cover
Contact Name
Dwi Nur Rikhma Sari
Contact Email
rikhmasari.dnrs@gmail.com
Phone
+6281333771681
Journal Mail Official
jurnalbiosapphire@gmail.com
Editorial Address
Prodi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Argopuro Jember Jl. Jawa No. 10 Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas
ISSN : -     EISSN : 28297571     DOI : https://doi.org/10.31537/biosapphire.v2i2
Biodiversity-Local Wisdom, Environment, Ecology, Microbiology, Physiology Animals and Plants, Biosystematics, Developmental Biology, Applied Biology including Biotechnology and other sciences derived from Biology.
Articles 73 Documents
Estimasi Ripitabilitas Produksi Telur Puyuh Berdasarkan Bobot Telur Melalui Tingkat Efisiensi Pakan Nova, Dini; Bilyaro, Woki; Faridatus Soleha, Meilita; Salsa Bella Mahdika Putri, Syifa
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 2 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v3i2.2088

Abstract

Quail is one type of poultry that gained popularity in Indonesia. It is proven by the fact that many people are interested in raising quail and the number of people eating quail products is increasing, both eggs and meat. The advantages of quails are that they are easy to care for, produce quickly and have a high immunity to disease. Quail rearing research aims to determine the ripitability value of the calculation of egg weight and quail egg index. The study was divided into several groups and then assigned to raise quail every day in turn. The first thing to do in quail rearing is to weigh the body weight of the quail every week and then recorded, then measure the length of the shank using a caliper and expressed in mm. Feeding was done every morning, afternoon, and evening in the first week with a total dose of 20 grams/day. Another factor that affects the size of the egg and thus the ripitability value is the feed. The feed consumption rate of quails is influenced by the energy level and palatability of feed in quails. The feed consumption rate of quails was 109.69-135.59 g/head/week. The average feed consumption of quails in the study ranged from 127.12-165.15 g/head/week. Based on calculations from the recapitulation of data obtained during quail rearing, it is known that the ripitability value of egg weight and quail egg index is included in the low category.
Senyawa Anti Feedant : Mekanisme Kerja dan Perannya sebagai Senyawa Aktif Pestisida Zuhro, Fatimatuz
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 2 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v3i2.2105

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas dan menyajikan materi tentang senyawa anti feeedant, mekanisme kerja, dan perannya sebagai pestisida nabati secara komprehensif berdasarkan studi referensi dari hasil penelitian beberapa ilmuwan terdahulu. Artikel dibuat dengan metode mengumpulkan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan senyawa anti feedant. Kemudian, teori-teori dari berbagai referensi tersebut dianalisis secara kritis dan mendalam agar dapat mendukung tujuan yang diharapkan dalam tulisan ini. Hasil analisis dari beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa senyawa anti feedant sebagian besar diperoleh dari kelompok tanaman, yang mengandung bahan aktif berupa metabolit sekunder, yang jenisnya berbeda-beda, ditentukan oleh jenis dan organ suatu tanaman. Aplikasi senyawa anti feedant pada tanaman akan menghasilkan bau atau aroma yang akan dikenali oleh sel syaraf serangga hama, menghasilkan sinyal yang akan diteruskan ke otak, dan mengakibatkan hama berhenti dari aktivitas memakan tanaman inang. Pengujian aktivitas senyawa anti feedant dapat dilakukan dengan uji pilihan (choice test) atau pun uji tanpa pilihan (no choice test). Dan beberapa hasil penelitian terdahulu telah membuktikan tentang efektivitas senyawa anti feedant yang dikandung oleh beberapa tanaman dalam mengurangi tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh serangga hama.
Potensi Dampak Kesehatan Dari Cemaran Mikroplastik Pada Tubuh Ikan Sungai Bedadung Defriatno, Mawan; Herdianto, Agung
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 4 No. 1 (2025): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v4i1.2307

