cover
Contact Name
Surnayanti
Contact Email
surnayanti@fp.unila.ac.id
Phone
+6282373398378
Journal Mail Official
jopfe@fp.unila.ac.id
Editorial Address
Universitas Lampung. Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung, 35145, INDONESIA.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of People, Forest And Environment
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28076796     DOI : https://doi.org/10.23960/jopfe
Core Subject : Agriculture, Social,
Journal of People, Forest and Environment (JOPFE) publishes state of the art results of primary findings and synthesized articles containing significant contribution to science and its theoretical application in areas related to people, forest and environment research and its broad linkage. Manuscripts in Bahasa Indonesia or English are welcome.
Articles 63 Documents
Pengaruh Pengelolaan Kopi Robusta Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di HKM Binawana Register 45B Desa Tri Budisukur, Kecamatan Kebun Tebu, Lampung Barat, Lampung Ricat Rawanda; Redi Mutama; Moch Herman Surya; Bainah Sari Dewi
Journal of People, Forest and Environment Vol. 1 No. 1 (2021): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v1i1.4492

Abstract

Robusta coffee is a type of coffee plant with the scientific name Coffea canephora. Robusta name is taken from the word "robust", a term in English which means strong. The purpose of this study was the effect of robusta coffee management on social, economic and cultural aspects at HKM Binawana Register 45B Tri Budisukur Village, Kebun Tebu District, West Lampung, Lampung. The research analysis used descriptive qualitative. Data collection methods were interviews with 40 respondents conducted in July-August 2020, field observations and documentation studies. The results showed that coffee management was influenced by the characteristics of the respondents, including age, education level, number of dependents, cultivated land area and income level. Public perception regarding coffee management at HKm Binawana states that around 62.5% or 25 respondents strongly agree that the management of robusta coffee at HKm Binawana can meet the needs of the local community, around 70% or 30 respondents strongly agree that the management of Robusta coffee at HKm Binawana can provide employment for the surrounding community, around 87.5% or 35 respondents harvest coffee 1-3 times a year, and around 62.5% or 25 respondents have managed coffee plants for one generation. Keywords:  HKm Binawana; Robusta coffee; The influence of coffee management on the socio-economy.
Pengaruh Biochar pada Simbiosis Rhizobium dan Akar Sengon Laut (Paraserianthes falcataria) dalam Media Tanam Aulia Asmara Loka Br Tarigan; Melya Riniarti; Hendra Prasetia; Wahyu Hidayat; Ainin Niswati; Irwan Sukri Banuwa; Udin Hasanudin
Journal of People, Forest and Environment Vol. 1 No. 1 (2021): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sengon laut ( Paraserianthes falcataria) merupakan tanaman yang bersimbiosis secara mutualisme dengan Rhizobium. Rhizobium adalah bakteri yang menginfeksi akar tanaman yang berfungsi dalam fiksasi nitrogen. Adanya rhizobium yang ditunjukkan dengan timbulnya tonjolan berupa bintil pada akar. Perkembangan bintil terlihat oleh media tanam. Kondisi pada media tanam dapat dibenah dengan biochar untuk meningkatkan ruang tumbuh akar dan penyerapan unsur hara salah satunya nitrogen. Tujuan dalam penelitian ini adalah melihat pengaruh biochar pada media tanam bibit sengon laut ( Paraserianthes falcataria)) terhadap simbiosis rhizobium dan akar yang dilihat dari akar bintil (nodul). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dilakukan selama 6 bulan. Perlakuan yang diteliti yaitu Kontrol atau 100% tanah (K), Meranti 5% atau penambahan biochar 5% (M5), dan Meranti 10% atau penambahan biochar 10% (M10). Parameter yang diamati adalah jumlah bintil root, persen bintil efektif dan warna daun. Hasil menunjukkan dibandingkan dengan kontrol peningkatan peningkatan pada jumlah bintil (61-75%), persen bintil efektif (527-2381%) dan warna daun (16-22%) dengan aplikasi biochar pada media tanam bibit sengon laut.
Persepsi Masyarakat dalam Pemilihan Kayu Untuk Bangunan Fajar Nugraha Fahriza; Hari Kaskoyo; Rahmat Safe'i; Wahyu Hidayat
Journal of People, Forest and Environment Vol. 1 No. 1 (2021): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v1i1.4496

Abstract

Kayu merupakan bahan bangunan yang sangat banyak digunakan dan diminati  sejak dahulu. Penggunaan kayu sebagai bahan bangunan kian hari cenderung meningkat oleh karena itu tujuan dari peneliti mengetahui persepsi masyarakat sebagai bahan bangunan. Penilitian ini menggunakan metode purposive sampling dan analytic hierarki product dengan jumlah responden 10 orang . Metode analisis data yang digunakan dalam penilitian adalah kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kayu merbau darat (Intsia palembanica) dan jati (Tectona grandis) merupakan kayu yang mendominasi digunakan sebagai bahan baku rumah.Kata kunci: jenis kayu, rumah tradisional, masyarakat.  
Kajian Identifikasi Jenis Flora dan Kelimpahannya di Lahan Penetapan Taman Keanekaragaman Hayati Kelurahan Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul Yuslinawari Yuslinawari; Doris Doris; Sugeng Wahyudiono
Journal of People, Forest and Environment Vol. 1 No. 1 (2021): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v1i1.4519

