cover
Contact Name
Josep Ginting
Contact Email
admin@jurnal.sttii-bali.ac.id
Phone
+6285782445170
Journal Mail Official
admin@jurnal.sttii-bali.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Dalung No.16, Dalung, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80351
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Jurnal Penggerak
ISSN : 24605603     EISSN : 29876826     DOI : 10.62042
Core Subject : Religion,
Jurnal PENGGERAK bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan karya Ilmiah baik tenaga pendidik maupun pendidik sehingga memberi dampak bagi masyarakat luas. Jurnal ini dikemas dalam bentuk penelitian dan pemikiran kritis analitis di bidang Pendidikan dab Teologi Agama Kristen. Jurnal PENGGERAK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali (STTII BALI) yang merupakan member RJI dan PJTI untuk kemajuan penelitian dan keilmuan Teologi Kristen.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2025): Desember" : 6 Documents clear
JEBAKAN KENYAMANAN BAGI PEMIMPIN DAN IMPLIKASINYA: KAJIAN HERMENEUTIK DOSA REHABEAM BERDASARKAN 2 TAWARIKH 12:1 Pattinaja, Aska; Adiatma, Daniel Lindung
Jurnal Penggerak Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v7i2.124

Abstract

Kisah Rehabeam dalam 2 Tawarikh 12:1 menggambarkan kebangkitan dan kejatuhan seorang raja yang masa pemerintahannya menandai momen penting dalam sejarah Israel. Ketika kekuasaannya menjadi mapan, Rehabeam memutuskan untuk meninggalkan hukum Tuhan. Pengabaian prinsip-prinsip rohani ini membawa konsekuensi bagi dirinya sendiri dan bangsa Yehuda. Dalam penelusuran literatur, maka riset mengenai Rehabeam hanya terfokus kepada studi tematis dan sejarah sehingga kurang menyasar secara spesifik kegagalan kepemimpinananya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti secara spesifik nuansa dosa Rehabeam dan implikasinya terhadap kepemimpinan, menyoroti tema-tema kesombongan, kompromi moral, dan pentingnya untuk tetap setia pada tuntunan Ilahi. Berdasarkan metode hermeneutik studi eksegesis, maka penelitian menemukan ada 5 alasan kejatuhan Rehabeam, yakni: Pertama, kesombongan dan keangkuhan Rehabeam. Kedua, Rehabeam tidak mengindahkan nasihat para penatua yang berpengalaman dan bijaksana. Ketiga, Rehabeam mengabaikan Hukum Tuhan. Keempat, Rehabeam telah salah dalam membuat pilihan hidup, dan kelima, Rehabeam mengabaikan kesetiaan kepada Tuhan. Hasil riset ini menggarisbawahi relevansi dari kisah Rehabeam sebagai kisah peringatan bagi para pemimpin di segala zaman untuk waspada dan tidak lupa diri ketika berada dalam keberhasilan dan kesuksesan; jika tidak, maka ada konsekuensi hukuman Allah karena menyimpang dari jalan kebenaran.
SALIB KRISTUS DAN DEKONSTRUKSI KOSMOS: SUATU STUDI EKSEGESIS LEKSIKAL-TEOLOGIS BERDASARKAN SURAT GALATIA 6:14 Silalahi, Binsar Pandapotan; Mamahani, Zefanya; Johanis, Joshua
Jurnal Penggerak Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v7i2.125

