cover
Contact Name
Surnayanti
Contact Email
surnayanti@fp.unila.ac.id
Phone
+6282373398378
Journal Mail Official
jopfe@fp.unila.ac.id
Editorial Address
Universitas Lampung. Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung, 35145, INDONESIA.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of People, Forest And Environment
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28076796     DOI : https://doi.org/10.23960/jopfe
Core Subject : Agriculture, Social,
Journal of People, Forest and Environment (JOPFE) publishes state of the art results of primary findings and synthesized articles containing significant contribution to science and its theoretical application in areas related to people, forest and environment research and its broad linkage. Manuscripts in Bahasa Indonesia or English are welcome.
Articles 63 Documents
PERSEPSI WISATAWAN DI TAMAN WISATA BUKIT SAKURA BANDAR LAMPUNG Redi Mutama; Gunardi Djoko Winarno; Bainah Sari Dewi; Rudi Hilmanto
Journal of People, Forest and Environment Vol. 3 No. 1 (2023): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v3i1.5571

Abstract

Pengembangan pariwisata berkelanjutan perlu melibatkan penetapan kebijakan pembangunan yang bertujuan untuk mengelola kelestarian lingkungan. Indikator pengembangan objek wisata erat kaitannya dengan persepsi pihak yang terlibat dalam pengembangan wisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi wisatawan di Taman Bukit Sakura. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2021 di objek Taman Wisata Bukit Sakura, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Metode pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara dan kunjungan lapangan. Metode pengambilan sampel responden menggunakan metode probability sampling. Analisis deskriptif dilakukan dengan mengubah bilangan skala likert ke dalam arti kualitatif masing-masing nilai scoring. Hasil yang didapatkan ialah persepsi wisatawan terkait aspek alam dan lingkungan, sebesar 3.82 dan masuk kategori baik. Penilaian keindahan alami, kenyamanan dan kebersihan lingkungan asing-masing mendapatkan nilai sebesar 3,61 dan masuk dalam kategori baik. Serta penilaian persepsi wisatawan terhadap infrastruktur jalan utama, jalan setapak, jaringan komunikasi, parkir dan tempat sampah mencapai nilai akhir 3,45 atau masuk dalam kategori cukup baik.
PENGARUH PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS SEBAGAI PUPUK TAMBAHAN TERHADAP PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (Allium cepa L.) Nabila Ubaidah; Eti Ernawiati; Wawan Abdullah Setiawan; Suratman Suratman
Journal of People, Forest and Environment Vol. 3 No. 1 (2023): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v3i1.5581

Abstract

Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan salah satu komoditas utama sayuran di Indonesia yang mempunyai banyak manfaat. Bawang merah termasuk ke dalam rempah kelompok yang dibutuhkan oleh konsumen rumah tangga sebagai penyedap bumbu masakan dan bahan baku industri makanan serta bahan obat tradisional yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Meningkatnya permintaan bawang merah mendorong peningkatan produksi yang dalam prosesnya menggunakan pupuk kimia yang berdampak merusak lingkungan dalam masa panjang sehingga diperlukan alternatif pemupukan yang ramah lingkunan dengan hasil tanam yang juga lebih baik. Air cucian beras yang kebanyakan dibuang begitu saja masih memiliki kandungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan sebagai unsur hara yang mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga dapat dijadikan pupuk tambahan yang ramah lingkungan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pemberian air cucian beras terhadap pertumbuhan bawang merah (Allium cepa L.). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Botani, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung dari bulan April hingga September 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Perlakuann volume air cucian beras yang terdiri dari empat taraf, yaitu; K0 = kontrol, K1 = 20 ml, K2 = 40 ml, K3 = 60 ml. Parameter meliputi pengamatan jumlah daun, jumlah umbi, berat umbi dan berat kering daun. Hasil penelitian menunjukan bahwa pupuk organik cair berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Perlakuan volume 20 ml menghasilkan produksi rata-rata tertinggi dengan jumlah daun (25 helai), jumlah umbi (5 umbi), berat umbi (35,2 gram), dan berat kering daun (6,517 gram).Kata kunci: bawang merah, air cucian beras, pupuk tambahan
PERILAKU SEKSUAL RUSA TIMOR (Cervus timorensis) DI PENANGKARAN RUSA UNIVERSITAS LAMPUNG Riobinoto Daniel Purba; Bainah Sari Dewi; Sugeng P Harianto
Journal of People, Forest and Environment Vol. 3 No. 1 (2023): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v3i1.5731