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi dampak kesehatan dari cemaran mikroplastik pada tubuh ikan di Sungai Bedadung, Jember, Jawa Timur. Sungai Bedadung merupakan sumber air vital yang tercemar mikroplastik akibat aktivitas manusia, seperti pembuangan sampah plastik dan limbah domestik. Data primer dari studi Sholihin (2024) menunjukkan kelimpahan mikroplastik dalam ikan mencapai 169–333 partikel/kg, dengan jenis dominan berupa pellet (36%), fiber (29%), fragment (29%), dan film (6%). Kontaminasi tertinggi ditemukan di daerah tengah sungai (Kaliwates) sebesar 333 partikel/kg, diduga akibat aktivitas pasar tradisional dan industri kecil. Mikroplastik ini berpotensi masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi ikan, membawa bahan kimia berbahaya seperti ftalat dan BPA yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan, toksisitas, dan risiko jangka panjang seperti kanker. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan literature review untuk menganalisis dampak kesehatan dan sumber pencemaran. Hasilnya menunjukkan perlunya pendekatan terpadu, termasuk edukasi masyarakat, penguatan regulasi, dan teknologi pengolahan limbah, untuk mengurangi risiko kesehatan dan melestarikan ekosistem sungai.
Eksplorasi Diversitas Fungi Makroskopik Di Daerah Puger Jember: Kajian Awal Terhadap Keanekaragaman dan Potensi Ekologis Sari, Dwi Nur Rikhma; Faridatus Solehah, Meilita
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 4 No. 1 (2025): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v4i1.2308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan diversitas fungi makroskopik yang ditemukan di daerah X. Studi dilakukan dengan metode eksplorasi langsung di lapangan, dengan pengambilan sampel pada habitat alami seperti tanah hutan, serasah daun, dan batang kayu lapuk. Identifikasi dilakukan berdasarkan ciri morfologi makroskopik seperti bentuk tubuh buah, warna, ukuran, dan permukaan tudung serta batang. Dari hasil pengamatan, ditemukan sebanyak 15 spesies fungi makroskopik antaranya Daedaleopsis sp., Pleated sp., Volvariella sp., dan Termitomyces sp. Spesies yang paling sering dijumpai adalah Ganoderma sp. Auricularia sp., Pleurotus sp.. Keberadaan fungi makroskopik ini menunjukkan bahwa daerah Puger Jember memiliki kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan fungi, serta potensi ekologis sebagai habitat yang kaya mikroorganisme dekomposer. Penelitian ini memberikan gambaran awal mengenai keanekaragaman fungi makroskopik lokal yang masih perlu dieksplorasi lebih lanjut secara mikroskopis dan molekuler.
Uji Efektivitas Ekstrak Aloe vera Sebagai Antibakteri Terhadap Pseudomonas aeruginosa Pada Ikan Hanizar, Evi; Azizah, Nor
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 4 No. 1 (2025): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v4i1.2309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak Aloe vera dalam menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa, yang dikenal sebagai salah satu bakteri penyebab pembusukan ikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan rancangan perlakuan berupa variasi konsentrasi ekstrak Aloe vera sebesar 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% sebagai variabel bebas, serta pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa sebagai variabel terikat. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi kuantitatif dengan mengukur diameter zona bening yang terbentuk di sekitar cakram kertas sebagai indikator daya hambat antimikroba. Analisis data dilakukan dengan uji Kruskall-Wallis pada taraf signifikansi 1% untuk mengetahui pengaruh signifikan antar perlakuan konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Aloe vera secara signifikan mampu menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa dengan nilai signifikansi (P = 0,000), sehingga berpotensi digunakan sebagai agen antimikroba alami.
Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Kulit Pisang Mas Kirana Varietas Lumajang terhadap Mikroorganisme Patogen Primayanti, Tiara; Nur Rikhma Sari, Dwi
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 4 No. 1 (2025): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v4i1.2310

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak dari kulit buah pisang Mas Kirana yang berasal dari Lumajang terhadap pertumbuhan tiga jenis mikroorganisme, yaitu bakteri Staphylococcus aureus, bakteri Pseudomonas aeruginosa, dan fungi Candida albicans. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui konsentrasi  yang paling optimal dalam menekan pertumbuhan ketiga mikroorganisme tersebut. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan sebagai metode eksperimen, dengan lima tingkat konsentrasi perlakuan (0, 25, 50, 75, dan 100) dalam (%). Data hasil percobaan dianalisis menggunakan uji ANOVA, lalu dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan pada tingkat signifikansi 95%. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali (triplo). Hasil analisis menunjukkan aplikasi dari ekstrak kulit buah pisang Mas Kirana memiliki pengaruh yang signifikan (p = 0,00) terhadap pertumbuhan ketiga mikroorganisme tersebut. Dari berbagai konsentrasi yang diuji, konsentrasi 100% menunjukkan daya hambat tertinggi terhadap Pseudomonas aeruginosa (13,78 ± 1,53c), Staphylococcus aureus (13,83 ± 0,64c), dan Candida albicans (29,00 ± 2,59c), dibandingkan dengan konsentrasi lainnya.
Identifikasi Ektoparasit Pada Ikan Kakap Putih (Lates Calcarifer) Di PT. Suri Tani Pemuka (STP) Sobo, Banyuwangi Kholisah, Siti; Nurmasari, Fitri
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 4 No. 1 (2025): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v4i1.2316

