik otomotif. Penelitian ini penting untuk dilakukan agar guru dan sekolah dapat mengetahui dan kemudian dapat mengevaluasi kembali kegiatan pembelajaran kesehatan dan keselamatan kerja agar kedepan siswa memiliki sikap peduli terhadap kesehatan dan keselamatan kerja.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Pada penelitian ini penentuan ukuran jumlah sampel menggunakan rumus slovin. Hasilnya jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 117 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sikap peduli siswa terhadap Kesehatan dan keselamatan kerja menunjukan presentase sebesar 53,4% siswa memiliki sikap peduli yang kurang baik. Kata kunci: Sikap Peduli, Keselamatan Kerja, Praktik
MODIFIKASI SISTEM PENERANGAN AHO DENGAN PENGISIAN FULLWAVE UNTUK MENINGKATKAN ARUS DAN TEGANGAN PENGISIAN PADA MOTOR HONDA SCOOPY
Muhamad Amiruddin;
Didik Rohmantoro
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/jatve.v1i2.990
Sebagai suatu alat transportasi sepeda motor haruslah memenuhi syarat minimum yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan undang-undang lalu lintas yang berlaku, salah satunya adalah memiliki seperangkat alat sistem penerangan. Fungsi system penerangan adalah sebagai alat dukung penerangan bagi pengemudi saat berjalan. Menghidupkan lampu kepala pada sistem penerangan juga berfungsi menekan angka kecelakaan pada sepeda motor dengan meningkatkan kewaspadaan kendaraan disekitarnya. Pasal 107 Ayat 2 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menerangkan bahwa kendaraan sepeda motor wajib menyalakan lampu utama pada siang hari dan malam hari. Dewasa ini produsen kendaraan sepeda motor sudah mengaplikasikan sistem lampu kepala Always On Headlight, dimana kendaraan dengan tahun produksi 2015 dan setelahnya dilengkapi teknologi yang meniadakan fungsi saklar lampu kepala artinya lampu kepala akan selalu menyala dimulai dari saat kunci kontak on. Hal ini meminimalisir pengendara lalai dalam menghidupkan lampu kepala sebab sedari awal lampu kepala sudah menyala tanpa perintah.Honda Scoopy produksi tahun 2013 belum mengaplikasikan teknologi AHO. Untuk bisa menjadikan sistem AHO  diperlukan modifikasi pada sistem kelistrikan penerangan dengan cara memotong sambungan regulator ke saklar lampu kepala dan menyambungkannya ke baterai melewati kunci kontak. Hal ini akan mengakibatkan konsumsi daya beban yang meningkat pada baterai, untuk itu perlu diimbangi dengan modifikasi pada sistem pengisian yang semula halfwave menjadi fullwave. Ini bertujuan untuk meningkatkan arus dan tegangan pengisian baterai.Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan analisis data deskriptif. Data kuantitatif berupa hasil pengukuran arus dan tegangan pengisian saat sebelum dimodifikasi dan sesudah dimodifikasi ditampilkan perbandingannya. Hasil pengukuran arus dan tegangan pengisian saat belum dimodifikasi adalah 0,33 Ampere dan 12,6 Volt. Hasil pengukuran arus dan tegangan pengisian setelah modifikasi AHO namun sistem pengisian masih halfwave adalah 0,35 Ampere dan 12,4 Volt. Hasil pengukuran arus dan tegangan setelah modifikasi AHO  dan sistem pengisian fullwave adalah 0,42 Ampere dan 13,5 Volt. Nilai tersebut didapat pada saat putaran mesin idle 1600 rpm dan dibebani lampu kepala. Disimpulkan bahwa arus dan tegangan pengisian tertinggi didapat pada sistem pengisian fullwave. Kata kunci: Modifikasi kelistrikan, AHO , pengisian baterai fullwave
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN ASAM TARTRAT TERHADAP PEMBENTUKAN KERAK DI DALAM PIPA PENGEBORAN MINYAK BUMI
Fahmy Fatra;
Joko Suwignyo
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/jatve.v1i2.991
