cover
Contact Name
Neny Purwitasari
Contact Email
yysrahmatanfwa@gmail.com
Phone
+6281297409136
Journal Mail Official
jurnaljfarm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Datuk Tunggul, Kel Teluk Kenidai, Kec Tambang, Kab Kampar, Prov Riau, Indonesia.
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JFARM (Jurnal Farmasi)
ISSN : 30310997     EISSN : 30310997     DOI : https://doi.org/10.58794/jfarm.v2i1.628
Core Subject : Health,
JFARM-Jurnal Farmasi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua penulis yang telah mengirimkan artikelnya untuk dipublikasikan di JFARM-Jurnal Farmasi
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2025)" : 7 Documents clear
Optimasi Sediaan Salep Ekstrak Green Tea Camellia Sinensis Dengan Metode Simplex Lattice Design Wulandari, Riska
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v3i1.710

Abstract

Daun teh hijau ini adalah familli dari theaceae tumbuhan ini merupakan perdu atau tanaman pohon kecilberukuran paling tinggi 30 kaki yang biasanya dipangkas 2-5cm. Daun teh hijau segar mengandung kafein sekitar 4%. Daun muda yang berwarna hiijau muda lebih disukai untuk produksi teh. Sedangkan daun teh yang tua berwarna lebih gelap, daun dengan umur yang berbeda akan menghasilkan kualitas teh yang berbeda-beda. karena komposisi kimianya yang berbeda. Bagian dari daun teh yang dipanen untuk proses menjadi teh adalah pucuk dan dua hingga tiga daun pertama. . Bukti penelitian melaporkan bahwa kandungan polifenol pada daun teh hijau lebih tinggi dibanding teh hitam. Persentase kandungan polifenol pada teh hijau sebanyak 30-40%, sedangkan presentase kandungan polifenol pada daun teh hitam sebanyak 3-10%.perhitungan konsentrasi menggunakan metode SLD Simplex Lattice Design vaselin album 65-78%, Adeps lanae 5-18%, Pada sediaan salep ekstrak dauh teh hijau formulasi 1 sampai 8 didapatkan hasil optimal pada sediaan 4 dengan konsentrasi vaselin album 78% dan adeps lanae 5%. Daya lekat yang di hasilkan 3,375 cm dan ph 4,85431.
Pengaruh Kondisi dan Masa Penyimpanan terhadap Kadar Vitamin C pada Manisan Kedondong (Spondidas dulcis) Hendrika, Yan; Subardi Bali
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v3i1.1284

Abstract

Vitamin C merupakan nutrisi penting dengan sifat antioksidan, namun mudah terdegradasi oleh suhu, oksigen, dan cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap kadar vitamin C dalam manisan kedondong. Buah kedondong segar dimaniskan dan disimpan pada suhu kamar dan kulkas. Kadar vitamin C diukur pada hari ke-1, 3, 7, 14, 21, dan 28 menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C menurun signifikan seiring waktu, dengan degradasi yang lebih cepat pada suhu kamar. Setelah 28 hari, kadar vitamin C pada suhu kamar turun dari 0,0664% menjadi 0,0029%, sedangkan pada suhu kulkas, penurunan lebih lambat dengan sisa 0,0027%. Degradasi ini terutama disebabkan oleh oksidasi dan suhu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyimpanan di kulkas lebih efektif daripada suhu kamar dalam mempertahankan kadar vitamin C pada manisan kedondong, yang penting untuk menjaga nilai gizinya. Kondisi penyimpanan yang tepat sangat penting untuk memperpanjang umur simpan dan kualitas produk pangan.
Potensi Senyawa Ekstrak Etanol Limbah Kulit Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) Sebagai Antimikroba Terhadap Salmonella Gastroenterit, Microsporum Canis, Dan Aspergillus Sp. Dengan Klt-Bioautografi Faroliu, Goldha; Oriza Sativa
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v3i1.1255

Abstract

Rambutan merupakan salah satu tumbuhan yang banyak dibudidayakan di Indonesia untuk dimanfaatkan buahnya. Bagian tumbuhan ini yang dapat digunakan sebagai antibakteri yaitu kulit buah yang digunakan untuk mengatasi disentri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil fitokimia dan aktivitas antimikroba dari ekstrak etanol kulit buah rambutan. Proses ekstraksi kulit buah rambutan dilakukan dengan metode maserasi. Identifikasi senyawa ekstrak kulit buah rambutan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil Kromatografi Lapis Tipis menunjukkan adanya 1 noda mayor pada plat KLT, dan dengan skrining fitokimia menunjukkan mengandung senyawa flavonoid dan fenolik. Uji aktivitas antimikroba dengan metode KLT-Bioautografi terhadap bakteri Salmonella gastroenterit menunjukkan aktivitas pada konsentrasi 30% (10,86 mm), dan kontrol positif 16,7 mm. Dan pengujian terhadap jamur Microsporum canis menunjukkan aktivitas pada konsentrasi 30% (42,46 mm), dan kontrol positif 27,66 mm, serta jamur Aspergillus sp menunjukkan aktivitas pada konsentrasi 30% (31,6 mm), dan kontrol positif 22,23 mm.
Aktivitas ekstrak Piper retrofractum Vahl menggunakan MAE sebagai penangkap radikal DPPH Samsul Hadi; khadijah, Nor; Febriani, Noor Rahmi
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v3i1.1275

