cover
Contact Name
Lina Sundana
Contact Email
lina@iainlhokseumawe.ac.id
Phone
+6285260829739
Journal Mail Official
literatur@iainlhokseumawe.ac.id
Editorial Address
Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Lhokseumawe, Jl. Medan Banda Aceh, Alue Awe, Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh, 24352
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Literatur : Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 27152669     EISSN : 27152669     DOI : https://doi.org/10.47766/literatur
This literature journal is published by the Department of Tadris Indonesian Faculty of Tarbiyah and Teacher Training IAIN Lhokseumawe. This journal is named LITERATUR: Language and Literature which was chosen as an effort to keep language skills as the foundation for the development of language and literature science. Language as a driver of knowledge, this journal is published twice a year. The first issue of the current year is June and the second issue is December.
Articles 86 Documents
Analisis Nilai Karakter dalam Hadih Maja Diarsi , Aprilia
LITERATUR : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2022): LITERATUR : Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/literatur.v4i2.1499

Abstract

Minimnya penggunaan hadih maja saat ini dapat mengakibatkan punahnya hadih maja di masa mendatang. Mengkaji hadih maja sama halnya dengan menjaga kelestarian sastra lisan Aceh agar tidak tergerus perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai karakter yang terkandung pada hadih maja, serta mengetahui nilai karakter mana yang paling dominan dalam hadih maja yang tertuang dalam buku Peribahasa Aceh karya Hasyim, Mk.Cs. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 14 nilai karakter dalam hadih maja, diantaranya yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, cinta tanah air, komunikatif, cinta damai, peduli sosial, dan tanggung jawab. Adapun nilai karakter yang paling dominan diantara 14 nilai karakter tersebut ialah nilai karakter religius, hal ini dibuktikan dengan temuan nilai karakter religius sebanyak 12 data dari 55 data keseluruhan. Oleh sebab itu, hadih maja yang yang berkembang di Aceh dapat dijadikan sebagai pedoman masyarakat Aceh dalam kehidupan, hal ini dikarenakan dalam hadih maja memuat nasehat, larangan, petuah dan pesan moral yang berguna bagi seluruh kalangan masyarakat.
Ragam Bahasa Pedagang Pasar Blangjruen Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara (Kajian Sosiolinguistik) Ulfa; Zainuddin Hasibuan
LITERATUR : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2020): LITERATUR : Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/literatur.v2i2.1504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa dialek dan sosiolek dalam percakapan pedagang pasar Blangjruen Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah pedagang pasar Blangjruen Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara. Data penelitian ini adalah percakapan pedagang pasar Blangjruen Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini disajikan secara informal atau menggunakan deskripsi kata-kata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ragam bahasa dialek dan sosiolek dalam tuturan pedagang pasar Blangjruen Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara. Ragam bahasa dialek terdiri dari dialek sosial yaitu teungku, aneuk kuliah, nyak, pak haji, ureuëng pungoe. Dialek regional yaitu abai, bank, ghibe, meuök, calok. Ragam bahasa sosiolek terdiri dari jenis vulgar yaitu kusipak, papma, sit jén, that bangai, kop paleh, sigam kreh ulèë, hana utak, bit arakaté, anak anjing, jak mita boh sidom keudeh. Jenis kolokial yaitu ku, emang, pak, kak, kuliat, aja, ke, brapa, bun, cak, ajan, hapal. Jenis ken yaitu tapiyoh ju, ayuk lah, jeut kureung bang, neu angkôt siat bang hai, bunnnnn, yu bungkôh ju jeut, hai kak neucök laju, ambil minuman itu bentar haus kali akuuh, waaa neubôh keulong ilé jeut, gak cukup pinjam lahhh. Jadi, ragam bahasa yang sering digunakan pedagang pasar Blangjruen Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara saat berkomunikasi yaitu variasi sosiolek jenis kolokial karena variasi tersebut merupakan ragam bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari dan bahasa yang tidak baku.
