cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 2,145 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 2,145 Documents clear
Pengaruh Infrastruktur Pelabuhann Terhadap Arus Barang (Throughput) Pada Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar Asmiati Asmiati; Sulastriani Sulastriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6136

Abstract

This study aims to analyze the influence of port infrastructure on the flow of goods (throughput) at Soekarno Hatta Port, Makassar. The research approach used a quantitative method with a survey of 102 respondents directly involved in port operational activities. Data were analyzed using linear regression to determine the extent to which infrastructure contributes to increased throughput. The results show that port infrastructure has a significant effect on the flow of goods. Improvements in the quality of physical facilities, the capacity of loading and unloading equipment, and the smooth operation of operational support systems have been proven to increase the port's ability to handle cargo volume. These findings emphasize the importance of infrastructure development as a key strategy in improving port performance and strengthening supply chain efficiency in eastern Indonesia.
The Influence Of Human Resource Competence And Budget Planning On Budget Absorption At The Regional Secretariat Work Unit Of Kediri City Lucyana Lucyana; Djunaedi Djunaedi; Budi Rahayu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6141

Abstract

This study aims to analyze the influence of human resource competence and budget planning on budget absorption in the Regional Secretary's Work Unit of Kediri City. The type of research conducted is explanatory, focusing on the cause-and-effect relationships among variables. The analysis results indicate that human resource competence significantly affects budget absorption, with a calculated t value of 9.589, exceeding the t table value of 1.99834. This suggests that improving the quality and management of human resources positively impacts the success of budget absorption. A better understanding of budget management concepts by skilled human resources enhances the effectiveness and efficiency of budget usage. Furthermore, budget planning also has a significant effect, with a calculated t value of 9.003, which is higher than the t table value, indicating the importance of good planning to maximize budget absorption. The alignment between budget planning and implementation, along with effective supervision, is crucial for executing planned programs and activities. This study finds that, overall, 83.9% of the variability in budget absorption can be explained by human resource competence and budget planning, while 16.1% is influenced by other factors such as policies, internal governance, and technology. Recommendations for improvement include enhancing human resource competence through training, improving the planning process, and developing a continuous monitoring and evaluation system. This research provides valuable insights for budget management in local government, particularly in the context of enhancing public service quality in Kediri City.
Henoch–Schönlein Purpura dengan Manifestasi Gastrointestinal Berat dan Hipertensi pada Anak: Laporan Kasus M Irsal Arif Rais; Meisy Grania Amalinda; Wan Nedra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6144

Abstract

Latar Belakang: Purpura Henoch-Schönlein, yang juga dikenal sebagai Vaskulitis IgA, adalah sebuah peradangan pembuluh darah sistemik yang paling umum ditemukan pada populasi anak-anak. Penyakit ini memiliki empat gejala klasik yang khas: ruam purpura yang dapat diraba, nyeri atau radang sendi, nyeri perut, dan keterlibatan organ ginjal. Keterlibatan saluran cerna yang berat dapat menyerupai kondisi bedah abdomen darurat, sementara komplikasi ginjal berupa nefritis merupakan masalah morbiditas jangka panjang yang paling serius. Laporan Kasus: Laporan ini menjabarkan kasus seorang pasien laki-laki berusia 11 tahun yang datang ke unit gawat darurat. Keluhan utamanya adalah nyeri perut kolik yang teramat berat selama tujuh hari, disertai mual dan muntah. Pasien juga menderita demam, nyeri di kaki saat berjalan yang merupakan tanda artralgia, dan memiliki riwayat batuk dua minggu sebelumnya. Pemeriksaan fisik mengungkapkan pasien dalam keadaan demam dengan suhu 38.7°C, menderita hipertensi dengan tekanan darah 115/98 mmHg, dan menunjukkan nyeri tekan pada abdomen. Ditemukan pula temuan khas berupa purpura teraba dengan krusta hitam di kedua kakinya. Hasil tes laboratorium mengkonfirmasi jumlah trombositnya berada dalam batas normal, yaitu 373.000/µL. Diagnosis kerja Henoch-Schönlein Purpura ditegakkan berdasarkan temuan-temuan klinis. Pasien segera diberikan tatalaksana komprehensif yang terdiri dari rehidrasi cairan, kortikosteroid methylprednisolon, antibiotik ceftriaxone, dan terapi suportif lainnya. Pasien merespons pengobatan dengan sangat baik dan menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan; keluhan nyeri perut dan demamnya dilaporkan membaik setelah tiga hari menjalani perawatan. Kesimpulan: Diagnosis HSP pada kasus ini ditegakkan secara klinis. Kasus ini menunjukkan manifestasi klasik berat pada saluran cerna dan kulit, diperkuat dengan temuan hipertensi yang mengindikasikan adanya komplikasi nefritis. Hitung trombosit yang normal memegang peranan penting untuk menyingkirkan diagnosis banding lainnya. Prognosis pasien ini adalah dubia ad bonam atau cenderung baik, namun pemantauan jangka panjang terhadap fungsi ginjal melalui urinalisis dan pengukuran tekanan darah secara berkala mutlak diperlukan.
Cyberbullying Dan Pertanggungjawaban Hukum Pidana Di Era Digital Alif Sultan; Muhammad Fahmi Reza; Asmak Ul Hosnah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6145

