cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 1,557 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2026)" : 1,557 Documents clear
Pengaruh Pemberdayaan Psikologis pada Organizatinal Citizenship Behavior: Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi Nurherawati; Ramdani Alfalah; Viska Putria Ananda; Mohamad Herdi Faizal; Teuku Dhani Al Ramdhani; Della Apriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberdayaan psikologis terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Fenomena perilaku ekstra-peran (OCB) menjadi krusial bagi efektivitas organisasi, namun peran kepuasan kerja sebagai pendorong utama masih sering diperdebatkan. Data dianalisis menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil uji hipotesis langsung menunjukkan bahwa pemberdayaan psikologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai path coefficient 0,521 dan t-statistics 5,425. Selain itu, pemberdayaan psikologis juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB dengan nilai path coefficient 0,402 dan t-statistics 3,719. Namun, penelitian ini menemukan bahwa kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap OCB, yang ditunjukkan dengan nilai t-statistics sebesar 0,988 dan p-value 0,324. Lebih lanjut, hasil uji hipotesis tidak langsung mengonfirmasi bahwa kepuasan kerja tidak terbukti memediasi pengaruh pemberdayaan psikologis terhadap OCB. Hal ini dibuktikan dengan nilai path coefficient yang rendah sebesar 0,044 dan nilai p-value 0,420 yang berada di atas ambang batas signifikansi 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberdayaan psikologis merupakan faktor pendorong langsung yang lebih kuat bagi munculnya perilaku OCB dibandingkan melalui perantara kepuasan kerja. Implikasi praktis bagi organisasi adalah perlunya fokus pada pemberian otonomi dan makna kerja untuk menstimulasi inisiatif sukarela karyawan.
Kampanye Digital Dalam Meningkatkan Citra Pemerintah Daerah Melalui Media Sosial Instagram @Kominfo.Oki Lira Firna; Fera Indasari; Rina Pebriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6934

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong pemerintah daerah memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publik dan pembentukan citra. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ilir (Diskominfo OKI) menggunakan Instagram @kominfo.oki sebagai media kampanye digital untuk menyampaikan informasi dan membangun citra positif pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi kampanye digital Diskominfo OKI serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, serta dianalisis menggunakan teori Excellence in Public Relations dengan model two-way symmetrical. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diskominfo OKI menyajikan konten informatif, edukatif, dan persuasif secara visual sesuai karakteristik audiens, memanfaatkan fitur Instagram seperti feed, story, dan reels. Faktor pendukung meliputi pemanfaatan teknologi digital, dukungan kelembagaan, dan meningkatnya penggunaan media sosial, sedangkan faktor penghambat berupa keterbatasan SDM, waktu, dan konsistensi pengelolaan konten. secara umum kampanye digital ini berkontribusi dalam membentuk citra pemerintah daerah yang lebih terbuka, responsif, dan dekat dengan masyarakat.
Hubungan Profil Darah Rutin dengan Derajat Klinis Pasien DBD Anak Di RSUD Haji Makassar Tahun 2022 Mutmainnah S Patanggu; Henny Fauziah; Jelita Inayah Sari; Suci Aprianti; Abd Rahim Yunus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6935

Abstract

Penyakit menular yang dikenal sebagai Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue dan menyebar melalui nyamuk Aedes aegypti. Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui bagaimana kadar hemoglobin, trombosit, leukosit, dan hematokrit berhubungan dengan tingkat keparahan klinis DBD pada anak-anak yang dirawat di RSUD Haji Makassar saat 2022, serta bagaimana kadar hematokrit dan trombosit saling berhubungan. Riset ini menggunakan desain studi potong lintang dan bersifat kuantitatif. Data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien digunakan dalam proses pengumpulan data. Trombosit, leukosit, hemoglobin, hematokrit, dan demam berdarah dengue merupakan variabel independen. Kami menggunakan uji chi-square untuk analisis bivariat dan uji univariat untuk data univariat. Riset ini menemukan korelasi yang signifikan secara statistik diantara kadar trombosit, leukosit, dan hematokrit dengan tingkat keparahan klinis DBD (p = 0,021, p = 0,004, dan p = 0,005, berturut-turut). Korelasi antara kadar hemoglobin dan tingkat keparahan klinis DBD tidak signifikan secara statistik (p = 0,684). Saat 2022, di RSUD Haji Makassar, terdapat korelasi yang signifikan secara statistik diantara kadar hematokrit dan trombosit pada anak dengan DBD (p = 0,001).
Etika Penanganan Perkara Yang Melibatkan Tokoh Publik: Tantangan Dalam Menjaga Netralitas Dan Interpendensi Dito Aditia Darma; Tomi Kusmanto Gulo; Abrich H; Rijal Mahmuda Phona; Serdiani Munthe; Fauzi Aulia Akbar; Dativa Dionisa Barus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6936

