cover
Contact Name
Dwi Nur Rikhma Sari
Contact Email
rikhmasari.dnrs@gmail.com
Phone
+6281333771681
Journal Mail Official
jurnalbiosapphire@gmail.com
Editorial Address
Prodi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Argopuro Jember Jl. Jawa No. 10 Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas
ISSN : -     EISSN : 28297571     DOI : https://doi.org/10.31537/biosapphire.v2i2
Biodiversity-Local Wisdom, Environment, Ecology, Microbiology, Physiology Animals and Plants, Biosystematics, Developmental Biology, Applied Biology including Biotechnology and other sciences derived from Biology.
Articles 80 Documents
Pengaruh Media Tanam Ampas Tebu, Ampas Teh Serta Intensitas Penyiraman Air Teh Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.) Ummul Hasanah, Hasni; Chotimah, Ani Qotul; Al Habib, Ismul Mauludin
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol 4 No 2 (2025): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v4i2.2632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi media tanam ampas tebu dan ampas teh terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah keriting, serta pengaruh intensitas penyiraman air teh terhadap pertumbuhannya. Analisis data menggunakan SPSS 20 dengan uji Friedman menunjukkan bahwa tanaman pada media ampas teh dengan penyiraman air teh dua hari sekali mengalami pertumbuhan lebih baik dibandingkan ketiga perlakuan media lainnya. Namun, tanaman yang ditanam pada media tanah menunjukkan nilai rata-rata tertinggi, karena ampas tebu dan ampas teh akan memberikan kualitas terbaik bila digunakan sebagai pupuk organik, bukan sebagai media utama. Meskipun pertumbuhan tanaman pada media tanah lebih besar, perbedaannya sangat kecil, hanya sekitar 1,1% untuk tinggi tanaman dan 1,2% untuk jumlah daun. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan cabai merah keriting, tetapi intensitas penyiraman air teh tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman tersebut.
Inventarisasi Tumbuhan Bawah pada Kebun PPKS Aek Pancur Tanjung Morawa dan Potensinya sebagai Inang Fungi Endofit Ginting, Jepani Elkanalya; Supena, Nanang; Mardina, Vivi
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol 4 No 2 (2025): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v4i2.2723

Abstract

Tumbuhan bawah merupakan vegetasi yang terdapat di permukaan tanah di bawah tegakan pepohonan, diantaranya adalah rerumputan, herba, dan semak belukar. Tujuan penelitian ini adalah menginventarisasi jenis tumbuhan bawah pada Kebun PPKS Aek Pancur Tanjung Morawa, Sumatera Utara dan mengkaji potensinya sebagai inang mikroba endofit. Penelitian dilaksanakan pada Agustus – September 2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode eksplorasi dan jelajah bebas. Hasil penelitian adalah tumbuhan bawah berhasil dinventarisasi pada Kebun PPKS Aek Pancur terdiri dari 45 jenis dan dari total 45 jenis tersebut, ada 29 jenis tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai inang fungi endofit berdasarkan kajian literatur. interaksi antara tumbuhan bawah dan fungi endofit sebagai bagian penting dalam dinamika ekosistem hutan terutama dalam hal siklus nutrisi, stabilitas komunitas tumbuhan, dan daya tahan terhadap perubahan lingkungan.
Efektivitas Pestisida Serai Wangi Dan Bawang Putih Terhadap Serangan Hama Plutella xylostella Pada Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Enggar, Nawang; Aswan, Mohammad Syaifudin; Sari, Dwi Nur Rikhma
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol 4 No 2 (2025): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v4i2.2807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pestisida nabati berbahan dasar ekstrak serai wangi (Cymbopogon nardus) dan bawang putih (Allium sativum) dalam upaya pengendalian hama Plutella xylostella pada tanaman sawi (Brassica juncea). Penelitian dirancang menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, yaitu kontrol (P0), pestisida kimia (P1), ekstrak bawang putih (BP), ekstrak serai wangi (SW), dan kombinasi ekstrak bawang putih dan serai wangi (BPSW), masing-masing dengan enam kali ulangan, Dilakukan analisi data menggunakan uji ANOVA kemudian dilanjut dengan uji DMRT untuk mengidentifikasi kelompok perlakuan yang berbeda nyata. Perlakuan dilakukan melalui penyemprotan larutan pada daun sawi, yang kemudian diberikan kepada larva instar 3. Observasi dilakukan setiap 24 jam selama tujuh hari untuk memantau tingkat mortalitas larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan BPSW dan BP menghasilkan mortalitas tertinggi, masing-masing mencapai 100%, dan memberikan efek lebih cepat dibandingkan perlakuan SW maupun kontrol. Efektivitas ini diduga disebabkan oleh kandungan senyawa bioaktif seperti allicin, sulfur, sitronelal, dan geraniol. Temuan ini mengindikasikan bahwa pestisida nabati berpotensi sebagai alternatif yang efektif dan ramah lingkungan dalam mengurangi penggunaan pestisida sintetis dalam praktik budidaya tanaman..
Karakteristik Taman Flora Manyar Surabaya: Karakteristik Taman Flora Manyar Surabaya Rianti, Emilia Devi Dwi; Falah Muhammad, Adjen; Fahri Ramadhan, Muhammad; Prayogi, David; Rosja Puspita, Dhea
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol 5 No 1 (2026): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v5i1.2888

