cover
Contact Name
Rojai Zhofir
Contact Email
rojaizho@gmail.com
Phone
+6285709037738
Journal Mail Official
jurnal.kenduri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jaya Wijaya, Dusun Besar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Kenduri: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : 27769186     EISSN : 27769186     DOI : https://doi.org/10.62159/kenduri.XXXX
Core Subject : Humanities, Social,
The journal includes, but is not limited to the following fields: Teaching & Learning in Science Education Material Learning in Science Education Learning Media/Multimedia in Science Education Evaluation & Assessment in Science Education Higher Order Thinking Skills in Science Education Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) Education Integrating Islamic Values with Science Education
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024): August" : 5 Documents clear
Pemberdayaan Guru dan Siswa SMPN 3 Bogor dalam Pemanfaatan Lahan Sempit sebagai Ruang Hijau Waskitaningsih, Novida; Dewi, Indarti Komala; Febriani, Yusi; Sutini, Denaya Putri Tien; Alif, M. Sabilal; Febriansyah, Cahyo Dwi
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): August
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v4i2.1213

Abstract

SMP N 3 Bogor merupakan salah satu sekolah di Kota Bogor yang memiliki keterbatasan lahan. Berkaitan dengan hal tersebut, sekolah ini memiliki permasalahan berupa minimnya ruang terbuka hijau, kurang terkelolanya ruang terbuka hijau eksisting dengan baik, serta kurang termanfaatkannya ruang sempit sebagai ruang hijau. Di sisi lain, sekolah ini juga memiliki potensi, yaitu memiliki fasilitas untuk tanaman gantung berupa besi/ kawat penggantung tanaman, serta masih adanya minat guru dan siswa terhadap penghijauan mengingat sekolah tersebut pernah menjadi sekolah adiwiyata. Berdasarkan potensi dan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberdayaan guru dan siswa SMP N 3 Bogor dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dan siswa tentang pentingnya ruang hijau serta mewujudkan kembali ruang hijau dengan memanfaatkan lahan sempit di lingkungan sekolah. Tahapan kegiatan yang dilakukan antara lain 1) persiapan dan koordinasi awal, 2) pelaksanaan sosialisasi, 3) praktik pemanfaatan lahan sempit sebagai ruang terbuka hijau, dan 4) evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis pre-test dan post-test serta feedback peserta terhadap kegiatan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan PkM ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan para peserta yang terlihat dari adanya peningkatan nilai post-test sebanyak 22,7%. Selain itu juga terdapat penambahan ruang hijau di SMP N 3 Bogor berupa 50 pot tanaman gantung. Penambahan ruang hijau ini menjadikan lingkungan sekolah semakin indah, asri dan nyaman untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Feedback dari para peserta juga menunjukkan hasil positif yang menandakan bahwa kegiatan PkM ini sangat bermanfaat dan diharapkan dapat terus berkelanjutan di masa mendatang.
Kaderisasi Imam Masjid di Masjid Alhijrah Kelurahan Padang Serai Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu Mahadi, Ujang
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): August
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v4i2.1250

Abstract

Salah satu upaya agar shalat berjama’ah lima waktu dapat dilaksanakan secara penuh di masjid adalah dengan tersedianya tenaga imam yang dapat mengimami shalat berjama’ah, dan itu tidak cukup dengan mengandalkan satu orang imam masjid. Karena jika imam masjid berhalangan, maka shalat berjama’ah di masjid pun tidak dapat dilaksanakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat penting dalam mengkader jama’ah shalat menjadi imam shalat berjama’ah. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan kaderisasi pada jama’ah Masjid Alhijrah. Metode yang digunakan adalah metode keteladanan, metode tanya jawab, metode pembiasaan, dan metode praktik. Kaderisasi ini berkonsentrasi pada penumbuhan kepercayaan diri jama’ah untuk menjadi imam shalat berjama’ah ketika imam masjid yang ditetapkan (S. Median) berhalangan hadir. Hasil dari kaderisasi, yaitu: (1) ada 4 orang jama’ah shalat yang saat ini sudah berani dan bisa menjadi imam shalat berjama’ah, mereka itu adalah: Raden Haryono, Sudi Arianto, Junaidi, dan Ibnu Umar. (2) Saat ini masjid Alhijrah sudah menegak-kan shalat jama’ah lima waktu secara penuh. Karena sudah ada jama’ah shalat yang dapat menjadi imam shalat berjama’aJika ketika imam masjid tetap berhalangan datang.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam Rangka Pencegahan dan Penatalaksanaan Stunting di Kelurahan Tegallega Kota Bogor Nhestricia, Nhadira; Setiani, Lusi Agus; Sari, Bina Lohita; Nurlita
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): August
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v4i2.1266

