cover
Contact Name
Hanny Hafiar
Contact Email
hanny.hafiar@unpad.ac.id
Phone
+628122346767
Journal Mail Official
jurnal.comdent@unpad.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Bandung-Sumedang KM. 21 Jatinangor, Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Comdent: Communication Student Journal
ISSN : -     EISSN : 29868297     DOI : 10.24198/comdent
Comdent: Communication Student Journal is a peer-reviewed academic journal published by the Faculty of Communication Science, Universitas Padjadjaran. Comdent: Communication Student Journal publishes twice a year (May-October and November-April). Each edition received the article that will be reviewed by the internal editor and reviewers with related expertise. Comdent: Communication Student Journal aims to encourage research in communication studies.
Articles 70 Documents
Membangun identitas kelompok melalui fenomena Fun Walk Swifties di Indonesia Wandika, Ananda Putri; Barus, Sarah Febina br; Meilinda, Sofie
Comdent: Communication Student Journal Vol 2, No 2 (2024): November 2024 - April 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v2i2.59826

Abstract

Latar belakang: Fun walk merupakan salah satu bentuk dari participatory culture yang dilakukan oleh komunitas Swifties Indonesia dalam rangka merayakan perilisan album Taylor Swift dan telah ada semenjak tahun 2019. Fenomena fun walk terbilang unik karena hanya dilakukan di Indonesia. Kegiatan ini menggabungkan kegiatan olahraga dalam bentuk car free day, promosi musik, dan pengalaman kolektif, menjadikannya lebih dari sekadar aktivitas penggemar biasa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi dan makna dari kegiatan fun walk dalam konteks budaya partisipatif dan komunikasi simbolik bagi para peserta (Swifties) yang terlibat dalam kegiatan fun walk. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan data yang berasal dari konten-konten terkait kegiatan fun walk pada akun @swiftiesindonesia_ di TikTok dan wawancara kepada Swifties yang pernah mengikuti kegiatan fun walk. Adapun Narasumber dipilih dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Hasil: Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa fun walk tidak hanya memperkuat solidaritas antar anggota komunitas, tetapi juga menjadi sarana untuk mempromosikan karya Taylor Swift. Selain itu, pertukaran friendship bracelet menjadi elemen simbolis yang mempererat hubungan emosional antara partisipan. Media sosial, khususnya Instagram dan TikTok, memainkan peran penting dalam menyebarluaskan informasi dan memperluas jangkauan kegiatan ini, hingga menarik perhatian komunitas internasional. Kegiatan fun walk di Indonesia mencerminkan dinamika budaya penggemar modern, di mana penggemar tidak hanya sebagai konsumen pasif, tetapi juga aktif dalam menciptakan dan mendistribusikan makna budaya. Tradisi ini juga menegaskan peran komunitas Swifties Indonesia sebagai pelopor dari praktik budaya, yaitu fun walk yang kini telah diakui secara global.
Tren penelitian teori Social Comparison dalam ilmu komunikasi: Kajian bibliometrik Scopus Noza, Muhammad; Asharie, Asharie; Andiana, Salsabila; Daniarta, Al Farizi Akhtiar; Sianturi, Veronika
Comdent: Communication Student Journal Vol 2, No 2 (2024): November 2024 - April 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v2i2.54431

