cover
Contact Name
Wulan Purnama Sari
Contact Email
wulanp@fikom.untar.ac.id
Phone
+6281584336003
Journal Mail Official
kiwari@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No.1 Gedung Utama Lantai 11 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kiwari
ISSN : -     EISSN : 28278763     DOI : 10.24912/ki
Core Subject : Humanities, Social,
Kiwari (EISSN: 2827-8763) merupakan jurnal hasil karya tulis dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Jurnal ini menjadi forum publikasi bagi hasil karya mahasiswa. Artikel yang diterbitkan masih jauh dari sempurna dan terbuka untuk saran serta kritik yang membangun. Kiwari menerbitkan artikel hasil penelitian dalam bidang ilmu komunikasi, yang meliputi komunikasi politik, komunikasi antar budaya, komunikasi bisnis, komunikasi digital, komunikasi antar pribadi, komunikasi organisasi, dll.
Articles 421 Documents
Peran Media Sosial Instagram dalam Meningkatkan Brand Engagement di Instagram Monochrome Andhika Putra Riyadi, Rhama; Genep Sukendro, Gregorius
Kiwari Vol. 3 No. 3 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i3.32007

Abstract

Monochrome is a local brand operating in the fashion sector. In running the company since 2010, Monochrome has implemented marketing communications as a method or form of sales, the use of social media in the form of seeking brand engagement, and CRM as a form of maintaining relationships with customers. In practice, this communication is continuous with one another. Social media is used as a forum for seeking brand engagement through entertainment content which is executed by content creators and proposed ideas and concepts by social media specialists, then it will continue to marketing communications in selling Monochrome products and building relationships with customers through CRM. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection was carried out by researchers by means of observation, interviews and documentation. In increasing brand engagement, Monochrome uses social media specialists to create marketing strategies through Instagram social media. This is proven by the way social media specialists create and promote idea concepts that content creators will execute. In executing this content, the content creator will create entertainment or educational videos in search of brand engagement and also CRM as a form of maintaining relationships with customers. Monochrome merupakan brand lokal yang bergerak di bidang fashion. Dalam menjalankan perusahaan sejak 2010, Monochrome menerapkan komunikasi pemasaran sebagai cara atau bentuk penjualan, pemanfaatan media sosial dalam bentuk mencari brand engagement, dan CRM sebagai bentuk menjaga hubungan dengan pelanggan. Dalam pelaksanaannya, komunikasi ini saling berkesinambungan antara satu dengan lainnya. Sosial media dijadikan wadah mencari brand engagement melalui konten entertainment yang di eksekusi oleh content creator dan diusung ide dan konsep oleh social media specialist, kemudian akan berlanjut kepada komunikasi pemasaran dalam menjual produk Monochrome dan membangun hubungan dengan pelanggan melalui CRM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan peneliti dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam meningkatkan brand engagement, Monochrome menggunakan social media specialist dalam membuat strategi pemasaran melalui media sosial Instagram, hal ini terbukti dengan cara social media specialist membuat dan mengusung konsep ide yang akan dieksekusi content creator. Dalam mengeksekusi konten tersebut, content creator akan membuat video entertainment atau pun edukatif dalam mencari brand engagement dan juga CRM sebagai bentuk dalam menjaga hubungan dengan pelanggan.
Strategi Personal Branding Grup Musik di Media Sosial Instagram Bagus Cahya Putra, Rizky; Rusdi, Farid
Kiwari Vol. 3 No. 3 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i3.32008

