cover
Contact Name
Pebli Hardi
Contact Email
pebli.hardi@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6281254898067
Journal Mail Official
pebli.hardi@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani No. 111 , Pontianak, Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah
ISSN : 20861826     EISSN : 25794698     DOI : http://doi.org/10.29406/stek
Suara Teknik: Jurnal Ilmiah menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi riset atau aplikasi riset dan pengembangan terkini dalam bidang teknologi. Ruang lingkup Suara Teknik: Jurnal Ilmiah meliputi pendidikan teknologi dan kajian mekanika terapan, konversi energi, teknologi bahan dan manufaktur. Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan ajang berbagi karya riset dan pengembangannya di bidang teknologi.
Articles 109 Documents
ANALISA SIFAT MEKANIK MATERIAL KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT KULIT KAYU KAPUAK MODEL LAMINA DENGAN METODE RANDOM Doddy Irawan; Eko Sanjaya; Fuazen Fuazen; Gunarto Gunarto
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 9, No 1 (2018): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v9i1.1530

Abstract

Pada penelitian ini bahan yang dipergunakan adalah serat kulit kayu kapuak yang di susun acak dengan fraksi volume serat 20%, 30% dan 60%, serat di potong 5 cm dan 10 cm dengan perbadingan 20:80, 30:70, dan 60:40, Resin polyester BQTN 157 sebagai matrixnya, serat kayu ditimbang lalu di susun acak di dalam cetakan pembuatan spesimen dengan cara di curah manual ketebalan bahan uji impact tast 10x10 mm dengan panjang 100 mm, ketebalan bahan uji bending 4 mm panjang 100 mm, dengan acuan standar ASTM 790-02. Hasil pengujian pengaruh terhadap volume serat 20%, 30% dan 60% di mana kekuatan impact tertinggi terjadi pada prosentase perbandingan 30 : 70, volume serat 30% pada lamina 1 dan 2 yaitu sebesar 96461,6 ( J/m ). Untuk nilai tegangan impact terendah terjadi pada perbandingan 60:40 volume serat 60 pada lamina 1 yaitu 91900,6 (J/m). Tegangan bengkok tertinggi terjadi pada perbandingan 60 : 40 pada lamina 3 yaitu sebesar 201,61 (ϭb)(N/mm2). Untuk nilai tegangan bengkok terendah terjadi pada perbandingan 60 : 40 pada lamina 1 yaitu 100,80 (ϭb)(N/mm2).
Rancang Bangun Destilasi Air Laut Menjadi Air Minum Menggunakan Solar PV Dengan Metode MPPT P&O Nine Primastita Arif
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 11, No 2 (2020): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v11i2.2058

Abstract

Isu global tentang kualitas lingkungan yang memburuk berdampak pada kehidupan masyarakat yang hidup di pesisir pantai, masyarakat pesisir semakin hari semakin sulit untuk mendapatkan air minum dari sumur, karena sumur-sumur penduduk sudah tidak berfungsi dengan baik akibat intrusi air laut dan banjir rob. Sementara di Indonesia sumber energi matahari sangat melimpah ruah, sehingga sangat cocok untuk di kembangkan sumber-sumber energi matahari untuk berbagai keperluan. Sumber energi matahari termasuk Renewable Energy (EBT), khususnya Photovoltaic (PV) atau sel surya sangat terbuka lebar untuk dikembangkan, diprediksi meningkat pada 3-5 tahun yang akan datang. Sel surya mempunyai nilai capacity factor tahunan sekitar 14% sampai dengan 18% di Indonesia dibanding Jerman atau Eropa hanya 8-9% capacity factor nya. Dengan alasan tersebut maka dirancang untuk membangkitkan energi listrik dengan menggunakan photovoltaic yang digunakan sebagai sumber energi untuk sistem penyulingan atau desalinasi air laut menjadi air yang layak minum, sehingga dapat membantu kebutuhan minum  bagi masyarakat pesisir baik pada saat di rumah maupun di laut. Sistem ini adalah alat desalinasi portabel yang bisa dibawa perahu nelayan ke laut maupun di ditaruh halaman rumah, terdiri dari dari sel surya yang digunakan untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik kemudian diolah oleh boost converter agar tegangan naik menjadi 110 Vdc sesuai dengan level tegangan pemanas air elektrik. Alat ini mengunakan water heater 600 watt untuk mendidihkan air. Pengontrolan menggunakan Microcontroller STM32F4 yang difungsikan untuk pengontrolan MPPT (Maximum Power Point Tracking)  dengan algoritma P&O, sehingga dapat menghasilkan daya yang maksimum pada output dari boost converter. Dari hasil pengujian maka alat desalinasi air laut ini bisa menghasilkan daya maksimum 500 Watt, sehingga bisa mendidihkan air biasa sekitar 5 liter dalam waktu 2 jam dan apabila menggunakan air laut maka bisa menghasilkan air suling hasil desalinasi yang layak minum sebanyak 0.25 liter per jam setelah alat dioperasikan selama 2 jam. Sehingga alat ini bisa berguna membantu masyarakat pesisir baik untuk keperluan memanaskan air biasa untuk kebutuhan memasak, maupun mendapatkan air minum dari proses desalinasi air laut.Kata kunci : Maximum Power Point Tracking (MPPT), Boost Converter, Photovoltaic, Destilasi
PENGARUH VARIASI DIAMETER PIPA HISAP PADA SISTEM PERPIPAAN TUNGGAL TERHADAP DEBIT POMPA Fuazen Fuazen
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 8, No 1 (2017): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v8i1.538

