cover
Contact Name
Hotlina Nainggolan
Contact Email
jff@gunadarma.ac.id
Phone
+6221-78881112
Journal Mail Official
jff@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 29874718     EISSN : 29879914     DOI : https://doi.org/10.35760/jff
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika adalah jurnal yang melalui proses peninjauan. Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika ditujukan bagi para akademisi dan peneliti untuk mempublikasikan artikelnya yang merupakan teks asli dan belum pernah dipublikasikan di jurnal lain. Bidang yang tercakup dalam jurnal farmasi dan farmakoinformatika meliputi Farmasi Klinis dan Komunitas, Farmakologi, Teknologi Farmasi, Kimia Farmasi, Farmasi Bahan Alam, Manajemen Farmasi, dan Teknologi Informatika dibidang farmasi seperti Farmakoinformatika serta Bioinformatika dan Genetika.
Articles 35 Documents
Formulation And Determination Of The SPF Value Of Sunscreen Cream Spirulina platensis Microalgae Extract Ramdhiany, Nova Azizah; Tsurayya, Nadya
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 3, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2025.v3i1.12640

Abstract

Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari yang berlebihan akan meningkatkan produksi Reactive Oxygen Species (ROS) dan mengaktifkan makrofag untuk melepaskan enzim matriks metalloproteinase (MMP) yang terlibat dalam degradasi matriks ekstraseluler kulit, seperti pelepasan kolagen dan elastin. Dalam mengatasi hal tersebut, lapisan epidermis kulit menyediakan berbagai senyawa penyerap sinar UV salah satunya yaitu melanin. Tetapi produksi pigmen melanin yang berlebihan dapat menyebabkan hiperpigmentasi yang menyebabkan tanda-tanda penuaan kulit. Sehingga, untuk mencegah hiperpigmentasi diperlukan tabir surya. Mikroalga Spirulina platensis menjadi salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya karena mengandung flavonoid dan senyawa fenolik yang melimpah. Kandungan tersebut bermanfaat untuk menyerap sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak etanol 90% Spirulina platensis yaitu 6%, 7%, dan 8% terhadap nilai SPF krim tabir surya dengan krim yang tidak diberi ekstrak, karakteristik fisik dan stabilitas sediaan krim tabir surya. Hasil pengujian SPF tertinggi secara in vitro dari krim dengan konsentrasi ekstrak 8% yaitu sebesar 22,05 dengan kategori proteksi ultra, dan krim yang tidak diberi ekstrak nilai SPFnya sebesar 0,5. Hasil evaluasi krim tabir surya berekstrak yaitu berwarna hijau pekat kecoklatan, bau khas wangi spirulina kuat, konsistensinya lembut, homogen, pH 6, tipe emulsi M/A, daya lekat 2-7 detik, dan daya sebar 5 – 6 cm. Uji stabilitas dengan cycling test menunjukkan hasil semua krim tabir surya stabil.
Efek Antihiperglikemik Kombinasi Daun Afrika (Vernonia Amygdalina) dan Daun Suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) pada Tikus Sprague-Dawley yang Diinduksi Aloksan Mandagi, Novita; Nainggolan, Hotlina
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 3, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2025.v3i1.12497

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit dengan gejala hiperglikemia kronis. Indonesia memiliki kekayaan hayati melimpah, dengan beragam tumbuhan yang memiliki potensi sebagai obat alternatif untuk antihiperglikemi, diantaranya daun suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) dan daun afrika (Vernonia amygdalina). Kedua tumbuhan ini dilaporkan mempunyai efektivitas menurunkan kadar glukosa darah. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan uji kombinasi daun suruhan (Peperomia pellucida L.Kunth) dan daun afrika (Vernonia amygdalina) serta  dengan membandingkan efek antihiperglikeminya dengan obat antidiabetik oral. Sebanyak 30 ekor tikus jantan galur Sprague-Dawley digunakan. Tikus di induksi diabetes dengan menggunakan aloksan dosis 150 mg/kgBB. Tikus dikelompokkan menjadi 4 kelompok antara lain kelompok tikus normal tanpa induksi, kelompok tikus diabetes, kelompok tikus diabetes dengan ekstrak kombinasi daun afrika dosis 40 mg/kgBB dan daun suruhan dosis 200 mg/kgBB serta kelompok tikus diabetes dengan obat pembanding glibenklamid dosis 0.18 mg/kgBB. Pemberian ekstrak dan obat dilakukan setiap hari selama 28 hari. Kadar glukosa darah diukur diukur setiap 7 hari. Berdasarkan analisis data, diperoleh bahwa kelompok tikus diabetes dengan pemberian ekstrak kombinasi mengalami penurunan kadar glukosa darah yang signifikan nilai p = 0.027 (p < 0.050) dengan rerata 149,33 mg/dL. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kombinasi daun afrika dan daun suruhan memiliki penurunan kadar glukosa darah yang lebih besar dibanding dengan obat antidiabetik oral.
Front Matter Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol. 3 No. 1 Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika, Editorial
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 3, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi Penggunaan Antidiabetes Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Inap Di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob Ninia, Kriselda Evelyin; Oktavilantika, Dina Melia; Wijayanti, Rahayu
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 3, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2025.v3i1.12943