Abstract

Cyberbullying, a form of digital violence, has significant psychological and social effects due to advancements in information and communication technology. Victims of cyberbullying may experience psychological pressure, as well as loss of social relationships and reputation. The aim of this study is to examine how perpetrators of cyberbullying in Indonesia are held criminally accountable, with particular emphasis on the application of the Information and Electronic Transactions Law (UU ITE), the Indonesian Criminal Code (KUHP), and the Child Protection Law. This study employs a qualitative normative juridical approach, analyzing legal documents, academic research, and relevant court decisions. The results indicate that, although a legal framework exists and has been implemented, several challenges hinder its enforcement. These challenges include easily deletable digital evidence, difficulties in identifying perpetrators, and low public awareness. To protect victims of cyberbullying, this study recommends improving digital literacy, strengthening reporting systems, and enforcing laws consistently.
Pengaruh Stres Akademik Dan Gaya Hidup Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Didit Darmawan; Wahyudi Wahyudi; Landeva Kharisma Al Azmi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6146

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa merupakan aspek penting yang menentukan keberhasilan akademik sekaligus kesejahteraan hidup. Masa perkuliahan sering kali diwarnai oleh dua faktor utama yang saling terkait, yaitu stress akademik dan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres akademik dan gaya hidup terhadap kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan studi literatur yang mencakup kajian teoritis, referensi, dan berbagai literatur ilmiah yang relevan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa stres akademik dan gaya hidup memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan mental mahasiswa. stres akademik yang tinggi akibat beban tugas, tuntutan prestasi, serta tekanan waktu terbukti meningkatkan risiko munculnya gejala kecemasan, stres berlebihan, hingga depresi pada mahasiswa. Sementara itu, gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang tidur, pola makan yang buruk, minim aktivitas fisik, dan rendahnya kemampuan manajemen waktu, turut memperburuk kondisi kesehatan mental. Kombinasi gaya hidup sehat dan kemampuan mengelola stres akademik berperan penting dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa, sehingga diperlukan upaya edukatif dan pembiasaan pola hidup sehat dari pihak kampus maupun mahasiswa.
Analisis Kesediaan Membayar (Willingness To Pay) Konsumen Terhadap Pembelian Sayur Kangkung (Ipomoea Reptans Poir) Hidroponik Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya (Studi Kasus: Konsumen Analisa Agrokreasi (AAK), Kecamatan Medan Johor) Mestika Amelia Sinuraya; Muhammad Ilham Riyadh; Violeta Tia Monica
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6147