Tradisi Berbalas Pantun (Seumapa) dalam Perkawinan Adat Aceh Dianti, Eka; Affandi, Sonny
LITERATUR : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2023): LITERATUR : Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/literatur.v5i1.1774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan jenis pantun apa saja yang digunakan dalam tradisi pernikahan Aceh, seberapa efektif praktik pantun berbalas pantun, dan bagaimana praktik tersebut tetap hidup dalam tradisi pernikahan Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pantun yang digunakan dalam tradisi pernikahan Aceh, serta efektivitas dan cara menjaga tradisi pantun berbalas. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan metodologi kualitatif. Abi Kuya Ali, Tgk., seorang syekh atau ahli yang telah lama melestarikan tradisi berbalas pantun, menjadi sumber data penelitian ini. M. Yusuf dan Ishak Metode pengumpulan data meliputi wawancara terstruktur, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi. Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan adalah semua metode yang digunakan dalam analisis data penelitian ini. Hasil analisis data mengungkapkan bahwa pantun religi, senda gurau, dan nasehat merupakan jenis pantun yang digunakan dalam tradisi pernikahan Aceh. Ketiga syekh tersebut mengatakan bahwa efektifnya tradisi seumapa dalam adat pernikahan Aceh adalah ketika acara seumapa membuat para penonton atau Masyarakat tertawa dan merasa terhibur. Menurut ketiga syekh tersebut, tradisi Seumapa masih berlanjut hingga saat ini dengan memperkenalkan pantun Seumapa dalam bentuk dan isi yang lebih menarik dengan memasukkan unsur komedi ke dalam pantun.
Analisis Kesulitan Siswa dalam Penyelesaian Karya Ilmiah di SMA HAS Sepakat Audina, Riska
LITERATUR : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2023): LITERATUR : Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/literatur.v5i1.1779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebab dan kesulitan yang dihadapi siswa dalam melaksanakan karya ilmiah di SMA HAS Sepakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik penelitian ini menggunakan observasi, dokumentasi, dan kuesioner untuk mengumpulkan data. Responden empat orang guru SMA HAS Sepakat dan siswa sebanyak tiga puluh responden. Hasil temuan penelitian yang memuat tanggapan dari empat orang guru dan tiga puluh siswa yaitu guru SMA mengenai kesulitan siswa dalam menyelesaikan karya ilmiah menunjukkan bahwa ada beberapa kendala yang tidak dapat diatasi siswa dalam menyelesaikan karya ilmiah. Mencari bahan referensi (referensi), menemukan topik, menulis judul, dan menyusun kalimat adalah beberapa di antaranya.Ada dua faktor yang berkontribusi terhadap kesulitan yang dihadapi. Pertama, faktor internal (karakteristik siswa, sikap belajar, konsentrasi belajar, kepercayaan diri, kemampuan menyelidiki hasil belajar, bakat yang tidak ada hubungannya dengan mata pelajaran, kurang minat belajar, motivasi rendah, dan kesehatan mental yang buruk). Kedua, faktor eksternal (hal-hal yang terjadi di luar kendali siswa, seperti media pembelajaran yang tidak lengkap, kurikulum yang tidak dapat dijelaskan oleh guru dan kendali siswa, kurangnya kedisiplinan pada awal proses pembelajaran, teman bermain, keluarga, dan lingkungan sekitar, dan komunitas yang lebih besar).
Analisis Puisi Penyair Wanita Aceh Karya D. Keumalawati Delia Aqlima; Moh Lutfi
LITERATUR : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2020): LITERATUR : Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/literatur.v2i2.1792

Abstract

Puisi merupakan salah satu karya sastra yang berupa ungkapan yang disusun dengan penuh makna. Dengan demikian, untuk memahami puisi perlu adanya kajian yang mendalam. Dalam penelitian ini peneliti memilih puisi karya D. Kemalawati yang berjudul “Allah Ya Allah” sebagai objek puisi yang akan dianalisis, hal ini bermaksud untuk mengetahui tentang struktur batin puisi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis struktur batin yang ada pada puisi Allah Ya Allah. Berdasarkan hasil analisis puisi yang didapatkan, terdapat (1) tema tentang “takdir masyarakat Palestina”, (2) rasa “sedih dan juga rasa pasrah seakan-akan menggambarkan kepasrahan masyarakat Palestina akan takdir yang telah Allah tuliskan di lauhuh mahfuzh dan kitab suci al-qur’an”, (3) nada “yang cenderung emosi”, (4) amanat “keharusan manusia untuk selalu bersabar dalam menghadapi cobaan”.
