cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281917456446
Journal Mail Official
jksmcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM)
ISSN : 29876648     EISSN : 29876656     DOI : https://doi.org/10.61116/jksm.v1i4.243
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan kepengawasan supervisi dan manajerial.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): Mei" : 5 Documents clear
Dampak Program Pembinaan Kepala Sekolah terhadap Peningkatan Kompetensi Kewirausahaan Ayu Nazila; Muhammad Ilyas
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v3i2.666

Abstract

Kompetensi kewirausahaan kepala sekolah merupakan elemen kunci dalam manajemen sekolah modern, terutama untuk pengelolaan sumber daya dan inovasi di era otonomi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program pembinaan pengawas sekolah terhadap peningkatan kompetensi kewirausahaan kepala sekolah di kluster SD Negeri 067255 Medan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment (pre-test dan post-test one-group design), penelitian melibatkan 15 kepala sekolah dasar dalam kluster yang menerima program pembinaan intensif selama tiga bulan oleh pengawas sekolah. Program pembinaan difokuskan pada tiga indikator kewirausahaan: inovasi pembelajaran, pengelolaan sumber daya non-budgeter, dan kemampuan networking. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert (pre-test dan post-test) yang mengukur tingkat kompetensi kewirausahaan kepala sekolah, didukung oleh wawancara mendalam dengan pengawas dan beberapa kepala sekolah. Hasil uji statistik dependent menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor rata-rata kompetensi kewirausahaan kepala sekolah setelah menerima program pembinaan (t = 6.78; p < 0.01). Peningkatan paling menonjol terjadi pada dimensi kemampuan networking dan inovasi pembelajaran. Wawancara kualitatif menegaskan bahwa program pembinaan berhasil karena relevansi materi, pendekatan coaching yang personal, dan komitmen pengawas dalam memfasilitasi praktik nyata. Penelitian ini merekomendasikan standarisasi program pembinaan kewirausahaan bagi kepala sekolah yang melibatkan pengawas sebagai coach dan mentor, serta integrasi indikator kewirausahaan ke dalam penilaian kinerja kepala sekolah untuk memperkuat budaya inovasi dan kemandirian sekolah dasar.
Kontribusi Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru dan Mutu Lulusan Firiandri Arief Wirawan; Saniah, Saniah; Harry Prasetya; Habibah, Habibah
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v3i2.667

Abstract

Era disrupsi digital menuntut adaptasi signifikan dalam tata kelola pendidikan, bahkan di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan pengaruh kompetensi manajerial kepala sekolah di era digital terhadap kinerja guru dan mutu lulusan di SD Negeri 064011 Medan. Kompetensi digital manajerial di sini berfokus pada pemanfaatan Learning Management System (LMS) dan platform administrasi digital. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan dukungan kualitatif melalui wawancara (desain explanatory sequential), data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 35 guru (kinerja guru dan persepsi kompetensi manajerial kepala sekolah) dan analisis dokumen (nilai ujian sekolah dan data pelacakan lulusan untuk mutu lulusan). Hasil uji regresi menunjukkan bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah di era digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (b = 0.58; p < 0.01). Peningkatan kinerja guru yang signifikan terlihat pada aspek pengadministrasian nilai, komunikasi dengan wali murid melalui platform digital, dan pelaporan. Meskipun demikian, pengaruhnya terhadap mutu lulusan (diukur dari rata-rata nilai ujian dan transisi ke jenjang selanjutnya) menunjukkan korelasi positif namun tidak signifikan secara statistik (b = 0.15; p > 0.05). Wawancara kualitatif menegaskan bahwa kompetensi digital manajerial kepala sekolah sangat efektif dalam meningkatkan efisiensi administrasi dan memfasilitasi komunikasi, yang secara tidak langsung memberikan guru lebih banyak waktu untuk fokus pada pedagogi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan kompetensi digital manajerial yang berkelanjutan bagi kepala sekolah SD, dengan penekanan pada integrasi platform digital untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data guna meningkatkan mutu lulusan secara langsung.
Analisis Peran Kepala Sekolah sebagai Supervisor Akademik (Studi Komparatif antara Pendekatan Tradisional dan Transformasional) Nona Carolina
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v3i2.668

