cover
Contact Name
Pebli Hardi
Contact Email
pebli.hardi@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6281254898067
Journal Mail Official
pebli.hardi@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani No. 111 , Pontianak, Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah
ISSN : 20861826     EISSN : 25794698     DOI : http://doi.org/10.29406/stek
Suara Teknik: Jurnal Ilmiah menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi riset atau aplikasi riset dan pengembangan terkini dalam bidang teknologi. Ruang lingkup Suara Teknik: Jurnal Ilmiah meliputi pendidikan teknologi dan kajian mekanika terapan, konversi energi, teknologi bahan dan manufaktur. Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan ajang berbagi karya riset dan pengembangannya di bidang teknologi.
Articles 109 Documents
SIMULASI PENGARUH TEKANAN KOMPRESI DARI PISTON DATAR DENGAN CEMBUNG DI RUANG PEMBAKARAN PADA SILINDER TUNGGAL Eko Julianto; Apry Rahmadi
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 9, No 1 (2018): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v9i1.1529

Abstract

Pada abad ini komputerisasi dalam hal simulasi sangat berkembang pesat untuk meminimalisir kerusakan pada komponen sepeda motor dan untuk menghemat biaya pada eksperimental, maka dari itu penggunaan software sangatlah penting. Berdasarkan diskripsi dari sistem kerja, karakteristik dan bagian komponen mekanik motor bakar torak (piston), adalah memungkinkan modifikasi khususnya pada torak (piston) pada motor bakar torak. Pada penelitian ini akan memodifikasi permukaan piston menjadi permukaan piston cembung. Hasil penelitian ini untuk mencari perbandingan model-model profil permukaan torak (piston face) guna mendapatkan model yang optimal dan dapat menghasilkan Power dan kompresi yang maksimal. Model permukaan piston dapat dilakukan dengan modifikasi desain permukaan piston datar dengan cembung. Pelaksanaan identifikasi simulasi ini pada desain permukaan piston datar dengan desain permukaan piston cembung, maka akan diperoleh hasil yaitu desain modifikasi dan karakteristik permukaan piston. Dan peneliti ini dapat mengetahui pengaruh terhadap daya pengisapan dan perbandingan kompresi pada mesin tersebut, serta hasil tenaga atau daya motor. Selain analisis secara matematis, juga menyimulasikan laju aliran bahan bakar dan udara yang terjadi pada silinder tersebut dengan menggunakan program ANSYS.
PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI DENGAN METODE Vf DAN KONTROL PI-FUZZY Bima Dwi Priya Setiawan; Muhammad Nizar Habibi; Novie Ayub Windarko; - Sutedjo
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 11, No 2 (2020): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v11i2.2047

Abstract

Motor induksi memiliki konstruksi yang kokoh dan perewatan sederhana sehingga motor induksi menjadi kebutuhan utama di industri. Pengaturan kecepatan motor induksi merupakan salah satu kondisi operasi yang sering digunakan sehingga diperlukan kontrol umpan balik dengan tingkat error yang rendah.. Untuk memenuhi hal tersebut telah diterapkan seperti kontrol PI. Kontrol PI dapat mencakup berbagai kondisi operasi yang lebih luas dan mudah disesuaikan, namun kontrol ini masih memiliki kelemahan dalam proses tuning nilai parameter. Meskipun terdapat metode dalam proses tuning parameter PI, metode tersebut masih kurang sesuai sehingga sering terjadi ketidaktepatan parameter yang dapat mengakibatkan error cukup besar. Salah satu cara yang diterapkan dengan memanfaatkan kontrol logika fuzzy. Kontrol yang biasa disebut PI-Fuzzy merupakan kontrol yang memanfaatkan logika fuzzy sebagai metode tuning parameter pada kontrol PI. Dalam jurnal ini kinerja pengaturan kecepatan motor induksi yang dikendalikan dengan metode V/f dievaluasi menggunakan kontrol PI-Fuzzy secara tertutup. Parameter PI (KP) didapat melalui kontrol logika fuzzy dan KI didapat melalui metode Ziegler Nichols. Dengan set point sebesar 1200 rpm, kontrol PI-Fuzzy dapat menghasilkan kecepatan keluaran sebesar 1204 rpm. Setelah beberapa kali disimulasikan kontrol ini mampu mencapai error sebesar 0.3%..
RANCANGAN MANUFAKTUR RODA GIGI DARI BAHAN SERBUK LOGAM Zam Zami
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 8, No 1 (2017): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v8i1.536

