cover
Contact Name
SYLVIA MERISTIKA RACHMAN
Contact Email
merisrahman25@gmail.com
Phone
+6285847381862
Journal Mail Official
jurnalpertiwi@poltekesbph.ac.id
Editorial Address
Jl. Setrayasa VIII No.9, Sukapura, Kec. Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat 45122
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Pertiwi
ISSN : 24774723     EISSN : 27164004     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Pertiwi fokus pada penerbitan artikel penelitian asli, ulasan artikel dari kontributor, dan masalah saat ini yang berkaitan dengan kesehatan dan kebidanan. Tujuan utama Jurnal Kesehatan Pertiwi adalah untuk menyediakan platform bagi para peneliti maupun akademisi untuk berbagi tentang hasil pemikiran dalam bidang kesehatan dan kebidanan. Jurnal ini menerbitkan makalah penelitian di semua bidang Kesehatan, Kebidanan, Keperawatan, Biomedik, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Kedokteran, Rekam Medik, K3, Administrasi Rumah Sakit, Asuransi Kesehatan, Sanitarian, Farmasi dan studi lainnya terkait bidang kesehatan. Sejak 2019, Jurnal Kesehatan Pertiwi mulai melakukan penerbitan secara online. Untuk informasi dan submisi jurnal, dapat menghubungi jurnalpertiwi@poltekesbph.ac.id
Articles 131 Documents
Efektivitas Terapi Madu Dan Minyak Kelapa Dalam Mengatasi Acne Vulgaris Pada Kehamilan Trimester Dua Di Puskesmas Jatinunggal Kabupaten Sumedang Sartika, Sartika; Mulyani, Cucu
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Pertiwi (Vol.2 No.2 2020)
Publisher : Poltekes Bhakti Pertiwi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Kulit merupakan organ yang tersusun dari empat jaringan dasar yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot dan jaringan saraf. Kulit terdiri atas dua lapisan utama yakni epidermis dan dermis dengan fungsinya melindungi tubuh manusia dari pengaruh lingkungan. Jerawat menjadi salah satu masalah kulit yang sering ditemui dan mengganggu penampilan seseorang. Jerawat merupakan penyakit inflamasi kronik yang terjadi pada unit pilosebaseus. Penyakit ini terjadi terutama pada usia dewasa muda dan dapat sembuh sendiri. Patofisiologi jerawat terjadi karena adanya empat faktor yang saling berpengaruh yaitu hiperkeratinisasi folikuler, kolonisasi bakteri, peningkatan produksi sebum, dan inflamasi1. Minyak yang berasal dari aktivitas kelenjar sebasea (kelenjar minyak) terlalu aktif sehingga memproduksi minyak berlebih dan mengalirkannya melewati saluran sebasea ke dalam pori-pori. Kelenjar sebasea disusun oleh sel sebocyte, sel-sel ini yang akan menyintesis minyak serta menyimpan bulir-bulir minyak tersebut. Prevalensi penderita jerawat di Indonesia berkisar 80 – 85% pada remaja dengan puncak insidens usia 15 – 18 tahun, 12% pada wanita usia > 25 tahun dan 3% pada usia 35– 44 tahun2. Berdasarkan hasil pendahuluan di Puskesmas Jatinunggal Kabupaten Sumedang, dari 8 Ibu hamil 4 diantaraya mengalami masalah jerawat. Ibu mengeluh sudah memberikan obat oles jerawat tapi tetap tidak hilang, bahkan meradang. Kita sebagai tenaga kesehatan perlu memberikan terapi pada ibu dengan hati- hati, karena ibu dalam keadaan hamil. Alternatif terapi nonfarmakologis sebenarnya dapat membantu, selain efek samping minimal juga bahan mudah didapatkan dan lebih ekonomis.
Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Tingkat Nyeri Persalinan Dengan Teknik Tungku Uap Listrik Di Wilayah Kerja Puskesmas Buaran Kabupaten Brebes Meristika Rachman , Sylvia; Vina, Vina
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Pertiwi (Vol.2 No.2 2020)
Publisher : Poltekes Bhakti Pertiwi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Nyeri persalinan adalah kondisi fisiologis, mulai timbul pada kala I fase laten dan berlangsung sampai fase aktif. Pada primigravida kala I persalinan dapat berlangsung 20 jam dan multigravida berlangsung 14 jam. Nyeri disebabkan oleh kontraksi uterus serta dilatasi serviks. Makin lama nyeri yang dirasakan akan bertambah kuat, puncak nyeri terjadi pada fase aktif Berberapa cara dapat digunakan untuk meredakan rasa nyeri saat persalinan, antara lain dengan tindakan farmakologis dan tindakan non farmakologis. Tindakan farmakologis yang digunakan antara lain penggunaan analgesik, suntikan epidural, Intracthecal Labor Analgesik (ILA). Tindakan- tindakan tersebut hampir semua mempunyai efek samping pada ibu dan juga janin. Misalnya pada analgesik dapat menembus plasenta sehingga menimbulkan efek terhadap pernafasan bayi. Efek samping pada ibu adalah adanya perasaan mual dan pusing, serta ibu menjadi tidak dapat mengandalkan otot perutnya dan mendorong ketika terjadi kontraksi rahim, sehingga persalinan menjadi lebih lama Penatalaksanaan nyeri secara farmakologi lebih efektif dibanding dengan tindakan non farmakologi, namun tindakan farmakologi lebih mahal dan sebagian besar memiliki efek yang merugikan sedangkan tindakan non farmakologi lebih murah, sederhana, efektif dan tanpa efek yang merugikan.Terapi non farmakologis dengan cara relaksasi menggunakan aroma terapi lavender adalah metode yang menggunakan wewangian lavender untuk meningkatkan kesehatan fisik dan emosi. Aroma lavender adalah aroma alami yang diambil dari tanaman aromatik lavender.
Efektivitas Wedang Uwuh Sebagai Terapi Peningkatan Imunitas Bagi Ibu Hamil Di Puskesmas Ketanggungan Brebes Ulfah, Maria; Ratna Safitri, Ida; Tarwini, Iin
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Pertiwi (Vol.3 No.1 2021)
Publisher : Poltekes Bhakti Pertiwi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Masalah kesehatan dan sosial mulai timbul ketika usia harapan hidup bertambah. Perubahan gaya hidup dan pola makan dari makanan berbasis karbohidrat menjadi tinggi lemak meningkatkan penyakit degeneratif seperti jantung koroner, aterosklerosis, diabetes melitus, kanker, dan sebagainya.Pandemi virus corona di Indonesia telah ditetapkan sebagai bencana darurat nasional karena penyebaran virus yang begitu cepat dan sulit dikendalikan. Per tanggal 17 Maret 2020, kasus pasien positif corona di Indonesia telah bertambah menjadi 134 orang. Imunitas tubuh yang rendah dapat membuat seseorang mudah terpapar virus ini terlebih bagai anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Ibu hamil dan ibu menyusui rentan dengan berbagai penyakit akibat perubahan hormonal, sehingga secara otomatis daya tahan tubuh mereka lebih rendah. Ketika ibu hamil dan menyusui mengalami gejala flu atau gejala yang sama seperti virus covid-19, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter kandungan dan sekaligus meminta melakukan pengecekan virus. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan penulis di Puskesmas Katanggungan Brebes. Enam ibu Hamil yang datang memeriksakan kehamilannya sangat khawatir dengan kasus pandemic Covid-19, apalagi mereka sedang hamil dan membutuhkan imunitas yang tinggi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa wedang uwuh sebagai antioksidan alami mampu melindungi tubuh terhadap kerusakan yang disebabkan spesies oksigen reaktif, mampu menghambat penyakit degeneratif serta mampu meningkatkan imunitas tubuh
Pengaruh Terapi White Tea Pada Ibu Postpartum Dengan Obesitas Di Uptd Puskesmas Rawat Inap Tomo Kabupaten Sumedang Rachmawati, Laily; Waheni, Waheni
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Pertiwi (Vol.3 No.1 2021)
Publisher : Poltekes Bhakti Pertiwi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Obesitas pada ibu postpartum dapat menjadi masalah bagi ibu post partum, karena selama proses kehamilan sampai dengan melahirkan terjadi banyak perubahan fisik dan psikologis, tetapi biasanya setelah ibu melahirkan dengan sendirinya berat badan akan turun jika ibu postpartum mengimbanginya dengan memberikan ASI, namun obesitas menyebabkan menetapnya berat badan beberapa ibu saat kehamilan. Tujuan Penelitian: Untuk pengaruh terapi white tea pada ibu postpartum terhadap obesitas di UPTD Puskesmas Rawat Inap Tomo Kabupaten Sumedang. Metode Penelitian: Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik eksperimental jenis pre eksperimental dengan pendekatan pretest-post