Abstract

Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia selalu berusahauntuk menciptakan sistem pompa dengan performansi yang maksimal. Salah satunya dipakai untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih yang selalu meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubaha diameter pipa hisap terhadap debit pompa, sehingga nantinya dapat dipilih suatu solusi yang tepat dalam pemilihan instlasi pemipaan yang akan digunakan.Dari hasil penelitian didapat bahwa semakin keci penampang pipa hisap akan menyebabkan semakin kecil debit aliran pada pompa. Kata kunci : Pompa, Diameter Pipa Hisap, Tinggi Tekan
MENGENAL KERUSAKAN A.C MOBIL DENGAN ALAT PENUNJUK TEKANAN / MANIFOLD GAUGE JAIDIN JAIDIN
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 1, No 2 (2010): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v1i2.306

Abstract

; "> Di negara tropis yang bersuhu panas seperti Indonesia,orang banyak memasang penyegaran/pendingin udara (AIRCONDITIONING), dan begitu juga di dalam mobil agar diperolehkesegaran dan kenyamanan selama melakukan perjalanan. DiIndonesia akhir-akhir ini ada kecenderungan orang untukmemasang AC di mobilnya masih menggunakan Refrigrant/Freon12. Seperti kita ketahui Freon tersebut kurang ramah terhadaplingkungan.Konstruksi AC mobil terdiri dari Evaporator, KatupEkspansi, Kompresor, Kondensor, Reciever, Pipa-pia Saluran danRefrigrant. Sistim AC mobil bekerja dengan normal apabilapembacaan Vacum Gauge 1,5 – 2 kg/cm2 pada sisi tekanan rendah(Lo) dan 14,5 – 15 kg/cm2 pada sisi tekanan tinggi (Hi).Jenis-jenis kerusakan pada AC mobil adalah Refrigrantkurang, sirkulasi pendingin kurang, Refrigrant terlalu banyakterdapat udara di dalam sistemdan lai-lain. Untuk mengenalkerusakan-kerusakan tersebut diperlukan alat Manifold Gauge(Alat Penunjuk)Kata Kunci : Segar dan Nyaman, AC Mobil, Manifold Gauge dan Ramah Lingkungan.
Study of Characteristics for Physical and Mechanical Properties of Medium Carbon Steel Normalizing and Shot Peening Treatment Product Supriyanto, Agung; Priyambodo, Bambang Hari; Margono, Margono; Yaqin, Rizqi Ilmal
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 14 No 2 (2023): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v14i2.6212

Abstract

Steel is one of the metals that is widely used in today's rapidly growing industrial world. The need for manufacturing machine components is increasing. Efforts to improve the mechanical properties of steel can use heat treatment and surface treatment. One of the surface treatments that is often used in the industrial world is shot peening. This study aims to determine the effect of normalising and shot peening treatments on S45C medium carbon steel. The effect of the treatment is indicated by changes in microstructure results and surface and transverse hardness testing of the treatment results. The result is a change in the microstructure and hardness value of S45C carbon steel from the effect of normalising and shot peening treatment. Shot peening treatment causes the grains to become finer from the surface to the subsurface depending on the distance from the surface to the surface depth. These changes cause the surface and sub surface of S45C carbon steel to experience an increase in mechanical properties. The highest hardness in normalising heat treatment and shot peening treatment at 20 minutes was 316.4 HV.
Usulan Perbaikan Efektivitas Mesin Rollforming Dengan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Adi Candra; Franka Hendra; Riki Effendi
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 13, No 1 (2022): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v13i1.3851