Abstract

Manusia secara alami membandingkan diri dengan orang lain dalam interaksi sosial, yang dapat menyebabkan perasaan kebanggaan, rendah diri, atau ketidakpuasan. Proses ini dijelaskan dalam teori Social Comparison yang telah banyak diteliti dalam psikologi sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi tentang teori Social Comparison dalam ilmu komunikasi menggunakan analisis bibliometrik untuk mengidentifikasi perkembangan dan pola riset terkait teori tersebut. Metode: Data diperoleh dari Scopus, dengan analisis mencakup sitasi, co-citation, kata kunci, dan pemetaan visual menggunakan VOSviewer untuk menggambarkan hubungan antara artikel dan topik yang muncul dalam publikasi. Sebanyak 1.039 artikel yang diterbitkan antara tahun 2014 hingga 2023 dianalisis, dengan fokus pada metadata seperti judul, abstrak, kata kunci, dan sitasi dari setiap artikel yang relevan dengan teori Social Comparison. Hasil dan Pembahasan: Publikasi terkait teori Social Comparison menunjukkan tren peningkatan antara 2014 dan 2023, dengan puncaknya pada 2023, mencatat 166 publikasi (16%). Amerika Serikat dan Jerman menjadi negara dengan publikasi terbanyak. Subjek utama yang dibahas adalah ilmu sosial, dengan referensi utama dari Festinger tahun 1954 yang menginspirasi 234 kutipan. Pemetaan kata kunci menunjukkan tiga cluster: Social Comparison (merah), usia dan kesehatan mental (hijau), serta perasaan (biru). Jurnal yang banyak mengutip topik ini adalah Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking dan Sex Roles. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa teori Social Comparison semakin berkembang dalam studi komunikasi, dengan potensi untuk mengeksplorasi gap penelitian yang lebih dalam.
Pengaruh visualisasi influencer dan kesesuaian kepribadian terhadap niat pembelian Rahmaningrum, Anggun; Koswara, Iwan; Fuady, Ikhsan
Comdent: Communication Student Journal Vol 2, No 2 (2024): November 2024 - April 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v2i2.60198

Abstract

Latar Belakang: Influencer  marketing telah menjadi salah satu strategi pemasaran yang sangat efektif, terutama di era media sosial yang berkembang pesat. Visualisasi sifat ekstroversi pada influencer  diyakini dapat meningkatkan persepsi kredibilitas mereka di mata audiens, yang pada gilirannya dapat memengaruhi niat pembelian. Namun, masih terdapat kekurangan penelitian yang membahas hubungan antara visualisasi sifat ekstrovert influencer dan kredibilitas yang dipersepsikan audiens, serta peran keselarasan kepribadian antara influencer dan audiens. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana visualisasi sifat ekstrovert influencer memengaruhi kredibilitas yang dipersepsikan audiens dan bagaimana kredibilitas ini berpengaruh pada niat pembelian. Selain itu, penelitian ini juga meneliti peran kesesuaian kepribadian antara influencer  dan audiens sebagai faktor moderasi dalam hubungan ini. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang melibatkan 120 responden aktif pengguna media sosial di Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan metode PLS-SEM dengan perangkat lunak SmartPLS untuk mengevaluasi hubungan antar variabel. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa visualisasi ekstroversi influencer  secara signifikan meningkatkan kredibilitas mereka di mata audiens, yang kemudian berpengaruh pada niat pembelian audiens. Kesesuaian kepribadian antara influencer dan audiens memperkuat pengaruh ini, di mana audiens lebih percaya dan cenderung mengikuti rekomendasi produk dari influencer yang memiliki karakteristik kepribadian serupa. Penemuan ini menyoroti pentingnya memahami dimensi kepribadian dalam merancang strategi pemasaran digital yang lebih efektif dan relevan.
Proses branding Pertamina New & Renewable Energy pada media sosial Instagram dan Tiktok Amri, Muhammad Aqil; Subekti, Priyo
Comdent: Communication Student Journal Vol 2, No 2 (2024): November 2024 - April 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v2i2.61277