Abstract

Kepala sekolah memegang peran krusial dalam peningkatan kualitas pendidikan melalui supervisi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pendekatan supervisi akademik tradisional dan transformasional yang diterapkan oleh kepala sekolah di SMA Negeri 1 Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, dalam memengaruhi kinerja guru dan kualitas pembelajaran. Menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain sekuensial eksploratori, data kuantitatif dikumpulkan melalui survei kinerja guru (persepsi terhadap metode mengajar, penggunaan sumber daya, pengelolaan kelas) dan data kualitatif melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan observasi kelas. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa guru yang disupervisi dengan pendekatan transformasional menunjukkan peningkatan kinerja yang lebih signifikan dibandingkan dengan pendekatan tradisional. Temuan kualitatif mengindikasikan bahwa supervisi transformasional menciptakan iklim kerja yang lebih kolaboratif, mendorong refleksi diri guru, dan memotivasi inovasi pembelajaran, sementara supervisi tradisional cenderung berfokus pada kepatuhan administratif dan evaluasi formatif. Tantangan yang dihadapi dalam supervisi transformasional adalah kebutuhan akan waktu dan keterampilan komunikasi yang tinggi dari kepala sekolah. Penelitian ini merekomendasikan pergeseran paradigma menuju supervisi transformasional dan penyediaan pelatihan kepemimpinan pedagogis bagi kepala sekolah untuk mengoptimalkan peran mereka sebagai supervisor akademik yang efektif.
Supervisi Berbasis Rekan Sejawat sebagai Alternatif Peningkatan Kualitas Pembelajaran Afrianti Sembiring
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v3i2.669

Abstract

Peningkatan kualitas pembelajaran merupakan inti dari keberhasilan pendidikan, dan supervisi akademik tradisional seringkali dirasa kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi supervisi berbasis teman sejawat (peer supervision) sebagai alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas pada guru SMA Negeri 1 Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipel (multiple case study), penelitian ini melibatkan beberapa pasang guru yang berpartisipasi dalam program peer supervision. Data dikumpulkan melalui observasi kelas (sebelum dan sesudah peer supervision), wawancara mendalam dengan guru-guru peserta, kepala sekolah, dan wakil kepala sekolah kurikulum, serta analisis dokumen perencanaan dan laporan supervisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peer supervision terbukti efektif dalam meningkatkan refleksi guru terhadap praktik pembelajaran mereka, mendorong kolaborasi antar guru, dan memfasilitasi adopsi strategi pembelajaran inovatif. Guru-guru melaporkan peningkatan dalam pengelolaan kelas, variasi metode mengajar, dan penggunaan media pembelajaran. Keberhasilan ini didorong oleh lingkungan yang tidak mengancam, umpan balik konstruktif, dan rasa saling percaya. Tantangan yang dihadapi meliputi alokasi waktu, kemampuan memberikan umpan balik yang efektif, dan potensi resistensi awal. Penelitian ini merekomendasikan integrasi peer supervision sebagai bagian dari program pengembangan profesional berkelanjutan dan penyediaan pelatihan bagi guru tentang teknik observasi dan pemberian umpan balik konstruktif untuk mengoptimalkan potensi peningkatan kualitas pembelajaran.
Manajemen Risiko dalam Pengelolaan Sarana dan Prasarana di Sekolah Menengah Kejuruan Ayu Permatasari
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v3i2.670

Abstract

Sarana dan prasarana (sarpras) merupakan komponen vital yang menunjang proses pembelajaran di sekolah. Pengelolaan sarpras yang efektif, termasuk manajemen risiko, krusial untuk menjaga keberlanjutan operasional dan keselamatan warga sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen risiko dalam pengelolaan sarpras, khususnya strategi mitigasi bencana dan pemeliharaan aset, di SMK Negeri 1 Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang sarpras, staf sarpras, perwakilan komite sekolah, dan perwakilan guru. Observasi langsung terhadap kondisi sarpras dan analisis dokumen terkait aset sekolah serta rencana tanggap darurat juga dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMK Negeri 1 Pantai Cermin telah mengembangkan beberapa strategi mitigasi bencana (misalnya, identifikasi risiko, jalur evakuasi, simulasi) dan program pemeliharaan aset (misalnya, jadwal rutin, inventarisasi, perbaikan cepat). Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan anggaran, kurangnya SDM yang terlatih, dan minimnya pelatihan komprehensif terkait manajemen risiko bencana. Dampak dari strategi yang diterapkan adalah terjaganya keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar, serta minimalnya kerusakan aset akibat kejadian tak terduga. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan rencana manajemen risiko yang lebih komprehensif, peningkatan alokasi anggaran khusus sarpras, pelatihan berkala bagi staf dan warga sekolah, serta penguatan kolaborasi dengan pihak eksternal untuk optimasi pengelolaan sarpras dan mitigasi risiko.

Page 1 of 1 | Total Record : 5