cover
Contact Name
Hotlina Nainggolan
Contact Email
jff@gunadarma.ac.id
Phone
+6221-78881112
Journal Mail Official
jff@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 29874718     EISSN : 29879914     DOI : https://doi.org/10.35760/jff
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika adalah jurnal yang melalui proses peninjauan. Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika ditujukan bagi para akademisi dan peneliti untuk mempublikasikan artikelnya yang merupakan teks asli dan belum pernah dipublikasikan di jurnal lain. Bidang yang tercakup dalam jurnal farmasi dan farmakoinformatika meliputi Farmasi Klinis dan Komunitas, Farmakologi, Teknologi Farmasi, Kimia Farmasi, Farmasi Bahan Alam, Manajemen Farmasi, dan Teknologi Informatika dibidang farmasi seperti Farmakoinformatika serta Bioinformatika dan Genetika.
Articles 35 Documents
Formulasi Masker Gel Peel-Off Ekstrak Daun Meniran (Phyllanthus niruri L.) dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus Syifa Auliani; Rachmi Ridho
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2023.v1i1.8069

Abstract

Meniran (Phyllanthus niruri L.) mengandung beberapa senyawa kimia seperti alkaloid, tannin, flavonoid, dan saponin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat. Masker gel peel-off merupakan sediaan masker yang dapat merawat kulit wajah dan mempunyai keuntungan yaitu penggunaannya yang mudah dan praktis karena dapat langsung diangkat setelah mengering di atas lapisan kulit. Masker gel peel-off dalam formulasinya menggunakan bahan PVA sebagai pembentuk lapisan film. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan masker gel peel-off ekstrak daun meniran yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar ekstrak daun meniran 15% mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Formulasi masker gel peel-off ekstrak daun meniran dengan konsentrasi PVA 12% merupakan sediaan yang memiliki karakteristik paling baik disbanding formulasi lainnya dilihat dari parameter organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, serta waktu sediaan mongering. Uji stabilitas sediaan dengan metode cycling test menunjukkan bahwa formulasi masker gel peel-off ekstrak daun meniran stabil selama masa penyimpanan.
Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Cutibacterium acne Fitriyanti, Fitriyanti; Ayunda, Feradella; Susiani, Eka Fitri
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2024.v2i2.10729

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun sirsak (Annona muricata L.). Daun sirsak telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional di Indonesia dan di berbagai negara. Daun sirsak mempunyai manfaat sebagai antibakteri penyebab jerawat. Jerawat merupakan gangguan kulit yang disebabkan adanya sekresi kelenjar sebum yang menyumbat pori-pori kulit sehingga terjadinya pembengkakan pada kulit. Bakteri yang sering menyebabkan infeksi jerawat adalah bakteri Cutibacterium acne. C. acne merupakan jenis bakteri gram positif dan digolongkan sebagai anaerob. Penelitian ini juga melakukan uji skrinning terhadap ekstrak daun sirsak yang menghasilkan senyawa flavonoid, saponin, dan tanin. Uji zona hambat dilakukan dengan metode sumuran dengan berbagai macam konsentrasi dari 1%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, dan 40%, kontrol positif yaitu klindamisin 2µg, dan kontrol negatif yaitu Na-cmc. Hasil dari uji uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun sirsak memiliki efektivitas antibakteri C. acne pada konsentrasi 1%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, dan 40% dengan diameter zona hambat senilai 2,3 mm; 2,3 mm; 5 mm; 7 mm; 8,167mm; 9,3 mm; 12 mm; 8,3 mm; dan 12 mm.
Formulasi Masker Gel Peel-Off Kombinasi Ekstrak Jahe Merah Dan Bengkuang Serta Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Propionibacterium acnes Andresya, Novia; Hartianty, Eka Pebi
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2024.v2i2.11093

Abstract

Jahe merah dan bengkuang masing-masing mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Salah satu bakteri penyebab jerawat yaitu bakteri Propionibacterium acnes. Masker gel peel-off merupakan sediaan masker yang dapat merawat kulit wajah dan memiliki keunggulan mudah dan praktis digunakan karena dapat langsung dilepas setelah mengering pada lapisan kulit. Uji aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes menggunakan metode sumuran. Sediaan masker gel peel-off menggunakan PVA sebagai pembentuk film.  Pembuatan formula sediaan masker gel peel-off kombinasi ekstrak jahe merah dan bengkuang pada konsentrasi 20% dengan menggunakan variasi konsentrasi PVA 10%, 12%, dan 14% sebagai gelling agent. Uji sediaan meliputi parameter organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, waktu pengeringan sediaan, uji iritasi, uji hedonik, uji stabilitas, dan uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitan menunjukkan bahwa formulasi masker gel peel-off kombinasi ekstrak jahe merah dan bengkuang dengan konsentrasi PVA 12% merupakan sediaan yang memiliki karakteristik paling baik dibandingkan dengan formulasi dengan konsentrasi PVA 10% dan 14%.
Front Matter Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol. 2 No. 2, 2024 Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika, Editorial
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formulasi Toner Wajah Esktrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Nurjanah, Linda; Oktavilantika, Dina Melia
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2024.v2i2.9731