Analisis Kesalahan Berbahasa pada Media Luar Ruang di Aceh Utara Balkis, Putri; Permana, Aji
LITERATUR : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2023): LITERATUR : Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/literatur.v5i1.2065

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kesalahan bebahasa dalam bidang ejaan banyak terjadi pada media luar ruang di Aceh Utara. Kesalahan itu meliputi kesalahan aspek penulisan huruf dan penulisan kata. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Kesalahan ejaan kata dan kalimat yang ditemukan di media luar ruang Aceh Utara menjadi data penelitian. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Kombinasi kedua metode tersebut digunakan untuk mengidentifikasi kalimat-kalimat di media luar ruang Aceh Utara yang mengandung kesalahan gramatikal. Penggunaan huruf besar dan miring tidak tepat pada media luar ruang di Aceh Utara.Pada huruf kapital, kesalahannya meliputi: a) kesalahan penulisan huruf kapital pada kata tugas seperti pada kata dan, dalam, untuk. b) kesalahan penulisan huruf kapital pada nama orang seperti pada kata nana cake. c) kesalahan huruf kapital pada penulisan gelar seperti pada kata dr. d) kesalahan penulisan huruf kapital diawal kalimat seperti pada kalimat, distributor. Pada huruf miring, kesalahannya meliputi : kesalahan penulisan bahasa asing dan bahasa daerah serperti kata exspress, bakery. Kesalahan penulisan kata pada media luar ruang di Aceh Utara terdapat pada kesalahan penulisan meliputi: a) kesalahan penulisan kata dasar seperti pada kata jum,at, pra-bayar. b) kesalahan penulisan kata depan seperti pada kata depan di-. c) kesalahan penulisan singkatan, seperti pada kata atm (automate teller machine), jln dan. d) kesalahan penulisan gabungan kata seperti pada kata jari2, anak2, strategi2.
Bahasa Tabu dalam Masyarakat Aceh Utara Nurrahmi, Khalistia; Hasibuan, Leli Fitri
LITERATUR : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2023): LITERATUR : Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/literatur.v5i1.2066

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahu bahasa tabu yang ada dalam masyarakat Aceh. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif. Data yang diperoleh pada penulisan  ini merupakan bahasa lisan yang tabu di kalangan masyarakat Aceh Utara. Sumber data penelitian adalah masyarakat Aceh Utara. Setelah melakukan observasi, peneliti menetapkan lima kampung yang berada di kawasan Aceh Utara untuk melakukan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara terstruktur didukung dengan teknik insentif (pancing). Hasil penelitian ditemukan 24 data bahasa tabu Aceh Utara. Data-data tergolong dalam enam penggolongan tabu: (a) Tabu kata-kata tertentu: kèe, tôh; (b) tabu waktu dan tempat pembicaraan: sira,gajah, (c) tabu saat peristiwa kematian: maté, tanom; (d) tabu tujuan atau maksud pembicaraan: neulantak, klo; (e) Tabu nama binatang: bui, asèe; (f) sumpah serapah; p**oe ma keuh, ka jak p*p ma
Bullying Verbal pada Santri Dayah Tradisional di Kecamatan Matangkuli Aceh Utara Absar, Nurul; Aisy, Dhinya Rihdatul
LITERATUR : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2023): LITERATUR : Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/literatur.v5i1.2125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk bullying verbal yang terjadi pada santri dayah dan mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya perilaku bullying verbal pada Santri dayah di Kecamatan Matangkuli Aceh Utara. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu para santri yang berada pada Dayah Tradisional dan data berupa kata-kata bullying verbal. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, teknik simak, teknik catat, dan memasukkan dalam korpus data. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan juga menarik kesimpulan. Hasil penelitian tentang bullying verbal pada santri Dayah di Kecamatan Matangkuli peneliti menemukan 5 bentuk bullying verbal yaitu, sindiran sebanyak 7 data yang diantaranya disebabkan oleh iri, dendam, tidak dianggap dan sebagai hiburan bagi pelaku. Menjuluki sebanyak 11 data disebabkan karena kekurangan fisik, nama orang tua, perilaku kurang baik dan iri. Menghina sebanyak 8 data disebabkan karena fisik seseorang, kebiasaan seseorang dan sebagai hiburan untuk si pelaku. Ejekan sebanyak 10 data yang disebabkan ingin membalas dendam, iri hati, kekurangan fisik, dan mengolok-olok sebanyak 4 data dikarenakan kebiasaan seseorang, bawaan dari keluarga dan hiburan. Adapun data yang peneliti temukan sebanyak 40 data.