Abstract

Roda gigi adalah salah satu jenis elemen transmisi yang penting untuk suatu pemindahan gerak (terutama putaran).Rodagigi  digunakan untuk mentransmisikan daya besar dan putaran yang tepat.Peneliti membuat gear dengan menggunakan proses metalurgi serbuk. Pembuatan Gear (Roda Gigi) dengan menggunakan proses Metalurgi serbuk  dilakukan agar mendapatkan  gesekan yang terjadi antara modul pada roda gigi  yang saling bergesekan dapat dikurangi, karena Benda  yang dibuat dengan Proses Metalurgi Serbuk biasanya menghasilkan  produk yang tahan terhadap keausan Tahan terhadap korosi, sehingga mengurangi atau meminimalkan gesekan yang terjadi pada dua buah logam yang saling bergesekan. Ada beberapa step yang dilakukan dalam metodologinya. Yaitu pencampuran bahan yang setelah itu iberi perlakuan penekanan dalam suhu panas dan dingin, pemanasan, pengoptimalan awal dan akhir.Proses pembuatan roda gigi ini merupakan suatu pilihan yang tepat karena memberikan manfaat yang begitu banyak pada saat pengoperasian mesin tersebut.Kata kunci: Roda gigi, metalurgi serbuk, manufakturAbstractGearis one of element kinds.Gear used for transmitting great power and proper rotation. Researchers make gear using powder metallurgy process. Making Gears by means of a powder metallurgy process is carried out in order to obtain friction between the modules on the gears that rub against each other to be reduced, since objects made by the Powder Metallurgy Process usually produce a wear resistant product Resistant to corrosion, thereby reducing or Minimizing the friction that occurs on two metal rubbing each others. There are several steps done in the methodology. That is mixing of the material after which iuati emphasis treatment in hot and cold temperatures, heating, initial and final optimization. The process of making this gear is an appropriate choice because it provides so many benefits at the time of operation of the machine.Key words: Gear, metal power, manufacture.
FOREST FIRE PREDICTION SYSTEM Hendro Priyatman; Dewanto Rosian Adhy
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 1, No 2 (2010): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v1i2.305

Abstract

The tropical forest there are being one of natural resources that need toprotect and explorate wise and safely also sustainabilty concept. But at severalyears later, there are some problems causes by improperly exploitation. One ofdisaster is forest fire. This disater not only eliminate forest natural resources butalso produce other disaster like fogging and disturbing ecosystem. On the otherside, research development at intelligence system especially neurofuzzy producedesign system that able to make monitoring to real data, proceed with rule baseform human thinking and produce proediction system and supportinginformation from decision making. Regarding to two point of view describeabove, exist one idea to using development and achievment at neurofuzzyconcept to make monitoring about ecological especially forest fire condition andproceed and make prediction to anticipate it.Keywords: forest, fire, neurofuzzy.
Implementing Statistical Process Control (SPC) In The Transformation of Trimming II Process Indriyati K, Retno; Hendra, Franka; Effendi, Riki; Sirait, Morhan; Hutasoit, Jisman; Alviansyah, Dede
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 14 No 2 (2023): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v14i2.5752