Abstract

Latar Belakang: Pertamina New & Renewable Energy (NRE) merupakan salah satu sub holding dari PT Pertamina (Persero) yang memiliki peran dalam pelaksanaan kegiatan eksplorasi dan produksi sumber energi baru dan terbarukan secara terintegrasi. Dalam upaya membangun citra perusahaan sebagai pemimpin di sektor energi baru terbarukan, Pertamina NRE melakukan strategi branding melalui pemanfaatan media sosial khususnya Instagram dan Tiktok sebagai sarana berinteraksi dengan publik, menyampaikan informasi terkait inovasi energi, serta meningkatkan keterlibatan audiens. Tujuan: Dalam laporan ini penulis bermaksud untuk melaporkan bagaimana Pertamina NRE melakukan proses branding melalui pengelolaan media sosial Instagram dan Tiktok untuk memperkuat citra dan reputasi perusahaan. Metode: Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi terhadap konten media sosial Pertamina NRE, wawancara dengan pihak terkait dan juga studi pustaka yang diperoleh dari buku dan jurnal terkait Hasil: Hasil dalam laporan ini mencatat bahwa proses branding yang dilakukan oleh Pertamina NRE melalui pengelolaan media sosial mengadopsi konsep branding yang terdiri dari tiga indikator utama yaitu, pemberian informasi yang akurat, membedakan perusahaan dan produk dari pesaing, serta selalu meningkatkan pelayanan terhadap konsumen melalui interaksi digital yang aktif. Dalam memberikan edukasi, pilar edukasi mendominasi dengan proporsi 29,7% dari keseluruhan konten. Diferensiasi dilakukan melalui promosi inovasi seperti PLTGU Jawa-1 serta penggunaan format konten yang variatif. Selain itu, untuk meningkatkan interaksi, Pertamina NRE mengadopsi fitur Instagram Stories Q&A guna memperkuat hubungan dengan audiens.
Analisis resepsi dampak negatif media sosial dalam film The Social Dilemma Yogayama, Alwi Johan; Indriani, Sri Seti; Syuderajat, Fajar
Comdent: Communication Student Journal Vol 2, No 2 (2024): November 2024 - April 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v2i2.46325

Abstract

Latar Belakang: Selain mempermudah pekerjaan manusia, media sosial juga memiliki dampak negatif apabila digunakan secara berlebihan, seperti menimbulkan perasaan cemas, takut, hingga depresi. Salah satu film yang membahas mengenai dampak negatif media sosial adalah film dokumenter berjudul The Social Dilemma yang disutradarai oleh Jeff Orlowski. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resepsi khalayak terkait dampak negatif media sosial terkait kesehatan mental pada remaja dalam film The Social Dilemma. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori analisis resepsi Encoding-Decoding Stuart Hall. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang merupakan siswa SMA Negeri 1 Jatinangor. Informan dipilih berdasar tingkat adiksi media sosial. Hasil: Melalui proses analisis wawancara produsen, tercipta makna dalam adegan yang dipilih bahwa: media sosial didesain untuk membuat penggunanya ketagihan; media sosial menjauhkan kita dari keluarga; seorang akan bosan tanpa media sosial; semakin dilarang menggunakan media sosial, rasa ingin menggunakannya juga semakin tinggi, dan Media sosial menghilangkan identitas dan jati diri remaja. Hasil juga menunjukkan pembacaan yang bervariasi, terdapat 19 pembacaan posisi dominan, 5 pembacaan oposisi, dan 11 pembacaan negosisasi. Beberapa dari mereka yang memilih posisi negosiasi atau oposisi berpendapat sama seperti Mansell bahwa meski sulit, individu memiliki kekuatan untuk tidak terpengaruh media sosial. Sesuai dengan asumsi teori Encoding-Decoding Stuart Hall, perbedaan penerimaan pesan disebabkan oleh latar belakang dan pengalaman individu yang juga berbeda-beda.
Pengaruh konten Youtube Tasya Farasya terhadap tingkat kepercayaan konsumen mengenai produk oleh mahasiswa di Garut Septiani, Sri Rezeki; Syifa, Anissa; Hafsyah, Fattima
Comdent: Communication Student Journal Vol 2, No 2 (2024): November 2024 - April 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v2i2.61080

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan media sosial, khususnya YouTube, sebagai media pemasaran produk kecantikan melalui konten review yang disajikan oleh beauty influencer seperti Tasya Farasya. Fenomena ini menciptakan perubahan dalam cara konsumen, khususnya mahasiswa, membentuk kepercayaan sebelum memutuskan pembelian produk kecantikan. Kesenjangan penelitian muncul dari keterbatasan kajian sebelumnya yang belum mengkaji secara spesifik pengaruh kredibilitas konten dan gaya komunikasi Tasya Farasya terhadap pembentukan kepercayaan konsumen di kalangan mahasiswa Garut. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar pengaruh konten review produk Tasya Farasya di YouTube terhadap tingkat kepercayaan konsumen mahasiswa Universitas Garut dalam keputusan pembelian produk kecantikan. Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei, penyebaran kuesioner, serta analisis data menggunakan uji reliabilitas, koefisien determinasi, dan regresi linear sederhana. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten review Tasya Farasya berpengaruh sangat signifikan terhadap kepercayaan konsumen, dengan koefisien determinasi sebesar 95,4%, yang berarti sebagian besar kepercayaan konsumen terbentuk oleh paparan konten Tasya Farasya. Faktor kejelasan penyampaian, demonstrasi penggunaan produk, serta gaya komunikasi yang jujur dan personal menjadi elemen utama yang memperkuat pengaruh tersebut. Dengan demikian, Tasya Farasya terbukti menjadi influencer yang efektif dalam membentuk kepercayaan konsumen di era pemasaran digital, khususnya bagi mahasiswa sebagai generasi yang aktif mengakses informasi melalui media sosial.
Strategi pengelolaan media digital Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DISPAKAN) Kabupaten Bandung Firlyanda, Difa Fadhila; Anisa, Renata
Comdent: Communication Student Journal Vol 3, No 1 (2025): Mei 2025 - Oktober 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v3i1.62707