Abstract

ABSTRACTFlora as an element of the ecosystem that can provide biodiversity is a major element in the conservation of forest resources. Biodiversity has 3 levels, namely ecosystem, species and genetic diversity. In identifying the abundance of flora in the biodiversity park in Gunung Kidul Regency, the aim is to obtain preliminary data before artificial intervention is carried out to maintain the succession to achieve flora abundance. This biodiversity park also has a specialization to maintain the diversity of the ecosystem level because it is in the form of limestone / karst land which is a variety of habitats along with biotic communities and ecological processes. This study used a 100% census method with a stratified sampling unit. The area of land studied was 3 ha with direct observation method by giving yellow paint for the observed flora.The results of vegetation identification showed that the types of flora in 2019 were 21 species. This species has a total of 1908 individuals. Diversity index data (H ') is 1.15 so it is said to have low diversity. While the wealth index (R ') with a value of 2.67 and is included in the medium type wealth range. The evenness index value (E ') with a value of 0.37 makes the information about the biodiversity garden land has an uneven distribution of flora.This initial parameter provides a form of data for the management of Taman Biodiverstity Park by paying attention to the structure and composition of the vegetation so as to increase diversity and evenness of species. Keywords: Flora, Diversity, Biodiversity Park
Keanekaragaman Jenis Burung Untuk Pengembangan Ekowisata Birdwatching di Hutan Mangrove Pasir Sakti Lampung Timur Esanur Octarin; Sugeng P Harianto; Bainah Sari Dewi; Gunardi Djoko Winarno
Journal of People, Forest and Environment Vol. 1 No. 1 (2021): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v1i1.4547

Abstract

Burung memiliki manfaat nilai secara ekonomi, salah satunya melalui pengembangan ekowisata birdwatching. Ekowisata Birdwatching merupakan pengembangan wisata alternatif yang tidak menimbulkan banyak dampak negatif, baik terhadap lingkungan maupun kondisi sosial. Hutan mangrove Pasir Sakti memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, sehingga berpotensi menjadi lokasi ekowisata birdwatching. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan studi yang bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung guna pengembangan ekowisata birdwatching. Metode yang digunakan untuk pengambilan data adalah metode point count dan line transek. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2019. Hasil penelitian menunjukkan jenis burung yang ditemukan 33 jenis dari 17 famili dengan total 7730 individu dengan tingkat keanekaragaman (H’) sebesar 2,86 tergolong dalam tingkat sedang dan kesemertaan (J) sebesar 0,81 yang masuk dalam kondisi stabil.
Keanekaragaman Spesies Burung pada Hutan Mangrove Muara Teligi Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Debi Usman; Sugeng P Harianto; Rusita Rusita; Agus Setiawan
Journal of People, Forest and Environment Vol. 1 No. 1 (2021): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v1i1.4552

Abstract

Hutan mangrove merupakan tipe hutan yang tumbuh pada daerah pantai dan muara sungai yang berlumpur, serta sering terkena pasang air laut. Hutan mangrove mempunyai peranan ekologi yang sangat penting dalam menyediakan tempat mencari makan, tempat istirahat, tempat berlindung, dan tempat berkembang biak bagi burung. Keanekaragaman burung dapat dijadikan suatu indikator pada suatu habitat karena burung dapat mempengaruhi keberadaan atau persebaran jenis tumbuhan yang ada pada suatu kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman burung yang ada pada hutan mangrove Muara Teligi. Pengamatan dilakukan di kawasan hutan mangrove Muara Teligi Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung dengan menggunakan metode Poin Count. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus Indeks keanekaragaman Shannon-Wienner. Hasil penelitian menunjukan hutan mangrove Muara Teligi ditemukan sebanyak 42 spesies burung yang berbeda beda, dari tiga lokasi penelitian yaitu hutan mangrove bibir pantai, hutan mangrove muara sungai, dan hutan mangrove rawa rawa yang memiliki indeks keanekaragaman masing masing titik yaitu 2,21, 2,42, dan 2,17. Hasil penelitian ini harapannya dapat menjadi data tentang keanekaragaman burung pada lahan basah dan hutan mangrove.
ANALISIS KEANEKARAGAMAN FAUNA STUDY KASUS PADA 24 (DUA PULUH EMPAT) TAMAN NASIONAL DI INDONESIA Nur Arif Rohman; Imawan Abdul Qohar; Nindya Tria Puspita; Sugeng P. Harianto; Gunardi Djoko Winarno; Bainah Sari Dewi
Journal of People, Forest and Environment Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v1i1.4689

