cover
Contact Name
Lukmanul Hakim
Contact Email
lukmanizm@gmail.com
Phone
+6285717079887
Journal Mail Official
minhajpustaka@gmail.com
Editorial Address
Permata Tangerang, Jl. Pandawa II No.97, Gelam Jaya, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten 15562.
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Published by CV. Minhaj Pustaka
ISSN : -     EISSN : 30310881     DOI : 10.62083
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences is a peer-reviewed journal published four times a year (January-March; April-June; July-September; and October-December) by CV. Minhaj Pustaka. Masterpiece is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Islamic studies and social sciences. Masterpiece provides a forum for academics and professionals to share the latest developments and advances in knowledge and practice of Islamic studies and social sciences, both theory and methods. It aims to foster the exchange of ideas on a range of essential subjects and to provide a stimulus for research in the further development of international perspectives. The covered domains but not limited to, such as; Islamic Theology and Philosophy, Islamic Education, Social Sciences in Islamic Contexts, Cultural Studies and Arts, Contemporary Issues, Interfaith Dialogue.
Articles 50 Documents
Dakwah Muhammadiyah melalui Pendidikan Aziz, Fikri; Abdus Salam, Wahid; Laras Cantika, Pelangi; Uyun, Zahratul
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v3i4.183

Abstract

This paper discusses how Muhammadiyah carries out its Islamic mission through education. Since its inception, Muhammadiyah has viewed education as an important means to spread enlightening Islamic teachings and answer the challenges of the times. Through the da'wah bil hal approach, Muhammadiyah not only conveys Islamic values ​​verbally or in writing, but also through real actions such as establishing schools, hospitals, and other social institutions. The education developed by Muhammadiyah combines religious knowledge and general knowledge, with the aim of producing a generation that is faithful, moral, and intellectually capable. This study uses a literature study method to examine Muhammadiyah's contribution in the field of education and its impact on society. The results of the study show that Muhammadiyah's educational approach has succeeded in creating an effective, progressive, and relevant da'wah model to date. Abstrak Tulisan ini membahas bagaimana Muhammadiyah menjalankan misi dakwah Islam melalui jalur pendidikan. Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah telah memandang pendidikan sebagai sarana penting untuk menyebarkan ajaran Islam yang mencerahkan dan menjawab tantangan zaman. Melalui pendekatan dakwah bil hal, Muhammadiyah tidak hanya menyampaikan nilai-nilai Islam secara lisan atau tulisan, tetapi juga melalui tindakan nyata seperti pendirian sekolah, rumah sakit, dan lembaga sosial lainnya. Pendidikan yang dikembangkan Muhammadiyah memadukan ilmu agama dan ilmu umum, dengan tujuan mencetak generasi yang beriman, berakhlak, dan cakap secara intelektual. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk menelaah kontribusi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan dan dampaknya terhadap masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan Muhammadiyah telah berhasil menciptakan model dakwah yang efektif, progresif, dan relevan hingga saat ini.
Peran Ekonomi Sosial Muhammadiyah dalam Membangun Kemandirian Umat: Tinjauan Konseptual dan Teoritis Raden Muhammad Romadhon; Trya Ramadina HR; Reza Satria Hakim; Abdillah Subarkah, Milana
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v3i4.189