Abstract

Salah satu masalah gizi di Indonesia yang masih menjadi perhatian utama saat ini adalah balita pendek (stunting). Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh anak-anak akibat gizi buruk infeksi berulang dan dampak psikososial yang tidak mendukung. Kekurangan gizi yang dialami oleh anak dapat menyebabkan stunting. Kejadian ini paling sering terjadi di Negara dengan penghasilan rendah. World Health Organization (WHO) bahkan mencatat bahwa ada sekitar 156,8 Juta terkena dampak stunting pada tahun 2015. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Republik Indonesia tahun 2018 menunjukkan persentase kejadian stunting 30,8%, persentase kejadian wasting sebesar 10,2% dan persentase kejadian gizi buruk sebesar 17,7% (Kementerian Kesehatan RI, 2018). Di Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2018 prevalensi balita stunting yakni 9,58%, balita wasting 2,87% dan gizi buruk 3,51% (Kementerian Kesehatan RI, 2019). Berbagai kegiatan edukasi sudah dilaksanakan di beberapa wilayah Puskesmas di Kota Bogor, namun sebatas kegiatan insidental belum terlaksana secara rutin dengan bekerjasama dengan Puskesmas dalam rangka membantu tenaga kesehatan atau tenaga gizi dalam mencegah dan mengatasi stunting. Pemerintah Kota Bogor memiliki program khusus untuk penanganan stunting bernama “Taleus” Bogor (Tanggap Laleungitkeun Stunting di Kota Bogor). Kolaborasi Universitas Pakuan melalui dukungan LPPM Universitas Pakuan dengan Posyandu Kenanga dan Posyandu Nusa Indah 1 di Kelurahan Tegallega, Kota Bogor melakukan kegiatan dengan memberikan edukasi kepada para ibu balita peserta posyandu dalam rangka pencegahan stunting dengan media edukasi poster. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta posyandu tentang stunting dalam rangka mencegah dan mengatasi kejadian stunting melalui edukasi menggunakan media poster, dari 56% menjadi 99%.
Menguatkan Numerasi di SMP Negeri 4 Bengkulu Selatan Besama Kampus Mengajar Sagita, Amelia; Pariyanto, Pariyanto; Ade Saputera, Surya
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): August
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v4i2.1278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis strategi penguatan Numerasi yang dapat dilakukan untuk mendukung pemerintah dalam kebijakan kampus belajar di smp negeri 4 bengkulu selatan. Metode yang digunakan adalah metode studi pustaka, yaitu memperoleh data, bahan dan rujukan dari berbagai sumber seperti buku, artikel, hasil penelitianProgram Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah salah satu program yang diselenggarakan oleh Kemdikbud. Program Kampus Mengajar merupakan salah satu program yang memiliki tujuan untuk mengajar, membantu adaptasi teknologi, dan membantu administrasi sekolah dan guru. Salah satu sekolah yang menjadi sasaran dari program Kampus Mengajar adalah SMP 4 Bengkulu Selatan. Program ini di keluarkan oleh Kemendikbud-Ristek untuk mengatasi infrastruktur yang tertinggal dalam dunia pendidikan baik dalam sarana dan prasarana, guru, akses yang terbatas dan lain sebagainya. Kampus Mengajar memiliki 3 tujuan utama, yaitu berfokus membantu pembelajaran yaitu peningkatan bidang Numerasi, penerapan pembelajaran berbasis teknologi, dan membantu administrasi. Kampus Mengajar Masuk ke dalam IKU ke dua, IKU kedua adalah mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus. Meliputi kegiatan magang kerja, riset, proyek desa, pertukaran pelajar, berwirausaha, dan juga lewat kegiatan mengajar. Melalui IKU ini diharapkan pihak kampus memberi fasilitas lebih kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri. Hasil dari program kampus mengajar yang sudah terlaksana ialah para peserta didik dan juga guru sudah semakin menerapkan Numerasi pagi 15 menit sebelum memulai pembelajaran.
Menguatkan Literasi di SMP Negeri 4 Bengkulu Selatan Bersama Kampus Mengajar wahyuni, Marsila; Herlina, Meti; Lisdayanti, Septina
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): August
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v4i2.1279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis strategi penguatan literasi yang dapat dilakukan untuk mendukung pemerintah dalam kebijakan kampus belajar di smp negeri 4 bengkulu selatan. Metode yang digunakan adalah metode studi pustaka, yaitu memperoleh data, bahan dan rujukan dari berbagai sumber seperti buku, artikel, hasil penelitian, dan peraturan pemerintah yang berhubungan dengan kebijakan kampus belajar dan penguatan literasi di smp negeri 4 bengkulu sela. Mewujudkan merdeka belajar melalui kebijakan pemerintah selain memfokuskan pada karakter namun juga proses pembelajaran dalam evaluasi berupa asesmen (AKM) dalam upaya memperkuat literasi dapat dilakukan dengan menerapkan budaya literasi di sekolah, pembentukan team literasi sekolah (TLS), melibatkan pihak ketiga, menggerakkan komunitas praktisi dan juga menjalankan program-program sekolah yang melibatkan peserta didik secara langsung untuk penguatan literasi. Literasi menjadi kompetensi minimum atau kompetensi dasar yang dibutuhkan peserta didik untuk bisa belajar. Pelaksanaan asesmen tersebut akan dilakukan oleh peserta didik yang berada di tengah jenjang sekolah, sehingga dapat mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 5