Abstract

Radikal bebas diketahui dapat menyebabkan stres oksidatif, yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif seperti kanker dan penyakit kardiovaskular. Piper retrofractum mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid (piperin), saponin, dan tanin, yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah penggunaan metode Microwave-Assisted Extraction (MAE) untuk mengekstrak senyawa aktif dari cabe jawa. Metode ekstraksi dilakukan dengan etanol 70% pada suhu 60°C selama 10 menit. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak cabe jawa memiliki nilai IC50 sebesar 50,4 µg/mL, yang mengindikasikan aktivitas antioksidan kuat. Korelasi antara dosis ekstrak dan efektivitas antioksidannya menunjukkan pola linier, di mana semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin besar daya antioksidannya. Kesimipulannya penelitian ini adalah cabe jawa dapat dikembangkan sebagai bahan baku suplemen kesehatan dalam menangkal stres oksidatif.
Prediksi aktivitas Piper retrofractum Vahl terhadap reseptor EGFR yang berkontribusi terhadap kanker paru paru menggunakan docking Samsul Hadi; khadijah, Nor; Febriani, Noor Rahmi
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v3i1.1276

Abstract

Kanker paru-paru merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, dengan angka kejadian yang terus meningkat. Salah satu faktor utama dalam perkembangan kanker ini adalah mutasi pada reseptor faktor pertumbuhan epidermal (EGFR), yang berperan dalam proliferasi sel.Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi potensi senyawa dalam Piper retrofractum Vahl sebagai inhibitor EGFR menggunakan metode molecular docking. Metodologi penelitian yaitu struktur EGFR diperoleh dari Protein Data Bank dan diproses menggunakan PyMOL, sedangkan senyawa aktif dari Piper retrofractum dikaji menggunakan perangkat lunak PLANTS. Analisis interaksi molekuler dilakukan dengan Discovery Studio berdasarkan afinitas pengikatan dan residu yang berinteraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima senyawa yang diuji, Retrofractamide C memiliki skor docking terbaik (-102.076), mendekati skor inhibitor EGFR yang telah diketahui (-106.882). Senyawa ini menunjukkan interaksi dengan residu kunci EGFR, seperti MET793, GLN791, VAL726, dan ALA743, yang juga berinteraksi dengan ligand native. Pipereicosalidine memiliki skor docking paling rendah (-116.765), tetapi interaksi residunya menunjukkan perbedaan dengan ligand native. Senyawa lainnya, seperti Retrofractamide A, Piperlongumine, dan Piperine, memiliki skor docking lebih tinggi dan interaksi yang kurang optimal dengan EGFR. Berdasarkan hasil tersebut, diperoleh Kesimpulan retrofractamide C dari Piper retrofractum Vahl memiliki potensi sebagai inhibitor EGFR yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam terapi kanker paru-paru. Studi lanjutan, termasuk uji in vitro dan in vivo, diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas dan mekanisme kerja senyawa ini dalam sistem biologis.
Uji Penangkap Radikal DPPH Ekstrak Buah Elaeis Guineensis Jacq dari Tanah Laut Dengan Metode MAE Samsul Hadi; Rahmawati, Nanda Hesti; indriani, Erika
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v3i1.1277

Abstract

Peningkatan radikal bebas dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit degeneratif, seperti diabetes dan kanker. Meskipun tubuh memiliki mekanisme antioksidan alami, kapasitasnya sering kali tidak cukup untuk mengatasi radikal bebas. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber antioksidan eksternal, salah satunya adalah buah sawit yang kaya senyawa bioaktif seperti polifenol dan tokoferol. Metode penelitian ini mengeksplorasi potensi buah sawit sebagai sumber antioksidan dengan menggunakan metode Microwave-Assisted Extraction (MAE). Hasil ekstraksi menunjukkan rendemen 18,5% dan aktivitas antioksidan tinggi, dengan nilai IC50 45,2 µg/mL. Uji DPPH menunjukkan bahwa ekstrak buah sawit mampu menetralkan radikal bebas dengan baik. Penelitian ini membuka peluang untuk penggunaan ekstrak buah sawit dalam pengobatan penyakit degeneratif dan produk berbasis bahan alam.
Potensi Aktivitas Buah Sawit (Elaeis guineensis) Terhadap Kanker Tulang Dengan Metode Docking melului ikatan dengan MCF1R Samsul Hadi; Rahmawati, Nanda Hesti; indriani, Erika
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v3i1.1278

Abstract

Osteosarkoma adalah kanker tulang agresif dengan tingkat mortalitas tinggi, yang sering menyerang anak-anak dan remaja. Meskipun terapi konvensional telah tersedia, efektivitasnya masih rendah dan memiliki efek samping signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa bioaktif dari buah sawit (Elaeis guineensis) terhadap osteosarkoma melalui metode docking molekuler. Metodologi penelitian ini menggunakan Macrophage Colony-Stimulating Factor 1 Receptor (MCF1R) sebagai target dokcing dan dipreparasi menggunakan perangkat lunak YASARA, sementara interaksi ligan diuji dengan PLANTS dan divisualisasikan menggunakan PyMOL serta Discovery Studio. Hasil docking menunjukkan bahwa alpha-Tocopherol dan alpha-Tocotrienol memiliki skor afinitas tinggi, masing-masing sebesar -97,0793 dan -98,8046, serta membentuk interaksi kuat dengan residu penting pada MCF1R. Senyawa ini berpotensi menghambat aktivitas MCF1R yang berperan dalam perkembangan osteosarkoma melalui mekanisme interaksi hidrogen dan hidrofobik. Keseimpulan penelitian ini adalah buah sawit berpotensi dikembangkan sebagai agen terapi alternatif osteosarkoma.

Page 1 of 1 | Total Record : 7