Abstract

This study examines the socio-economic contribution of Muhammadiyah in promoting community self-reliance through a qualitative literature-based approach. Data were derived from secondary literature spanning 2020-2025, including accredited journals, academic books, and institutional documents analyzed thematically. The research identifies three main findings: first, economic empowerment grounded in Islamic values such as ta'awun and social justice; second, institutional strengthening through Islamic microfinance institutions (BMT) and sharia cooperatives; third, challenges in integrating business enterprises and adopting digital technology. Theoretically, this study enriches the discourse on Islamic Social Capital within religious organizations, demonstrating the operationalization of spiritual values into a framework for community-based economic development. Practical implications include the need for institutional synergy, optimization of the Economic Council, and digitalization of governance. Further empirical research is recommended to validate the model contextually.   Abstrak Penelitian ini mengkaji kontribusi sosial-ekonomi Muhammadiyah dalam mendorong kemandirian umat melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka. Data bersumber dari literatur sekunder periode 2020-2025, meliputi jurnal terakreditasi, buku akademik, dan dokumen kelembagaan yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga temuan utama: pertama, pemberdayaan ekonomi berlandaskan nilai Islam seperti ta'awun dan keadilan sosial; kedua, penguatan kelembagaan melalui BMT dan koperasi syariah; ketiga, tantangan integrasi amal usaha dan adopsi teknologi digital. Secara teoretis, studi ini memperkaya diskursus Islamic Social Capital dalam konteks organisasi keagamaan, menunjukkan operasionalisasi nilai spiritual menjadi kerangka pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Implikasi praktis mencakup perlunya sinergi kelembagaan, optimalisasi Majelis Ekonomi, dan digitalisasi tata kelola. Penelitian lanjutan dengan pendekatan empiris direkomendasikan untuk validasi model secara kontekstual.
Dampak Stunting Terhadap Kecerdasan Anak Dalam Perspektif Islam Abu Khurairoh; Hermawan
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v3i4.198

Abstract

Stunting is a condition of impaired growth in children caused by chronic malnutrition, recurrent infections, and inadequate stimulation. This issue not only affects a child's physical development but also hinders their cognitive and intellectual growth, ultimately impacting their future quality of life and productivity. From an Islamic perspective, safeguarding children's health and intelligence is a parental and societal responsibility, aligned with the principles of Maqasid al-Sharia, particularly the preservation of progeny (hifzh al-nasl) and intellect (hifzh al-'aql). This article examines the effects of stunting on children's intellectual development and proposes preventive solutions based on Islamic teachings. These solutions include ensuring proper nutrition from pregnancy, exclusive breastfeeding, parenting practices guided by religious principles, and community support in preventing stunting. The Islamic approach to addressing stunting emphasizes the balance between physical, spiritual, and social aspects, enabling children to thrive holistically. Therefore, stunting prevention is not just an individual duty but also a collective responsibility in nurturing a healthy, intelligent, and morally upright generation in accordance with Islamic values. Abstrak Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi yang tidak memadai. Masalah ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak tetapi juga menghambat perkembangan kognitif dan kecerdasannya, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas hidup dan produktivitasnya di masa depan. Dalam perspektif Islam, menjaga kesehatan dan kecerdasan anak merupakan tanggung jawab orang tua dan masyarakat selaras dengan prinsip Maqashid Syariah, khususnya dalam menjaga keturunan (hifzh al-nasl) dan akal (hifzh al-'aql). Artikel ini mengkaji dampak stunting terhadap perkembangan intelektual anak serta menawarkan solusi pencegahan berbasis nilai-nilai Islam. Solusi tersebut mencakup pemenuhan gizi yang baik sejak masa kehamilan, pemberian ASI eksklusif, pola asuh yang sesuai dengan tuntunan agama, serta peran komunitas dalam mendukung keluarga untuk mencegah stunting. Pendekatan Islami dalam penanganan stunting menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek fisik, spiritual, dan sosial, sehingga anak dapat tumbuh optimal secara jasmani dan rohani. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari amanah kolektif dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Revitalisasi Peran Organisasi Keagamaan Muhammadiyah dalam Penguatan Karakter Generasi Z Ridho Widarto; Angga Yuliadi Prima; Shinta Puspita Sari
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v3i4.201