Kerak yang ditimbulkan pada pipa pengeboran minyak bumi yaitu kerak barium sulfate (BaSO4). Kerak ini merupakan masalah serius yang banyak dihadapi pada proses pengeboran minyak bumi dan gas di laut lepas. Masalah serius tersebut mengakibatkan penyempitan diameter dalam pipa, dan berkurangnya transfer air pada pipa sehingga dapat berakibat pipa menjadi pecah. Pada penelitian ini menjelaskan proses pengerakan barium sulfat (BaSO4) pada aliran laminer disistem perpipaan. Larutan barium sulfat (BaSO4) dibuat dengan cara mencampurkan larutan equimolar barium chloride (BaCl2) dan natrium sulfate (Na2SO4). Parameter yang diteliti adalah variasi konsentrasi barium sulfate yaitu 1000 ppm, 1500 ppm, 2000 ppm, 2500 ppm, dan 3000 ppm, laju aliran 30 ml/menit (konstan), temperatur 20oC (konstan) dan konsentrasi aditif asam tartrat (0, 5, 10 ppm). Proses pembentukan kerak barium sulfate (BaSO4) dimonitor dengan alat konduktivity meter. Hasil kerak barium sulfate (BaSO4) yang diperoleh baik sebelum penggunaan aditif asam tartrat (C4H6O6) maupun setelah dicampur aditif asam tartrat (C4H6O6) kemudian dikeringkan dan dikarakterisasi dengan analisa SEM dan XRD. Dari hasil pengujian SEM dapat disimpulkan bahwa larutan tanpa menggunakan aditif kristalnya akan mudah menempel di pipa dikarenakan bentuknya yang tumpul sehingga kristal mudah untuk menempel di pipa. Sedangkan larutan dengan menggunakan aditif bentuk kristalnya runcing itu artinya kristal akan sulit untuk menempel di pipa sehingga dapat menghambat pertumbuhan kerak di dalam pipa. Sedangkan dari hasil uji XRD kerak yang terjadi yaitu kerak barium sulfate (barite). Kata Kunci: Barium sulfate, konsentrasi larutan, asam tartrat
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI HYDROCARBON CRACK SYSTEM TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR SEPEDA MOTOR HONDA MEGAPRO
Bayu Gilang Purnomo;
Dwiki Muda Yulanto;
Yulia Venti Yoanita
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/jatve.v1i2.992
Sepeda motor merupakan alat transportasi yang jumlahnya semakin meningkat di Indonesia. Peningkatan jumlah sepeda motor berpengaruh terhadap peningkatan jumlah konsumsi bahan bakar. Peningkatan konsumsi bahan bakar dapat diatasi dengan salah satu cara yaitu melakukan penghematan bahan bakar pada sepeda motor menggunakan teknologi Hidrokarbon Carbon Crack System (HCS). Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh penggunaan teknologi HCS terhadap konsumsi bahan bakar sepeda motor Honda MegaproJenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Sampel dalam penelitian ini adalah sepeda motor Honda Megapro 150 cc tahun 2004. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sample. Pengujian dilakukan dengan cara mengukur waktu yang diperlukan mesin untuk menghabiskan bahan bakar dalam volume tertentu pada putaran mesin 1500-6500 rpm dengan selisih setiap pengujian sebesar 500 rpm. Analisa data menggunakan metode deskriptif komparatif. Setelah semua data diperoleh, kemudian hasilnya dibandingkan antara data pengujian konsumsi bahan bakar sepeda motor standar dengan sepeda motor yang menggunakan teknologi HCS.Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada putaran mesin antara 1500-6500 rpm menggunakan katalis ganda spiral HCS (panjang 500 mm) dengan satu tabung Pertamax dengan volume satu liter, konsumsi bahan bakar spesifik menurun sebesar 40,21%. Pada putaran mesin yang sama menggunakan katalis ganda spiral HCS (panjang 500 mm) dengan dua tabung Pertamax dengan volume dua liter, konsumsi bahan bakar spesifik menurun sebesar 51,80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan katalis ganda pada HCS memiliki pengaruh yang baik terhadap konsumsi bahan bakar. Penggunaan HCS dengan katalis ganda dan menggunakan dua buah tabung bahan bakar dapat lebih meningkatan efisiensi bahan bakar.  Kata kunci: hidrocarbon crack system, konsumsi bahan bakar, otomotif.
