cover
Contact Name
Ken Siwi
Contact Email
jarfismu@um-surabaya.ac.id
Phone
+6281259305093
Journal Mail Official
kensiwi@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Jl.Raya Sutorejo No.59, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah
ISSN : -     EISSN : 28290968     DOI : https://doi.org/10.30651/jar.v2i2
urnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU) adalah jurnal keilmuan fisioterapi yang diterbitkan oleh Prodi S1 Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya. JarFisMU terinspirasi dari nama artificial intelegent dari film Iron Man, yang merupakan terobosan teknologi untuk mempermudah kehidupan manusia. Kami memiliki harapan agar jurnal ilmiah fisioterapi JarFisMU ini mampu berkontribusi untuk meningkatkan derajat kesehatan gerak pada pembacanya. JarFisMU berisi laporan research report, case review, maupun literature review dari bidang keilmuan fisioterapi, yaitu rumpun keilmuan praktis fisioterapi, modalitas fisioterapi, assesment-pemeriksaan dan edukasi, dalam ranah promotif-preventif-kuratif dan rehabilitatif. Setiap konten yang diterbitkan akan diseleksi dengan memperhatikan aspek kebaruan (novelty), keaslian (originality) dan aplikasi (usability). JarFisMU akan terbit sebanyak dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. Naskah yang akan diterbitkan di JarFisMU akan melalui proses review oleh dua orang reviewer yang pemilihannya ditentukan oleh editor. Naskah yang diterima untuk dipublikasikan adalah naskah yang telah diedit tata bahasa, tanda baca, gaya cetak dan formatnya menyesuaikan dengan kebijakan yang dimiliki oleh JarFisMU dan akan diterbitkan baik secara online maupun cetak.
Articles 104 Documents
PENGARUH LATIHAN SQUAT JUMP UNTUK MENINGKATKAN TINGGI LOMPATAN PADA PESILAT SURABAYA Nurul Faj'ri Romadhona
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v5i2.33001

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Banyak cabang olahraga yang menggunakan gerakan tendangan. Salah satu cabang olahraga yang menggunakan tendangan adalah silat. Dalam silat ada banyak sekali macam tendangan, salah satunya ialah tendangan yang menggunakan lompatan. Gerakan ini perlu dilatih dengan banyak cara; salah satunya ialah squat jump. Latihan ini terbukti di beberapa penelitian mampu meningkatkan tinggi lompatan pada pelaku olahraga. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen (one grup pretest posttest) yang melibatkan 15 sampel pesilat aktif. Pelaksanaan intervensi dilakukan 3 minggu, 9 kali pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah alat ukur vertical jump untuk mengukur tinggi lompatan ke arah atas (vertical). Pada penelitian ini analisis data menggunakan SPSS dengan uji shapiro wilk. Hasil : Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa pemberian latihan squat jump secara signfikan dapat meningkatkan tinggi lompatan (p,<0.05). Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian latihan squat jump terhadap peningkatan tinggi lompatan pada pesilat Surabaya Kata Kunci : Tinggi Lompatan, Squat Jump, Pesilat
PENINGKATAN KECEPATAN PASCA LATIHAN FOOTWORK PADA PEMAIN SEPAK BOLA PERSEGAP REMAJA DI SIDOARJO Cakra Waritsu; Rizky Hatta; Ken Siwi
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v5i2.33105

Abstract

Latar Belakang : Dalam olahraga sepak bola, seorang atlet dituntut memiliki daya tahan yang baik, serta kemampaun kecepatan yang optimal. Sepak bola merupakan cabang olahraga yang mengharuskan kepada setiap pemain untuk memiliki kondisi fisik yang maksimal. Berbagai metode latihan untuk meningkatkan kecepatan salah satunya dengan latihan footwork / kerja kaki, dengan menggunakan alat seperti ladder drill, cone, dan mini hurdle. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menguji pengaruh latihan footwork terhadap peningkatan kecepatan pada pemain sepak bola persegap remaja di Sidoarjo. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian adalah penelitian eksperimental one group pretest-postest design. Teknik penelitian ini menggunakan purposive sampling, yaitu sebanyak 15 pemain. Instrumen pengukuran kecepatan yang digunakan adalah T-Test. Alat yang digunakan untuk Lathan adalah ladder drill dan Cone. Uji analisis data menggunakan Shapiro-wilk untuk uji normalitas data dan Wilcoxon untuk uji hipotesis. Hasil : Uji WilcoxonAgility T-test 0,001 berbeda bermakna dengan penurunan rerata Agility T-test 11,2 detik yang berarti ada peningkatan kecepatan pada pemain sepak bola Persegap remaja, di Sidoarjo. Kesimpulan: Latihan Footwork berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan pada pemain sepak bola Persegap remaja di sidoarjo. Kata Kunci : Kecepatan, Ladder Drill, Sepak Bola Persegap Remaja
KOREKSI POSTUR DAN PENINGKATAN FUNGSI MELALUI PROGRAM FISIOTERAPI BERBASIS LATIHAN SCHROTH DAN MODALITAS TERAPI PADA PASIEN SKOLIOSIS THORAKOLUMBAL TIPE C Ken Siwi; Nura Maulida Isna; Nihaayah Azharoh
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v5i2.33466

