cover
Contact Name
Nike Vonika
Contact Email
versahekmatyar@poltekesos.ac.id
Phone
+6281220025612
Journal Mail Official
jurnal@poltekesos.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 367 Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial
ISSN : 14125153     EISSN : 25028707     DOI : https://doi.org/10.31595/peksos.v20i1
Core Subject : Social,
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial is a scholarly refereed journal to expand knowledge and promote the fields of social work, social welfare, and community development. Its major focus is on the development of social work as well as social welfare and community development issues. It aims is to explore the social work theory and practice at the micro, mezzo, and macro level. The journal wants to support the publication to embodies the aspirations and conceptual thinking of the various local, national, and international studies in the context of social work, social welfare, and community development.
Articles 256 Documents
KONDISI KEHIDUPAN KELUARGA MISKIN PERKOTAAN (Studi Kasus Kondisi Sosial Keluarga Miskin di Kelurahan Sukapura Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung) Denti Kardeti
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 18 No 1 (2019): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v18i1.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi kehidupan keluarga miskin yang berada di Kelurahan Sukapura. Kondisi yang  menjadi fokus salah satunya  kondisi sosial. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif, untuk menggambarkan keadaan keluarga miskin di Kelurahan Sukapura. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data melalui kuisioner, wawancara terstruktur, studi dokumentasi dan observasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif berupa diagram pie. Hasil penelitian memperlihatkan sebagian responden tinggal di pemukiman kumuh yang diwariskan tetapi tidak bersertifikat, karena tanah tersebut milik PT Kereta Api Indonesia, rumah terbuat dari tembok berkualitas rendah, usang atau tidak diplester, kondisi lantai terbuat dari semen atau kramik berkualitas rendah, dan luasnya kurang dari 8 m2 per orang, biaya kesehatan menggunakan cara berobat gratis. Kondisi sosial keluarga reponden cukup baik dalam kehidupan sehari-hari. Biaya kesehatan terdekat umumnya tidak terjangkau, mereka berobat gratis dengan BPJS/KIS. Pada kondisi perekonomiannya, keluarga responden berpenghasilan di bawah UMR belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian responden memiliki hutang dan pengembaliannya umumnya memberatkan mereka.                                              Kata Kunci: Kondisi Kehidupan, Keluarga Miskin, Kemiskinan Perkotaan
PENGARUH ASERTIVE TRAINING TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR ANAK YANG BERPERILAKU MALADAPTIF DI KELURAHAN TAMANSARI KECAMATAN BANDUNG WETAN KOTA BANDUNG Winda Januarti
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 18 No 1 (2019): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v18i1.167

Abstract

Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran secara empiris, sehingga mampu melakukan analisis tentang Asertive Training terhadap peningkatan motivasi belajar anak yang berperilaku maladaptif di Kelurahan Tamansari Kecamatan Bandung Wetan Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui rancangan subyek tunggal (single subject design) dan menggunakan model multiple baseline cross subjects untuk mengukur target perilaku. Subyek dalam penelitian ini adalah subyek satu yakni AM; subyek dua yakni JR; dan subyek tiga yakni NJ. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asertive Training berpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar anak berperilaku maladaptif. Tingkatan pengaruh pada masing-masing subyek bervariasi dengan subyek AM dengan skor tertinggi yakni aspek komitmen, subyek JR dengan skor tertinggi yakni aspek komitmen beajar dan inisiatif belajar, subyek NJ dengan skor tertinggi yakni aspek inisiatif dan optimis belajar. Secara keseluruhan JR merupakan subyek yang memiliki tingkat pengaruh tertinggi dari intervensi Asertive Traning terhadap motivasi belajar, diantara kedua subyek yang lain. Hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor pendukung subyek. Melalui intervensi Asertive Training, anak mampu mengelola emosi, perasaan dan tingkah laku yang berkaitan dengan pendidikan. Kata Kunci: Anak, Motivasi Belajar, Assertive Training, Perilaku Maladaptif
PERAN TOKOH MASYARAKAT DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN RAWAN SOSIAL EKONOMI (PRSE) DI DESA SUKAMULYA KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA Nurhayani Lubis
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 18 No 2 (2019): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v18i2.196

