cover
Contact Name
Lukmanul Hakim
Contact Email
lukmanizm@gmail.com
Phone
+6285717079887
Journal Mail Official
minhajpustaka@gmail.com
Editorial Address
Permata Tangerang, Jl. Pandawa II No.97, Gelam Jaya, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten 15562.
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Published by CV. Minhaj Pustaka
ISSN : -     EISSN : 30310881     DOI : 10.62083
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences is a peer-reviewed journal published four times a year (January-March; April-June; July-September; and October-December) by CV. Minhaj Pustaka. Masterpiece is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Islamic studies and social sciences. Masterpiece provides a forum for academics and professionals to share the latest developments and advances in knowledge and practice of Islamic studies and social sciences, both theory and methods. It aims to foster the exchange of ideas on a range of essential subjects and to provide a stimulus for research in the further development of international perspectives. The covered domains but not limited to, such as; Islamic Theology and Philosophy, Islamic Education, Social Sciences in Islamic Contexts, Cultural Studies and Arts, Contemporary Issues, Interfaith Dialogue.
Articles 55 Documents
Perencanaan Pembelajaran PAI Berbasis Blended Learning: Studi Pada Sekolah Menengah Atas di Era Pasca Pandemi Azka Azkiya; Zuyina Huda; Mar’atul Izwah; Akhdan Nurrahman; Dodi Ardiayansyah
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v4i2.305

Abstract

In the early days of Covid-19, Learning in the world of Education Indonesia switched to online learning with some Obstacles felt by   students and teachers, so that Learning is carried out again with face-to-face learning. Face, so that for the first time using the blended learning model in learning. Based on that, this research examines in depth about "Planning of blended learning model in Islamic Religious Education Learning." This research includes planning, implementation, evaluation as well as the advantages and disadvantages of the blended learning model in Islamic Religious Education. This research uses a qualitative research method with a library study type approach. This research shows that the planning of the blended learning model is to form a blended learning team, including training related to the use of applications to prepare learning tools (RPP), learning materials and media, giving online assignments, and selecting learning applications. The implementation of the blended learning model in Islamic Religious Education consists of introductory activities, core activities, and closing activities. Based on the research results, it was found that there are shortcomings and advantages of the blended learning model in Islamic Education learning.   Abstraksi Pada masa awal pandemi Covid-19, proses pembelajaran di dunia pendidikan Indonesia beralih menjadi pembelajaran daring (online). Dalam pelaksanaannya, baik siswa maupun guru mengalami berbagai kendala sehingga pembelajaran kemudian kembali dilaksanakan secara tatap muka. Kondisi tersebut mendorong penerapan model blended learning, yaitu perpaduan antara pembelajaran daring dan tatap muka. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengkaji secara mendalam tentang “Perencanaan Model Blended Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)”. Penelitian ini mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta kelebihan dan kekurangan model blended learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan model blended learning dilakukan dengan membentuk tim pelaksana blended learning, menyelenggarakan pelatihan terkait penggunaan aplikasi pembelajaran, menyiapkan perangkat pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), materi dan media pembelajaran, merancang pemberian tugas secara daring, serta memilih aplikasi yang sesuai untuk mendukung proses pembelajaran. Pelaksanaan model blended learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup yang memadukan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa model blended learning memiliki berbagai kelebihan, seperti fleksibilitas waktu dan tempat belajar serta peningkatan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Namun, model ini juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain keterbatasan akses internet, ketersediaan perangkat teknologi, serta perbedaan kemampuan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran.
Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PAI Berbasis Project-Based Learning dalam Meningkatkan Kompetensi Abad 21 Andien Dhita Ayu Pratiwi; Toriq Eggie Nashoha; Muhammad rizki Ramadhan; Haekhal Nur Siddiq; Muhammad Khaerul Jidan; Milana Abdillah Subarkah
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v4i2.306