Abstract

Salib Kristus dalam Galatia 6:14 menampilkan puncak argumentasi Paulus yang bersifat kosmik, di mana dunia lama yang ditandai oleh dosa, hukum, dan daging diputuskan relasinya, dan identitas baru dibangun dalam Kristus. Kajian terdahulu banyak menekankan aspek sosial-historis, retoris, pastoral, dan resepsi, namun belum secara khusus menyoroti fungsi salib sebagai pusat kosmik dalam surat Galatia, sehingga terjadi kesenjangan interpretatif terkait dimensi transformasional teks ini. Penelitian ini menawarkan pendekatan eksegesis leksikal-teologis yang menempatkan Galatia 6:14 sebagai locus teologis, menyingkap mekanisme dekonstruksi kosmos lama dan konstruksi identitas baru melalui analisis kata kunci, sintaksis, dan konteks historis-komunitarian. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif-analitis, dengan pembacaan kritis teks Yunani NA28, analisis semantik, serta penafsiran teologis dalam kerangka argumentasi surat Galatia itu sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salib berfungsi sebagai poros yang mengubah orientasi identitas dan praktik komunitas, menata ulang nilai dan status, serta menyediakan dasar etis dan epistemik bagi kehidupan jemaat. Jadi dapat disimpulkan bahwa surat Galatia 6:14 bukan sekadar penutup retoris, tetapi pusat teologis yang menghubungkan transformasi kosmik, identitas baru, dan tanggung jawab etis-komunitarian, sehingga menawarkan relevansi praktis dan konseptual bagi pemahaman iman Kristen kontemporer.
PERAN SHADOW TEACHER MEMOTIVASI PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS SD TINJAUAN TEOLOGIS FILIPI 4:13 Bogia, Mariana; Mardiasa, Ketut; Lawalata, Urbanus Adventus
Jurnal Penggerak Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v7i2.126

Abstract

Anak berkebutuhan khusus yang sekolah di tempat reguler sering menghadapi berbagai tantangan seperti sulit fokus, tidak bisa duduk diam, dan lambat memahami pelajaran. Karena itu, mereka membutuhkan pendampingan khusus dari shadow teacher. Adapun tujuan dari tulisan ini adalah untuk menjelaskan dan memberikan pemahaman secara umum tentang peran shadow teacher dalam memotivasi belajar peserta didik berkebutuhan khusus SD ditinjau secara teologis dari Filipi 4:13. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan teologis dan analisis kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa shadow teacher sangat penting untuk mendampingi siswa berkebutuhan khusus dalam belajar, membantu mereka berkomunikasi dengan guru dan teman, serta memberi motivasi agar mereka bisa mengikuti pembelajaran bersama siswa lainnya. Kehadiran shadow teacher sangat membantu orang tua dan guru. Orang tua yang dikaruniai anak istimewa harus menerimanya dengan kasih sayang. Sementara itu, sekolah wajib menerima dan memperlakukan semua siswa secara adil tanpa diskriminasi, sesuai dengan hak setiap anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
BEMA SEBAGAI TAHTA PENGADILAN KRISTUS: KAJIAN ESKATOLOGIS TENTANG PENGHARGAAN BAGI ORANG PERCAYA Wau, Hasanema; Samuji, Kornelius
Jurnal Penggerak Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v7i2.127

Abstract

Bema Kristus atau Tahta Pengadilan Kristus merupakan salah satu topik eskatologi yang relatif terabaikan dalam literatur teologis, meskipun memiliki implikasi signifikan bagi pemahaman kehidupan dan pelayanan orang percaya. Berbagai karya menunjukkan adanya kerancuan dalam membedakan antara penghakiman bagi orang percaya dan penghakiman bagi orang tidak percaya, sehingga kedua peristiwa tersebut kerap dipandang sebagai satu ajang yang sama. Penelitian ini bertujuan memperjelas siapa yang memiliki legitimasi untuk hadir dalam peristiwa Bema, apa tujuan dan ruang lingkup penilaiannya, serta bagaimana dasar pertimbangan Kristus dalam memberikan penghargaan kekal. Melalui metode studi pustaka, penelitian ini menelaah pandangan para teolog seperti Skorupski, Gaines, Bailey, Keathley, dan Hoyt yang menegaskan bahwa Bema Kristus bukanlah forum penghukuman, melainkan evaluasi dan penganugerahan upah berdasarkan kualitas pelayanan orang percaya. Analisis terhadap teks-teks Alkitab seperti 2 Korintus 5:10, 1 Korintus 3:13–15, serta janji-janji Kristus dalam Kitab Wahyu menunjukkan bahwa Bema bersifat remuneratif, bukan retributif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bema Kristus merupakan peristiwa evaluatif yang secara esensial berbeda dari penghakiman atas orang tidak percaya, karena bersifat remuneratif dan bertujuan memberikan upah berdasarkan kualitas pelayanan orang percaya. Penelitian ini dapat memperkaya doktrin eskatologi dan memberikan pemahaman yang lebih tepat mengenai penghargaan ilahi dalam kehidupan kekristenan.
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN INKLUSI DAN TINJAUAN ETIS BERDASARKAN NILAI-NILAI KRISTEN Ester, Eden Eidelyn; Suciningsih , Ni Made; Witari, Ni Made Raka; Werang, Basilius Redan
Jurnal Penggerak Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v7i2.133