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan komoditas ekspor penting dengan pertumbuhan cepat dan kemampuan adaptasi tinggi, sehingga potensial untuk dibudidayakan. Namun, budidayanya menghadapi tantangan, salah satunya infeksi ektoparasit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi ektoparasit pada ikan kakap putih di PT Suri Tani Pemuka serta menganalisis prevalensi, intensitas, dan keanekaragamannya. Ditemukan dua jenis ektoparasit, yaitu Cryptocaryon irritans dan Dactylogyrus sp.. Prevalensi tertinggi C. irritans sebesar 10,42% dan Dactylogyrus sp. sebesar 8,33%. Intensitas infeksi C. irritans tertinggi mencapai 7,2 (infeksi sedang), sedangkan Dactylogyrus sp. menunjukkan intensitas rendah (1). Keanekaragaman tertinggi terdapat di petak 27A (2,37) dengan dominasi Dactylogyrus sp.. Hasil ini menunjukkan pentingnya pengendalian parasit dalam budidaya kakap putih.
Keanekaragaman Olahan Makanan Tradisional Berbahan Dasar Singkong Di Desa Lodan Kulon Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang: Mujtahidah, Amilatul; Kurniahu, Hesti
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 4 No. 2 (2025): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Singkong adalah komoditas pertanian vital di Indonesia dengan potensi besar sebagai sumber pangan lokal. Desa Lodan Kulon, yang terletak di Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, terkenal akan kekayaan olahan pangan tradisional dari singkong yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan budaya dan ekonomi masyarakatnya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menguraikan ragam sajian tradisional berbahan dasar singkong yang ditemukan di Desa Lodan Kulon, serta menelaah peluang pengembangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan riset menunjukkan adanya lebih dari sepuluh jenis makanan tradisional singkong di Desa Lodan Kulon, antara lain tape, tiwul, getuk, cemplon, lemet, sayur daun singkong muda, gatot, keripik singkong kerupuk singkong, gemblong dan telo goreng. Keberagaman ini merefleksikan inovasi masyarakat dalam mengubah singkong menjadi aneka hidangan dengan cita rasa dan karakteristik unik. Potensi pengembangan olahan singkong ini sangat besar, baik untuk meningkatkan nilai ekonomi maupun melestarikan warisan kuliner lokal.
Pemanfaatan Protista Mirip Tumbuhan (Algae) Jenis Alga Cokelat (Phaeophyta), Alga Hijau (Chlorophyta), dan Alga Emas (Chrysophyta) sebagai Bahan Pangan Zuhro, Fatimatuz; Dini, Aisah Meilyna Rima; Ramadan, Noval; Sofia, Nadifatus; Hasanah, Lailatul Homsil
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 4 No. 2 (2025): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengulas potensi alga cokelat, alga hijau, dan alga emas sebagai bahan pangan beserta kandungan nutrisinya, agar dapat dijadikan sebagai sumber referensi pemanfaatan jenis-jenis alga pada industri makanan. Artikel dibuat dengan metode mengumpulkan data dan informasi dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan manfaat alga cokelat, alga hijau, dan alga emas sebagai bahan pangan (studi referensi). Kemudian, teori-teori dari berbagai referensi tersebut dianalisis secara kritis dan mendalam agar dapat mendukung tujuan yang diharapkan dalam tulisan ini. Hasil studi referensi ini memberikan informasi bahwa alga cokelat (Phaeophyta), alga hijau (Chlorophyta), dan alga emas (Chrysophyta) memiliki kandungan nutrisi utama yang sangat lengkap (karbohidrat, protein, dan lemak), mineral yang beragam, serta komponen bioaktif yang berpotensi dalam mendukung kesehatan manusia, sehingga alga tersebut berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan atau bahan baku dalam industri pangan.
Potensi Pleurotus ostreatus Varietas Grey Oyster dalam Menghambat Pertumbuhan Fungi Patogen pada Bulir Padi Sari, Dwi Nur Rikhma; Maesaroh, Siti; Primayanti, Tiara
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 4 No. 2 (2025): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi Pleurotus ostreatus varietas Grey oyster sebagai agen biokontrol terhadap fungi patogen pada bulir padi. Metode yang digunakan adalah kultur ganda secara in vitro dengan desain true experimental. Identifikasi fungi patogen menunjukkan karakteristik morfologi yang sesuai dengan genus Rhizoctonia. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Pleurotus ostreatus mampu bertahan hidup dalam interaksi kompetitif, namun tidak menunjukkan zona bening sebagai indikator antibiosis. Rata-rata diameter pertumbuhan fungi patogen mencapai 5,1 mm pada hari ke-7, sedangkan Pleurotus ostreatus hanya 2,6 mm. Persentase hambatan menunjukkan nilai negatif hingga -111,95%, menandakan dominasi patogen dalam kompetisi ruang dan nutrisi. Meskipun daya antagonis tergolong rendah, Pleurotus ostreatus tetap memiliki potensi sebagai agen biokontrol yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui optimasi kondisi lingkungan.