Abstract

Jerawat merupakan penyakit kronik pada kulit yang berkaitan dengan produksi sebum berlebih sehingga terjadi penyumbatan folikel polisebasea yang memicu aktivitas bakteri penyebab jerawat. Salah satu bakteri yang berperan adalah bakteri Propionibacterium acnes. Tanaman pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) memiliki kandungan senyawa aktif yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tannin dan polifenol yang berkhasiat sebagai antibakteri. Toner wajah merupakan formulasi kosmetik cair yang dirancang sebagai penyempurna setelah pembersihan wajah dan sebagai pelembab untuk mengontrol produksi sebum. Dalam penelitian ini, ekstrak daun pandan wangi diformulasikan menjadi sediaan toner wajah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gliserin  F1 (10%), F2 (15%) dan F3 (20%) terhadap sifat fisik sediaan toner yang meliputi uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas dan uji stabilitas setelah dilakukan cycling test selama 6 siklus serta untuk mengetahui aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Uji aktivitas antibakteri pada penelitian ini menggunakan metode difusi sumuran dengan kontrol positif klindamisin 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toner wajah ekstrak daun pandan wangi memenuhi syarat uji pH dan uji homogenitas serta tetap stabil setelah dilakukan cycling test. Sediaan toner wajah ekstrak daun pandan wangi pada F1, F2 dan F3 memiliki kemampuan dalam menghambat bakteri Propionibacterium acnes dengan diameter zona hambat berturut-turut 8,50 mm, 8,57 mm, dan 9,05 mm. Konsentrasi gliserin sebagai humektan dalam sediaan toner wajah ekstrak daun pandan wangi mempunyai pengaruh terhadap diameter zona hambat yang dihasilkan yang ditandai dengan seiring bertambahnya konsentrasi gliserin, diameter zona hambat juga meningkat, akan tetapi tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap sifat fisik pada sediaan.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Sabut Kelapa (Cocos nucifera Linn.) Terhadap Bakteri Cutibacterium acnes Farhah, Amelia; Mardiyanti, Siti
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2024.v2i2.9732

Abstract

Cutibacterium acnes is the main bacteria that causes acne. Acne is a skin infection that is common and often complained about. Acne is an obstructive skin disease and chronic inflammation of the pilosebaceous glands, which is characterized by the appearance of comedones, papules, pustules and nodules. Treatment of acne can be done with the help of antibiotics. However, continuous use of antibiotics can cause resistance. This study aims to test the antibacterial activity by using natural ingredients, namely ethanol extract of coconut husk (Cocos nucifera L.) against Cutibacterium acnes. The study was carried out by extracting coconut husk simplicia using maceration method using 96% ethanol solvent. From the extraction results obtained, the antibacterial activity was then tested using the well diffusion method. The results obtained were that the ethanol extract of coconut husk contained tannins, flanonoids, saponins and terpenoids. The results of the antibacterial activity test showed that 7.5% coconut husk ethanol extract produced an inhibitory zone diameter of 7.05 mm, 10% extract produced an inhibitory zone diameter of 13.05 mm, and 12.5% extract produced an inhibitory zone diameter of 14 . 15 mm with strong antibacterial properties.
Artikel Review: Penerapan Paired t-test pada Penelitian Farmasi Cestya Nurba'id, Anggun Rusfikadewi; Nafilah, Zumrotin; Magdalena, Maria; Nisyak, Hesti Khoirotun; Lailatul, Sevi; Mutmainah, Rosalina; Ghurri, Ainul; Andriana, Laily Mita; Ningsih, Arista Wahyu
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2024.v2i2.10072

Abstract

Uji paired sampel t-test merupakan salah satu metode pengujian yang digunakan untuk mengkaji keefektifan perlakuan yang ditandai dengan adanya perbedaan rata-rata sebelum dan rata-rata sesudah yang telah diberikan perlakuan. Tujuan dari artikel review ini adalah untuk mendiskusikan tentang penerapan metode paired t-test dalam penelitian farmasi. Penelitian farmasi sering kali melibatkan perbandingan hasil sebelum dan setelah intervensi pada kelompok pasien atau percobaan laboratorium. Metode uji paired t-test di susun menggunakan beberapa literatur riview jurnal di bidang ke farmasian yang relevan menggunakan metode uji paired t- test. Rentang waktu yang digunakan adalah 2016 - 2022 atau enam tahun terakhir. Pencarian jurnal ini menggunakan platform seperti google scholar, simetic scholar dengan beberapa kata kunci yaitu: paired t- test, uji paired t- test di bidang kefarmasian. Hasil yang di dapat pada artikel riview paired t- test ini ialah, untuk mengetahui perbedaan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi (p = 0,000) dibandingkan kelompok kontrol dan dapat mengetahui sebelum dan sesudah diberikan perlakuan suatu penelitian dengan perbedaan yang bermakna. Kesimpulan yang di dapat dari artikel riview uji paired t- test adalah secara signifikan yaitu mempengaruhi atau mengalami perubahan yang signifikan.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Daun Meniran (Phyllanthus niruri L.) Terhadap Bakteri Cutibacterium acnes Penyebab Jerawat Putri, Denis Syah; Mardiyanti, Siti
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2024.v2i2.9738