Abstract

Pengaruh Pemberian Jamu Tradisional Herbal Terhadap Kesuburan Mencit (Mus musculus) Betina Latifatul Khoiriyah, Siti; Zuhro, Fatimatuz; Aswan, Mohammad Syaifudin
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol 5 No 1 (2026): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v5i1.3021

Abstract

Infertilitas merupakan masalah kesehatan reproduksi yang semakin meningkat, baik di negara maju maupun berkembang. Penggunaan terapi alternatif berbasis herbal menjadi pilihan yang menjanjikan karena bersifat alami dan minim efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jamu tradisional herbal terhadap kesuburan mencit (Mus musculus) betina melalui parameter jumlah embrio yang menempel di uterus. Penelitian menggunakan metode eskperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) dan lima kelompok perlakuan : kontrol negatif,kontrol positif (Letrozole),serta tiga kelompok dengan dosis jamu 100 mg ,200 mg ,300 mg /kgbb. Pemberian dilakukan secara oral selama 14 hari dan pengamatan dilakukan pada hari ke-6 kebuntingan. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian jamu tradisional herbal belum berpengaruh secara signifikan antar perlakuan (p = 0,738). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberian jamu tradisional herbal tidak dapat meningkatkan kesuburan mencit betina secara signifikan.
Perbandingan Media Bonggol Jagung dan Jagung Pecah Tiga terhadap Pertumbuhan Jamur Metarhizium anisopliae Nur Hakiki, zulfa; Tri Pramesti, Yetti; Nur Rikhma Sari, Dwi
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol 5 No 1 (2026): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v5i1.3022

Abstract

Analisis Cemaran Escherichia coli Kecap Jajanan Cilok di Area Kampus Jember Ummul Hasanah, Hasni; Maharani, Lila; Dewi Andika, Intan
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol 5 No 1 (2026): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v5i1.3077

Abstract

Diare merupakan masalah kesehatan utama yang sering disebabkan oleh kontaminasi makanan dengan Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontaminasi Escherichia coli pada kecap yang digunakan untuk jajanan cilok yang dijual di area kampus Jember. Sebanyak 10 sampel kecap dari pedagang kaki lima di lima lokasi berbeda diuji menggunakan metode Compact Dry EC, yaitu media selektif untuk mendeteksi Escherichia coli. Sampel kecap diencerkan dengan larutan NaCl 0,85% sebelum dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 dari 10 sampel terkontaminasi Escherichia coli, dengan jumlah koloni berkisar antara 1 hingga 63 CFU/gram. Berdasarkan Permenkes No. 2 Tahun 2023, jumlah koloni Escherichia coli dalam pangan tidak boleh melebihi batas maksimum yang diizinkan, yaitu 0 CFU/gram. Kontaminasi tersebut disebabkan oleh kebersihan botol yang buruk, paparan lingkungan seperti debu dan lalat, serta penggunaan kecap isi ulang berkualitas rendah. Hanya 50% sampel yang memenuhi standar yang dipersyaratkan. Penelitian ini menekankan pentingnya praktik higienis di kalangan pedagang untuk menjamin keamanan pangan. Selain itu, penggunaan Compact Dry EC terbukti efektif untuk deteksi kontaminasi mikrobiologi secara cepat dan praktis.
Literature Review: The Potential of Escherichia coli Bacteria As Insulin Producer Risah, Risah; Primayanti, Tiara
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol 5 No 1 (2026): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v5i1.3090

