cover
Contact Name
Rafidola Mareta Riesa
Contact Email
jurnal.jkph@gmail.com
Phone
+6288270875130
Journal Mail Official
jurnal.ittc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran dalam no.24d, Kota Padang, Sumatera Barat 25112
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Pariwisata dan Perhotelan
Published by CV ITTC Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30251133     DOI : https://doi.org/10.47233/jjkph
Jurnal Kajian Pariwisata dan Perhotelan (E-ISSN : 3025-1133) diterbitkan oleh CV. ITTC - Indonesia sebagai terbitan berkala yang menyajikan informasi dan analisis persoalan Kepariwisataan (Perhotelan, Destinasi Wisata dan Perjalanan Wisata). Jurnal ini terbuka untuk akademisi, praktisi dan dikhususkan untuk penelitian mahasiswa . Jurnal ini bersifat ilmiah populer yang meliputi pemikiran teoritik maupun penelitian empirik. Redaksi menerima karya ilmiah dalam bentuk hasil penelitian atau artikel, termasuk ide-ide pengembangan khususnya di bidang Kepariwisataan.
Articles 64 Documents
Implementasi Kawasan Konservasi pada Wisata Alam Karang Indah Oluhuta, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Botutihe, Lisnawati; Mantali, Magfirah F; Yahdi, Rafika Aulia
Jurnal Kajian Pariwisata Dan Perhotelan Vol. 3 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekowisata lahir dari kepedulian terhadap tempat wisata yang mengalami kerusakan akibat dari tidak adanya kepedulian pengunjung dan masyarakat sekitar terhadap lingkungan yang menjadi bagian dari objek wisata tersebut. Adanya penilaian objek dan daya tarik wisata merupakan langkah yang penting terhadap pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan. pengembangan terhadap ekowisata ini menjadi jaminan untuk menjaga konservasi sumber daya alam dan meningkatkan sektor penghasilan masyarakat lokal. Tujuan penilaian objek dan daya tarik wisata ini adalah untuk mengetahui kelayakan setiap unsur-unsur dasar penilaian suatu objek wisata dan mengetahui apakah layak atau tidaknya objek Wisata Alam Karang Indah Oluhuta untuk dikembangkan menjadi ekowisata berbasis konservasi. penilaian unsur-unsur suatu objek wisata ini berdasarkan instrumen penilaian ODTW (Objek dan Daya Tarik Wisata). Hasil dari beberapa aspek yang dinilai mendapatkan hasil berupa: (1). Daya tarik wisata dengan nilai maksimal 1320, (2). Aksesibilitas dengan nilai maksimal 1.200, (3). Fasilitas wisata dengan nilai maksimal 950, serta (4). Lingkungan dan Masyarakat mendapatkan nilai maksimal 950. Berdasarkan hasil dari penilaian keseluruhan unsur maka dijumlahkanlah keseluruhan unsur tersebut sehingga mendapatkan jumlah nilai 3430 yang dimana kemudian diubah ke indeks kelayakan, yang mendapatkan hasil 77% yang berarti bahwa objek Wisata Alam Karang Indah Oluhuta ini layak dikembangkan menjadi ekowisata berkelanjutan. Beberapa komponen objek wisata masih memerlukan pembenahan dan perbaikan agar memadai seperti aksesibilitas yang perlu diperbaiki lagi agar objek Wisata Alam Karang Indah Oluhuta semakin berkembang dan berkelanjutan.
Pengaruh Daya Tarik Wisata Terhadap Kepuasan Wisatawan Pantai Ujung Batu Kota Padang Idris, Mohammad Azry; Novadilastri; Riesa, Rafidola Mareta
Jurnal Kajian Pariwisata Dan Perhotelan Vol. 3 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of tourist attraction on tourist satisfaction at Ujung Batu Beach, Padang City. The method used in this study is a quantitative method with a descriptive approach, and data were collected through questionnaires distributed to 100 respondents. The analysis method used is simple regression analysis. Data testing was conducted using validity and reliability tests, followed by classical assumption tests, namely normality and linearity tests, then hypothesis testing and determination coefficient tests using SPSS 22 as a data processing tool. The results show a positive and significant influence of service quality on visitor satisfaction, with a t-value of 15.804 > t-table 1.661 and a significance value of 0.000 (less than 0.05). The R Square value is 0.718, which means that the influence of the tourist attraction variable (X) on tourist satisfaction is 71.8%, while the remaining 28.2% is influenced by other variables not discussed in this study.
Padma Aranya: Integrasi Wisata Wellnes Berbasis Alam Di Kebun Raya Bedugul Suarmana, Restu
Jurnal Kajian Pariwisata Dan Perhotelan Vol. 3 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Bedugul Botanical Garden in Bali holds great potential to be developed as a wellness tourism destination that integrates nature, spirituality, and local culture. This study proposes the concept of Padma Aranya, or Lotus Forest, a reflective tourism model centered around a natural lotus pond as a space for contemplation and inner healing. Using a descriptive qualitative method based on literature studies and secondary data, this research highlights the role of natural elements—such as forests, water, and silence—in reducing stress and supporting mental and spiritual well-being. Beyond offering a peaceful experience, this concept enhances the appeal of Bedugul, extends tourist stays, and strengthens Bali’s identity as a center for spiritual tourism. Rooted in the local wisdom of Tri Hita Karana and involving local communities, Padma Aranya is expected to become a sustainable model of silent tourism that fosters meaningful personal experiences while contributing to ecological, cultural, and economic preservation.
Analisis Peran Pokdarwis Dalam Pengembangan Atraksi di Desa Wisata Pariangan Ilham, Arifandi; Susanti, Retnaningtyas
Jurnal Kajian Pariwisata Dan Perhotelan Vol. 3 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam pengembangan atraksi di Desa Wisata Pariangan, yang menghadapi tantangan penurunan kunjungan sejak 2023 akibat kurangnya inovasi atraksi dan keterbatasan regenerasi SDM Pokdarwis. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan tiga elemen destinasi wisata Yoeti (1996): Something to See, Something to Do, dan Something to Buy. Hasil studi menunjukkan Pokdarwis berperan sentral, berhasil menjaga aset budaya/alam (Something to See), menyediakan wisata pengalaman seperti heritage walk (Something to Do), dan memperkuat UMKM Batik Kopi (Something to Buy). Kendala utama adalah SDM yang terbatas, sarana prasarana, dan promosi digital yang belum optimal. Pokdarwis disarankan untuk memperkuat regenerasi anggota dan mengoptimalkan pemanfaatan media sosial.