test one group design. populasi penelitian adalah semua ibu postpartum yang mengalami obestitas di UPTD Puskesmas Rawat Inap Tomo Kabupaten Sumedang sejumlah 36 orang. teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling yaitu pengambilan sampel pada saat penelitian berlangsung, yaitu pada tanggal 28 Mei – 10 Juli 2021 didapatkan sampel sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan bivariat (paired-samples t test). Hasil Penelitian: Kejadian obesitas pada ibu postpartum sebelum dilakukan Terapi white tea Di UPTD Puskesmas Rawat Inap Tomo Kabupaten Sumedang sebanyak 13 orang (43,3%) mengalami obesitas tingkat ringan, sebanyak 17 orang (56,7%) mengalami obesitas tingkat berat. Kejadian obesitas pada ibu postpartum sesudah dilakukan Terapi white tea Di UPTD Puskesmas Rawat Inap Tomo Kabupaten Sumedang sebanyak 19 orang (63,3%) mengalami obesitas tingkat ringan, sebanyak 11 orang (36,7%) mengalami obesitas tingkat berat.. Ada Pengaruh Terapi white tea Terhadap Kejadian obesitas pada ibu postpartum Di UPTD Puskesmas Rawat Inap Tomo Kabupaten Sumedang dengan nilai p value = 0,000 Kesimpulan : Ada Pengaruh Terapi white tea Terhadap Kejadian obesitas pada ibu postpartum di UPTD Puskesmas Rawat Inap Tomo Kabupaten Sumedang
Pengaruh Terapi Balance Exercise Terhadap Gangguan Keseimbangan Postural Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Wanasari Kabuapten Brebes Noorlinda, Noorlinda; Ratnasari, Erna
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Pertiwi (Vol.3 No.1 2021)
Publisher : Poltekes Bhakti Pertiwi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Proses penuaan yang terjadi akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan, terutama kesehatan. Penduduk lansia secara biologis akan mengalami proses penuaan yang ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik. Hal ini dapat menyebabkan tubuh lebih rentan terhadap penyakit tertentu, yang terdeteksi melalui keluhan kesehatan.Menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/ mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita. Penurunan keseimbangan yang dialami oleh lansia mengakibatkan beberapa risiko antara lain ketidakpercayaan diri lansia dalam beraktivitas mengakibatkan intoleransi aktivitas pada lansia, risiko jatuh, cidera kepala, cidera muskuloskeletal dan beberapa kecelakaan yang diakibatkan oleh jatuh. Balance exercise merupakan aktivitas fisik yang dilakukan untuk meningkatkan kestabilan tubuh dengan meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah. Balance exercise dilakukan dalam 3 kali dalam seminggu selama 5 minggu adalah frekuensi yang optimal, dan dapat meningkatkan keseimbangan postural lansia dan mencegah timbulnya jatuh Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Maret 2021 di puskesmas Wanasari Kabupaten Brebes, diperoleh data bahwa lansia yang tinggal di wilayah kerja puskesmas Wanasari Kabupaten Brebes berjumlah 126 lansia. Terdapat 18 lansia mengalami bedrest dan 15%-20% menggunakan alat bantu.
Hubungan Antara Kualitas Tidur Dengan Tekanan Darah Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Wilayah Kerja Puskesmas Wado Sumedang Sartika, Sartika; Ai, Ai
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Pertiwi (Vol.3 No.1 2021)
Publisher : Poltekes Bhakti Pertiwi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dalam teori hierarki kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar, yaitu kebutuhan fisiologis (makan, minum, ke seimbangan suhu tubuh, eliminasi, tempat tinggal, istirahat dan tidur, serta kebutuhan seksual), keselamatan dan keamanan, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri1. Kualitas tidur seseorang dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya yaitu faktor tunggal, Faktor fisiologis, psikologis, dan faktor lingkungan.Selama tidur laju denyut jantung menurun sampai 60 denyut per menit atau lebih rendah. Hal ini berarti bahwa denyut jantung 10 hingga 20 kali lebih sedikit dalam setiap menit selama tidur atau 60 hingga 120 kali lebih sedikit dalam setiap jam. Secara jelas, tidur yang nyenyak bermanfaat dalam memelihara fungsi jantung2. Penelitian telah menunjukkan bahwa ibu hamil pada trimester III, yang tidurnya kurang dari 6 jam per hari berisiko mengalami waktu persalinan yang lebih lama. Dia juga memiliki risiko 4.5 kali lebih tinggi menjalani persalinan sectio sesarea dibandingkan dengan ibu hamil yang tidur selama 7 jam lebih6. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Wado Sumedang bulan Maret 2021 menemukan 5 dari 10 Ibu trimester III mengeluh mengenai kualitas tidur mereka. Dampak dari gangguan tidur atau kurangnya kualitas tidur dapat berisiko pada janin, kehamilan dan saat melahirkan. Oleh karena itu, ibu hamil yang mengalami gangguan tidur selama kehamilan dianjurkan untuk mendapat pantauan khusus.