Abstract

This study aims to analyze the Project-Based Learning (PjBL) based Islamic Religious Education Lesson Plan (RPP) and assess the extent to which the document integrates 21st-century skills. The research employs a qualitative approach through document analysis, using a single PAI RPP based on PjBL as the data source, supplemented by the syllabus, project assessment sheets, and teacher reflections for triangulation. The results indicate that the RPP structure complies with learning device standards and has implemented PjBL syntax in the core activities. However, some steps, such as process monitoring and final reflection, have not been explained in detail. The RPP has also integrated aspects of 21st-century competencies such as collaboration, communication, creativity, and problem-solving, although authentic assessment indicators and instruments have not been clearly formulated. Overall, the application of PjBL in the RPP leads to active, innovative, and contextual learning but still requires improvements, especially in assessment and reflection aspects, to be more optimal.   Abstraksi Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pendidikan Agama Islam berbasis Project-Based Learning (PjBL) serta menilai sejauh mana dokumen tersebut mengintegrasikan keterampilan abad 21. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen, dengan sumber data berupa satu RPP PAI berbasis PjBL yang dilengkapi silabus, lembar penilaian proyek, dan refleksi guru sebagai triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur RPP telah sesuai dengan standar perangkat pembelajaran dan sudah menerapkan sintaks PjBL dalam kegiatan inti. Namun beberapa langkah, seperti monitoring proses dan refleksi akhir, belum dijelaskan secara rinci. RPP juga telah mengintegrasikan aspek kompetensi abad 21 seperti kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan pemecahan masalah, meskipun indikator dan instrumen penilaian autentik belum dirumuskan secara jelas. Secara keseluruhan, penerapan PjBL dalam RPP sudah mengarah pada pembelajaran aktif, inovatif, dan kontekstual, tetapi masih memerlukan perbaikan terutama pada aspek penilaian dan refleksi agar lebih optimal.
Penerapan Model Perencanaan Pembelajaran PAI Berbasis Problem Solving dalam Menghadapi Isu-Isu Moral Generasi Z Haidar Nailal Fawaz; Salman Khairul Hikam; Muhammad Ibnu Ali Huseini; Milana Abdillah Subarkah
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v4i2.309

Abstract

This research aims to formulate a pedagogical transformation in Islamic Religious Education (IRE) to strengthen the morality of Generation Z amidst digital disruption. The phenomenon of moral crisis, such as the degradation of social empathy and value relativism, has become a significant sociological challenge within the massive information ecosystem. However, the effectiveness of IRE is often hindered by conventional teaching methods that are normative, doctrinal, and one-way. Using a library research method, this study analyzes the integration of the problem-solving model as a relevant instrument for character building. The results indicate that the problem-solving model successfully shifts the learning paradigm to be more dialectical and student-centered. This approach enables students to internalize Islamic values as practical solutions to the empirical problems they encounter in real life. In conclusion, transformation through problem-based learning models is essential to bridge religious teachings with digital social realities to form a comprehensive moral integrity in Generation Z.   Abstraksi Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan transformasi pedagogis dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) guna memperkuat moralitas Generasi Z di tengah disrupsi digital. Fenomena krisis moral, seperti degradasi empati sosial dan relativisme nilai, menjadi tantangan sosiologis yang tidak dapat diabaikan dalam ekosistem informasi yang masif. Namun, efektivitas PAI saat ini sering kali terhambat oleh metode pembelajaran konvensional yang bersifat normatif, doktriner, dan searah. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan (library research), penelitian ini menganalisis integrasi model problem solving sebagai instrumen penguatan karakter yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model problem solving mampu mengubah paradigma pembelajaran menjadi lebih dialektis dan berpusat pada siswa (student-centered). Pendekatan ini memungkinkan peserta didik untuk menginternalisasi nilai-nilai Islam sebagai solusi praktis atas problematika empiris yang mereka hadapi dalam kehidupan nyata. Kesimpulannya, transformasi melalui model pembelajaran berbasis masalah menjadi esensial untuk menjembatani ajaran agama dengan realitas sosial digital guna membentuk integritas moral yang komprehensif pada Generasi Z.
Evaluasi Implementasi Perencanaan Pembelajaran PAI Menggunakan Platform Digital: Studi Kasus Madrasah Aliyah Messidyanto Abdurrohim; Ulil Abshor; Lillatun Ni’mah Salsabila Salsabila; Indah Safira; Sulhatun Naajiyah
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v4i2.310