Abstract

PT. XXX merupakan suatu  perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi atap baja ringan dan reng. Namun, pada Tahun 2020 dalam memproduksi Baja Reng perusahaan tidak mencapai target produksi yang telah ditentukan. Ini dikarenakan mesin yang digunakan sering mengalami downtime. Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan suatu  metode untuk mengukur efektivitas mesin yang diukur dari availability, performance, dan, quality. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai OEE sebesar  59,61 % dan faktor losses paling dominan adalah Reduced Losses sebesar 15,81%. Usulan perbaikan yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas adalah perbaikan strategi dan metode kerja, pengadaan fasilitas yang memadai, serta kaizen. Dilakukan simulasi dan didapati peningkatan nilai OEE sebesar 8,72% serta peningkatan jumlah produksi sebesar 7,29%. Juga terdapat beberapa usulan perbaikan yang dapat diberikan dalam meningkatkan efiktifitas dan efisiensi pada mesin yaitu pada break dilakukan sesi istirahat disela kerja, melakukan pelatihan administrasi, membuat penyangga , melakukan inpseksi secara berkala dan juga pembuatan chek sheet maintenance.
ANALISIS TINGKAT EFISIENSI PADA SISTEM PENGKONDISIAN UDARA DI GEDUNG PT. PELABUHAN INDONESIA II (PERSERO) CABANG PONTIANAK WILAYAH KALIMANTAN BARAT Sampurno, Teguh; Fuazen, Fuazen; Waspodo, Waspodo
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 10 No 2 (2019): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v10i2.1546

Abstract

Sistem pendingin memegang peranan penting dalam kehidupan manusia baik ang skala besar maupun skala kecil untuk rumah tangga, semua orang tau bahwa AC adalah alat pengkondisian udara dalam ruangan agar lebih nyaman tetapi dalam hal ini sebagian orang yang tidak tau bahwa konsumsi listrik, koefesien prestasi (COP)dan tingkat penggunaan energy (EER) tentang AC sangat penting untuk diketahui, oleh karena itu penulis berencana membuat alat uji untuk mengetahui hal tersebut. Air conditioner atau yang biasa disebut AC merupakan sebuah alat yang mampu mengondisikan udara. Dengan kata lain, AC berfungsi sebagai penyejuk udara. Penggunaan AC untuk memperoleh udara yang dingin dan sejuk serta nyaman bagi tubuh kita, AC lebih banyak digunakan diwilayah yang beriklim tropis dengan kondisi temperature udara yang relative tinggi seperti diIndonesia. Dalam penelitian ini, factor yang di analisa adalah sistem yangterdapat dalam Analisis Tingkat Efisiensi pada Sistem Pengkondisian Udara di Gedung PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Pontianak Wilayah Kalimantan Barat hal ini mencakup sistem pengkodisian udara. a. Hasil dari perhitungan beban kalor dari bab sebelumnya dapat disimpulkan berapa beban AC yang harus dipasang pada tiap-tiap ruangan Gedung Sistem Pengkondisian Udara di Gedung PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Pontianak WilayahKalimantan Barat. Setelah menghitung Beban pendingin di atas, maka dapat di peroleh total beban pendingin Analisis Tingkat Efisinsi Pengkondisian Sistem Pengkondisian Udara di Gedung PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Pontianak Wilayah Kalimantan Barat dapat, 11,026 PK.
Implementasi Maximum Power Point Tracking (MPPT) Metode Overall Distribution (OD) – Particle Swarm Optimization (PSO) Algorithm dengan Interleaved Boost Converter Bima Bagus Santoso
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 12, No 2 (2021): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v12i2.2962