Perbedaan Pemberian Asi Dan Susu Formula Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 0 – 6 Bulan Di Puskesmas Watubelah Cirebon Meristika Rachman , Sylvia; Sumawati, Euis
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Pertiwi (Vol.3 No.1 2021)
Publisher : Poltekes Bhakti Pertiwi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Ketidaktahuan tentang cara pemberian makan pada bayi baik dari jumlah, jenis dan frekuensi makanan secara langsung dan tidak langsung menjadi penyebab terjadinya masalah kurang gizi pada bayi. Selain itu, pemberian makanan yang terlalu banyak kepada bayi, terutama susu, akan membuat kantong kemih kencang pada malam hari, dan keadaan ini akan membuat bayi lebih sering terbangun1. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh The NICHD Early Child Care Research di Amerika pada bayi usia 6-15 bulan menunjukkan untuk bayi usia 6 bulan yang mengalami masalah tidur sebanyak 53% sedangkan untuk bayi usia 15 bulan sebanyak 44%. Di Indonesia, cukup banyak bayi yang mengalami masalah tidur, yaitu sekitar 44,2%. Namun hampir atau bahkan lebih dari 72% orang tua tidak menganggap gangguan tidur pada bayi sebagai suatu masalah. Penelitian yang sama dilakukan oleh Sukartini tahun 2016, di Indonesia, dari 80 anak berusia kurang dari 3 tahun, 41 diantaranya atau 51,3% mengalami gangguan tidur. Berdasarkan penelitian yang ditujukan pada 385 responden di lima kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Medan, Palembang, dan Batam terungkap 44,2% mengalami gangguan tidur yaitu jam tidur malamnya kurang dari 9 jam, terbangun malam hari lebih dari 3 kali dan lama terbangun lebih dari 1 jam4. Selain itu juga terungkap terdapat 72,2% orang tua menganggap masalah tidur pada bayi dan balita hanya merupakan masalah kecil (Anon, 2012). Faktor penting untuk memaksimalkan periode emas pertumbuhan otak adalah terpenuhinya nutrisi dan kecukupan tidur bayi. Bayi yang sulit tidur atau sering terbangun dari tidurnya karena merasa belum kenyang. Tidur yang tidak adekuat dan kualitas tidur yang buruk dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan fisiologis dan psikologi. Dampak fisiologi meliputi penurunan aktivitas sehari-hari, rasa capek, lemah, koordinasikordinasi neuromuskuar buruk, proses penyembuhan lambat, dan daya tahan tubuh menurun. Sedangkan dampak psikologinya meliputi emosi lebih labil, cemas, tidak konsentrasi, dan kemampuan kognitif lebih rendah.
Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Intensitas Nyeri Pada Ibu Pasca Seksio Sesarea Di Wilayah Kerja Puskesmas Cimanggung Kabupaten Sumedang Fitriaturohmah, Anita; Sari, Novita
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Pertiwi (Vol.3 No.2 2021)
Publisher : Poltekes Bhakti Pertiwi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: World Health Organisation (WHO) memperkirakan di negara-negara miskin dan sedang berkembang, kematian maternal berkisar antara 750 sampai dengan 1.000 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan di Negara- negara maju kematian maternal berkisar antara lima sampai sepuluh per kelahiran hidup2. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia secara nasional dari tahun 1994 sampai dengan tahun 2018/2019 menunjukkan 305 per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu merupakan salah satu target pembangunan millennium yang telah ditentukan pada tujuan kelima yaitu meningkatkan kesehatan ibu dimana target yang akan dicapai sampai tahun 2015 adalah mengurangi sampai tiga per empat jumlah kematian ibu3. Tujuan: tujuan dari penelitian melodi dan frekuensi yang tinggi pada musik klasik mozart mampu merangsang dan memberdayakan kreatifitas dan motivatif di otak. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi experiment without control group design, yaitu semua kelompok menerima semua perlakuan, hanya dalam urutan perlakuan yang berbeda-beda, dan dilakukan secara random. Hasil: Hasil penelitian menemukan bahwa lebih dari separuh responden pada penelitian ini dapat menerima dan menikmati terapi musik klasik mozart,sehingga dapat terlihat penurunan intensitas nyeri melalui pengkajian nyeri dengan NRS. Musik yang digunakan dalam penelitian ini adalah musik klasik mozart, peneliti menghomogenkan intervensi yang diberikan kepada responden. Kesimpulan: Ada penurunan rerata intensitas nyeri sebelum dan sesudah terapi musik klasik Mozart dengan kategori nyeri sedang 6.00 menjadi 2.00 pada kategori nyeri ringan setelah dilakukan intervensi berupa terapi musik klasik Mozart.