Abstract

Nallar is a music group that has just developed in Indonesia which consists of three (3) personnel, bringing the genre of Pop, rhythm & blues (R&B). This research discusses how Nallar uses personal branding by utilizing the social media Instagram, as support for Nallar in his work in the music industry in order to introduce the Nallar music group to the general public. This research uses personal branding theory with several existing aspects proposed by Peter Montoya, as a basis for making this research. The research that the researchers studied also used descriptive qualitative research methods, and the results of the research were personal branding of the Nallar music group using eight (8) aspects of Peter Montoya in supporting its activities, namely specialization, leadership, personality, differences, visibility, unity, determination. , and a good name. The importance of this research is that it is used as a reference for musicians or outside musicians in carrying out their personal branding activities. Then the conclusion of this research is that Nallar carries out his personal branding activities by creating interesting content by utilizing the features found on Instagram by using several aspects mentioned above to attract audiences or Instagram users as well as to become an example of music groups in Indonesia in work, with the aim of the Nallar music group being better known for the work they create. Nallar merupakan grup musik yang baru berkembang di Indonesia terdiri dari tiga (3) personil, dengan membawa aliran Pop, rhythm & blues (R&B). Penelitian ini mengangkat tentang bagaimana Nallar menggunakan personal branding dengan memanfaatkan media sosial Instagram, sebagai penunjang Nallar dalam berkarya di industri musik guna memperkenalkan grup musik Nallar pada khalayak ramai. Penelitian ini menggunakan konsep teori personal branding dengan beberapa aspek yang ada yang diusung Peter Montoya, sebagai landasan dalam pembuatan penelitian ini. Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dan memiliki hasil penelitian yaitu pada melakukan personal branding grup musik Nallar menggunakan delapan (8) aspek dari Peter Montoya dalam menunjang kegiatannya, yaitu spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, perbedaan, terlihat, kesatuan, keteguhan, dan nama baik. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa Nallar melakukan kegiatan personal branding dengan membuat konten-konten menarik dengan memanfaatkan fitur-fitur yang terdapat pada Instagram dengan menggunakan beberapa aspek yang tersebut diatas untuk menarik audience atau pengguna Instagram juga untuk menjadi contoh grup musik di Indonesia dalam berkarya, dengan tujuan grup musik Nallar bisa lebih dikenal dengan karya yang dibuatnya.
Komunikasi Virtual Antaranggota Kelompok Gamers Mobile Legend Poseidon Yuditha Emmanuel, Ronald; Savitri Setyo Utami, Lusia
Kiwari Vol. 3 No. 3 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i3.32017

Abstract

Mobile Legend is an online game in the Moba genre or Multiplayer Online Battle Arena where each player has to work together to win the game. Roles are the roles of each hero in Mobile Legends which are grouped based on their duties and functions in a game. Communication is an important factor in this game because in the game you have to have a strategy that must be carried out together, therefore teamwork is needed. Usually in the Mobile Legend game virtual communication and group communication are the main choices for players so they can carry out the strategies that have been prepared. The purpose of this research is to determine and describe virtual communication between groups within the Poseidon team. This research was conducted using a qualitative approach using the case study method. Data was obtained from interviews with four informants, observation, documentation and literature study. The research results show that communication is the most important thing in playing the Mobile Legend game and choosing the communication media to be used also has a very important role for gamers so they can communicate comfortably virtually. A team must have a leader who is the main figure in directing the players and maintaining communication so that there is no miscommunication and differences of opinion between the team. Mobile Legend merupakan salah satu game online bergenre Moba atau Multiplayer Online Battle Arena di mana setiap pemain harus saling bekerja sama untuk memenangkan permainannya. Komunikasi menjadi faktor penting di dalam permainan ini karena dalam permainannya harus memiliki strategi yang harus dijalankan bersama, maka dari itu kerja sama tim diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan komunikasi virtual antaranggota kelompok di dalam tim Poseidon. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dari kegiatan wawancara dengan empat orang informan, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi menjadi hal terpenting dalam bermain game Mobile Legend dan pemilihan media komunikasi yang akan digunakan juga memiliki peran yang sangat penting bagi para gamersagar dapat berkomunikasi virtual dengan nyaman. Di dalam sebuah tim harus memiliki seorang leader yang menjadi sosok utama dalam mengarahkan pemain dan menjaga komunikasi supaya tidak terjadi miskomunikasi dan perbedaan pendapat antartim.
Studi Psikologi Komunikasi: Menyentuh Rahasia Makna di Balik Karakter Fantasi Mermaid Pramacinta Karyadi, Sharon; Genep Sukendro, Gregorius
Kiwari Vol. 3 No. 3 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i3.32027