Abstract

Rusa menjadi salah satu dari sekian keanekaragaman satwa di Indonesia. Indonesia memiliki 5 spesies rusa yaitu Rusa Sambar (Cervusunicolor), Rusa Timor (Rusa Timorensis), Rusa Bawean (Axiskuhlii),Rusa Totol (Axisaxis) dan Kijang (Muntiacusmuntjack).Lokasi penelitian di Penangkaran Rusa Universitas Lampung. Waktu penelitian dimulai pada bulan September sampai November 2020. Penangkaran Rusa di Unila menangkar Rusa Timor sebanyak 8 ekor dengan rasio seksual 4 jantan dan 4 betina. Nama-nama rusa yaitu Karomani, Sugeng, Asep, Irwan, Dewi, Lusi, Atik dan Kiki. Tujuan penelitian adalah menganalisis perilaku seksual Rusa Timur. Metode pengambilan data menggunakan observasi lapangan dengan melihat interaksi seksual yang terjadi selama pengamatan dengan metode scan sampling. Interaksi seksual yang diperoleh meliputi gelisah, saling mengendus, mating, dan urinasi. Karomani, Dewi dan Lusi menjadi rusa dengan perilaku seksual paling aktif, Dewi menjadi betina paling subur, dan Atik mulai memasuki masa birahi sebagai betina.
KARAKTERISTIK HABITAT DAN POPULASI BADAK BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT DI DESA PENYANGGA RESORT RAWA BUNDER TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS Fitri Auliya Rahmadini; Sugeng P. Harianto; Gunardi Djoko Winarno; Bainah Sari Dewi
Journal of People, Forest and Environment Vol. 3 No. 2 (2023): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v3i1.7146

Abstract

Persepsi Masyarakat terhadap karakteristik habitat dan populasi badak sangat penting karena berkaitan dengan kepunahan satwa badak. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis kondisi habitat badak dan Mengetahui persepsi masyarakat terhadap populasi badak di TNWK oleh masyarakat Desa Raja Basa Lama 1. Penelitian dilaksanakan pada bulan November Desember tahun 2022 berlokasi di Desa Raja Basa Lama 1, Labuan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Metode penelitian yaitu wawancara dengan panduan kuesioner terhadap 30 responden yang dipilih secara acak (random sampling). Analisis data secara deskriptif dan analisis skala Likert. Hasil penelitian dari persepsi masyarakat menunjukan kondisi habitat badak berdasarkan 8 komponen Habitat badak (air, suhu, ruang gerak, cover, ketersediaan pakan di hutan dan pakan diluar kawasan hutan, predator, kompetitor) mengalami penurunan dibandingkan pada masa lampau. Hutan sebagai habitat badak diduga semakin rusak dan berkurang luasnya. Habitat badak yang tidak sesuai dengan karakteristik badak tinggal sangat mempengaruhi keberlangsungan hidup badak. Populasi badak semakin jarang ditemui. Dugaan lainnya populasi badak semakin menurun dikarenakan adanya aktivitas perburuan liar.
PENGELOLAAN TUMBUHAN PORANG UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TEGAL YOSO Riska Febrianti; Gunardi Djoko Winarno; Trio Santoso; Hari Kaskoyo
Journal of People, Forest and Environment Vol. 3 No. 2 (2023): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v3i2.7447

Abstract

 Porang (Amorphophallus muelleri) memiliki potensi besar untuk berfungsi sebagai penunjang kesejahteraan masyarakat sekitar hutan serta untuk upaya konservasi hutan yang tersisa maupun yang akan direboisasi. Tujuan dilakukannya  penelitian ini untuk mengetahui sumber benih porang, cara melakukan penanaman porang di lapangan, cara pemeliharaan porang dan cara menghindari kegagalan panen akiat akibat aktivitas gajah. Metode yang digunakan yaitu wawancara mendalam dan survey ke lapangan. Survei lapangan dilakukan untuk mengumpulkan data tentang luas lahan yang digunakan untuk budidaya porang, teknik budidaya yang digunakan, input yang diperlukan seperti bibit, pupuk, serta hasil panen yang dicapai. Desa Tegal Yoso, yang terletak di Lampung Timur masih sedikit petani yang melakukan budidaya porang. Pengelolaan porang baru dilakukan oleh 2 petani seluas ¼ ha. Padahal, budidaya porang di desa tersebut memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat dan juga diharapkan dapat dikembangkan di Tegal Yoso untuk mendukung mitigasi konflik gajah dan manusia pada masa depan. Pendapatan dari porang secara efisien sebesar Rp150.000.000.
IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN SUMBER PAKAN LEBAH MADU (Apis cerana) DI KEBUN LEBAH DESA BUANA SAKTI, KECAMATAN BATANG HARI, LAMPUNG TIMUR Fathan Agung Ahsani; Afif Bintoro; Ceng Asmarahman; Duryat Duryat
Journal of People, Forest and Environment Vol. 3 No. 2 (2023): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v3i2.7515