Abstract

Penelitian ini mengkaji Peran Tokoh Masyarakat dalam Pemberdayaan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) di Desa Sukamulya, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, yaitu sebagai penggerak, pengorganisasi dan sebagai pengontrol, agar PRSE mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, menjangkau sumber-sumber produktif dan mampu berpartisipasi dalam proses pembangunan dan keputusan-keputusan yang mempengaruhi mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan informan 3 orang tokoh masyarakat dan 2 orang PRSE dengan Wawancara Mendalam dan Observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran tokoh masyarakat dalam pemberdayaan PRSE belum maksimal. Bentuk kegiatannya masih melanjutkan kegiatan sebelumnya berupa pembagian sembako pada saat menjelang Bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Demikian pula dengan kegiatan pengembangan kapasitas PRSE, hanya berupa latihan keterampilan usaha ekonomi produktif, tidak diiringi dengan latihan keterampilan keterampilan mengemas produksi, strategi pemasaran dan pemberian bantuan modal usaha. Selanjutnya, pada kemampuan menjangkau sumbersumber produktif untuk mengatasi masalah ketiadaan modal usaha dan kelemahan dalam strategi pemasaran juga tidak diberikan. Alasannya, masa kerjanya yang baru, keterbatasan anggaran dan kurangnya tenaga lapangan yang membantu pelaksanaan kegiatan.
KECEMASAN ANAK KORBAN TINDAK KEKERASAN SEKSUAL DI YAYASAN RUMAH AMAN SUMUR KABUPATEN NGANJUK Milla Sustika Dewi; Meiti Subardhini Subardhini; Yana Sundayani
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 18 No 2 (2019): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v18i2.197

Abstract

Penelitian ini tentang Kecemasan Anak Korban Tindak Kekerasan Seksual di Yayasan Rumah Aman Sumur Kabupaten Nganjuk. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran secara empirik karakteristik anak korban tindak kekerasan seksual, aspek kecemasan yaitu somatis, kognitif dan perilaku serta harapan dari anak korban tindak kekerasan seksual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa anak korban tindak kekerasan seksual mengalami kecemasan somatis yaitu mata kabur, sakit kepala, mual, sakit perut, jantung berdetak lebih cepat dan badan terasa lemas. Kecemasan kognitif yang muncul pada anak korban tindak kekerasan seksual adalah menyalahkan oranglain, menyalahkan diri sendiri, susah berkonsentrasi berpikirtidak dapat mengendalikan masalah, takut pada pikiran sendiri, berfirasat buruk, gangguan tidur (mengigau), merasa takut dan ingin membalas (dendam) perilaku pelaku. Kecemasan perilaku yang muncul pada anak korban tindak kekerasan seksual yaitu menghindar, tidak mampu bicara, sering menangis, melamun dan tidak ingin sendiri. Kecemasan yang dialami anak korban tindak kekerasan seksual tentunya berpengaruh pada aktivitas dan kehidupan sehari-harinya. Anak korban tindak kekerasan seksual membuuhkan dukungan dan rasa aman agar kecemasannya dapat berkurang atau hilang. Oleh karena itu, peneliti mengusulkan program yaitu "Terapi Psikososial untuk Mengatasi Kecemasan Anak Korban Tindak Kekerasan Seksual di Yayasan Rumah Aman Sumur Kabupaten Nganjuk". Program menggunakan metode socialcasework dengan menggunakan teknik terapi nourishment, Rational Emotiv Therapy (RET) dan terapi relaksasi. Melalui program ini diharapkan kecemasan dan trauma anak korban tindak kekerasan seksual berkurang atau hilang.
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP EKS KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA DI PANTI SEKAR MAWAR LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Atirista Nainggolan
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 18 No 2 (2019): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v18i2.198

Abstract

Dukungan Sosial keluarga sangat dibutuhkan karena pihak Panti/ lembaga rehabilitasi tentu tidak dapat memulihkan kondisi korban penyalahgunaan NAPZA tanpa bantuan dari pihak lain khususnya keluarga sebagai unit sosial yang paling dekat dengan eks korban penyalahgunaan NAPZA. Penelitian tentang “Dukungan Sosial Keluarga pada Eks Korban Penyalahgunaan NAPZA di Panti Sekar Mawar merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana dukungan sosial keluarga terhadap eks korban penyalahgunaan NAPZA ditinjau dari aspek dukungan emosional, dukungan informasional, dukungan instrumental dan dukungan penghargaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda deskriptif dengan pendekatan kualitatif (analisis kualitatif) berdasarkan interpretasi dari data primer maupun data sekunder. Proposisi dari penelitian ini adalah bahwa Dukungan Sosial Keluarga terhadap eks korban penyalahgunaan NAPZA dapat membantu eks korban penyalahgunaan NAPZA dalam melakukan recovery (pemulihan) dan dapat menjalani hidupnya yang abstinen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 3 informan yang diteliti menunjukkan hasil yang variatif, jawaban informan ada yang sangat bagus, tidak jelas dan sama sekali tidak relevan dengan pertanyaan. Namun demikian, setelah peneliti mengalisis dan mereduksi data dapat disimpulkan hasilnya sebagai berikut, yaitu: aspek emosional yang diperoleh dari 2 informan memberikan dukungan emosional dengan kategori cukup baik sedangkan 1 informan lainnya dengan kategori baik. Untuk aspek informatif, 2 informan memberikan informasi dengan cukup baik dan 1 informan lainnya kurang baik. Aspek instrumental yang diperoleh dari informan menunjukkan bahwa semua informan memberikan dan memenuhi semua kebutuhan residen dengan cukup baik dan untuk aspek penghargaan yang diperoleh 2 informan memberikan apresiasi atau penghargaan dengan cukup baik sedangkan 1 informan lainnya kurang baik.
KONSELING BAGI ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II BANDUNG Sri Ratna Ningrum
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 18 No 2 (2019): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v18i2.199