Abstract

Some people choose food not only to fulfill basic needs, but also as an effort to ensure their health. Therefore, it is important to understand the extent to which consumers are willing to pay (Willingness To Pay) for a product, because this information can help producers understand consumers. The aims of this research are: 1). To find out the characteristics of consumers of hydroponic kale vegetables. 2).To find out the maximum value that consumers are willing to pay to obtain hydroponic kale vegetables. 3). To find out what factors influence consumers' willingness to pay for hydroponic kale vegetables. This research applies a survey method as an approach to collecting data by conducting direct inspections in the field or research location. This research was carried out in Acrocreation Analysis, with the location chosen purposively. The number of samples used in this research was 43 samples. The data collected in this research is divided into two sources, namely: Primary and secondary data. The data processing and analysis methods applied include descriptive analysis, linear regression analysis, and the application of CVM (Contingent Valuation Method). The software used for the analysis is Microsoft Excel 2010 and SPSS version 26. The results of the research show that the average WTP value of consumers in AAK is IDR 6,302.32/pack and the factor that has a real influence on consumers' willingness to pay for hydroponic kale among AAK consumers is the length of time they consume it. (X5). Meanwhile, factors that have no real influence are age (X1), education level (X2), income (X3) and number of family dependents (X4).
Pengaruh Penggunaan Pupuk Cendawan Mikoriza Arbaskular (CMA) Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica Juncea) Ichpan Zulfansyah; Nurliana Pulungan; Ridho Anggoro
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6149

Abstract

Pemberian pupuk cendawan mikoriza arbaskular (CMA) dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica juncea) bertujuan Bagaimana interaksi antara pemberian pupuk CMA dan Pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica juncea). Penelitian ini di laksanakan di Lahan Pertanian UNIVA Simalingkar B, dengan ketinggian ± 15 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei s/d selesai Faktor pertama dengan empat perlakuan pupuk CMA dengan dosis C0 0g, C1 30g, C2 60g, C3 90g Faktor kedua dengan empat perlakuan N 20 g/, 40 g, 60 g . Parameter penelitian ini adalah Tinggi Tanaman Sampel/Plot (cm), Jumlah Daun Tanaman Sampel/Plot (helai), Luas Daun, Bobot Basah, Bobot Basah Akar. Tanaman Tertinggi terdapat pada perlakuan C3 sebesar 10.71 cm dan tanaman terendah terdapat pada perlakuan C0 yaitu sebesar 8.39 Cm. Penggunaan pupuk NPK berbeda nyata terhadap tinggi tanaman sawi. . Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi jumlah pupuk CMA dan Pupuk NPK yang diberikan, menghasilkan pertumbuhan sawi (Brassica juncea) yang semakin baik pula. Hal ini dapat dilihat pada parameter tinggi tanaman Tanaman Tertinggi terdapat pada perlakuan C3 sebesar 10.71 cm , Jumlah daun tertinggi terdapat pada perlakuan C3 yaitu sebesar 9.36 helai daun, . Luas daun tertinggi terdapat pada perlakuan C3 yaitu sebesar 8.40 cm2, Bobot basah tanaman sawi tertinggi terdapat pada perlakuan C3 yaitu sebesar 3.80 gram, Volume akar tanaman sawi tertinggi terdapat pada perlakuan C3 yaitu sebesar 0.78 cm3.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Di Kabupaten Jayapura Tahun 2022 Anneke Yacob
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6150