Abstract

Latar Belakang: Di era digital, pengelolaan media menjadi bagian krusial dalam strategi komunikasi, termasuk bagi instansi pemerintahan. Praktik Public Relations (PR) tidak lagi hanya terbatas pada komunikasi satu arah, tetapi menuntut kemampuan untuk membangun hubungan yang interaktif dan strategis dengan publik melalui berbagai platform digital. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DISPAKAN) Kabupaten Bandung merupakan salah satu instansi pemerintah yang berupaya menjalankan fungsi Public Relations (PR) secara aktif, khususnya dalam menyampaikan informasi terkait isu ketahanan pangan dan perikanan. Mereka juga berupaya untuk menerapkan aspek transparansi pada media digital untuk membangun rasa percaya publik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan media digital DISPAKAN dilakukan menggunakan model SOME (Share, Optimize, Manage, Engage) yang dikembangkan oleh Regina Luttrell. Metode: Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara langsung. Hasil: DISPAKAN telah menerapkan keempat aspek model SOME, yaitu (1) Share melalui berbagai platform digital seperti Instagram, situs web, YouTube, dan Facebook, (2) Optimize dengan strategi visual dan QR code, (3) Manage lewat konsistensi konten meski tanpa evaluasi terukur, serta (4) Engage yang berusaha dibangun melalui konten interaktif namun masih menghadapi tantangan partisipasi publik. Pengelolaan media digital DISPAKAN menunjukkan arah strategis yang positif, namun masih memerlukan penguatan perencanaan dan evaluasi untuk mengoptimalkan komunikasi dua arah.
Bibliometric analysis of research trends in information seeking on social media Komara, Diemas Arya; Rohman, Hasan Abdul; Rahmawaty, Alifia Putri; Giovanni, Farleynia; Mumtaz, Salsabila Raniyah
Comdent: Communication Student Journal Vol 3, No 1 (2025): Mei 2025 - Oktober 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v3i1.62725

Abstract

Background: The rise of social media has transformed how individuals seek, process, and share information. However, the spread of misinformation and the challenge of low digital literacy present significant barriers to accurate information seeking. While previous research has focused on how information is disseminated, less attention has been given to how users actively search for reliable information on social media platforms. Purpose: This study aims to examine trends in information seeking on social media, focusing on the role of misinformation and digital literacy, while conducting a bibliometric analysis of the relevant literature. Methods:  A Systematic Literature Review (SLR) was combined with bibliometric analysis using Biblioshiny from the Bibliometrix R-package. Data were retrieved from the Scopus database, covering publications from 2020 to 2024, and a total of 627 articles were included after filtering. Results: The analysis identified the most influential publications, the most prolific authors, and dominant keywords. A co-occurrence network analysis was also conducted to map the connections among key concepts such as misinformation, digital literacy, anxiety, and information-seeking behavior. The findings reveal that misinformation remains a major challenge, especially during the COVID-19 pandemic, while digital literacy plays a significant role in shaping users’ information-seeking behavior. Notably, Dadaczynski, Hu, and Li emerged as the most productive authors, each contributing five publications. Prominent topics include infodemics, health literacy, and vaccine hesitancy. These findings highlight the importance of improving digital literacy and developing more effective communication strategies to navigate the evolving information ecosystem on social media.
Analisis brand interest partai politik melalui perilaku pencarian digital pada pemilu 2024 Tabina, Nadia; Alifah, Nabila Shafwa; Alifya, Dinda Rizky; Azzahra, Sylvia Femitha; Fajrin, Arini Nurul
Comdent: Communication Student Journal Vol 3, No 1 (2025): Mei 2025 - Oktober 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v3i1.62935