Semiotika Charles Sanders Peirce dalam Pantun Aceh Utara Sultina, Sultina; Latukau, Dewi Frisay
LITERATUR : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2023): LITERATUR : Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/literatur.v5i2.2126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanda semiotika dalam pantun Aceh Utara. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif berjenis deskriptif kualitatif dengan menggunakan ancangan semiotika. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, teknik rekam, teknik catat tulis,memasukkan dalam korpus data dan dokumen. Sumber data adalah inorman dan dokumen. Data dalam penelitian ini, data primer dan sekunder. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (a) terdapat 26 data yang termasuk tanda ikon dan sering dijumpai pada diksi kata dan frasa penempatanya berada pada semua baris pantun Aceh Utara meliputi bandum syédara, waréh dumna, uroe tutong, boh langoi, (dst.) ; (b) terdapat 30 data yang termasuk tanda indeks ditandai dengan sebab akibat yang dijumpai pada kalimat dan penempatannya berada pada semua baris pantun Aceh Utara meliputi lôn keumeukarang nadham sakti, beureukat gurée éleumee geubri, pajȏh, rakan droe jinoe laju le, (dst.); (c) terdapat 5 data termasuk tanda simbol yang memiliki kesepakatan antara masyarakat sering dijumpai pada diksi kata dan frasa seperti “Ranup,” “Bungong seulanga,” “Rincoeng,” “Bungong djeumpa,” dan “Ranup sigapu” yang ditemukan dalam pantun dan penempatannya berada pada baris pertama, kedua dan kempat pantun Aceh Utara. Hal ini menunjukkan bahwa semiotika dalam sastra lisan Aceh khususnya dalam pantun terdapat unsur permainan yang bermain dengan diksi kata, frasa dan kalimat yang berada di setiap kata dalam pantun Aceh Utara.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Menulis Teks Eskplanasi Menggunakan Model Pembelajaran Group’s Rolling Paper pada Siswa Kelas XI Asuri, Afriza; Rosadi, Dedi
LITERATUR : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2023): LITERATUR : Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/literatur.v5i2.2361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks eksplanasi menggunakan model pembelajaran group’s rolling paper pada siswa kelas XI SMA Negeri Lhokseumawe Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian dalam penelitian ini adalah PTK.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes berupa soal. Data dalam penelitian ini adalah siswa. Hasil penelitian ini meningkat berdasarkan tes awal, tes akhir siklus I, dan tes akhir siklus II, pada tes awal rata-rata nilai siswa 60,8, dari rata-rata nilai siswa tersebut hanya 17,6 % siswa yang mencapai KKM, terjadi peningkatan dari tes awal ke tes akhir siklus I dengan rata-rata nilai siswa 66,4, dari rata-rata nilai siswa tersebut hanya 35,2 % siswa yang mencapai KKM, kemudian terjadi peningkatan lagi dari tes akhir siklus I ke tes akhir siklus II dengan rata-rata nilai siswa 70,1, dari rata-rata nilai tersebut 52,9% siswa yang mencapai KKM, dengan demikian penelitian yang peneliti lakukan berhasil berdasarkan kriteria keberhasilan dalam penelitian ini yaitu 50% siswa mencapai KKM.