cover
Contact Name
Muhammad Rifqi Nur Wachid Adi Pratama
Contact Email
emailku.rifqi@gmail.com
Phone
+6287819993212
Journal Mail Official
mediaakademikpublisher@gmail.com
Editorial Address
JL.Tanjung Dusun Sono Sidokerto RT.01 RW.04, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur (61252).
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Media Akademik (JMA)
ISSN : -     EISSN : 30315220     DOI : https://doi.org/10.62281/jma
Jurnal Media Akademik (JMA) merupakan platform publikasi jurnal atau hasil karya suatu penelitian orisinil atau tinjauan pustaka yang ditulis oleh dosen, mahasiswa maupun masyarakat umum. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya: Hukum, Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Keagamaan, Bisnis, Budaya, Ilmu Sosial Humaniora, Ilmu Komunikasi, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kedokteran, Keperawatan, Peternakan, Perikanan, Politik, Pendidikan, Pengabdian Masyarakat, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro, Informatika, Desain Komunikasi Visual, dan Seni.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,732 Documents
ANALISIS STRUKTURAL DAN NILAI MORAL DALAM CERITA PENDEK “GUGATAN” KARYA SUPARTIKA Fitri Yani Salsabila Ritonga; Abdurrahman
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/48czck21

Abstract

Karya sastra tentu memiliki berbagai manfaat, namun untuk memahami keuntungan tersebut, perlu dilakukan analisis terlebih dahulu melalui kajian khusus, salah satunya adalah kajian struktural. Peneliti melaksanakan kajian struktural pada sebuah karya sastra yang berupa cerpen. Cerpen berjudul “Gugatan” karya Supartika dipilih sebagai objek analisis dalam penelitian ini karena keunikannya, keselarasan strukturnya, serta adanya nilai moral yang bisa menjadi pelajaran bagi para pembaca. Penelitian ini memiliki tujuan untuk (1) menggambarkan hubungan antara unsur-unsur intrinsik dalam cerpen “Gugatan” karya Supartika dan (2) menggambarkan nilai moral yang terkandung dalam cerpen tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif kualitatif. Langkah-langkah pengumpulan data terdiri dari (1) Membaca cerpen “Gugatan” dengan seksama, (2) Menganalisis keselarasan unsur intrinsik dalam cerpen, (3) Mencatat dialog yang terdapat di dalam cerpen, (4) Menggunakan metode pustaka sebagai referensi dalam daftar pustaka yang mendukung penelitian ini, (5) Menganalisis dan mendeskripsikan nilai moral yang ada dalam cerpen “Gugatan”. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, cerpen “Gugatan” karya Supartika menunjukkan adanya hubungan antara unsur-unsurnya dan nilai moral yang disampaikan dapat diterima oleh para pembaca.
PENGATURAN DAN KEWENANGAN PENEGAKAN HUKUM DALAM TINDAK PIDANA PENYELUNDUPAN BENIH LOBSTER DI INDONESIA Ni Made Ayu Clarisa Santi Dewi; Tania Novelin
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/r7bsp562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah sistem pengaturan serta mekanisme penegakan terhadap perbuatan pidana berupa perdagangan gelap benih lobster di Indonesia, dengan menyoroti peran lembaga penegak hukum, hambatan yang muncul, serta strategi penanggulangan yang diterapkan. Melalui metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, penelitian ini mengkaji bagaimana kebijakan dan pola koordinasi antarlembaga dibentuk untuk mengawasi pemanfaatan sumber daya perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan kasus penyelundupan benih lobster melibatkan sejumlah instansi seperti Kepolisian Perairan, Kejaksaan, Bea Cukai, dan BKIPM yang memiliki fungsi berbeda namun saling berkaitan, mulai dari pengawasan dan pendeteksian awal, proses penahanan, hingga penuntutan pelaku. Namun, efektivitas penegakan hukum masih terkendala oleh lemahnya sinkronisasi kewenangan, terbatasnya sarana-prasarana pengawasan, keterlibatan oknum aparat yang tidak bertanggung jawab, serta rendahnya literasi hukum masyarakat pesisir yang menjadi sasaran jaringan pelaku. Tekanan ekonomi dan tingginya permintaan pasar internasional turut memperkuat rantai perdagangan gelap, sehingga pengawasan sering kali tidak sebanding dengan skala aktivitas ilegal di lapangan. Upaya pemberantasan dilakukan melalui kombinasi langkah preemtif, preventif, dan represif, seperti peningkatan patroli laut, penguatan kerja sama intelijen, edukasi masyarakat mengenai dampak ekologis dan ekonomi, serta penindakan tegas terhadap pelaku utama dan jaringan pendukungnya. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan membutuhkan sinergi antarlembaga, peningkatan kapasitas aparat, dan mekanisme koordinasi yang lebih terintegrasi agar penegakan hukum menjadi lebih efektif dan berdampak jera.