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, khususnya di wilayah timur seperti Provinsi Papua. Kabupaten Jayapura merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi stunting yang masih relatif tinggi dan menunjukkan variasi antar kecamatan. Stunting berdampak jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, kesehatan, dan produktivitas anak di masa dewasa, sehingga diperlukan analisis faktor risiko berbasis wilayah untuk mendukung perumusan kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang memengaruhi prevalensi stunting pada balita di Kabupaten Jayapura tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan data sekunder yang bersumber dari Profil Kesehatan Kabupaten Jayapura Tahun 2022. Unit analisis adalah 15 kecamatan. Variabel dependen adalah prevalensi stunting balita (%), sedangkan variabel independen meliputi cakupan ASI eksklusif, cakupan imunisasi dasar lengkap, persentase rumah tangga dengan akses air bersih, dan persentase rumah tangga dengan jamban sehat. Analisis data dilakukan menggunakan RStudio meliputi analisis univariat, korelasi Spearman, dan regresi linear berganda. Hasil: Rata-rata prevalensi stunting balita di Kabupaten Jayapura sebesar 16,76%, dengan rentang 4,6% hingga 26,1%. Hasil korelasi Spearman menunjukkan bahwa cakupan jamban sehat memiliki hubungan negatif yang kuat dan signifikan dengan prevalensi stunting (ρ = -0,724; p = 0,002). Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa jamban sehat merupakan satu-satunya faktor yang berpengaruh signifikan terhadap prevalensi stunting (β = -0,575; p = 0,010), sedangkan cakupan ASI eksklusif, imunisasi dasar lengkap, dan akses air bersih tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara statistik. Model regresi mampu menjelaskan 66,3% variasi prevalensi stunting. Kesimpulan: Sanitasi lingkungan, khususnya akses terhadap jamban sehat, merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan prevalensi stunting di Kabupaten Jayapura. Intervensi penurunan stunting perlu memprioritaskan perbaikan sanitasi lingkungan yang terintegrasi dengan program gizi spesifik.
Pengaruh Penggunaan Pupuk Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) Dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea) Arya Ghani Dewangga; Ichpan Zulfansyah; Syahriandi Akbari Siregar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6151

Abstract

Sawi (Brassica juncea L.) merupakan komoditas hortikultura penting yang membutuhkan ketersediaan unsur hara optimal untuk mencapai pertumbuhan dan hasil maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk cendawan mikoriza arbuskula (CMA) dan pupuk urea serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. Penelitian dilaksanakan di lahan pertanian UNIVA Simalingkar B menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis CMA (0, 30, 60, dan 90 g/tanaman) dan dosis pupuk urea (0, 1, 2, dan 3 g/tanaman), masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah tanaman, dan volume akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian CMA berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan, sedangkan pupuk urea berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman, dan volume akar. Interaksi CMA dan pupuk urea memberikan pengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan dan hasil. Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi CMA 90 g/tanaman dan pupuk urea 3 g/tanaman.
The Relationship Between Instagram Use and the Likelihood of Female University Students Experiencing Cyber Harassment Sandra Clarissa Umbu Datta; Roky Konstantin Ara
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6159

Abstract

Instagram is one of the most widely used social media platforms among female university students. While the platform enables self-expression, social interaction, and information sharing, it simultaneously increases users’ exposure to cyber harassment, particularly against women. This study examines the relationship between Instagram use and the likelihood of female university students experiencing cyber harassment. Guided by Computer-Mediated Communication (CMC) theory, this research employs a quantitative approach. Data were collected through an online questionnaire distributed to 200 female students from two universities in the Special Region of Yogyakarta—Universitas Islam Indonesia (UII) and Universitas Gadjah Mada (UGM). The Spearman Rank correlation test was used to assess the strength of the relationship between Instagram use and cyber harassment, while the Mann–Whitney test examined differences between institutional groups. The findings reveal a very strong positive correlation between Instagram use and the likelihood of experiencing cyber harassment (Rs > 0.90). The Mann–Whitney test indicates a statistically significant difference between groups (p = 0.016); however, the small effect size suggests that institutional affiliation does not substantially mitigate the risk of cyber harassment. Instead, vulnerability is primarily shaped by usage patterns, exposure, and online behavior. These findings demonstrate that cyber harassment is a systemic issue affecting female university students regardless of institutional context. The study highlights the urgent need for digital literacy education, gender-sensitive university policies, and stronger institutional and platform-level interventions to protect women in online spaces.