cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281917456446
Journal Mail Official
jksmcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM)
ISSN : 29876648     EISSN : 29876656     DOI : https://doi.org/10.61116/jksm.v1i4.243
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan kepengawasan supervisi dan manajerial.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 65 Documents
STRATEGI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN SEKOLAH UNGGUL AZHARUDDIN, AZHARUDDIN
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 2 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v2i1.437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai strategi manajerial yang diterapkan oleh kepala sekolah dalam upaya pengembangan sekolah unggul. Sekolah unggul tidak hanya ditandai dengan kualitas akademik yang tinggi, tetapi juga oleh pengelolaan yang efektif dalam semua aspek pendidikan, termasuk pengelolaan sumber daya manusia, kurikulum, fasilitas, dan hubungan dengan komunitas. Dalam penelitian ini, pendekatan studi literatur digunakan untuk menganalisis berbagai model dan praktik manajerial yang diadopsi oleh kepala sekolah dalam mewujudkan visi dan misi pengembangan sekolah unggul. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi manajerial yang efektif meliputi kepemimpinan visioner, pengelolaan berbasis data, pemberdayaan guru, serta partisipasi aktif masyarakat dan stakeholder sekolah. Selain itu, kolaborasi antara kepala sekolah, guru, dan orang tua sangat berperan penting dalam mencapai keberhasilan pengembangan sekolah unggul. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi kepala sekolah dan pengambil kebijakan pendidikan dalam merancang dan mengimplementasikan strategi manajerial yang lebih efektif untuk menciptakan sekolah unggul yang berkualitas dan berkelanjutan.
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP EFEKTIVITAS ORGANISASI SEKOLAH YAYUK SURDIATI
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 2 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v2i2.438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan implikasinya terhadap efektivitas organisasi sekolah. MBS merupakan pendekatan manajerial yang menekankan pada desentralisasi pengambilan keputusan, di mana kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya memiliki peran aktif dalam mengelola dan mengembangkan sekolah. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja sekolah dengan memberikan kebebasan lebih dalam pengelolaan sumber daya dan pengambilan keputusan yang lebih responsif terhadap kebutuhan lokal. Melalui analisis literatur yang mendalam, penelitian ini menemukan bahwa penerapan MBS dapat berkontribusi pada peningkatan efektivitas organisasi sekolah dalam berbagai aspek, termasuk pengelolaan kurikulum, pengembangan profesionalisme guru, dan peningkatan partisipasi masyarakat. Namun, implementasi MBS juga menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya, resistensi terhadap perubahan, dan kurangnya pelatihan yang memadai bagi kepala sekolah dan guru. Penelitian ini menyarankan perlunya dukungan yang lebih besar dari pemerintah dan kebijakan pendidikan yang lebih adaptif untuk memastikan keberhasilan implementasi MBS dalam meningkatkan efektivitas organisasi sekolah.
PENDEKATAN SUPERVISI KLINIS DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI MENGAJAR NINING ANDALAN SARI
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 2 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v2i2.439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendekatan supervisi klinis dalam pengembangan kompetensi mengajar guru. Supervisi klinis merupakan pendekatan yang menekankan pada kolaborasi antara supervisor dan guru dalam menganalisis dan meningkatkan proses pembelajaran di kelas. Pendekatan ini berfokus pada observasi langsung, refleksi, dan pemberian umpan balik yang konstruktif untuk meningkatkan keterampilan mengajar secara praktis. Studi literatur ini mengidentifikasi berbagai penelitian yang membahas penerapan supervisi klinis dalam konteks pendidikan, serta dampaknya terhadap perkembangan profesionalisme guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis memiliki potensi besar dalam meningkatkan kompetensi mengajar melalui pendekatan yang lebih terfokus dan personal. Dengan adanya interaksi yang intens antara supervisor dan guru, proses pembelajaran menjadi lebih dinamis, di mana guru dapat memperoleh wawasan praktis dan langsung terkait kekuatan dan area yang perlu diperbaiki dalam pengajaran mereka. Namun, tantangan dalam penerapan supervisi klinis, seperti keterbatasan waktu, resistensi terhadap perubahan, dan kurangnya keterampilan supervisor, juga menjadi faktor yang mempengaruhi efektivitasnya. Meskipun demikian, pendekatan ini terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih kolaboratif dan berorientasi pada pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan.
