cover
Contact Name
Dwi Nur Rikhma Sari
Contact Email
rikhmasari.dnrs@gmail.com
Phone
+6281333771681
Journal Mail Official
jurnalbiosapphire@gmail.com
Editorial Address
Prodi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Argopuro Jember Jl. Jawa No. 10 Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas
ISSN : -     EISSN : 28297571     DOI : https://doi.org/10.31537/biosapphire.v2i2
Biodiversity-Local Wisdom, Environment, Ecology, Microbiology, Physiology Animals and Plants, Biosystematics, Developmental Biology, Applied Biology including Biotechnology and other sciences derived from Biology.
Articles 73 Documents
Efektivitas ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) dan Cabe Jawa (Piper retrofractum) sebagai Insektisida Alami Hama Kutu Putih (Paracoccus marginatus) pada Tanaman Singkong (Manihot esculenta) Aswan, Mohammad Syaifudin; Nurmasari, Fitri
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 1 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v3i1.1745

Abstract

Tanaman singkong (Manihot esculenta) merupakan salah satu tanaman penting bagi masyarakat di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia. Salah satu masalah utama yang sering dihadapi oleh petani singkong adalah serangan hama kutu putih (Paracoccus marginatus). Serangan hama kutu putih dapat mengurangi kemampuan tanaman untuk tumbuh dan menghasilkan cadangan makanan, yang pada akhirnya akan menyebabkan penurunan angka produksi tanaman singkong. Penggunaan insektisida kimia telah lama dilakukan sebagai langkah penanggulangan dampak hama kutu putih. Namun penggunaan insektisida kimia dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, perlu ditemukan pembasmi hama yang minim dampak, salah satunya adalah dengan penggunaan insektisida alami. Banyak ragam dan jenis tanaman yang dapat dijadikan insektisida alami, antara lain cabe jawa (Piper retrofractum), dan jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan jahe merah dan cabe Jawa sebagai alternatif insektisida alami dalam mengendalikan hama kutu putih pada tanaman singkong. Hasil pengamatan dan analisis data menunjukkan bahwa Insektisida Alami dengan kandungan ekstrak Buah Cabe Jawa dengan Konsentrasi 15% menyebabkan kematian imago P. marginatus terbesar dan memiliki rata-rata Kecepatan Kematian tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Gambaran Senam Peregangan Sendi Sebagai Terapi Mengurangi Rasa Nyeri Sendi Lutut: Rianti, Emilia Devi Dwi; Ernawati, Sie; Cahyani Noviana, Ayu; Widyaningsih, Indah; Simamora, Dorta
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 2 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubuh manusia dapat mengalami Osteoartritis (OA), hal ini menyerang sendi sebagai penopang beban tubuh, dan didalam menajemen OA maka dilakukan kombinasi fisioterapi dan terapi latihan. Terapi latihan membantu menggerakkan bagian-bagian tubuh dan mengurangi rasa sakit otot, maka latihan peregangan dilakukan selama 15 menit. Metode yang digunakan sesuai dengan tujuan penelitian adalah metode deskriptif dan pemberian pelatihan peregangan. Populasi yang digunakan adalah Lansia di Posyandu, dan Teknik pengambilan sampel adalah total sampling sebesar 42 peserta. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kursi, flichat gambaran pengetahuan tentang pelatihan gerakan sendi serta pemutaran video untuk memberi contoh gambaran gerakan senam. Hasil yang diperoleh yaitu dengan memberi pelatihan berupa latihan gerakan senam kaki, posisi tumit dilantai dan angkat kedua jari-jari kaki lakukan sebanyak 10 kali hitungan, mengangkat kedua tumit dan kedua jari-jari kaki tetap dilantai lakukan sebanyak 10 kali hitungan, mengangkat kedua kaki keatas serta meluruskan lutut lakukan 10 kali hitungan, dan mengangkat satu kaki kanan gerakkan menuju arah samping membentuk 900 . Kesimpulan,terdapat lansia sebanyak 45 % dengan usia 61-70 tahun, dengan melakukan gerak peregangan senam sendi terutama pada kaki maka otot-otot pada kaki akan membantu sendi untuk dapat menopang tubuh, sehingga kualitas hidup lansia akan meningkat.
Estimasi Emisi Gas Rumah Kaca dari Degradasi Popok Sekali Pakai di Kabupaten Jember dengan Metode IPCC Tier 1 Defriatno, Mawan; Herdianto, Agung; Ratih Purwandari, Anggraini
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 2 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan penggunaan popok sekali pakai di Kabupaten Jember dari tahun 2020 hingga 2023 menunjukkan tren peningkatan sejalan dengan bertambahnya populasi bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari degradasi popok sekali pakai, menggunakan metode IPCC Tier 1. Popok sekali pakai yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) berpotensi menghasilkan metana (CH?), salah satu gas dengan dampak pemanasan global yang signifikan. Data populasi bayi dari 31 kecamatan dikombinasikan dengan estimasi jumlah popok yang digunakan setiap tahunnya untuk menghitung emisi GRK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah emisi metana meningkat dari 234.611 ton CO?eq pada tahun 2020 menjadi 271.516 ton CO?eq pada 2023, dengan total emisi kumulatif sebesar 998.222 ton CO?eq selama periode empat tahun. Peningkatan emisi ini disebabkan oleh pertumbuhan populasi bayi dan penggunaan popok sekali pakai yang terus meningkat. Temuan ini menyoroti perlunya pengelolaan sampah yang lebih efektif, termasuk pengembangan teknologi landfill gas recovery dan kampanye penggunaan popok ramah lingkungan, untuk mengurangi dampak lingkungan dan emisi GRK di Kabupaten Jember