Abstract

The digital era demands changes and adjustments in the implementation of education, including in the planning and implementation of Islamic Religious Education (PAI) learning in Madrasah Aliyah. This article aims to evaluate the implementation of PAI learning planning using digital platforms with a focus on three main aspects, namely: (1) teacher readiness and adaptation in designing digital-based PAI learning planning; (2) utilization of digital platforms in supporting the implementation and evaluation of PAI learning; and (3) various challenges, impacts, and strategic recommendations needed for PAI learning planning to run effectively and sustainably. This research uses a qualitative approach with a case study type through the collection of library data and online qualitative data involving PAI teachers, students, and elements of madrasah management. The results of the study indicate that the implementation of PAI learning planning based on digital platforms has begun and received a relatively positive response from teachers and students, because it is able to increase planning flexibility, the effectiveness of learning implementation, and student involvement in the learning process. However, this implementation still faces various obstacles, such as limited access and technological infrastructure, differences in the digital competency capabilities of teachers and students, technical obstacles in the use of platforms, and less than optimal integration of Islamic values in the planning, implementation, and evaluation of digital-based learning. In conclusion, digitalization of Islamic Religious Education (PAI) lesson planning cannot be interpreted simply as the use of technology, but needs to be directed at strengthening character, spirituality, and the goals of Islamic education. Therefore, it is necessary to improve teachers' digital competencies, align technological infrastructure, develop digital-based PAI content with pedagogical and Islamic values, and plan evaluations that are appropriate to the context of digital learning in Madrasah Aliyah (Islamic Senior High School) environments on an ongoing basis.   Abstraksi Era digital menuntut adanya perubahan dan penyesuaian dalam pelaksanaan pendidikan, termasuk dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Aliyah. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan perencanaan pembelajaran PAI menggunakan platform digital dengan fokus pada tiga aspek utama, yaitu: (1) kesiapan dan adaptasi guru dalam merancang perencanaan pembelajaran PAI berbasis digital; (2) pemanfaatan platform digital dalam mendukung pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran PAI; dan (3) berbagai tantangan, dampak, dan rekomendasi strategis yang dibutuhkan agar perencanaan pembelajaran PAI dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus melalui pengumpulan data pustaka dan data kualitatif daring yang melibatkan guru PAI, siswa, dan unsur-unsur manajemen madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perencanaan pembelajaran PAI berbasis platform digital telah mulai dilaksanakan dan mendapat respons yang relatif positif dari guru dan siswa, karena mampu meningkatkan fleksibilitas perencanaan, efektivitas pelaksanaan pembelajaran, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Namun, implementasi ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses dan infrastruktur teknologi, perbedaan kemampuan kompetensi digital guru dan siswa, kendala teknis dalam penggunaan platform, dan integrasi nilai-nilai Islam yang kurang optimal dalam perencanaan, implementasi, dan evaluasi pembelajaran berbasis digital. Kesimpulannya, digitalisasi perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak dapat diartikan hanya sebagai penggunaan teknologi, tetapi perlu diarahkan pada penguatan karakter, spiritualitas, dan tujuan pendidikan Islam. Oleh karena itu, perlu meningkatkan kompetensi digital guru, menyamakan infrastruktur teknologi, mengembangkan konten PAI berbasis digital dengan nilai-nilai pedagogis dan Islam, serta merencanakan evaluasi yang sesuai dengan konteks pembelajaran digital di lingkungan Madrasah Aliyah secara berkelanjutan
Perencanaan Pembelajaran PAI Berbasis Authentic Assessment dalam Mengukur Kompetensi Spiritual dan Sosial Siswa Fairuz Azman; Ahmad Haikal; Lulu Agustini; Amelia Pangesti
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v4i2.319

Abstract

Lesson planning in Islamic Religious Education (IRE) plays a strategic role in developing students’ spiritual and social competencies in a holistic manner. However, assessment practices in IRE learning are still predominantly oriented toward cognitive aspects, so they have not fully measured the implementation of Islamic values in real-life contexts. Therefore, authentic assessment emerges as a relevant approach to support comprehensive evaluation in IRE learning. This study aims to examine the concept and strategies of IRE lesson planning based on authentic assessment in measuring students’ spiritual and social competencies. The research employs a library research method by reviewing scholarly sources, including academic journals, reference books, and previous studies related to authentic assessment and Islamic Religious Education. The data were analyzed through processes of reviewing, comparing, and synthesizing experts’ ideas. The findings indicate that authentic assessment provides a more comprehensive depiction of students’ development across cognitive, affective, and psychomotor domains through various techniques such as observation, performance assessment, projects, self-reflection, and portfolios. Thus, IRE lesson planning based on authentic assessment can be considered an effective strategy for achieving the holistic objectives of Islamic education.   Abstraksi Perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam mengembangkan kompetensi spiritual dan sosial peserta didik secara holistik. Namun, praktik penilaian dalam pembelajaran PAI masih cenderung berorientasi pada aspek kognitif, sehingga belum sepenuhnya mampu mengukur pengamalan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu, autentik assessment menjadi pendekatan yang relevan untuk mendukung evaluasi pembelajaran PAI yang menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep dan strategi perencanaan pembelajaran PAI berbasis autentik assessment dalam mengukur kompetensi spiritual dan sosial peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menelaah jurnal ilmiah, buku referensi, dan penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis melalui proses pengkajian, perbandingan, dan sintesis gagasan para ahli. Hasil kajian menunjukkan bahwa autentik assessment mampu memberikan gambaran komprehensif terhadap perkembangan peserta didik pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik melalui teknik observasi, penilaian kinerja, proyek, refleksi diri, dan portofolio. Dengan demikian, perencanaan pembelajaran PAI berbasis autentik assessment efektif dalam mewujudkan tujuan pendidikan Islam yang holistik.