Abstract

This study aims to explore the role of the Islamic organization Muhammadiyah in strengthening the character of Generation Z amid the challenges of digital disruption and value transformation. The declining internalization of Islamic values among youth—particularly those born in the digital ecosystem—forms the critical background of this research. Employing a qualitative approach using a narrative literature study, this research analyzes social, ideological, and cultural narratives found in academic texts, institutional reports, and Muhammadiyah’s dakwah literature published between 2020 and 2025. Data were collected through systematic document analysis from scholarly journals, books, official speeches, and relevant prior studies, selected using purposive sampling and expanded via snowball literature tracking. Data analysis was conducted using thematic analysis following the Miles and Huberman model, including data reduction, display, and verification. The findings reveal three key themes: (1) the relevance of religious values within Generation Z’s digital reality, (2) the importance of revitalizing community-based character education, and (3) ideological-institutional barriers in the internalization of values. This study contributes to the theoretical understanding of the need for a narrative-participatory approach in contextual Islamic character education and offers practical implications for developing digital dakwah curricula and youth empowerment policies within Muhammadiyah. It also suggests further research using digital ethnography to examine how young Muslims engage with religious practices in virtual spaces. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam peran organisasi keagamaan Muhammadiyah dalam penguatan karakter Generasi Z di tengah tantangan era digital dan disrupsi nilai. Fenomena melemahnya internalisasi nilai keislaman di kalangan generasi muda, khususnya mereka yang lahir dalam ekosistem digital, menjadi latar belakang penting dari studi ini. Menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi naratif berbasis literatur, penelitian ini menelaah narasi sosial, ideologis, dan kultural yang terkandung dalam dokumen akademik, laporan kelembagaan, dan teks dakwah Muhammadiyah yang diterbitkan dalam rentang 2020–2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumenter sistematis yang diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, pidato resmi, dan hasil penelitian relevan lainnya, yang dipilih secara purposive dan diperluas melalui teknik snowball literature tracking. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi proses reduksi data, penyajian, dan verifikasi. Temuan utama menunjukkan tiga tema kunci: (1) relevansi nilai keagamaan dengan realitas digital Generasi Z, (2) pentingnya revitalisasi pendidikan karakter berbasis komunitas, dan (3) hambatan ideologis-institusional dalam internalisasi nilai. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman teoritis tentang pentingnya pendekatan naratif-partisipatif dalam pendidikan karakter keagamaan yang kontekstual, serta menawarkan implikasi praktis bagi pengembangan kurikulum dakwah digital dan kebijakan pembinaan generasi muda di lingkungan Muhammadiyah. Studi ini juga menyarankan perlunya penelitian lanjutan dengan pendekatan etnografi digital untuk menggali lebih jauh praktik keberagamaan generasi muda di ruang virtual.
Keterlibatan Amerika Serikat dalam Konflik Iran-Israel Wijaya, Marko; Afif, Agung
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v3i4.210

Abstract

The purpose of this study is to determine involvement of the United States (US) in the Iran-Israel conflict. This conflict was triggered by the long-standing feud between Iran and Israel that has continued to heat up since the Iranian Revolution in 1979. The key event that became the study point of this research was the airstrike carried out by the United state (US) in 2020 that killed General Qassem Soleimani, the leader of Iran's Quds force, as well as Iran's counterattack that resulted in increased tension in the Middle East. Until 2025, the conflict continued with Iran launching drone and missile attacks on Israel in retaliation for attacks on Iranian diplomatic facilities. The United States (US) as Israel's main ally actively seeks to inhibit Iran's influence in the Middle East. The United States (US) provides military and diplomatic support to Israel to counter Iran's ambitions, including by supporting military operations in areas controlled by Iranian proxy militias such as in Syria and Iraq. This research uses Regional Hegemony theory and Rational Choice theory to analyze United States (US) interests in the Iran-Israel conflict in the region. Abstrak Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis peran dan kepentingan amerika serikat (AS) dalam konflik Iran-Israel. Konflik ini dipicu oleh perseteruan berkepanjangan antara Iran dan Israel yang terus memanas sejak Revolusi Iran tahun 1979. Peristiwa penting yang menjadi titik kajian pada penelitian ini adalah serangan udara yang dilakukan oleh AS pada tahun 2020 yang menewaskan Jenderal Qassem Soleimani, pemimpin pasukan Quds Iran, serta serangan balasan Iran yang mengakibatkan ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat. Hingga tahun 2025, konflik ini terus berlanjut dengan Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel sebagai balasan atas serangan yang dilakukan pada fasilitas diplomatik Iran. Amerika Serikat (AS) sebagai sekutu utama Israel secara aktif berupaya menghambat pengaruh Iran di Timur Tengah. Amerika Serikat (AS) memberikan dukungan militer dan diplomatik kepada Israel untuk melawan ambisi Iran, termasuk dengan cara mendukung operasi militer di wilayah-wilayah yang dikuasai oleh milisi proksi Iran seperti di Suriah dan Irak. Penelitian ini menggunakan teori Hegemoni Regional dan teori Rational Choice dalam menganalisis kepentingan Amerika Serikat (AS) dalam konflik Iran-Israel di kawasan ini.
Inovasi Pembelajaran Nilai-Nilai Kemuhammadiyahan untuk Membangun Peradaban Islam Modern Ganda Kurnia, Aldi Ganda Kurnia; Birahmatika, Pickit; Zainab Al Habsyi, Syarifah; Muttaqin, Fachrizal; Hakim, Lukmanul
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v4i1.214