Abstract

The The main objective of this study is to analyze the implementation of quality control in the process, types of defects, and factors that cause defects in the Trimming II process and improve product quality. The method used is the Statistical Process Control (SPC) method with control aids (cheeksheet, Pareto diagram, histogram, cause and effect diagram, and control chart, scatter. The results of the study using the seven tools method found 4 types of defects in the Trimming II process defects such as scratched rear panels, crooked cross shaft frame, blower unfunction, and loose horn bracket bolts. The results of histogram diagram analysis for the highest type of defect are bolt bracket horn types the horn bracket bolts) are loose by 548. The results of the analysis of the Pareto diagram for the type of defect of the horn bracket bolts are loose by 34.6%. meaning it is still not under control. Based on the cause effect diagram and the causative factors of the type ca loose horn bracket bolts analyzed using the 5W+1H method, namely fatigue and inaccuracy at work, employee experience and understanding, dirty smelly material, difference in bolt size, disturbing noise, dusty production line conditions, hot production line temperature conditions.
Pengaplikasian Sproket Untuk Putaran Lempengan Pada Mesin Pengering Sepatu Sintetis Dengan Memakai 2 (dua) Pemanas Fadwah - Maghfurah; Windarta - Windarta; Riki - Effendi; Dandy - Rizaldy; Alan - Ramadhan
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 13, No 1 (2022): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v13i1.4444

Abstract

Abstrak Perancangan dan pembuatan mesin pengering sepatu dengan 2 (dua) pemanas telah dilakukan sebelumnya dengan tujuannya membuat pengembangan mesin pengering sepatu menggunakan sumber panas dari kompor dan heater dengan proses pengeringan berputar hingga 5 Rpm. Keunggulan inovasi mesin pengering ini adalah pengeringan secara sempurna karena benda yang dikeringkan tidak diam dan perpindahan kalor pada kadar air berlangsung secara cepat, sehingga dapat meningkatkan waktu proses pengeringan sepatu yang sangat cepat. Proses pengeringan berputar pada poros lempengan yang digerakkan dari motor listrik 0,25 HP yang direduce kecepatan putaran menggunakan gearbox 1:50 agar menghasilkan putaran lempengan sepatu hingga 5 Rpm. Putaran poros yang ditransmisikan dari gearbox menggunakan sprocket, hal itu dipilih karena pada saat mentransmisikan daya putaran tahan terhadap panas dalam ruang pengering. Konstruksi di desain dengan ukuran tinggi 1350 mm, lebar 400 mm dan panjang 60 mm, standard suhu panas yang di telah ditentukan yaitu 80˚C dikarenakan bahan sepatu yang dikeringkan yaitu sintetis. Sistem pemanas telah dirancang menjadi hybrid sewaktu dalam keadaan emergency, jika Listrik PLN padam maka proses pengeringan akan tetap berlanjut secara langsung. Daya yang dibutuhkan untuk menggerakkan mesin sebesar 3,69 watt dengan beban yang akan diterima oleh bantalan sebesar 8,4 N/M. Mesin didesain sedemikian rupa dengan kapasitas 3 pasang sepatu dalam 1 proses pengeringan.Kata kunci: Mesin Pengering Sepatu, Sprocket, 2 (dua) Heater. Abstract The design and manufacture of a shoe-drying machine with 2 (two) heaters has been carried out. The goal is to develop a shoe-drying machine using a heat source from the stove and heater with a rotating drying process of up to 5 Rpm. The advantage of this dryer is that it dries perfectly because the object being dried is not stationary and the heat transfer at the moisture content takes place quickly, so it can increase the drying time of the shoes very quickly. The drying process rotates on the slab shaft, which is driven from a 0.25 HP electric motor, which reduces the rotation speed using a 1:50 gearbox to produce shoe slab rotation of up to 5 Rpm. The shaft rotation is transmitted from the gearbox using a sprocket; it was chosen because at the time of transmitting the rotational power is resistant to heat in the drying chamber. The construction is designed with a height of 1350 mm, a width of 400 mm and a length of 60 mm; the standard heat temperature that has been determined is 80˚C because the shoe material that is dried is synthetic. The heating system has been designed to be a hybrid during an emergency, if the PLN electricity goes out, the drying process will continue directly. The power required to drive the engine is 3.69 watts with a load that will be received by the bearings of 8.4 N/M. The machine is designed in such a way with a capacity of 3 pairs of shoes in 1 drying process.Keywords : Machine dryer shoes, Sprocket, two source heater
ANALISA KINERJA BOILER PADA KONDISI MOISTURE DAN KALORI BATUBARA ABNORMAL TERHADAP PENGARUH PLANT HEAT RATE BTG PT. INDONESIA CHEMICAL ALUMINA TAYAN Suwito, Suwito; Sarwono, Eko; Gunarto, Gunarto; Julianto, Eko
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 10 No 2 (2019): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v10i2.1545