MANAJEMEN PERUBAHAN DI SEKOLAH DALAM MENGHADAPI KURIKULUM YANG DINAMIS MUHAMMAD ZAINUDDIN
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 2 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v2i2.440

Abstract

Perubahan dalam dunia pendidikan, terutama terkait dengan kurikulum, merupakan tantangan besar bagi banyak sekolah. Kurikulum yang dinamis dan sering mengalami pembaruan menuntut adanya respons cepat dan adaptasi yang efektif dari pihak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana manajemen perubahan di sekolah dapat diimplementasikan dalam menghadapi kurikulum yang terus berkembang. Berdasarkan kajian literatur, manajemen perubahan di sekolah mencakup proses perencanaan, implementasi, dan evaluasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk kepala sekolah, guru, dan pihak pengawas pendidikan. Pendekatan manajemen perubahan yang efektif membantu menciptakan lingkungan sekolah yang adaptif dan responsif terhadap perubahan kurikulum, dengan memanfaatkan berbagai strategi, seperti pelatihan berkelanjutan, kolaborasi antar guru, dan pemberdayaan tim kepemimpinan sekolah. Literatur yang dikaji menunjukkan bahwa keberhasilan manajemen perubahan tidak hanya bergantung pada kebijakan formal, tetapi juga pada sikap dan komitmen seluruh elemen sekolah dalam menerima dan mengimplementasikan perubahan. Faktor-faktor seperti budaya sekolah, keterlibatan guru, serta dukungan dari pihak luar, seperti pengawas pendidikan, sangat mempengaruhi efektivitas proses perubahan. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas dan transparan selama proses perubahan, guna mengurangi resistensi yang mungkin muncul. Dengan demikian, manajemen perubahan yang baik dapat mempercepat penerimaan kurikulum yang baru dan memastikan kelancaran transisi dalam pembelajaran. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai peran manajemen perubahan dalam meningkatkan efektivitas sekolah dalam menghadapi kurikulum yang dinamis, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola sekolah dalam merancang strategi yang tepat untuk mengelola perubahan pendidikan yang berlangsung cepat.
PERAN KEPEMIMPINAN INOVATIF DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL REPOTIAH SUSANTI
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 2 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v2i2.441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepemimpinan inovatif dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan yang cepat dalam dunia pendidikan, kepemimpinan inovatif menjadi kunci utama dalam memastikan keberhasilan adaptasi dan integrasi teknologi dalam sistem pendidikan. Melalui pendekatan literature review, penelitian ini mengeksplorasi berbagai model kepemimpinan yang mendukung inovasi di sekolah-sekolah dan menganalisis tantangan-tantangan yang dihadapi oleh pemimpin pendidikan dalam mengimplementasikan perubahan di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah yang menerapkan kepemimpinan inovatif dapat menciptakan budaya sekolah yang adaptif terhadap perubahan teknologi, meningkatkan kolaborasi antar stakeholder, serta memastikan pengembangan keterampilan digital bagi guru dan siswa. Selain itu, kepemimpinan yang berbasis visi, pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran, serta keterlibatan aktif dalam pengembangan profesionalisme guru terbukti efektif dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk menghadapi tantangan tersebut, kepala sekolah perlu mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang tidak hanya berfokus pada manajemen administratif, tetapi juga pada inovasi dalam pembelajaran dan pengembangan sumber daya manusia di sekolah.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DI LINGKUNGAN SEKOLAH HERMIANTO, HERMIANTO
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v2i3.442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai strategi yang diterapkan oleh kepala sekolah dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan sekolah. Pengelolaan SDM yang efektif merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pencapaian tujuan sekolah. Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam mengorganisir, memotivasi, dan mengembangkan potensi SDM di sekolah. Studi ini menganalisis berbagai pendekatan yang digunakan oleh kepala sekolah untuk mengelola tenaga pengajar dan staf lainnya, serta tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Melalui kajian literatur yang komprehensif, penelitian ini mengidentifikasi berbagai strategi pengelolaan SDM seperti perencanaan kebutuhan tenaga pengajar, pelatihan dan pengembangan profesi, serta pemberian penghargaan dan umpan balik yang konstruktif. Selain itu, faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengelolaan SDM di sekolah, seperti komunikasi, kepemimpinan, dan keterlibatan semua pihak terkait, juga dibahas secara mendalam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berguna bagi para kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan SDM dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih produktif dan harmonis.
PERBEDAAN SUPERVISI TRADISIONAL DAN SUPERVISI KOLABORATIF DI LINGKUNGAN SEKOLAH SULASNI WAHIDAH
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v2i3.443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan antara supervisi tradisional dan supervisi kolaboratif di lingkungan sekolah, serta dampaknya terhadap pengembangan profesionalisme guru dan peningkatan kualitas pembelajaran. Supervisi merupakan bagian integral dalam sistem manajemen pendidikan, yang berfungsi untuk memfasilitasi peningkatan kinerja guru melalui pengawasan dan bimbingan. Dalam pendekatan tradisional, supervisi cenderung lebih bersifat top-down, di mana kepala sekolah atau supervisor memiliki peran dominan dalam mengawasi dan memberikan arahan kepada guru. Sebaliknya, supervisi kolaboratif menekankan pada kerjasama antara kepala sekolah, guru, dan staf sekolah dalam upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui diskusi, refleksi, dan pengembangan bersama. Kajian ini menganalisis perbedaan mendasar antara kedua pendekatan supervisi tersebut dalam hal tujuan, proses, dan metode yang digunakan. Dalam supervisi tradisional, pengawasan dilakukan secara terstruktur dan seringkali kaku, dengan fokus pada evaluasi kinerja guru berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Sedangkan supervisi kolaboratif lebih menekankan pada pembentukan tim yang bekerja bersama untuk menemukan solusi terhadap masalah yang dihadapi dalam pembelajaran, serta meningkatkan kompetensi pedagogis secara bersama-sama. Penelitian ini juga membahas tantangan dan keuntungan masing-masing pendekatan, serta implikasinya terhadap pengembangan profesionalisme guru dan efektivitas pembelajaran di sekolah. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa supervisi kolaboratif lebih efektif dalam menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis antara kepala sekolah dan guru, serta memberikan ruang bagi peningkatan kompetensi profesional guru secara berkelanjutan. Di sisi lain, supervisi tradisional masih relevan dalam konteks tertentu, terutama ketika diperlukan evaluasi kinerja yang lebih sistematis dan terukur. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan pendidikan dalam merancang strategi supervisi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan sekolah, serta memperkuat implementasi supervisi berbasis kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS MUTU DALAM DUNIA PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DAN MENENGAH FIONA ELLYONOVA
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v2i3.444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Manajemen Berbasis Mutu (MBM) dalam dunia pendidikan di tingkat sekolah dasar dan menengah. MBM merupakan pendekatan manajerial yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang terstruktur, dengan tujuan untuk mencapai standar mutu yang ditetapkan dalam sistem pendidikan. Pada implementasinya, MBM menekankan pada keterlibatan seluruh komponen sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, staf administratif, hingga siswa, dalam upaya menciptakan budaya mutu yang berkelanjutan. Kajian ini meneliti berbagai aspek yang mempengaruhi penerapan MBM di sekolah dasar dan menengah, termasuk pengembangan kurikulum, pembelajaran, penilaian, serta pengelolaan sumber daya manusia dan sarana prasarana. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam implementasi MBM, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya pelatihan bagi tenaga pendidik, serta budaya sekolah yang belum sepenuhnya mendukung perubahan menuju standar mutu yang lebih tinggi. Meskipun demikian, studi ini juga menemukan sejumlah keberhasilan dalam penerapan MBM, terutama di sekolah-sekolah yang telah menerapkan pendekatan partisipatif dan melibatkan seluruh pihak dalam pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MBM memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar dan menengah, asalkan diiringi dengan komitmen yang kuat dari semua pihak terkait dan dukungan sumber daya yang memadai. Penerapan MBM yang efektif dapat memperbaiki sistem evaluasi, pembelajaran, serta pengelolaan sumber daya manusia di sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan pendidikan dalam merumuskan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar dan menengah.
PERAN SUPERVISOR PENDIDIKAN DALAM MENDORONG REFLEKSI DAN PERBAIKAN PRAKTIK MENGAJAR GURU ZAINAL ASIKIN
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v2i3.445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Manajemen Berbasis Mutu (MBM) dalam dunia pendidikan di tingkat sekolah dasar dan menengah. MBM merupakan pendekatan manajerial yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang terstruktur, dengan tujuan untuk mencapai standar mutu yang ditetapkan dalam sistem pendidikan. Pada implementasinya, MBM menekankan pada keterlibatan seluruh komponen sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, staf administratif, hingga siswa, dalam upaya menciptakan budaya mutu yang berkelanjutan. Kajian ini meneliti berbagai aspek yang mempengaruhi penerapan MBM di sekolah dasar dan menengah, termasuk pengembangan kurikulum, pembelajaran, penilaian, serta pengelolaan sumber daya manusia dan sarana prasarana. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam implementasi MBM, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya pelatihan bagi tenaga pendidik, serta budaya sekolah yang belum sepenuhnya mendukung perubahan menuju standar mutu yang lebih tinggi. Meskipun demikian, studi ini juga menemukan sejumlah keberhasilan dalam penerapan MBM, terutama di sekolah-sekolah yang telah menerapkan pendekatan partisipatif dan melibatkan seluruh pihak dalam pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MBM memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar dan menengah, asalkan diiringi dengan komitmen yang kuat dari semua pihak terkait dan dukungan sumber daya yang memadai. Penerapan MBM yang efektif dapat memperbaiki sistem evaluasi, pembelajaran, serta pengelolaan sumber daya manusia di sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan pendidikan dalam merumuskan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar dan menengah.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP BUDAYA SEKOLAH YANG POSITIF ABD HAPID
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 2 No. 4 (2024): November
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v2i4.446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap budaya sekolah yang positif. Gaya kepemimpinan transformasional dikenal dapat memotivasi dan menginspirasi para anggota organisasi untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, serta membentuk lingkungan yang mendukung perubahan positif. Dalam konteks pendidikan, kepemimpinan transformasional diharapkan dapat menciptakan budaya sekolah yang positif, di mana nilai-nilai seperti kolaborasi, inovasi, dan pengembangan diri dapat berkembang dengan baik. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur, mengumpulkan berbagai sumber yang membahas hubungan antara kepemimpinan transformasional dan budaya sekolah. Hasil dari tinjauan literatur menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh signifikan terhadap terciptanya budaya sekolah yang positif, dengan indikator utama seperti peningkatan motivasi guru, rasa saling percaya antara pimpinan dan staf, serta peningkatan kualitas hubungan antara sesama anggota sekolah. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasi gaya kepemimpinan ini, serta rekomendasi untuk pengembangan budaya sekolah yang lebih baik melalui kepemimpinan yang visioner dan inspiratif.