Abstract

Konseling merupakan proses di mana Anak dibantu secara pribadi agar dapat merasa dan berperilaku secara lebih memuaskan sehingga dapat mengembangkan perilaku yang lebih efektif dalam berhubungan dengan lingkungannnya. Konseling perlu diberikan kepada Anak yang sedang menjalani pembinaan di LPKA karena secara psikologis Anak berada pada situasi yang tidak mengenakkan, di mana ia harus berada jauh dari keluarga, harus menghadapi situasi di mana ia merasa dikucilkan oleh lingkungannya. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konseling bagi Anak dilaksanakan oleh LPKA Kelas II Bandung. Untuk dapat memperoleh gambaran dan pemahaman mengenai hal tersebut maka dipilih pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian secara holistik dengan empat orang informan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui uji kredibilitas, peningkatan ketekunan, triangulasi, uji transferabilitas, uji dependabilitas, dan uji komfirmabilitas. Hasil penelitian Konseling Bagi Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum di LKPA Kelas II Bandung menunjukkan bahwa konseling bagi Anak yang berkonflik dengan hukum di LPKA Kelas II Bandung merupakan bagian dari pemenuhan hak Anak sesuai dengan Pedoman Perlakuan Anak di LPKA. Harapan informan agar lebih banyak pihak yang peduli dan bekerjasama dalam memberikan pelayanan kepada Anak, termasuk pelayanan konseling, maka pekerja sosial dapat menjadi bagian yang penting dalam proses ini sehingga penanganan Anak yang berkonflik dengan hukum dapat dilakukan secara komprehensif
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PROSES DIVERSI ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM (ABH) ): STUDI DI BALAI PEMASYARAKATAN KELAS I BANDUNG Elin Herlina
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 18 No 2 (2019): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v18i2.200

Abstract

Pendekatan penangan anak yang berhadapan dengan hukum telah bergeser dengan mempertimbangkan pemenuhan hak-hak anak dan tercapainya Keadilan Restoratif. Salah satu implementasi keadilan restoratif ditempuh melalui proses diversi. Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses diluar peradilan pidana. Keterlibatan profesi pekerja sosial dalam prses diversi diatur dalam Undang Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Pekerja sosial memiliki peran yang sangat penting dalam dalam proses diversi Anak yang Berhadapan dengan Hukum. Tujuan Penelitian ini adalah untuk memperoleh gabaran lebih mendalam tentang Peran Pekerja Sosial dalam proses diversi ABH yang ditangani oleh Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Bandung. Metode yang digunakan dalam pelenelitian ini adalah metoda deskriptif dengan penkekatan kualitatif, dengan informan sebanyak 5 orang yang terdiri 3 orang pekerja sosial dan 2 orang pembimbing kemasyarakatan. yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran penangan ABH di Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Bandung dan peran pekerjan sosial dalam proses diversi ABH. Teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yaitu uji kredibilitas, keteralihan, ketergantungan dan kepastian. Teknik analisa data yang digunakan yaitu teknik analisa data kualitatif melaui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkn bahwa peran-peran yang dilakukan oleh pekerja sosial dalam proses diversi anak yang berhadapan dengan hukum yaitu peran sebagai perencana, (planner), perantara (mediator), pemberi motivasi (motivator), pendidik (edukator) dan perantara (broker). Peran-peran tersebut sudah dilaksanakan dengan cukup baik, akan tetapi terdapat peran yang kurang maksimal dilaksanakan yaitu peran sebagai pendidik (edukator) dan peran sebagai perantara (broker)
KUALITAS HIDUP EKS PEKERJA MIGRAN LINTAS NEGARA DI DUSUN PUSAKAJATI DESA PUSAKARATU KECAMATAN PUSAKANAGARA KABUPATEN SUBANG Briyanwidi Utami; Denti Kardeti; Meiti Subardhini
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 18 No 2 (2019): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v18i2.201