Abstract

Boiler merupakan bejana tekan dimana menggunakan batubara sebagai bahan bakar dengan temperatur ruang bakar antara 800°C - 950°C yang mana panas dari hasil pembakaran tersebut dialirkan ke air pada waterwall sebagai pipa aliran air sehingga terbentuk air uap atau steam, selanjutnya di transferkan ke turbin melalui pipa untuk memutar sudu-sudu turbin dan shaft dihubungkan ke generator untuk menghasilkan listrik.  Batubara sebagai bahan bakar boiler memiliki parameter standar yang telah ditetapkan seperti moisture content dan kalori pada batubara.  Abnormal batubara yang terdapat pada BTG dimana moisture content dan kalori batubara tidak sesuai dengan parameter standar, moisture content yang tinggi menghambat proses pembakaran pada boiler dan kalori batubara yang rendah mengakibatkan proses pembakaran kecil sehingga membutuhkan jumlah batubara untuk proses pembakaran meningkat.  Standar parameter moisture content adalah <20% dan kalori batubara 5100 Kcal/kg, dalam kondisi abnormal tersebut kinerja boiler dapat menurun, dan pengaruh tersebut pada plant heat rate BTG.  Plant heat rate merupakan parameter untuk mengetahui keandalan suatu pembangkit, didefinisikan sebagai jumlah energi bahan bakar batubara yang dibutuhkan unit untuk menghasilkan 1 kwh, dinyatakan Kcal/kg.  Parameter data didapatkan dari ruang kontrol BTG, analisa laboratorium BTG, serta pihak ketiga untuk mengetahui nilai parameter batubara.  Dari data tersebut dilakukan pengolahan data untuk menentukan kinerja boiler pada kondisi abnormal batubara terhadap pengaruh plant heat rate, maka didapatkan hubungan grafik antara kinerja boiler, terhadap plant heat rate dengan perbandingan specific coal consumption (SCC), dari hasil perhitungan nilai aktual dibandingkan dengan nilai desain BTG.  Hasil dari analisa didapat pada bulan November, Desember 2016 dan Januari 2017 untuk kinerja boiler 81,47%; 80.27%; dan 79,48% dan untuk kinerja boiler metode tidak langsung 79,59% dimana nilai desain BTG adalah 88,2%,nilai plant heat rate 7204 Kcal/kwh; 7123,75%; dan 7570,09 Kcal/kwh dimana nilai desainnya 5314 Kcal/kwh.  Sehingga dapat dikatakan pada kinerja boiler kondisi batubara abnormal memiliki pengaruh plant heat rate suatu unit pembangkit.
Analisis Pemilihan Konverter Daya DC-DC pada Pembangkit Listrik EBT Fifi hesty hesty; Ketut Trisma Cadu Palguna; Mochammad Fauzril Joelfansyah Athalla
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 12, No 2 (2021): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v12i2.3012

Abstract

Buck-boost converter memiliki fungsi yang efisien karena dapat menaikkan dan menurunkan tegangan. Fungsi ini akan efisien bila diterapkan pada kondisi pembangkit dengan masukan yang fluktuatif, seperti tenaga angin dan matahari, namun diinginkan keluaran yang stabil. Hal ini tentunya harus dikaji lebih jauh apakah fungsi yang efisien ini juga menghasilkan peforma yang efisien. Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan pemilihan konverter daya pada pembangkit energi baru terbarukan (EBT). Pada pembangkit EBT seperti pembangkit listrik tenaga angin (PLTB), kondisi angin yang fluktuatif akan mengakibatkan tegangan output generator yang berubah pula. Kondisi yang fluktuatif ini akan menyebabkan desain yang lebih rumit dalam menentukan konverter DC-DC yang digunakan bila diinginkan tegangan keluaran yang stabil. Implementasi buck-boost converter tidak disarankan untuk diaplikasikan pada kondisi lingkungan yang fluktuatif karena buruknya efisiensi yang dihasilkan. Kata kunci:  Buck – Boost Converter, EBT, Konverter DC-DC 
PERENCANAAN DAYA MAMPU PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR DI PLTMH DESA KARANG DANGIN KABUPATEN KETAPANG Eko Sarwono; Hasmi Eka Karsa; Eko Julianto; Gunarto Gunarto
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 9, No 2 (2018): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v9i2.1536