Abstract

Latar Belakang: Skoliosis thorakolumbal merupakan kelainan postural tiga dimensi yang ditandai dengan deviasi lateral dan rotasi vertebra. Asimetri beban mekanik memicu kelelahan otot paraspinal, nyeri punggung kronis, serta penurunan kualitas hidup. Pendekatan konservatif terintegrasi yang memadukan terapi fisis dan metode latihan spesifik berpotensi memberikan hasil klinis yang optimal. Tujuan: Menganalisis efektivitas kombinasi modalitas fisis (Infrared dan TENS), latihan spesifik metode Schroth, serta Home Exercise Program (HEP) terhadap penurunan intensitas nyeri, derajat rotasi trunk, dan kapasitas fungsional pada pasien skoliosis thorakolumbal tipe C. Metode: Penelitian ini menggunakan desain laporan kasus tunggal (single-case study) pada seorang wanita berusia 23 tahun dengan skoliosis thorakolumbal di Klinik Fisioterapi Surabaya. Intervensi diberikan sebanyak 8 sesi selama 4 minggu (2 kali seminggu). Protokol terapi terdiri dari Infrared (IR), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), latihan spesifik metode Schroth (koreksi tiga dimensi, rotational angular breathing, dan penguatan isometrik terarah), serta program latihan mandiri di rumah (HEP). Evaluasi parameter dilakukan pada pra (T0) dan pasca-intervensi (T8) menggunakan Visual Analog Scale (VAS), Scoliometer, dan kuesioner Scoliosis Research Society-22 (SRS-22). Hasil: Setelah 8 sesi terapi, ditemukan penurunan tingkat nyeri VAS sebesar 66,7% (dari 6,0 cm menjadi 2,0 cm), penurunan derajat rotasi trunk pada scoliometer dari 7° menjadi 4°, serta peningkatan skor fungsional SRS-22 sebesar 46,0% (dari 63 menjadi 92 poin). Kesimpulan: Kombinasi Infrared, TENS, latihan metode Schroth, dan program latihan mandiri terbukti efektif dalam meredakan nyeri, mengoreksi deformitas rotasional trunk, dan meningkatkan kapasitas fungsional pada pasien skoliosis thorakolumbal. Kata kunci :  Skoliosis Thorakolumbal, Infrared, TENS, Schroth Exercise, Home Program
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS FLAT FOOT BILATERAL DENGAN OVERPRONASI DAN RIWAYAT RECURRENT ANKLE SPRAIN Rizky Kurniawan; Ken Siwi
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v5i2.33468

Abstract

Latar Belakang: Flat foot (pes planus) merupakan kelainan struktur kaki yang ditandai dengan penurunan atau hilangnya lengkung longitudinal medial (LLM). Kondisi ini sering menyebabkan keluhan cepat lelah saat berdiri/ berjalan, hilangnya efisiensi biomekanik, hingga gangguan keseimbangan dan nyeri menjalar ke area lumbal. Tujuan: Mengidentifikasi efektivitas intervensi fisioterapi terpadu dalam mengurangi nyeri, meningkatkan stabilitas ankle, serta memperbaiki fungsi postural pada pasien dengan flexible flat foot bilateral dan riwayat sprain ankle berulang. Metode: Penelitian studi kasus tunggal pada seorang mahasiswi usia 22 tahun dengan BMI 37,4 kg/m² (obesitas kelas II). Evaluasi dilakukan menggunakan Foot Print Test, Jack's Test, Numeric Rating Scale (NRS), dan pengukuran kinesiologi dasar. Intervensi terdiri dari kombinasi TENS, soft tissue massage, stretching, strengthening (towel toe curl, heel raises), balance training, pemasangan arch support insole, dan kinesiotaping. Hasil: Terdapat penurunan keluhan nyeri secara bertahap dari skala NRS 5 (aktivitas berat) menjadi hilang timbul pada taraf ringan, serta peningkatan stabilitas subjektif. Namun, perbaikan struktur lengkung arkus (foot print test) belum menunjukkan perubahan signifikan. Kesimpulan: Intervensi fisioterapi kombinasi efektif dalam meredakan nyeri dan meningkatkan performa fungsional harian, tetapi penanganan deformitas struktur arkus memerlukan kepatuhan intervensi orthotic (insole) jangka panjang dan program manajemen berat badan yang terintegrasi. Kata Kunci:  Flat Foot, Overpronasi, Sprain Ankle, TENS, Exercise Therapy, Insole.

Page 11 of 11 | Total Record : 104