Abstract

The development of information and communication technology has fundamentally transformed the landscape of da'wah and community empowerment. This research aims to examine the application of Muhammadiyah concepts in the context of the digital era, focusing on relevant core values, their implementation in realizing Progressive Islam, as well as the challenges and opportunities faced by Muhammadiyah. This study employs a qualitative approach with descriptive-analytical methods through library research on official Muhammadiyah documents, books, scientific journals, and relevant digital publications. Data analysis was conducted using content analysis methods through stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing with source triangulation techniques. The research findings indicate that the core values of Muhammadiyah relevant to the digital era include tajdid (renewal), rationality and ijtihad, amar ma'ruf nahi munkar, brotherhood and ukhuwah, as well as independence and community empowerment. The application of these values has been implemented through three strategic areas: digital da'wah transformation, education digitalization, and digital-based community economic empowerment. Muhammadiyah faces challenges including digital literacy gaps, competition of religious narratives, hoaxes and disinformation, as well as limited human resources. However, the digital era also opens strategic opportunities such as unlimited geographical reach of da'wah, organizational efficiency, and development of integrated digital ecosystems. This research recommends comprehensive strategies including the development of a digital transformation roadmap, human resource investment, digital infrastructure development, and strengthening of cybersecurity to enhance the implementation of Muhammadiyah concepts in the digital era. Abstraksi Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah lanskap dakwah dan pemberdayaan umat secara fundamental. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep kemuhammadiyahan dalam konteks era digital, dengan fokus pada nilai-nilai utama yang relevan, implementasinya dalam mewujudkan Islam Berkemajuan, serta tantangan dan peluang yang dihadapi Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap dokumen resmi Muhammadiyah, buku, jurnal ilmiah, dan publikasi digital yang relevan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis) melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai utama kemuhammadiyahan yang relevan dengan era digital meliputi tajdid (pembaruan), rasionalitas dan ijtihad, amar ma'ruf nahi munkar, persaudaraan dan ukhuwah, serta kemandirian dan pemberdayaan umat. Penerapan nilai-nilai ini telah diimplementasikan melalui tiga bidang strategis: transformasi dakwah digital, digitalisasi pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat berbasis digital. Muhammadiyah menghadapi tantangan berupa kesenjangan literasi digital, kompetisi narasi keagamaan, hoaks dan disinformasi, serta keterbatasan sumber daya manusia. Namun, era digital juga membuka peluang strategis seperti jangkauan dakwah tanpa batas geografis, efisiensi organisasi, dan pembangunan ekosistem digital terintegrasi. Penelitian ini merekomendasikan strategi komprehensif meliputi pengembangan roadmap transformasi digital, investasi SDM, pembangunan infrastruktur digital, dan penguatan keamanan siber untuk memperkuat implementasi kemuhammadiyahan di era digital.
Donor Bank ASI dalam Pandangan Islam dan Kesehatan Setiawati, Titin; Pudjiastuti, Wahyu
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v4i1.216

Abstract

Breast milk donation is a medical and social solution for babies who cannot get breast milk directly from their biological mothers. This practice is increasingly growing in Indonesia along with the increasing awareness of the importance of exclusive breastfeeding. However, from an Islamic perspective, breast milk donation is not just a medical issue, but also concerns aspects of sharia law, mahram relations, and protection of lineage. This article examines breast milk donation in depth from an Islamic perspective, covering sharia arguments, fatwas from scholars, legal provisions, and implementation challenges in modern society. Abstraksi Donor Air Susu Ibu (ASI) merupakan solusi medis dan sosial bagi bayi yang tidak dapat memperoleh ASI langsung dari ibu kandungnya. Praktik ini semakin berkembang di Indonesia seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya ASI eksklusif. Namun, dalam perspektif Islam, donor ASI tidak sekadar persoalan medis, melainkan juga menyangkut aspek hukum syariah, hubungan kemahraman, dan perlindungan nasab. Artikel ini mengkaji donor ASI secara mendalam menurut pandangan Islam, mencakup dalil-dalil syar'i, fatwa ulama, ketentuan hukum, serta tantangan implementasi di masyarakat modern.
Integrasi Nilai Keislaman dalam Pendidikan Muhammadiyah sebagai Solusi atas Tawuran Pelajar Hendri, Hendri Meifrison; Suryanih, Suryanih; Rizal Efendi, Ahmad
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v4i1.240