Abstract

Pendidikan inklusi bertujuan memberikan hak belajar yang sama kepada semua siswa, termasuk anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. namun dalam penerapannya di Indonesia masih ada beberapa hambatan, seperti kurangnya komptenesi guru, fasilitas, stigma di masyarakat, dan kebijakan yang belum cukup baik. Hal-hal ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan inklusi belum berjalan dengan adil dan berkeadilan. Penelitian ini mencoba memahami masalah dalam pendidikan inklusi di Indonesia dari perspektif etika Kristen. Hasilnya menunjukkan bahwa kelemahan dalam menerapkan pendidikan inklusi mencerminkan ketidakmampuan sistem pendidikan untuk menghargai harga diri manusia sebagai gambar Allah, kurangnya sumber daya pendidikan yang memadai, serta rendahnya sikap hospitalitas di lingkungan belajar. Oleh karena itu, pendidikan inklusi perlu dilihat melalui pendekatan etika Kristen yang memperhatikan harga diri manusia, keadilan, dan sikap hospitalitas sebagai dasar dalam membuat kebijakan dan praktek pendidikan.
STRATEGI PENDEKATAN KONTEKSTUALISASI BUDAYA OLEH KYAI SADRACK DAN IMPLEMENTASINYA BAGI MASYARAKAT JAWA Manteus, Agus Joko; Panjaitan, Yunita Karolina; Sutomo, I Made
Jurnal Penggerak Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v7i2.137

Abstract

Penelitian ini mengkaji sejarah konteksualisasi budaya yang dilakukan oleh Kyai Sadrach di Jawa sebagai respons terhadap pengabaian budaya Jawa oleh misionaris kolonial Belanda dalam penyebaran Injil. Kyai Sadrach, yang diakui sebagai guru spiritual asli, berhasil menerapkan Kristen kontekstual di pedesaan Jawa antara tahun 1869 dan 1923, mendirikan 53 jemaat di komunitas yang mayoritas Muslim. Melalui analisis konten kualitatif terhadap sumber primer dan sekunder, penelitian ini mengidentifikasi delapan strategi kontekstualisasi yang diterapkan oleh Kyai Sadrach, termasuk evangelisasi pribadi, evangelisasi publik, debat ngelmu, menargetkan tokoh kunci, adaptasi budaya, mendirikan desa Kristen, pembebasan spiritual, dan pelayanan penyembuhan. Penelitian menemukan bahwa pendekatan Kyai Sadrach yang mempertahankan integritas kebenaran Injil sambil mengintegrasikan unsur-unsur budaya Jawa seperti bahasa, upacara tradisional, pakaian lokal, dan kerangka spiritual terbukti sangat efektif dalam konversi dan pembentukan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontekstualisasi budaya yang selektif, yang dipandu oleh pencerahan teologis, memfasilitasi penerimaan Injil yang bermakna di kalangan komunitas abangan Jawa tanpa mengorbankan substansi Alkitab. Studi ini mendukung penerapan pendekatan pelayanan yang sensitif secara budaya dalam konteks Jawa kontemporer dan konteks Asia Tenggara serupa, dengan menekankan pentingnya menyeimbangkan akomodasi kontekstual dengan kesetiaan Injili.

Page 1 of 1 | Total Record : 6