Abstract

Salah satu kegiatan yang memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yaitu madu yang dilakukan dengan budidaya lebah madu. Budidaya lebah madu telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang hidup disekitar hutan. Masyarakat Indonesia banyak yang tinggal di sekitar hutan, dimana sebagian dari masyarakat tersebut banyak yang memanfaatkan budidaya lebah madu sebagai sumber perekonomian. Akan tetapi, penurunan terhadap tutupan hutan kini menjadi masalah dalam pembudidayaan lebah madu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis tumbuhan yang menjadi sumber pakan lebah madu Apis cerana, besaran total populasi tumbuhan penghasil nektar dan pollen sebagai sumber pakan lebah Apis cerana, penyebaran tumbuhan sumber pakan lebah Apis cerana, dan kondisi populasi lebah Apis cerana di Kebun Lebah Desa Buana Sakti, Kecamatan Batang Hari, Lampung Timur. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2023 di Desa Buana Sakti, Kecamatan Batang Hari, Lampung Timur dengan menggunakan metode Systematic sampling menggunakan susunan plot secara bersarang. Hasil penelitian yaitu terdapat 20 jenis tumbuhan sumber pakan lebah Apis cerana, besaran populasi pada tumbuhan sumber pakan yang menghasilkan nektar berjumlah 20 jenis, penghasil pollen 12 jenis dan penghasil propolis 10 jenis, sebaran populasi tertinggi terdapat pada jenis tanaman jati dan pembudidayan lebah madu Apis cerana di Kebun Lebah Desa Buana Sakti, Kecamatan Batang Hari, Lampung Timur mengalami penurunan
TINGKAT KENYAMANAN RUANG TERBUKA HIJAU UNIVERSITAS LAMPUNG Del Piero Jonathan; Rudi Hilmanto; Indra Gumay Febryano; Afif Bintoro
Journal of People, Forest and Environment Vol. 3 No. 2 (2023): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v3i2.7750

Abstract

ABSTRAK. Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) diharapkan mampu menanggulangi permasalahan lingkungan perkotaan dalam menetralisir dampak negatif oleh aktivitas yang ditimbulkan. Universitas Lampung menjadi salah satu konsep RTH yang berperan penting dalam menyelesaikan pelestarian lingkungan perkotaan. Ruang Terbuka Hijau Universitas Lampung dibangun untuk memberikan kenyamanan kepada sivitas akademika, khususnya mahasiswa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kenyamanan dan perubahan tutupan lahan kurun waktu tahun 2015 – 2022 dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Universitas Lampung. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 2 metode yaitu metode Temperature Humidity Index (THI) dan metode observasi. Penelitian dilakukan pada tiga lokasi yaitu tegakan beringin, kawasan parkiran terpadu, dan lapangan sepak bola. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa tingkat kenyamanan (THI) pada ruang terbuka hijau menunjukkan bahwa yaitu nilai THI tertinggi terdapat pada lokasi Lapangan Sepak Bola, pukul 12.00 – 13.00 WIB yaitu 25,5 dengan suhu 31,8ºC dan kelembapan 64% termasuk kategori sedang. Perubahan tutupan lahan pada RTH di Unila menunjukkan bahwa pada tahun 2015 – 2022 pada lokasi kawasan parkiran terpadu terdapat perubahan lahan, namun pada lokasi tegakan beringin dan lapangan sepak bola tidak mengalami perubahan lahan. Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau; Universitas Lampung; tingkat kenyamanan; THI; perubahan tutupan lahan.
DEVELOPMENT OF FACILITIES AND SERVICES OF THE WAY KALAM WATERFALL NATURAL TOURISM DESTINATION, SOUTH LAMPUNG BASED ON VISITOR PERCEPTIONS Nadia Ghassani; Gunardi Djoko Winarno; Bainah Sari Dewi; Sugeng P. Harianto
Journal of People, Forest and Environment Vol. 3 No. 2 (2023): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v3i2.8204