Abstract

Biodiversitas marupakan keanekaragaman hayati yang hidup di bumi yang merujuk pada variasi dari kehidupan yang meliputi bentuk, jumlah dan karakteristik lain yang terdapat pada tingkat genetik, spesies dan komunitas. Indonesia adalah negara yang kaya raya akan keanekaragaman hayati, di dalamnya terdapat banyak macam biodiversitas sehingga tidak asing jika dikatakan sebagai Megabiodiversity Country. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk : (a) mengetahui ketinggian tempat suatu taman nasional dengan kesamaan spesies, (b) mengetahui fauna yang dilindungi di 24 Taman Nasional di Indonesia berdasarkan PP No. 106 Tahun 2018 tentang flora dan fauna yang dilindungi, (c) mengetahui fauna yang dilindungi di 24 Taman Nasional di Indonesia berdasarkan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species ) tahun 2019. Penelitian ini dilakukan dari bulan September sampai dengan November 2020 dengan lokasi penelitian berada pada 24 Taman Nasional yang ada di Indonesia. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan study literatur pada 24 Taman Nasional di Indonesia dengan data sumber literatur masing-masing 2 sumber referensi. Metode analisis pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan analisis tabulasi data secara deskriptif, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis dari 24 Taman Nasional dihasilkan 168 spesies dilindungi menurut PP No.106 Tahun 2018 dan 56 spesies menurut CITES 2019.
KEANEKARAGAMAN DAN KESAMARATAAN REPTIL PADA BEBERAPA TIPE HABITAT DI UNIVERSITAS LAMPUNG Naradia Ayu Kartika; Bainah Sari Dewi; Rusita Rusita; Yulia Rahma Fitriana
Journal of People, Forest and Environment Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v1i2.4882

Abstract

Reptile are one of the fauna that make up ecosystems for inhabitants of aquatic, terrestrial to arboreal. This research was conducted to determine the diversity of Reptile in different habitat types : 1) ponds, 2) agroforestry, and 3) rice fields in the University of Lampung.  The data was collected using the Visual Encounter Survey (VES) method which was modified by the time search method.  Identification is done by using a field guide book. Data analysis was performed using the Shannon-Wiener species diversity  and the evenness index.  At the University of Lampung, there were 97 amphibians consisting of 6 species belonging to 6 families.  The diversity and uniformity level of the three habitats, namely pond habitat H'= 1.28 (low) and J= 0.86 , agroforestry habitat H'= 1.28 and J= 0.92 , and rice research H'=1.06  and J = 0.96 the diversity in both area are moderate and the evenness are stable.
DETEKSI KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2 DI KABUPATEN WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG Wahyu Kurniawan; Arief Darmawan; Afif Bintoro
Journal of People, Forest and Environment Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v1i2.5036

Abstract

Deforestasi meupakan masalah lingkungan utama di negara tropis yang juga terkait dengan peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK). Salah satu penyebab terjadinya deforestasi adalah konversi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Teknologi penginderaan jauh semakin banyak digunakan untuk mengevaluasi dan memantau sumber daya tersebut. Berbagai teknik untuk meningkatkan akurasi dalam analisis citra penginderaan jauh diperlukan untuk memantau perkembangan perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua teknik pendeteksian perkebunan kelapa sawit dengan menggunakan citra satelit. Penelitian ini dilakukan pada Bulan November 2020 di Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan citra satelit Sentinel-2 Kabupaten Way Kanan Tahun 2019. Citra satelit Sentinel-2 memiliki resolusi spasial yang cukup baik (medium to high), hemat biaya dan proses pengolahannya cukup mudah. Pengolahan data menggunakan algoritma Maximum-Likelihood Classification (MLC) dan algoritma Object-Oriented Classification (OOC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik terbaik untuk mendeteksi perkebunan kelapa sawit menggunakan algoritma OOC.
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI BLOK PEMANFAATAN HUTAN PENDIDIKAN KONSERVASI TERPADU TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN LAMPUNG Kartika Puspa Dewi; Afif Bintoro; Ceng Asmarahman; Duryat Duryat
Journal of People, Forest and Environment Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v1i2.5115

Abstract

Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman merupakan salah satu hutan konservasi yang merupakan habitat berbagai spesies tumbuhan. Tumbuhan yang terdapat pada Tahura WAR memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai obat tradisional. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui spesies tumbuhan apa saja yang berkhasiat obat pada Blok Pemanfaatan Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura WAR Lampung. Penelitian dilakukan dengan membuat petak contoh sebanyak 27 plot menggunakan metode garis berpetak, plot yang digunakan berukuran 20 x 20 m untuk tingkat pohon, 10 x 10 m untuk tingkat  tiang, 5 x 5 m untuk tingkat pancang, 2 x 2 m untuk tingkat semai, dan 1 x 1 m untuk tumbuhan bawah. Dari hasil penelitian diperoleh 32 jenis tumbuhan obat yang berasal dari 21 famili yang berbeda.