Efek Kombinasi Counterpressure Masase Dan Birth Ball Terhadap Penurunan Nyeri Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Cimanggung Kabupaten Sumedang Rachmawati, Laily; Sri Haryati , Cici
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Pertiwi (Vol.3 No.2 2021)
Publisher : Poltekes Bhakti Pertiwi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Menurut WHO (2018), sebagian besar persalinan (90%) selalu disertai rasa nyeri yang pada umumnya terasa hebat, sedangkan rasa nyeri pada persalinan merupakan hal yang lazim terjadi, penyebab nyeri selama persalinan meliputi faktor fisiologis dan psikologis. Kebanyakan ibu bersalin mulai merasakan puncak nyeri pada kala I fase aktif, yaitu pada fase dilatasi maksimal (pembukaan 4 cm sampai 9 cm) dan fase deselerasi (pembukaan 9-10 cm). Hal ini disebabkan karena pada fase tersebut frekuensi dan intensitas kontraksi uterus menjadi lebih teratur, lama, dan kuat sehingga sensasi nyeri yang dirasakan meningkat. Kejadian partus lama atau macet menyumbang sebesar 1,8 % dari penyebab tingginya angka kematian ibu (AKI) yaitu 305/100.000 kelahiran hidup 6. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah terapi fisik yang membantu ibu bersalin kala I ke posisi berlutut dan bersandar pada birthball. Metode : Jenis penelitian ini adalah adalah penelitian quasi eksperiment with pre and post test design without control group, artinya semua kelompok menerima semua perlakuan, hanya dalam urutan perlakuan yang berbeda-beda, dan dilakukan secara random. Peneliti membandingkan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil : Hasil penelitian ini mendukung dengan teori yang menyatakan bahwa aplikasi counterpressure membantu ibu mengatasi sensasi tekanan internal dan rasa nyeri di bagian bawah punggung. Kesimpulan:Terdapat penurunan intensitas nyeri sesudah counterpressure masase dan birth ball pada ibu bersalin sebesar 1.5 (skala nyeri 0-10).
Pengaruh Masker Jagung Dan Minyak Zaitun Terhadap Perawatan Kulit Wajah Ibu Hamil Trimester II Di Puskesmas Tanjungmedar Kabupaten Sumedang Ulfah, Maria; Rundasih, Cicih
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Pertiwi (Vol.3 No.2 2021)
Publisher : Poltekes Bhakti Pertiwi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Secara umum, kulit terbagi menjadi 3 jenis, yaitu kulit kering, kulit normal dan kulit berminyak. Pembagian ini didasarkan pada kandungan air dan minyak yang terdapat pada kulit. Kulit kering adalah kulit dengan kadar air kurang atau rendah. Kulit normal adalah kulit yang memiliki kadar air tinggi dan kadar minyak rendah sampai normal. Kulit berminyak yaitu kulit yang memiliki kandungan air dan minyak yang tinggi1 Pada masa kehamilan, banyak keluhan yang dirasakan ibu pada setiap setiap trimesternya seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan janin di perut ibu. Hal yang paling menonjol dan terlihat serta didambakan setiap wanita, teruta ibu hamil adalah memiliki wajah yang bersinar, putih, mulus tanpa jerawat. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah bahwa zat alami yang terkandung dalam jagung juga bermanfaat untuk mencegah munculnya jerawat di wajah tanpa membuat wajah menjadi berminyak atau jadi kering. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan quasi ekperimen with conterbalanced pre and posttest design. penelitian ini akan membagi dua kelompok, yaitu kelompok Masker jagung dan minyak zaitun Hasil : Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rachmi (2002), bahwa zat alami yang terkandung dalam jagung juga bermanfaat untuk mencegah munculnya jerawat di wajah tanpa membuat wajah menjadi berminyak atau jadi kering. Kesimplulan : Terdapat pengaruh nyata penggunaan masker jagung dan zaitun pada perawatan kulit wajah kering ibu hamil trimester dua ditinjau dari tekstur, kelembaban dan elastisitas kulit.

Page 8 of 14 | Total Record : 131