Abstract

The phenomenon of student brawls in Indonesia represents a multidimensional social crisis rooted in the failure of educational and social systems to shape adolescent character. This study aims to analyze the effectiveness of integrating Islamic values in Muhammadiyah education as a preventive and solutive approach to this issue. The research frames student brawls within a broader context as a manifestation of the deficit in internalizing noble values, necessitating a comprehensive and sustainable approach. The methodology employed is library research with a descriptive-analytical approach, examining secondary data from various sources such as scholarly books, journals, Muhammadiyah policy documents, and reports from relevant institutions. The analysis identifies the correlation between core Islamic values, Muhammadiyah educational practices, and the goal of fostering peaceful student character. The findings reveal that the integration of Islamic values in Muhammadiyah education—through value-based curricula, spiritual mentoring, social engagement, and moral cultivation—effectively shapes students who are faithful, emotionally intelligent, and socially resilient. These findings suggest that Muhammadiyah education has the potential to serve as a relevant and effective national character education model for preventing student brawls. The study concludes that the systematic and contextual integration of Islamic values in education can produce a generation with strong character, noble morals, and the ability to contribute positively to society, addressing the urgent need to overcome the character crisis among Indonesian youth. Abstrak Fenomena tawuran pelajar di Indonesia sebagai krisis sosial multidimensional, yang berakar pada kegagalan sistem pendidikan dan sosial dalam membentuk karakter remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi nilai-nilai keislaman dalam pendidikan Muhammadiyah sebagai solusi preventif dan solutif terhadap permasalahan tersebut. Penelitian ini menempatkan tawuran pelajar dalam konteks luas sebagai manifestasi dari defisit internalisasi nilai-nilai luhur, yang memerlukan pendekatan komprehensif dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitik, yang mengkaji data sekunder dari berbagai sumber seperti buku ilmiah, jurnal, dokumen kebijakan Muhammadiyah, dan laporan lembaga terkait. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara nilai-nilai inti Islam, praktik pendidikan Muhammadiyah, dan tujuan pembentukan karakter pelajar yang damai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai keislaman dalam pendidikan Muhammadiyah, melalui kurikulum berbasis nilai, pembinaan spiritual, keterlibatan sosial, dan pembudayaan moral, mampu membentuk karakter pelajar yang beriman, cerdas emosional, dan tangguh secara sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendidikan Muhammadiyah berpotensi menjadi model pendidikan karakter nasional yang relevan dan efektif dalam mencegah tawuran pelajar. Kesimpulan utama penelitian ini menekankan bahwa integrasi nilai-nilai keislaman secara sistematis dan kontekstual dalam pendidikan dapat melahirkan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat, sejalan dengan kebutuhan mendesak untuk mengatasi krisis karakter yang melanda generasi muda Indonesia.
Efektifitas Perencanaan Pembelajaran PAI dengan Pendekatan STEAM Education dalam Membentuk Kolaborasi dan Kreatifitas Siswa di SMP Al-Ashar Tangerang Ilhamsyah Akbar, Muhammad; Syafudin, Nafis; Uusnawati, Siti; Aulia, Najmi; Alny Mawaddah, Wihda
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v4i1.286