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease that requires the use of insulin as the main treatment, especially in people with type 1 diabetes and some cases of type 2 diabetes. Insulin plays an important role in regulating blood glucose levels by increasing glucose absorption by peripheral tissues and inhibiting glucose production by the liver. With the increasing need for insulin globally, recombinant insulin production technology using Escherichia coli bacteria has become an efficient, safe and economical alternative. This research is a literature review aimed at exploring the potential of E. coli as an expression system in the production of recombinant insulin. Based on the results of a review of several literatures, E. coli has several advantages such as fast growth, ease of genetic manipulation and the ability to produce insulin in large quantities with high quality. The application of genetic engineering technologies, plasmid systems, and protein expression has enabled the production of insulin that is purer and reduces immunological side effects compared to animal insulin. Thus, E. coli is a very potential and relevant platform in the development of recombinant insulin to meet global diabetes treatment needs.
Identifikasi Organisme Pengganggu (OPT) pada Tanaman Jeruk (Citrus reticulata) Nurmasari, Fitri; Syaifudin Aswan, Mohamad
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol 5 No 1 (2026): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v5i1.3095

Abstract

Plant-disrupting organisms (OPT) are the main factors that influence the productivity and quality of citrus plants (Citrus reticulata). This study is conducted to identify the types of pests and diseases that inhibit citrus plants in the Banyuwangi Regency area as a first step in developing a more effective pest management strategy. The method used in this study is a survey method with data collection in the form of direct observations in the field of citrus plants, including morphology identification, attack symptoms and intensity of pest presence. Furthermore, the data were tabulated and analyzed, then described descriptively. The results of the study obtained seven species of insect pests found on citrus plants, they were Toxoptera citricida, Aphis spiraecola, Planococcus citri, Diaphorina citri, Panonychus citri, Scirtothrips citri, and Bactrocera dorsalis. Six main types of disease were also found through the study, including Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD), Root & Base Rot Disease (Phytophthora Root Rot/Gummosis), Diplodia Dieback Disease, Fruit Rot Disease (Anthracnose/Diplodia Fruit Rot), Citrus Scab Disease (Citrus Cancer), and Tristeza Disease (Citrus Tristeza Virus–CTV). These results confirm the complexity of pest attacks on orange plantations in Banyuwangi is quite high so that sustainable implementation of integrated pest management (IPM) is needed to reduce damage and maintain local orange productivity
Prinsip Dasar Pemuliaan Ternak Unggas Secara Konvensional: Tinjauan Literatur terhadap Seleksi, Sistem Perkawinan, dan Peningkatan Mutu Genetik Bilyaro, Woki; Nova Widyasari, Dhini; Rafian, Teguh
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol 5 No 1 (2026): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v5i1.3101

Abstract

Pemuliaan ternak unggas merupakan salah satu pendekatan utama dan komponen fundamental dalam peningkatan produktivitas dan efisiensi sistem produksi unggas. Meskipun teknologi berbasis genomik berkembang pesat, pendekatan pemuliaan konvensional tetap menjadi metode utama, khususnya pada sistem peternakan skala kecil dan pengembangan unggas lokal. Artikel ini bertujuan untuk melakukan tinjauan kritis terhadap prinsip dasar pemuliaan unggas secara konvensional, meliputi konsep genetika kuantitatif, metode seleksi, sistem perkawinan, serta peran recording dalam peningkatan mutu genetik. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap publikasi ilmiah periode 2015–2025 yang relevan dengan topik pemuliaan unggas. Hasil kajian menunjukkan bahwa seleksi berbasis performa fenotipik masih efektif dalam meningkatkan sifat produksi dengan nilai heritabilitas sedang hingga tinggi. Selain itu, sistem perkawinan seperti crossbreeding mampu menghasilkan efek heterosis yang signifikan terhadap performa pertumbuhan dan reproduksi. Keberhasilan program pemuliaan konvensional sangat bergantung pada kualitas pencatatan data dan integrasi faktor lingkungan. Disimpulkan bahwa pemuliaan konvensional tetap memiliki relevansi tinggi sebagai pendekatan adaptif, ekonomis, dan aplikatif dalam pengembangan industri perunggasan berkelanjutan. pemuliaan konvensional tetap menjadi fondasi penting dalam pengembangan genetik unggas, khususnya pada sistem peternakan rakyat