Perbandingan Potensi Antibakteri Andrographis paniculata Dan Jatropa multifida Terhadap Escherichia coli Dan Staphylococcus auerus Putri, Syifa; Faridatus Solehah, Meilita; Nur Hakiki, Zulfa; Nur Rikhma Sari, Dwi
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 2 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak Andrographis paniculata dan Jatropha multifida terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak diperoleh dengan metode perkolasi menggunakan pelarut etanol. Aktivitas antibakteri diuji dengan menyebarkan ekstrak pada media agar yang terinfeksi dengan bakteri uji. Diameter zona hambat diukur setelah inkubasi. Hasil menunjukkan bahwa kedua ekstrak memiliki efek antibakteri yang signifikan terhadap kedua bakteri. Andrographis paniculata menunjukkan diameter zona hambat rata-rata yang lebih besar dibandingkan Jatropha multifida, dengan nilai p < 0,05 yang menunjukkan perbedaan signifikan. Selain itu, analisis fitokimia mengidentifikasi senyawa bioaktif, seperti andrographolide dalam A. paniculata dan flavonoid dalam J. multifida, yang diduga berkontribusi terhadap aktivitas antibakteri. Temuan ini menunjukkan bahwa Andrographis paniculata lebih efektif sebagai agen antibakteri dibandingkan Jatropha multifida, sehingga berpotensi digunakan dalam pengembangan alternatif pengobatan infeksi bakteri.
Estimasi Ripitabilitas Produksi Telur Puyuh Berdasarkan Bobot Telur Melalui Tingkat Efisiensi Pakan Nova, Dini; Bilyaro, Woki; Faridatus Soleha, Meilita; Salsa Bella Mahdika Putri, Syifa
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 2 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quail is one type of poultry that gained popularity in Indonesia. It is proven by the fact that many people are interested in raising quail and the number of people eating quail products is increasing, both eggs and meat. The advantages of quails are that they are easy to care for, produce quickly and have a high immunity to disease. Quail rearing research aims to determine the ripitability value of the calculation of egg weight and quail egg index. The study was divided into several groups and then assigned to raise quail every day in turn. The first thing to do in quail rearing is to weigh the body weight of the quail every week and then recorded, then measure the length of the shank using a caliper and expressed in mm. Feeding was done every morning, afternoon, and evening in the first week with a total dose of 20 grams/day. Another factor that affects the size of the egg and thus the ripitability value is the feed. The feed consumption rate of quails is influenced by the energy level and palatability of feed in quails. The feed consumption rate of quails was 109.69-135.59 g/head/week. The average feed consumption of quails in the study ranged from 127.12-165.15 g/head/week. Based on calculations from the recapitulation of data obtained during quail rearing, it is known that the ripitability value of egg weight and quail egg index is included in the low category.
Senyawa Anti Feedant : Mekanisme Kerja dan Perannya sebagai Senyawa Aktif Pestisida Zuhro, Fatimatuz
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 2 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas dan menyajikan materi tentang senyawa anti feeedant, mekanisme kerja, dan perannya sebagai pestisida nabati secara komprehensif berdasarkan studi referensi dari hasil penelitian beberapa ilmuwan terdahulu. Artikel dibuat dengan metode mengumpulkan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan senyawa anti feedant. Kemudian, teori-teori dari berbagai referensi tersebut dianalisis secara kritis dan mendalam agar dapat mendukung tujuan yang diharapkan dalam tulisan ini. Hasil analisis dari beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa senyawa anti feedant sebagian besar diperoleh dari kelompok tanaman, yang mengandung bahan aktif berupa metabolit sekunder, yang jenisnya berbeda-beda, ditentukan oleh jenis dan organ suatu tanaman. Aplikasi senyawa anti feedant pada tanaman akan menghasilkan bau atau aroma yang akan dikenali oleh sel syaraf serangga hama, menghasilkan sinyal yang akan diteruskan ke otak, dan mengakibatkan hama berhenti dari aktivitas memakan tanaman inang. Pengujian aktivitas senyawa anti feedant dapat dilakukan dengan uji pilihan (choice test) atau pun uji tanpa pilihan (no choice test). Dan beberapa hasil penelitian terdahulu telah membuktikan tentang efektivitas senyawa anti feedant yang dikandung oleh beberapa tanaman dalam mengurangi tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh serangga hama.
Karakter Morfometrik Barbodes schwanenfeldii di Sungai Rupit Sumatera Selatan Fatiqin, Awalul; Amallia, Ra Hoetari Tirta; Dhani, Achmad Bagus
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 1 No. 1 (2022): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v1i1.639