Abstract

This study highlights the STEAM approach as a meaningful innovation in Islamic Education learning at Al-Ashar Junior High School, aiming to integrate science, technology, engineering, art, and mathematics to enhance students' learning experiences. The research methods included field observations and qualitative descriptive analysis, focusing on the implementation of STEAM in Islamic Education learning. The results show that the STEAM approach, through projects such as the Islamic Art Exhibition and the use of Canva, is relevant in developing students' creativity, collaboration, and motivation to learn. The evaluation reveals an increase in critical thinking and problem-solving skills, although challenges such as limited technological skills and adaptation to the new curriculum still exist. In conclusion, with teacher support and the appropriate use of technology, STEAM has proven effective in making PAI learning more engaging, relevant, and aligned with the characteristics of Generation Z and Alpha, placing students at the centre of learning and encouraging active participation in the learning process. Abstrak Penelitian ini menyoroti pendekatan STEAM sebagai inovasi bermakna dalam pembelajaran PAI di SMP Al-Ashar, bertujuan mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa. Metode penelitian meliputi observasi lapangan dan analisis deskriptif kualitatif, dengan fokus pada implementasi STEAM dalam pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan STEAM, melalui proyek seperti Islamic Art Exhibition dan pemanfaatan Canva, relevan dalam mengembangkan kreativitas, kolaborasi, dan motivasi belajar siswa. Evaluasi mengungkapkan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, meskipun tantangan seperti keterbatasan keterampilan teknologi dan adaptasi kurikulum baru masih ada. Kesimpulannya, dengan dukungan guru dan penggunaan teknologi yang tepat, STEAM terbukti efektif dalam membuat pembelajaran PAI lebih menarik, relevan, dan sesuai dengan karakteristik generasi Z dan Alpha, menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran dan mendorong partisipasi aktif dalam proses belajar.
Integrasi Konsep Deep Learning dalam Perencanaan Pembelajaran PAI untuk Mengembangkan Berpikir Kritis Siswa pada Era Digital di SD Islam YAKMI Tangerang Aulia, Adzra Rahma; Syahron Asy-Syamtani, Syahreza; Azis Noviansyah, Hatchi; Aulia Rachman, Alma; Aulia Magfiroh, Tasya; Abdillah Subarkah, Milana
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v4i1.288

Abstract

The digital age requires students to have strong critical thinking skills. This study discusses the integration of deep learning concepts in PAI planning to develop students' critical thinking skills in the digital age. The research methods used are literature study and descriptive analysis of deep learning models relevant to PAI learning. The results show that the integration of deep learning can provide a new approach to designing learning materials, evaluation methods, and interactive strategies that are more personalized and adaptive. The implication of this study is to contribute to the development of a PAI curriculum that is responsive to technological developments and student needs in the digital age. It can be concluded that despite the challenges in its implementation, the integration of deep learning offers great opportunities in creating PAI learning that is more interesting, relevant, and effective in developing students' critical thinking skills, showing that the use of deep learning models in PAI learning planning increases student learning motivation, deepens material understanding, and provides practical recommendations for effective implementation.   Abstrak Era digital menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berfikir kritis yang kuat. Penelitian ini membahas tentang intregasi konsep deep learning dalam perencanaan PAI untuk mengembangkan kemampuan berfikir kritis siswa di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah study literature dan analisis deskriptif terhadap model-model deep learning yang relevan dengan pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukan bahwa integrasi deep learning dapat memberikan pendekatan baru dalam merancang materi pembelajaran, metode evaluasi, dan strategi interaktif yang lebih personal dan adaptif. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan kontribusi terhadap pengembangan kurikulum PAI yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan siswa di era digital. Dapat diungkapkan meskipun terdapat tantangan-tantangan dalam implementasinya, namun integrasi deep learning menawarkan peluang besar dalam menciptakan pembelajaran PAI yang lebih menarik , relevan, dan efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada siswa, hingga menunjukan bahwa penggunaan model deep learning dalam perencanaan pembelajaran PAI dalam meingkatkan motivasi belajar siswa, memperdalam pemahaman materi, dan memberikan rekomendasi praktis implementasi secara efektif. Integrasi konsep deep learning dalam perencanaan pembelajaran pendidikan (PAI) menjadi solusi inovatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa di era digital penelitian ini bertujuan untuk merancang model pembelajaran PAI yang memanfaatkan deep learning untuk meningkatkan analisis, evaluasi, dan kreasi siswa terhadap keagamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi deep learning dalam pembelajaran PAI mampu menciptakan lingkungan belajar yang adaptif, personal, dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital, sehingga berkontribusi signifikan terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis mereka. Model pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi pacuan bagi pendidik PAI dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif, serta mampu membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis yang esensial dalam menghadapi tantangan zaman.