STUDI MOTIVASI BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XI TSM DI SMK PEMBANGUNAN NASIONAL PURWODADI
Mursyid, Mursyid
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/jatve.v1i2.987
Hal yang melatar belakangi penelitian ini adalah banyaknya angka pengangguran di Indonesia dan adanya dorongan dari pemerintah agar sekolah-sekolah SMK dapat menciptakan tenega-tenaga yang siap kerja dan juga agar setelah lulus dari SMK Pembangunan Nasional Purwodadi siswa dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk motovasi berwirausaha siswa kelas XI TSM di SMK Pembangunan Nasional Purwodadi. Penelitian ini tergolong dalam penelitian survey, Dengan populasi seluruh siswa kelas XI TSM di SMK Pembangunan Nasional Purwodadi sejumlah 165 responden, dengan sampel 110 responden, pengumpulan data menggunakan angket, serta dokumentasi. Untuk uji analisis datanya menggunakan bantuan program SPSS for windows versi 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa sekolah menengah kejuruan negeri 1 Jepara jurusan teknik sepeda motor memiliki motivasi berwirausaha dengan kategori sangat baik yaitu sebesar 54 responden atau 49%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi berwirausaha siswa baik. Kata kunci: motivasi, berwirausaha, sekolah menengah kejuruan
SIKAP PEDULI KESELAMATAN KERJA SAAT PRAKTIK MEKANIK OTOMOTIF SISWA KELAS X TKR SMK KESUMA MERGOYOSO PATI
Candra, Dhimas Bayu
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/jatve.v1i2.988
Penelitian ini juga bertujuan Untuk mengetahui sikap peduli siswa kelas X TKR SMK Kesuma Mergoyoso Pati terhadap kesehatan dan keselamatan kerja saat praktik otomotif. Penelitian ini penting untuk dilakukan agar guru dan sekolah dapat mengetahui dan kemudian dapat mengevaluasi kembali kegiatan pembelajaran kesehatan dan keselamatan kerja agar kedepan siswa memiliki sikap peduli terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Pada penelitian ini penentuan ukuran jumlah sampel menggunakan rumus slovin. Hasilnya jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 117 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sikap peduli siswa terhadap Kesehatan dan keselamatan kerja menunjukan presentase sebesar 53,4% siswa memiliki sikap peduli yang kurang baik. Kata kunci: Sikap Peduli, Keselamatan Kerja, Praktik
MODIFIKASI SISTEM PENERANGAN AHO DENGAN PENGISIAN FULLWAVE UNTUK MENINGKATKAN ARUS DAN TEGANGAN PENGISIAN PADA MOTOR HONDA SCOOPY
Amiruddin, Muhamad;
Rohmantoro, Didik
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/jatve.v1i2.990
Sebagai suatu alat transportasi sepeda motor haruslah memenuhi syarat minimum yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan undang-undang lalu lintas yang berlaku, salah satunya adalah memiliki seperangkat alat sistem penerangan. Fungsi system penerangan adalah sebagai alat dukung penerangan bagi pengemudi saat berjalan. Menghidupkan lampu kepala pada sistem penerangan juga berfungsi menekan angka kecelakaan pada sepeda motor dengan meningkatkan kewaspadaan kendaraan disekitarnya. Pasal 107 Ayat 2 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menerangkan bahwa kendaraan sepeda motor wajib menyalakan lampu utama pada siang hari dan malam hari. Dewasa ini produsen kendaraan sepeda motor sudah mengaplikasikan sistem lampu kepala Always On Headlight, dimana kendaraan dengan tahun produksi 2015 dan setelahnya dilengkapi teknologi yang meniadakan fungsi saklar lampu kepala artinya lampu kepala akan selalu menyala dimulai dari saat kunci kontak on. Hal ini meminimalisir pengendara lalai dalam menghidupkan lampu kepala sebab sedari awal lampu kepala sudah menyala tanpa perintah. Honda Scoopy produksi tahun 2013 belum mengaplikasikan teknologi AHO. Untuk bisa menjadikan sistem AHO diperlukan modifikasi pada sistem kelistrikan penerangan dengan cara memotong sambungan regulator ke saklar lampu kepala dan menyambungkannya ke baterai melewati kunci kontak. Hal ini akan mengakibatkan konsumsi daya beban yang meningkat pada baterai, untuk itu perlu diimbangi dengan modifikasi pada sistem pengisian yang semula halfwave menjadi fullwave. Ini bertujuan untuk meningkatkan arus dan tegangan pengisian baterai. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan analisis data deskriptif. Data kuantitatif berupa hasil pengukuran arus dan tegangan pengisian saat sebelum dimodifikasi dan sesudah dimodifikasi ditampilkan perbandingannya. Hasil pengukuran arus dan tegangan pengisian saat belum dimodifikasi adalah 0,33 Ampere dan 12,6 Volt. Hasil pengukuran arus dan tegangan pengisian setelah modifikasi AHO namun sistem pengisian masih halfwave adalah 0,35 Ampere dan 12,4 Volt. Hasil pengukuran arus dan tegangan setelah modifikasi AHO dan sistem pengisian fullwave adalah 0,42 Ampere dan 13,5 Volt. Nilai tersebut didapat pada saat putaran mesin idle 1600 rpm dan dibebani lampu kepala. Disimpulkan bahwa arus dan tegangan pengisian tertinggi didapat pada sistem pengisian fullwave. Kata kunci: Modifikasi kelistrikan, AHO , pengisian baterai fullwave