Abstract

Humans, special creatures with an unfathomable range of imaginative expression. A true artist with masterpieces that cross the fantasy dimension. The dynamic turmoil of life triggers a variety of stimuli, including the influence of media that displays visual essence to penetrate the mind and is able to influence individual perspectives. Even though it revolves around the realm of reality, hidden uniqueness often challenges real world attachments, even showing interest in a fantasy world shrouded in mystery. The focus of this research is to expand the depth of science to examine the reasons behind human interest in the fantasy character of the mermaid. This research involves various scientific theories, namely human philosophy theory, communication psychology, visuals, and psychoanalysis. Oriented to a qualitative approach with phenomenology and critical theory as the chosen methods, this research focuses its attention on interview and observation techniques with three main sources, not forgetting secondary data in the form of documentation and literature studies as real, indisputable clues. This research attempts to focus the deepening of knowledge into aspects of the human unconscious, without releasing the essence of communication that is embedded in it. The research results indicate that there is inner conflict and an imbalance in an individual's personality structure when faced with problems that they cannot overcome. This is what underlies the initial interest in unreal characters, dreaming of a life similar to a fantasy character as a form of self-defense mechanism. Manusia, makhluk istimewa dengan jangkauan ekspresi imajinatif tak terduga. Seniman sejati dengan mahakarya-mahakarya yang melintasi dimensi fantasi. Gejolak kehidupan dinamis memicu variasi stimulus, termasuk pengaruh media yang menampilkan esensi visual untuk meresap ke dalam pikiran dan mampu mempengaruhi perspektif individu. Meski berputar dalam lingkup realita, keunikan yang terpendam seringkali menantang keterikatan dunia nyata, bahkan menunjukkan ketertarikannya pada dunia fantasi nan berselimut misteri. Fokus penelitian ini adalah merentangkan pendalaman ilmu untuk mengkaji alasan dibalik ketertarikan manusia pada sosok karakter fantasi mermaid. Penelitian ini melibatkan beragam teori ilmu, yakni teori filsafat manusia, psikologi komunikasi, visual, serta psikolanalisis. Berorientasi pada pendekatan kualitatif dengan fenomenologi dan taeori kritis sebagai metode terpilih, penelitian ini memusatkan perhatiannya pada teknik wawancara dan observasi dengan tiga narasumber utama, tak luput dengan data sekunder berupa dokumentasi serta studi pustaka sebagai petunjuk nyata yang tak terbantahkan. Penelitian ini berupaya untuk memusatkan pendalaman ilmunya ke dalam aspek ketidaksadaran manusia, tanpa melepaskan esensi komunikasi yang terbenam di dalamnya. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terdapat konflik batin dan ketidakseimbangan struktur kepribadian individu ketika dihadapi oleh permasalahan yang tak sanggup dilewatinya. Hal inilah yang melandasi awal ketertarikan terhadap sosok karakter yang tak nyata, memimpikan kehidupan serupa dengan karakter fantasi sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri.
Analisis Semiotika Roland Barthes pada Budaya Jawa dalam Film Inang Marcella, Shellie; Azeharie, Suzy
Kiwari Vol. 3 No. 3 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i3.32028

Abstract

Javanese culture which has been rooted for centuries, is a valuable heritage that continues to be passed on from one generation to the next. To avoid extinction, the Javanese people are committed to preserving and reviving this culture through various means, such as preserving the use of traditional language, maintaining the uniqueness of traditional clothing, and with distinctive ornaments that reflect Javanese identity which is rich in values and traditions. Based on the discussion above regarding Javanese culture, the researcher is interested in discussing aspects of Javanese culture presented in the film Inang. The aim of this research is to understand more deeply how this film represents and penetrates almost forgotten cultural values. In this research, the author uses qualitative research. This method focuses on searching for denotations, connotations and myths related to this phenomenon. The results of the research refer to the four scenes used, that Javanese carvings with Diamond and Floral patterns have the meaning of a religious relationship between God and humans. The Panji Mask was originally used to welcome the birth of a baby at work, but as time progressed, mask dances were almost never performed. Currently, Panji masks are only used as ornaments for Javanese homes with the aim of preserving ancestral heritage. Apart from being used as a sharp weapon, the keris is also a sacred object used in reciting prayers. The Rebo Wekasan ritual has shifted due to changes in lifestyle in Javanese culture. Javanese culture really respects ancestors and cultural heritage. Budaya Jawa yang telah mengakar selama berabad-abad, merupakan warisan berharga yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam upaya untuk menghindari kepunahan, masyarakat Jawa berkomitmen untuk menjaga dan menghidupkan budaya ini melalui berbagai cara, seperti melestarikan penggunaan bahasa tradisional, mempertahankan keunikan pakaian adat, dan ornamen khas yang mencerminkan identitas Jawa yang kaya akan nilai dan tradisi. Berdasarkan pembahasan di atas mengenai budaya Jawa peneliti tertarik untuk membahas aspek budaya Jawa yang dihadirkan dalam film Inang Tujuan penelitian ini adalah untuk lebih mendalam memahami cara film ini merepresentasikan dan meresapi nilai-nilai budaya yang hampir terlupakan, Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Metode ini berfokus pada denotasi, konotasi, serta mitos terkait fenomena tersebut. Hasil penelitian merujuk pada empat adegan yang digunakan, bahwa ukiran Jawa yang bercorak Wajik dan Floral memiliki makna adanya hubungan religius antara Tuhan dan manusia.Topeng Panji awal mulanya digunakan sebagai penyambutan kelahiran bayi di kerjaan namun seiringnya perkembangan zaman tarian topeng hampir tidak pernah dilakukan. Saat ini topeng Panji hanya sebagai ornamen rumah orang Jawa dengan tujuan tetap melestarikan peninggalan leluhur. Keris selain dijadikan senjata tajam, namun sebagai objek yang sakral digunakan dalam pembacaan doa. Ritual Rebo Wekasan mengalami pergeseran karena perubahan gaya hidup dalam budaya Jawa. budaya jawa sangat menghargai leluhur dan warisan budaya.
Dinamika Pengaruh Komunikasi Persuasif terhadap Kepercayaan Nasabah dalam Konteks Industri Asuransi Sofjan, Stella; Erdiansyah, Rezi
Kiwari Vol. 3 No. 3 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i3.32029