Abstract

Yang melatar belakangi penulis untuk merencanakan Pembangkit Listrik Mikro Hidro ini adalah dikarenakan di Desa Karang Dangin Kabupaten Ketapang memang belum ada penerangan yang difasilitasi oleh Negara dan masyarakat masih menggunakan penerangan tradisional, dikarenakan mungkin jarak atau letak geografis daerah tersebut memang jauh dan untuk mencapai kedaerahnya cukup sulit, setelah penulis melakukan observasi kelapangan dan melihat ada potensi di daerah tersebut untuk dijadikan suatu PLTMH, dengan data – data lapangan sebagai berikut, debit air (Q) 10. m3/dtk, serta tinggi (H) 31.654 m, maka penulis tertarik untuk merencanakan pembanagkit listrik tersebut. Adapun perhitungan-perhitungan yang dilakukan penulis yaitu, perhitungan tinggi air jatuh, diameter pipa pesat, daya potensi turbin, kecepatan spesifik, generator, poros, bantalan, pully, pasak dan sabuk. Dari perhitungan diatas didapatlah hasil dari perencanaan tersebut yaitu, jenis turbin adalah turbin Pelton, putaran turbin yang direncanakan adalah 500 rpm, daya generator 145 KW, diameter pipa pesat 6 inchi, Kapasitas Daya terpasang PLTM yang dapat dibangkitkan sebesar 22,430.55 kVA atau 22,428 kVA pada Debit rencana (rata-rata) = 10,5 m3/dt dan Tinggi terjun = 31,166 m, Tipe Turbin yang sesusai dengan Daya dan Ketinggian (Head) adalah tipe Med Cross Flow (Turbin Aliran Silang). Dengan Kapasitas Daya terpasang yang dibangkitkan sebesar 19,064 kW atau 22,428 kVA mampu mencukupi kurang lebih 44 Rumah atau 44 KK (Kepala Keluarga) dengan pembagian Daya sebesar 500 VA per Rumah (KK). Genset yang digunakan 145 kVA.
Analisis Hasil Double Side Friction Stir Welding pada Aluminium AA6061 dengan Penguat Serbuk Cu terhadap Struktur Mikro Nur Kholis; Helmy Purwanto
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 14, No 1 (2023): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v14i1.5325

Abstract

Pengelasan Friction Stir Welding (FSW) adalah metode pengelasan sederhana, yaitu dengan memanfaatkan energi panas yang ditimbulkan dari gesekan shoulder tool dengan material yang dilas. FSW yang sedang berkembang saat ini adalah dengan menambahkan material serbuk pada daerah nugget untuk meningkatkan kemampuan las. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil secara foto makro dan mikro daerah overlapping pada pengelasan Double Side Friction Stir Welding (DS-FSW) dengan menambahkan material serbuk tembaga (Cu). Material yang digunakan adalah aluminium dengan kode AA6061 dan serbuk tembaga (Cu) dipilih sebagai bahan utama. Penambahan serbuk Cu diletak kan pada (single grove) dan (double grove). Proses pengelasan DS-FSW menggunakan CnC milling dengan parameter feed rate 80 mm/menit dan kecepatan putaran tools 1000 rpm. Pengamatan foto makro menggunakan USB Digital Mikroskop, sedangkan pengamatan struktur mikro menggunakan Metallography optic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa foto makro pada parameter single grove dan double grove sama –sama mengalami cacat pengelasan diantaranya adalah tunnel defect, namun cacat tunnel defect yang memiliki dimensi lebih besar pada parameter double grove. Hasil observasi struktur mikro menunjukkan distribusi serbuk tembaga pada overlap terletak para parameter double grove, hal tersebut terjadi karena letak pin FSW berada simetris antara dua grove yang sudah terisi serbuk Cu, sehingga pengadukannya bisa merata.

Page 5 of 11 | Total Record : 109