Abstract

Abstrak Kinerja sistem photovoltaic yang fluktuatif sangat tergantung pada radiasi matahari dan kondisi suhu. Karena alasan ini maka diperlukannya pengoptimasian pada sistem photovoltaic. Saat ini terdapat banyak sekali optimasi photovoltaic menggunakan Maximum Power Point Tracking. Dari sekian banyak metode yang digunakan dalam pengoptimasian, terdapat 2 metode pada umumnya sering digunakan, yaitu metode Artificial Intelegence dan konvensional. Untuk mengatasi permasalahan pada MPPT konvensional yaitu kelemahan dalam pelacakan daya titik maksimum dibawah kondisi partial shading. Artikel ini mengusulkan algoritma Overall Distribution (OD) - Particle Swarm Optimization (PSO) dengan tujuan meningkatkan kecepatan dan keakuratan pelacakan saat kondisi partial shading. Sistem photovoltaic dalam artikel ini menggunakan tiga modul photovoltaic 100 Wp yang dikonfigurasi secara seri dengan DC-DC interleaved boost converter. Kinerja algoritma yang diusulkan di simulasikan menggunakan software MATLAB dan dibandingkan dengan metode HC dan P&O. MPPT yang diusulkan diuji dengan memvariasikan penyinaran matahari pada ketiga modul. Hasilnya menunjukkan bahwa MPPT mampu melacak GMPP di bawah kondisi partial shading yang akurat. Kecepatan pelacakan rata-rata dari algoritma yang diusulkan yaitu 0.195 s dan akurasi 100%.
PERENCANAAN SISTEM KEMUDI “ RACK AND PINION “, MOBIL HEMAT ENERGI SHELL ECO MARATHON ASIA 2018 EMISIA BORNEO 01 Hendra Kurniawan; Fuazen Fuazen; Eko Sarwono; Eko Julianto
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 9, No 2 (2018): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v9i2.1537

Abstract

Steering system atau sistem kemudi adalah suatu sistem pada kendaraan yang berfungsi untuk merubah arah gerak kendaraan melalui roda depan kendaraan dengan cara memutar roda kemudi kendaraan. Bila roda kemudi (steering wheel) diputar, poros utama kemudi akan meneruskan tenaga putarnya menuju gigi kemudi /steering gear. Gigi kemudi memperbesar tenaga putar ini sehingga dihasilkan momen yang lebih besar untuk menggerakkan roda depan melalui linkage. Model rack and pinion mempunyai konstruksi sederhana, sudut belok yang tajam dan ringan, tetapi goncangan yang diterima dari permukaan jalan mudah diteruskan ke roda depan. Cara kerja pada waktu roda kemudi diputar, pinion pun ikut berputar. Gerakan ini akan menggerakkan rack dari samping ke samping dan dilanjutkan melalui tie rod ke lengan nakel pada roda-roda depan sehingga satu roda depan didorong, sedangkan satu roda tertarik, hal ini menyebabkan roda-roda berputar pada arah yang sama. Berdasarkan hasil pengujian analisa sudut belok roda pada mobil emisia borneo 01 ini, sesuai aturan pada event shel echo marathon asia 2018 kendaraan harus mampu berbelok pada radius 6 meter, maka di rancang panjang wheel base 1.25 meter, panjang poros roda depan 65 cm, dengan sudut belok aman atau di ijinkan minimal 13˚, maka mobil emisia borneo 01 ini dinyatakan aman dan lulus uji tehnical impaction mampu berbelok dengan sudut roda 13˚ pada radius 6 m. Berdasarkan hasil pengujian analisa torsi yang dibutuhkan untuk membelokkan yaitu sebesar 16.660 Nm ata sama dengan 1,7 kg.mm2. Sehingga gaya sentrifugal yang terjadi karena rack menjauh dari titik tusuk pinion, saat berbelok terjadi gaya gesek antara roda dan permukaan jalan maka gaya sentrifugal yang didapat adalah sebesar 387.94 N/m2. Setelah terjadi kontak antara roda dan permukaan jalan maka gaya yang terjadi selanjutnya adalah gaya handling pada mobil emisia borneo 01 gaya handling yang didapat pada saat berbelok ke kanan dengan sudut 10˚,20˚,40˚ adalah 3128.7 N,3186.4 N, 3705.4 N, dan pada saat berbelok ke kiri adalah 3092.4 N, 3149.4 N, 3662,4 N.
Controlling of Water Flowrate in Pipe With Optimal Control Eko Sarwono; Hendro Priyatman
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 1, No 1 (2010): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v1i1.297

Abstract

Optimal control application gives more roles for performance improvement. One of control object is water flowrate in pipe with turbulence flow.  This water flow kind could disturb process, measurement equipment, and so information from measuring not exactly measurable and observable. According that reason, control system the water flowrate are needed to decrease error from steady state condition. Comparing simulation result from system no control and with optimal control,  can be concluded that optimal controller design could improve system performance, with decrease error, because all information about state   could be measured and observed. Optimal controller design by simulation is better use with high speed Personal Computer (PC) and capability to process information. PC’s delay effect from low speed PC for data processing which represented by graphic could give unsatisfaction simulation result.Keywords: Flowrate, Optimal Control.

Page 7 of 11 | Total Record : 109