Abstract

The use of persuasive communication is very much needed by insurance companies to rebuild the trust of insurance customers. In the context of business work, including marketing, advertising, product promotion, and also in the insurance industry. The purpose of this study is to determine and analyze the effect of persuasive communication on insurance customer trustResearchers use persuasive communication theory and consumer trust theory. The research approach applied is quantitative, and data is collected through the application of questionnaires. This study took a sample of 100 respondents, with the distribution of questionnaires conducted using google forms, with the condition that respondents are residents who use insurance products and aged 17-35 years. Data analysis using the program SPSS ver 26. The results of the study showed that persuasive communication has an influence on insurance customer trust as much as 83%. Persuasive communication in the insurance company environment is an important element in efforts to change the perception, mindset, and behavior of potential customers regarding insurance, especially to gain interest from those who were previously less interested. Penggunaan komunikasi persuasif sangat dibutuhkan oleh perusahaan asuransi untuk membangun kembali kepercayaan nasabah asuransi. Dalam konteks pekerjaan bisnis, termasuk marketing, advertising, promosi produk, dan juga dalam industri asuransi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komunikasi persuasif terhadap kepercayaan nasabah asuransi. Peneliti menggunakan teori komunikasi persuasif dan teori kepercayaan konsumen. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif, dan data dikumpulkan melalui penerapan kuisioner. Penelitian ini mengambil sampel 100 responden, dengan penyebaran kuisioner yang dilakukan menggunakan google form, dengan syarat menjadi responden adalah populasi yang menggunakan produk asuransi dan berusia 17-35 tahun. Analisis data menggunakan program SPSS ver 26. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif memiliki pengaruh terhadap kepercayaan nasabah asuransi sebanyak 83%. Komunikasi persuasif di lingkungan perusahaan asuransi merupakan elemen penting dalam usaha mengubah persepsi, pola pikir, dan perilaku calon nasabah terkait asuransi, terutama untuk mendapatkan minat dari mereka yang sebelumnya kurang tertarik.
SNA @jhonlbf: Personal Branding dalam Mengembangkan Brand Engagement Aurerio Rotty, Tetsuya; Purnama Sari, Wulan
Kiwari Vol. 3 No. 3 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i3.32030