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang menjadi banyak perhatian dari berbagai kalangan. Jerawat adalah penyakit inflamasi kronis folikel pilosebasea yang ditandai dengan terbentuknya papul, pustul ataupun nodul. Jerawat dapat terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah infeksi bakteri. Cutibacterium acnes merupakan bakteri gram positif yang memiliki peran utama dalam patogenesis jerawat. Pengobatan jerawat dapat dilakukan dengan berbagai cara baik dengan sediaan topikal maupun oral. Akan tetapi pengobatan tersebut memiliki efek samping berbahaya seperti terjadinya resistensi bakteri. Oleh karena itu, bahan alam menjadi alternatif dalam pengobatan jerawat. Meniran (Phyllanthus niruri L.) merupakan bahan alam yang secara tradisional digunakan untuk berbagai pengobatan, salah satunya adalah  sebagai antijerawat. Tanaman meniran mengandung senyawa flavonoid, terpenoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang dapat bertindak sebagai agen antibakteri pada bakteri penyebab jerawat. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun meniran terhadap bakteri Cutibacterium acnes. Daun meniran diekstraksi menggunakan metode maserasi dan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Cutibacterium acnes dengan menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun meniran memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Cutibacterium acnes yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi ekstrak
Analisis Penerapan Penyimpanan Obat High Alert dan Potensi Kejadian Medication Errors Pada Penyimpanan Obat High Alert di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob Melina, Citra; Hartianty, Eka Pebi; Wijayanti, Rahayu
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 3, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2025.v3i1.12942

Abstract

Penyimpanan merupakan suatu langkah menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan sediaan farmasi yang dinilai aman dari pencurian dan gangguan fisik yang bisa merusak mutu obat sehingga penyimpanan obat harus dilakukan dengan baik dan benar, khususnya obat high alert jika terjadi kesalahan dalam pengelolaannya maka berpotensi menimbulkan medication error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan penyimpanan obat high alert dan potensi kejadian medication error pada penyimpanan obat high alert. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan penelitian observasional secara langsung, jenis obat yang diteliti yaitu obat high alert dengan lokasi penelitian di gudang obat, instalasi farmasi rawat inap dan rawat jalan. Hasil yang diperoleh pada kategori LASA nama obat sama kekuatan berbeda sebesar 70,98% di gudang obat, 71,54% di instalasi rawat inap dan 71,12% di instalasi rawat jalan. Kategori obat LASA nama obat mirip (sound alike) sebesar 71,74% di gudang obat, 71,74% di instalasi rawat inap dan 74,64% di instalasi rawat jalan. Kategori obat LASA kemasan obat mirip (look alike) sebesar 71,43% di gudang obat, 72,62% di instalasi rawat inap dan 76,19% di instalasi rawat jalan. Kategori elektrolit konsentrat sebesar 100% di gudang obat dan instalasi rawat inap. Kategori risiko tinggi sebesar 73% di gudang obat, 76% di instalasi rawat inap dan 70% di instalasi rawat jalan. Kategori narkotika sebesar 100% di gudang obat, instalasi rawat inap dan instalasi rawat jalan. Dapat disimpulkan bahwa potensi medication error pada penyimpanan obat high alert terdapat pada kategori LASA dan risiko tinggi, sedangkan pada kategori elektrolit konsentrat dan narkotika tidak berpotensi adanya medication error.
Formulasi, Uji Stabilitas, Dan Sifat Fisik Emulsi Minyak Jarak (Ricinus Communis. L) Dengan Variasi Emulgator Endrasti, Gresia Adriel; Mardiyanti, Siti
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 3, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2025.v3i1.12590

Abstract

Emulsi merupakan suatu sistem heterogen yang secara termodinamika tidak stabil, terdiri dari paling sedikit dua fase cairan yang tidak bercampur. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi, melakukan uji stabilitas, dan mengevaluasi sifat fisik emulsi minyak jarak (Ricinus communis. L) dengan variasi emulgator. Tiga jenis emulgator yang digunakan adalah Na-CMC, kombinasi Tween 80 dan Span 80, serta PGA (gom arab), dengan variasi konsentrasi. Evaluasi dilakukan terhadap organoleptik, homogenitas, pH, tipe emulsi, dan dilakukan uji stabilitas fisik. Uji stabilitas fisik dilakukan selama 4 minggu, dengan pengamatan sediaan dilakukan setiap minggu, dari minggu pertama hingga minggu keempat pada suhu kamar (25-35°C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan emulgator sangat berpengaruh terhadap stabilitas dan kualitas fisik emulsi yang dihasilkan. Uji stabilitas diperlukan untuk menilai ketahanan produk emulsi selama periode penyimpanan. Hasil penelitian stabilitas sediaan dari ketiga emulgator yang paling terbaik adalah PGA (Gom Arab) dengan konsentrasi 30%. 

Page 3 of 4 | Total Record : 35