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan teknologi digital telah membuka ruang baru dalam studi komunikasi politik, khususnya dalam memahami perilaku pemilih melalui data pencarian daring. Salah satu alat yang menonjol dalam konteks ini adalah Google Trends, yang merepresentasikan atensi publik secara real-time. Namun, kajian akademik mengenai keterkaitan antara perilaku pencarian digital dan brand interest partai politik masih relatif terbatas. Penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada tokoh politik dan media sosial, sehingga diperlukan eksplorasi lebih lanjut terhadap partai politik sebagai entitas kolektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis brand interest atau ketertarikan publik terhadap lima partai politik dengan perolehan suara terbanyak pada Pemilu 2024, yaitu PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, PKB, dan Partai NasDem, berdasarkan data pencarian Google Trends. Metode: Pendekatan deskriptif-komparatif digunakan untuk menganalisis tren pencarian di Google Trends selama periode kampanye hingga pasca pemilu, yaitu 28 November 2023 hingga 15 Februari 2024. Data dikumpulkan melalui kata kunci spesifik dan diuji menggunakan Krippendorff’s Alpha untuk memastikan reliabilitas antar-coder. Hasil: Data Google Trends menunjukkan bahwa minat pencarian terhadap partai politik mengalami fluktuasi signifikan pada berbagai tahapan penting pemilu. Lonjakan pencarian mencerminkan tingginya atensi publik terhadap informasi politik. Namun, tidak semua partai dengan volume pencarian tinggi memperoleh suara besar, sehingga keterkaitan antara pencarian digital dan perolehan suara hanya tampak pada partai tertentu. Hal ini mengindikasikan bahwa Google Trends lebih tepat digunakan sebagai indikator situasional untuk membaca brand interest, bukan sebagai cerminan langsung preferensi elektoral.
Pengaruh YouTube Jerome Polin terhadap pembentukan sikap sosial Generasi-Z di Kabupaten Garut Ghassani, Fildzah; Hasibuan, Hanis Syafikoh; Alifia, Nesa Nazwa; Nurhadi, Zikri Fachrul
Comdent: Communication Student Journal Vol 3, No 1 (2025): Mei 2025 - Oktober 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v3i1.61177

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya popularitas konten vlog Jerome Polin di YouTube, yang berpotensi mempengaruhi pembentukan sikap sosial pada Generasi - Z sebagai generasi yang terhubung erat dengan media digital. Generasi – Z cenderung mengkonsumsi konten digital secara aktif,termasuk vlog edukatif yang memberikan wawasan baru mengenai berbagai aspek. Jerome Polin ,seorang youtuber yang terkenal dengan konten edukasi, hiburan dan motivasi, mampu menarik perhatian audiens melalui pendekatan yang interaktif dan inspiratif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten vlog YouTube Jerome Polin terhadap pembentukan sikap sosial Generasi Z, dengan meninjau perannya sebagai media komunikasi digital yang mempengaruhi pola pikir dan perilaku audiens Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling dan melibatkan 60 responden berusia antara 12 hingga 27 tahun yang  aktif menonton konten Jerome Polin. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan hasilnya diuji menggunakan analisis korelasi, uji reliabilitas, validitas, dan regresi linier sederhana untuk mengetahui hubungan dan tingkat pengaruh variabel. Hasil: Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa konten vlog Jerome Pollin memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap pembentukan sikap sosial Generasi Z, dengan nilai korelasi sebesar 0,682 dan kontribusi variabel independen sebesar 46,5%. Responden menunjukkan peningkatan sikap sosial seperti empati, kerjasama, dan disiplin. Studi ini menyimpulkan bahwa konten edukatif dan inspiratif dalam vlog dapat menjadi media yang efektif untuk menumbuhkan sikap sosial yang lebih baik dikalangan Generasi - Z.