Abstract

Social media is a place where people gather online to carry out activities and share information, knowledge and opinions on social media. Social media and personal branding can be used as a means of improving the brand itself. Based on the results obtained, leadership (The Law of Leadership) is part of superior personal branding on the Instagram account @jhonlbf. A leader must have more abilities than other people. Jhon LBF's leadership on his Instagram account is like content that shows Jhon LBF's way of treating his employees well and wisely. Based on the dimensions of personal branding, Jhon LBF has leadership that is superior to other dimensions. Jhon LBF's leadership is seen as a generous, friendly, but firm individual. Jhon LBF's special treatment of his employees, which was then uploaded on Instagram social media, received high engagement. This indicates that leadership in personal branding at Jhon LBF can develop brand engagement. This research approach is qualitative using the Social Network Analysis (SNA) method, by collecting and processing data from Analisa.io. Based on the research results, it shows that the personal branding carried out on the Instagram account @jhonlbf has good leadership, this leadership obtains high brand engagement based on views, likes and comments. Media sosial merupakan tempat orang-orang berkumpul secara online untuk melakukan aktivitas dan perilaku saling berbagi informasi, pengetahuan dan pendapat masing-masing dalam media sosial. Media sosial dan juga personal branding dapat dijadikan sebagai sarana dalam meningkatkan brand itu sendiri. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, kepemimpinan (The Law of Leadership) adalah bagian dari personal branding yang unggul pada akun Instagram @jhonlbf. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan orang lain. Kepemimpinan Jhon LBF pada akun Instagramnya seperti konten yang menunjukkan cara Jhon LBF dalam memperlakukan karyawannya dengan baik dan bijak. Berdasarkan dimensi-dimensi dari personal branding, Jhon LBF memiliki kepemimpinan yang lebih unggul dari dimensi lainnya. Kepemimpinan Jhon LBF dilihat sebagai individu yang dermawan, ramah, namun tegas. Perlakuan Jhon LBF terhadap karyawannya dengan istimewa yang kemudian diunggah pada media sosial Instagram mendapatkan engagement yang tinggi. Hal ini menandakan bahwa kepemimpinan dalam personal branding pada Jhon LBF dapat mengembangkan brand engagement. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode Social Network Analysis (SNA), dengan mengumpulkan dan mengolah data dari Analisa.io. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding yang dilakukan pada akun Instagram @jhonlbf memiliki kepemimpinan yang baik, kepemimpinan tersebut memperoleh brand engagement yang tinggi berdasarkan views, like, dan comments.
Pengaruh Konten TikTok @bts_official_bighit terhadap Keputusan Pembelian Photocard Patricia, Theresa; Junaidi, Ahmad
Kiwari Vol. 3 No. 3 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i3.32031

Abstract

Social media is one of human's best friends who always accompanies almost all times and places. Almost all aspects of life can be accessed by and from social media. Nowadays, we don't need the hassle and difficulty of interacting and shopping to entertain ourselves. There are platforms and applications that can fulfill this, for example TikTok. TikTok has a big influence in various content, one of which is in the K-Pop field. This research aims to prove how much media exposure, TikTok @bts_official_bighit content has on purchasing decisions for women aged 18-25 years in Jakarta. In this research, the author uses the S-O-R theory and media exposure, with the hope and perspective that when an organism is given a stimulus, it will cause a response. The research method used is quantitative with a non-probability sampling method with a purposive sampling technique the sample used was 142 respondents distributed randomly online to writer’s friends. The T test outcomes indicate that the independent variable exhibits a t-value of 12.354, accompanied by a p-value of 0.000. Consequently, it can be inferred that the TikTok account content variable significantly (partially) impacts the decision to purchase photocard items. The coefficient of determination results reveal that the content from the TikTok account @bts_official_bighit contributes 52.2% to the variability in purchasing decisions for photocards among women aged 18-25 years in Jakarta. The remaining 47.8% is attributed to factors beyond the scope of the model. Media sosial merupakan salah satu sahabat manusia yang selalu menemani hampir di seluruh waktu dan tempat. Ada platform dan aplikasi yang dapat memenuhi hal tersebut contohnya TikTok. TikTok membawa pengaruh besar dalam berbagai konten, salah satunya di bidang K-Pop. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan seberapa besar terpaan media, konten TikTok @bts_official_bighit terhadap keputusan pembelian pada wanita berusia 18-25 tahun di Jakarta. Pada penelitian ini, penulis menggunakan teori S-O-R dan terpaan media, dengan harapan dan perspektif bahwa ketika organisme diberikan stimulus, maka akan menimbulkan respon. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Hasil uji T menyatakan bahwa variabel independen memiliki nilai t sebesar 12,354, disertai dengan nilai p sebesar 0,000. Maka karena itu, ditarik kesimpulan bahwa variabel konten akun TikTok secara signifikan (sebagian) berpengaruh pada keputusan untuk membeli kartu foto. Hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa konten dari akun TikTok @bts_official_bighit memberikan kontribusi sebesar 52,2% terhadap variabilitas dalam keputusan pembelian photocard oleh wanita berusia 18-25 tahun di Jakarta. Di samping itu, 47,8% sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor di luar lingkup model.
Tren Rambut Sambung di Kalangan Perempuan Papua Krimadi, Theresia; Paramita, Sinta
Kiwari Vol. 3 No. 3 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i3.32032