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dialami eks pekerja migran lintas negara setelah kembali ke daerah asal di Dusun Pusakajati Desa Pusakaratu Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang “Kualitas Hidup Eks Pekerja Migran Lintas Negara di Dusun Pusakajati Desa Pusakaratu Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang”. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini aalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan Samepl Wilayah dengan jumlah sasaran 57 jiwa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket/kuesioner, wawancara tidak terstruktur, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian dilakukan menunjukkan bahwa Kualitas Hidup Eks Pekerja Migran Lintas Negara berada pada tingkatan sedang atau cukup berkualitas hal tersebut ditunjukkan oleh total skor dari empat aspek. Aspek hubungan sosial termasuk dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 72,73 persen. Rekomendasi program untuk pemecahan permasalahan yaitu Pengembangan Kapasitas Eks Pekerja Migran Lintas Negara melalui Pembentukkan Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Program ini merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri atas penyuluhan mengenai pemberian motivasi serta strategi pemasaran, pelatihan dan produksi Abon Lele serta pembentukkan KUBE. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas eks pekerja migran lintas negara dalam memperoleh penghasilan melalui pemanfaatan waktu luang dan usaha bersama.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DI BIDANG PENDIDIKAN DASAR DI KECAMATAN PULAU-PULAU TERSELATAN KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA (MBD) PROVINSI MALUKU Hobarth Williams Soselisa
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 18 No 2 (2019): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v18i2.202

Abstract

Partisipasi memiliki kaitan erat dengan pembangunan, termasuk pembangunan pendidikan. Partisipasi masyarakat merupakan syarat penting bagi keberhasilan pembangunan itu sendiri. Begitu pula dengan partisipasi masyarakat Kecamatan Pulau pulau Terselatan dalam bidang pendidikan dasar yang dirasa perlu dioptimalkan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk-bentuk, faktor-faktor partisipasi serta merumuskan model partisipasi masyarakat di bidang pendidikan dasar di kecamatan Pulau-pulau Terselatan. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data observasi, interview mendalam, FGD dan studi dokumentasi. Data dikumpulkan dari kalangan birokrat, anggota dewan, kepala sekolah dan guru, tokoh agama, tokoh adat, LSM, tokoh pendidikan dan orang tua murid. Bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dikategorikan menjadi dua, yaitu partisipasi fisik dan non-fisik. Partisipasi fisik meliputi partisipasi financial, iuran wajib sekolah, sumbangan sukarela, partisipasi pembangunan sarana dan prasarana sekolah, infrastruktur dan relawan mengajar. Partisipasi non-fisik berupa sumbangan pemikiran, keterlibatan dalam rapat internal dan penyampaian aspirasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dikategorikan meliputi faktor internal, faktor personal dan faktor eksternal. Faktor internal, meliputi faktor psikologis masyarakat, yaitu masyarakat yang menerima perubahan dan yang tertutup pada perubahan. Faktor personal meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan dan penghasilan. Faktor eksternal meliputi peran pemerintah daerah, pengaruh LSM/ masyarakat dan sektor swasta. Nama model partisipasi yang diformulasikan adalah Tiga Batu Satu Tungku. Model ini menitikberatkan pada aktor-aktor yang terlibat dalam pembangunan pendidikan dasar. Ketiga aktor tersebut adalah pemerintah daerah – sektor swasta – masyarakat (level makro); tokoh adat – tokoh agama – tokoh pendidikan/guru (level meso); guru – murid – orang tua murid (level mikro).
PERANAN PEKERJA SOSIAL PROFESIONAL DALAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) MENERAPKAN E-COMMERCE Ujang Muhyidin
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 18 No 2 (2019): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v18i2.203

Abstract

Kajian ini dilakukan untuk mengetahui peranan pekerja sosial profesional dapat terlibat dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menerapkan ecommerce. Kajian ini dilaksanakan dengan menggunakan data sekunder dari hasil penelitian mengenai faktor hambatan yang dialami UMKM untuk menerapkan ecommerce dalam bisnisnya. Secara umum. UMKM di Indonesia yang telah menerapkan e-commerce masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah UMKM yang ada. Tahun 2018 jumlah UMKM 59,2 juta, yang sudah memanfaatkan platform online (ecommerce) dalam memasarkan produknya sebanyak 3,79 juta atau sebesar 6,4 %. Rendahnya penerapan e-commerce oleh UMKM ini disebabkan hambatan utamanya adalah sumber daya manusia, yakni kemampuan (capability) dan kemauan (Willingness) rendah, serta masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat UMKM akan manfaat e-commerce di era digital ini. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan eksploratif deskriptif dengan menganalisis peranan peksos profesional dalam memberdayakan UMKM menerapkan e-commerce, dikembangkan dengan menggunakan pendekatan kajian literatur. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa peksos profesional dapat berperan sebagai pelaku perubahan (change agent) memberdayakan UMKM dalam bisnis menggunakan e-commerce. Melalui penerapan pendekatan pemberdayaan yaitu pemungkinan, penguatan, pelindungan, penyokongan dan pemeliharaan. Dapat berperan sebagai fasilitator, motivator, broker , advokator, dan inovator. Hasil kajian ini dapat membantu para stakeholder dalam pemberdayaan UMKM menggunakan e-commerce dengan melibatkan peksos profesional