Abstract

Barbodes schwanenfeldii is a fish that lives in the waters of the Rupit River, located in Karang Jaya District, North Musi Rawas Regency, South Sumatra. The purpose of this study was to determine the morphometrics of Barbodes schwanenfeldii in the Rupit River and the differences between Barbodes schwanenfeldii fish found in other rivers. This research uses purposive sampling method. The results of morphometric measurements of Barbodes schwanenfeldii obtained in the waters of the Rupit River are smaller than the Barbodes schwanenfeldii fish found in other river waters because, fish that have habitats living in water that have experienced metal pollution in the waters of the Rupit River have an impact on growth of fish.
Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L.) Menggunakan ZPT Organik Fernanda, Rizky; Wilujeng, Sukian; Isrianto, Pramita Laksitarahmi
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 1 No. 1 (2022): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v1i1.640

Abstract

Many people think that Styrofoam is just a waste and cannot be utilized, as time goes by, with the narrower land, styrofoam media is very helpful for planting media. One of them is the cultivation of shallot plants which contain nutrients and active chemical substances that have benefits for health apart from being a complementary spice. In the growth process, of course, shallots need organic compounds as a physiological process known as ZPT. The natural ingredients used as ZPT are cherry water and sprouts extract.The purpose of this study was to determine the use of styrofoam media for the growth of shallot plants using organic ZPT. This research is an experimental study and the research design used a single factor completely randomized design, with 4 levels, namely 0.75, 100, 150 and 170%. Each treatment with four replicates of auxin ZPT, namely the Bio TECH msg 3 brand with a dose of 10g / ml was used as a comparison. Based on the results of the analysis using the ANOVA test, the results were (? = 0.00) for shoot height growth, (? = 0.00) for the number of shoots, (? = 0.00) for the number of roots and (? = 0.00) for the root length. This proves that giving organic auxin ZPT 170% has a significant effect on the growth of shallot plants. So it is recommended that the community when cultivating plants is recommended to use 170% organic auxin ZPT on Styrofoam media because it saves more land and is cheap.
Studi Anther Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) sebagai Tanaman Donor Kultur Mikrospora Anitasari, Septarini Dian; Astarini, Ida Ayu; Defiani, Made Ria
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 1 No. 1 (2022): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v1i1.641

Abstract

Sugarcane is an economically valuable plant that continues to be developed to produce superior varieties, the technique to get new varietis used is microspore culture biotechnology. There are many obstacles in the implementation of the microspore cultivar method. Therefore, in this research, a study of sugarcane anthers was carried out. This research used sugarcane panicles for anther selection and then observed under a microscope. Data is analyze with descriptivey method. The results show that white and yellow anthers are the right materials for microspore culture donors
Potensi Ekstrak Daun Rhizophora mucronata Sebagai Antibakteri Pada Staphylococcus aureus Karundeng, Edward Debari Bintar; Hanizar, Evi; Sari, Dwi Nur Rikhma
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 1 No. 1 (2022): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v1i1.642

Abstract

The purpose of the study was to determine the antibacterial properties of mangrove leaves on Staphylococcus aureus, and to determine the optimal antibacterial concentration of mangrove leaf extract. This research is an experimental type of research using the Diffusion and Dilution test to determine the MIC and MBC extracts. The sample is pure culture of S. aureus. The concentrations of mangrove leaf extracts were 0, 25, 50, 75 and 100 (%). The results of the data obtained were analyzed statistically using the Kruskal-Wallis statistical test. The results of this study showed a significant difference (95%) for the diameter of the clear zone of paper disk on the growth of S. aureus with a concentration of 0% (0.00 mm); 25% (11.04 mm); 50% (11.56 mm); 75% (12.95 mm); 100% (13.94 mm), where the higher the power the resulting resistor will widen. For MIC and KBM in the study using mangrove leaf extract, there were treatments with concentrations of 50, 75 and 100 (%).