Abstract

The development of technology has given rise to various trends in Indonesia, one of which is the trend of hair extensions which is currently popular among Papuan women, because it can help them in giving the latest hairstyles. Hair extensions by weaving/braiding have become commonplace among Papuan women, because this has become part of the lifestyle of Papuan women and is inherent as a characteristic of Papuan women. This study uses a qualitative approach method, to find out more about the views of Papuan women who use hair extensions as a hairstyle. The study is supported by the theory of symbolic interaction, which is discussed in this theory related to the perception and self-concept of social society. The results of this study, according to Papuan women who use hair extensions, strongly agree with the impact of this trend, which initially they were less confident with short curly hair, but with hair extensions it helps them appear more confident. Hair extensions by braiding come from Arika, then adopted by Papuan women because they have the same hair type. Hair extensions are not an original culture or characteristic of women, so this has become a debate for Papuan women. Perkembangan teknologi memunculkan berbagai macam tren di Indonesia, salah satunya tren rambut sambung yang saat ini menjadi populer di kalangan perempuan Papua, karena bisa membantu mereka dalam memberikan gaya rambut terbaru. Rambut sambung dengan cara dianyam/kepang sudah menjadi hal yang biasa dikalangan perempuan Papua, dikarenakan hal ini telah menjadi bagian dari gaya hidup perempuan Papua dan melekat menjadi ciri khas perempuan Papua. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, untuk mengetahui lebih dalam tentang pandangan perempuan Papua yang menggunakan rambut sambung sebagai gaya rambut. Penelitian didukung dengan teori interaksi simbolik, yang dipembahasan dalam teori ini terkait persepi dan konsep diri masyarakat sosial. Hasil dari penelitian ini, menurut perempuan Papua yang menggunakan rambut sambung, sangatlah setuju dengan dampak dari tren ini, yang awalnya mereka kurang percaya diri dengan rambut keriting pendek, namun dengan adanya rambut sambung membantu mereka tampil lebih percaya diri. Rambut sambung dengan cara dikepang ini berasal dari Arika, kemudian diadopsi oleh perempuan Papua dikarenakan memiliki kesamaan tipe rambut. Rambut sambung bukanlah budaya asli atau ciri khas perempuan, sehingga hal tersebut menjadi sebuah perdebatan bagi perempuan Papua.
Analisis Pelayan Tunarungu terhadap Pembeli (Studi Kasus pada Difabis Coffee & Tea) Margareta, Vita; Aulia, Sisca
Kiwari Vol. 3 No. 3 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i3.32033

Abstract

In life, humans need each other, and to communicating with each other. With communication, humans can exchange messages and thoughts with listeners. Both verbally and non-verbally so that feedback occurs. In the current era of globalization, many Indonesians are creating businesses that are in line with trends among millennials, opening interesting and unique coffee shops. This research was conducted in a coffee shop "Difabis Coffee & Tea Shop". The aim of this coffee shop is to ensure that someone with a disability can work, in this way they can develop themselves so that they are not dependent on other people. Apart from that, to help them survive and have guaranteed savings for their old age. The theories in this discussion uses symbolic theory and interpersonal communication. The author uses a qualitative research and case study method. Research data was obtained through observation and interviews. The results of the research show the self-confidence of people with disabilities given the hearing limitations they experience. Kehidupan manusia pastinya saling membutuhkan satu sama dengan yang lain, dan adanya saling menjalin komunikasi. Manusia dapat menukar pesan dan pikiran kepada pendengar, baik secara verbal dan non-verbal sehingga terjadi umpan balik. Para era globalisasi saat ini, banyak sekali masyarakat Indonesia membuat suatu bisnis yang sesuai dengan tren di kalangan milenial, dimana membuka coffee shop yang menarik dan unik. Penelitian dilakukan di sebuah kedai kopi “Difabis Coffee & Tea Shop”. Tujuan kedai kopi ini dibuat agar seseorang yang mengalami penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk bekerja serta berkarya, dengan ini dapat mengembangkan diri mereka agar tidak bergantung dengan orang lain. selain itu, untuk membantu mereka dalam keberlangsungan hidup dan memiliki jaminan tabungan untuk dihari tuanya. Dalam penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik, dan komunikasi interpersonal. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan metode studi kasus. Dari hasil penelitian data yang diperoleh yaitu melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kepercayaan diri seseorang penyandang disabilitas dengan keterbatasan pendengaran yang mereka alami. tidak menutup kemungkinan mereka tidak dapat bekerja dan melakukan kegiatan seperti manusia non-difabel.