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN ASAM TARTRAT TERHADAP PEMBENTUKAN KERAK DI DALAM PIPA PENGEBORAN MINYAK BUMI
Fatra, Fahmy;
Suwignyo, Joko
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/jatve.v1i2.991
Kerak yang ditimbulkan pada pipa pengeboran minyak bumi yaitu kerak barium sulfate (BaSO4). Kerak ini merupakan masalah serius yang banyak dihadapi pada proses pengeboran minyak bumi dan gas di laut lepas. Masalah serius tersebut mengakibatkan penyempitan diameter dalam pipa, dan berkurangnya transfer air pada pipa sehingga dapat berakibat pipa menjadi pecah. Pada penelitian ini menjelaskan proses pengerakan barium sulfat (BaSO4) pada aliran laminer disistem perpipaan. Larutan barium sulfat (BaSO4) dibuat dengan cara mencampurkan larutan equimolar barium chloride (BaCl2) dan natrium sulfate (Na2SO4). Parameter yang diteliti adalah variasi konsentrasi barium sulfate yaitu 1000 ppm, 1500 ppm, 2000 ppm, 2500 ppm, dan 3000 ppm, laju aliran 30 ml/menit (konstan), temperatur 20oC (konstan) dan konsentrasi aditif asam tartrat (0, 5, 10 ppm). Proses pembentukan kerak barium sulfate (BaSO4) dimonitor dengan alat konduktivity meter. Hasil kerak barium sulfate (BaSO4) yang diperoleh baik sebelum penggunaan aditif asam tartrat (C4H6O6) maupun setelah dicampur aditif asam tartrat (C4H6O6) kemudian dikeringkan dan dikarakterisasi dengan analisa SEM dan XRD. Dari hasil pengujian SEM dapat disimpulkan bahwa larutan tanpa menggunakan aditif kristalnya akan mudah menempel di pipa dikarenakan bentuknya yang tumpul sehingga kristal mudah untuk menempel di pipa. Sedangkan larutan dengan menggunakan aditif bentuk kristalnya runcing itu artinya kristal akan sulit untuk menempel di pipa sehingga dapat menghambat pertumbuhan kerak di dalam pipa. Sedangkan dari hasil uji XRD kerak yang terjadi yaitu kerak barium sulfate (barite). Kata Kunci: Barium sulfate, konsentrasi larutan, asam tartrat
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI HYDROCARBON CRACK SYSTEM TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR SEPEDA MOTOR HONDA MEGAPRO
Purnomo, Bayu Gilang;
Yulanto, Dwiki Muda;
Yoanita, Yulia Venti
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/jatve.v1i2.992
Sepeda motor merupakan alat transportasi yang jumlahnya semakin meningkat di Indonesia. Peningkatan jumlah sepeda motor berpengaruh terhadap peningkatan jumlah konsumsi bahan bakar. Peningkatan konsumsi bahan bakar dapat diatasi dengan salah satu cara yaitu melakukan penghematan bahan bakar pada sepeda motor menggunakan teknologi Hidrokarbon Carbon Crack System (HCS). Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh penggunaan teknologi HCS terhadap konsumsi bahan bakar sepeda motor Honda Megapro Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Sampel dalam penelitian ini adalah sepeda motor Honda Megapro 150 cc tahun 2004. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sample. Pengujian dilakukan dengan cara mengukur waktu yang diperlukan mesin untuk menghabiskan bahan bakar dalam volume tertentu pada putaran mesin 1500-6500 rpm dengan selisih setiap pengujian sebesar 500 rpm. Analisa data menggunakan metode deskriptif komparatif. Setelah semua data diperoleh, kemudian hasilnya dibandingkan antara data pengujian konsumsi bahan bakar sepeda motor standar dengan sepeda motor yang menggunakan teknologi HCS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada putaran mesin antara 1500-6500 rpm menggunakan katalis ganda spiral HCS (panjang 500 mm) dengan satu tabung Pertamax dengan volume satu liter, konsumsi bahan bakar spesifik menurun sebesar 40,21%. Pada putaran mesin yang sama menggunakan katalis ganda spiral HCS (panjang 500 mm) dengan dua tabung Pertamax dengan volume dua liter, konsumsi bahan bakar spesifik menurun sebesar 51,80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan katalis ganda pada HCS memiliki pengaruh yang baik terhadap konsumsi bahan bakar. Penggunaan HCS dengan katalis ganda dan menggunakan dua buah tabung bahan bakar dapat lebih meningkatan efisiensi bahan bakar. Kata kunci: hidrocarbon crack system, konsumsi bahan bakar, otomotif.