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit gangguan metabolik akibat penurunan sekresi insulin oleh sel ᵦ pankreas atau gangguan fungsi insulin. Penyakit DM ini menjadi penyebab utama kebutaan, penyakit jantung dan kerusakan ginjal, International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan 463 juta orang usia 20 sampai 79 tahun di dunia menderita DM pada tahun 2019, dan hasil survei World Health Organization (WHO) Indonesia adalah negara ranking 4 penyandang DM terbanyak. Sehingga penulisan penelitian ini bertujuan untuk evaluasi penggunaan terapi antidiabetes yaitu yang terdiri dari golongan metformin, , sulfonilurea, penghambat enzim sodium glucose co-transporter 2 (SGLT-2 inhibitor), penghambat alpha glukosidase, Thiazolidinedione, glucagon-like peptide-1 analog, penghambat dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4) dan insulin. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pola penggunaan dan rasionalitas antidiabetes pasien DMT2 di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, pengambilan sampel secara retrospektif. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pada analisis pola penggunaan diperoleh golongan antidiabetes yang paling banyak digunakan yaitu insulin , pola penggunaan obat tunggal paling banyak yaitu monoterapi insulin ditahun 2023, dan pola penggunaan obat kombinasi paling banyak yaitu kombinasi insulin. Kemudian pada analisis rasionalitas diperoleh tepat obat sebanyak 62%, tepat pasien 97,6%, tepat dosis 97,6% dan tepat interval waktu pemberian 97,6%.
Formulasi Krim Ekstrak Daun Johar (Cassia siamea Lamk.) Dengan Perbandingan Trietanolamin Dan Setil Alkohol Sebagai Antibakteri Staphylococcus aureus Puspitasary, Kiki; Murti, Rita Widiyasari; Novitasari, Meliana; Yulianto, Dwi Joko
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 3, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2025.v3i1.11342

Abstract

Daun johar mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Senyawa metabolit tersebut mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Senyawa-senyawa tersebut diambil dengan cara maserasi. Maserasi menggunakan pelarut etanol 96% selama 5 hari. Esktrak yang didapat kemudian dibuat menjadi sediaan krim. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi emulgator terhadap sifat fisik sediaan dan nilai daya hambat pertumbuhan bakteri setelah dibuat menjadi krim. Konsentrasi ekstrak daun johar disetiap formula adalah 8%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, ekstrak etanol daun johar dengan konsentrasi 8% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sebesar 14,9 mm. Krim yang dibuat menggunakan emulgator trietanolamin dan setil alkohol. Konsentrasi trietanolamin pada Formula I (2,5%), Formula II (3,0%), Formula III (4,0%). Konsentrasi setil alkohol pada Formula I (2,0%), Formula II (2,5%), Formula III (3,0%). Evaluasi fisik yang dilakukan yaitu organoleptis, homogenitas, viskositas, pH, daya sebar dan daya lekat, serta dilakukan uji aktivitas antibakteri. Hasil data diolah secara statistik menggunakan One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formula III memiliki stabilitas yang paling baik. Hal ini dikarenakan kombinasi 2 emulgator yang mempunyai sifat saling mendukung, yaitu mampu meningkatkan konsistensi sediaan dan memiliki bentuk yang stabil. Formula I memberikan hasil daya hambat yang paling tinggi yaitu 16,8 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun johar dapat dibuat sediaan krim dan adanya perbedaan konsentrasi emulgator dapat mempengaruhi stabilitas dan aktivitas antibakteri sediaan krim.

Page 4 of 4 | Total Record : 35