Abstract

The Way Kalam Waterfall tourist attraction is one of the natural attractions that has tourist attraction and potential and can be developed with development and strategy because it can be used to develop facilities and services. Based on the explanation above, the aim of this research is to analyze the condition of facilities and services at the Way Kalam Waterfall destination based on visitor assessments for the development of Nature Tourism. This research was carried out at the Way Kalam Waterfall Natural Tourism Object located in Way Kalam, South Lampung Regency, Lampung. Research data collection was carried out in September 2023. The method used was a questionnaire and also direct observation with 100 visitors as respondents based on the Slovin formula with random sampling techniques, then analyzed using descriptive analysis and a Likert scale. Based on the results of the analysis of visitors' perceptions of the Way Kalam Waterfall natural tourism destination, efforts are needed to develop facilities and services for the Way Kalam Waterfall natural tourist attraction. This is because the facilities and services are inadequate, such as the absence of an information center, the condition of the toilets which are still one with changing and rinsing rooms, the prayer rooms are not suitable, and there are no counters. The condition of the Way Kalam Waterfall natural tourism destination is good, but there are several things that need to be improved, especially infrastructure and additional facilities and services. The assessment of the condition of the Way Kalam Waterfall Nature Tourism destination based on visitors is in a good category, but the facilities and services have an average facility value of 2, which means inadequate.
Keanekaragaman Dung Beetle Di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Bufferzone Lampung, Indonesia Bainah Sari Dewi; Shafa Fauzia Ranti; Candra Yoga Aditama; Rusita Rusita; Sugeng P Harianto
Journal of People, Forest and Environment Vol. 3 No. 2 (2023): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v3i2.8413

Abstract

Dung beetle s live and develop in animal droppings and have a role as second-level seed dispersers. The aim of this research is to determine the level of diversity of beetles found in Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. The observation locations were carried out in three locations, namely rice fields dan rivers who located in Sumber Agung village, Suoh, Lampung Barat. This research used the Pit fall trap method or trap traps baited with goat and cow feces. because it is easy to get in the Suoh area and traps are installed in two places, namely rice fields and rivers. The diversity index value of dung beetle s in both habitats is included in the medium diversity category because it is in the diversity value interval: 1 ≤ H' ≤ 3 with the value of H' in rice fields = 1.24 and in rivers = 1.04. Species diversity is classified as moderate because there are not many species occupying the area and the individuals occupying the habitat are unique. Moderate species diversity indicates sufficient productivity and fairly balanced ecosystem conditions with moderate ecological pressure.
Perbandingan Biodiversitas Dung Beetle Pada Variasi Feses Di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Dan Tahura Wan Abdul Rachman Shafa Fauzia Ranti; Bainah Sari Dewi; Gunardi Djoko Winarno; Sugeng P. Harianto
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 1 (2024): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i1.8432

Abstract

Kehadiran dung beetle dapat menjadi indikator rusaknya habitat pada ekosistem hutan tropis, dan kumbang kotoran juga sensitif terhadap perubahan vegetasi, iklim mikro, dan hewan di habitatnya. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbandingan biodiversitas dung beetle di Hutan Tamana Nasional Bukit Barisan Selatan dan Hutan Pendidikan Konservasi Tahura Wan Abdul Rachman  pada November 2023. Metode yang digunakan adalah metode trap, kemudian data yang terkumpul dianalisis dengan mengidentifikasi variasi dan keanekaragamannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa biodiversitas dung beetle pada kedua lokasi memiliki perbedaan yang signifikan dengan jumlah pada Hutan Taman Nasional Bukit Barisan ditemukan 7 individu dengan 5 spesies sedangkan pada Hutan Tahura Wan Abdul Rachman ditemukan 4 individu dengan 2 spesies. Ada lima jenis dung beetle yang ditemukan yaitu Catharsius molossus, Onthophagus sp, Aphodius marginellus, Sacbaeus sacer dan Oryctes rinocheros. Perbandingan biodiversitas kedua lokasi dikarenakan perbedaan suhu dan cuaca, vegetasi, dan keberadaan satwa besar. Variasi feses yang digunakan yaitu feses sapi dan feses kambing di mana berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa feses sapi lebih dominan disukai dung beetle.