Abstract

Penanganan perkara yang melibatkan tokoh publik merupakan tantangan serius bagi aparat penegak hukum karena tingginya tekanan politik, sosial, dan opini publik yang berkembang melalui media massa dan media sosial. Kondisi ini berpotensi mengganggu objektivitas, netralitas, serta independensi dalam proses penegakan hukum apabila tidak diimbangi dengan integritas dan profesionalisme yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran etika, netralitas, dan independensi dalam penanganan perkara tokoh publik serta dampak pelanggaran terhadap kepercayaan masyarakat. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan menganalisis berbagai jurnal ilmiah dan sumber hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran etika dapat memicu korupsi peradilan, menurunkan kualitas putusan, serta merusak legitimasi institusi hukum. Selain itu, lemahnya netralitas dan independensi membuka peluang terjadinya intervensi politik dan konflik kepentingan dalam proses hukum. Oleh karena itu, penguatan kode etik, perlindungan terhadap independensi institusional, serta pembinaan profesionalisme aparat penegak hukum menjadi strategi utama dalam menjaga integritas sistem peradilan dan mempertahankan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Peran Battlefield Acupuncture Sebagai Modalitas Analgesia Cepat Pada Nyeri Traumatik Di Medan Tempur Dina Maghfiroh; Emya Grace Vani; Muhammad Taufik Ibrahim; Joseph Bagasjati Pradika; Muhammad Luthfi Al Rasuli; Reinhard Sadrakh Sinabutar; Yesania Putri Umbu Deta
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6938

Abstract

Battlefield Acupuncture (BFA) merupakan teknik auricular acupuncture yang dikembangkan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat sebagai metode analgesia cepat menggunakan lima titik khusus pada aurikula dengan acupuncture needles tipe semi-permanen. Modalitas ini dirancang untuk memberikan kontrol nyeri segera pada kondisi nyeri akut, termasuk nyeri traumatik yang sering terjadi pada lingkungan militer dan medan tempur. Dalam situasi operasional dengan sumber daya terbatas, BFA menjadi pilihan non-farmakologis yang praktis karena bersifat portabel, aman, dan dapat diaplikasikan dengan cepat oleh tenaga medis terlatih. Review ini dilakukan untuk menilai efektivitas BFA dalam penanganan nyeri traumatik, termasuk kecepatan onset analgesia, durasi efek, keamanan, serta potensi pengurangan kebutuhan analgesik farmakologis. Pencarian literatur dilakukan melalui beberapa basis data seperti PubMed, MEDLINE, Cochrane Library, Scopus, dan Google Scholar. Sebagian besar studi melaporkan bahwa BFA mampu memberikan penurunan nyeri dalam hitungan menit setelah aplikasi, dengan durasi efek analgesia yang dapat bertahan dari beberapa jam hingga beberapa hari. Efek samping minimal, dan teknik ini terbukti bermanfaat dalam kondisi perang, bencana, maupun situasi pra-rumah sakit. BFA dapat disimpulkan sebagai modalitas analgesia yang efektif, aman, murah, dan mudah dibawa, sehingga berpotensi menjadi komponen penting dalam manajemen nyeri traumatik di medan tempur dan kondisi emergensi dengan akses terbatas terhadap obat-obatan.
Analisis Sentimen pada Ulasan Aplikasi FinTech di Indonesia: Studi Komparatif Model Machine Learning dan Deep Learning Ahmad Fauzi; Achmad Lutfi Fuadi; Agus Heri Yunial; Andrian Hidayat; Ade Napila
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6939

Abstract

Pertumbuhan sektor Teknologi Finansial (FinTech) telah menjadikan umpan balik pelanggan dari platform digital sebagai sumber penting untuk pengambilan keputusan strategis. Namun, volume dan ketidakstrukturan data, khususnya dalam bahasa informal seperti Bahasa Indonesia, menimbulkan tantangan analitis yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pipeline optimal untuk klasifikasi sentimen pada ulasan pengguna Livin' by Mandiri, super-app perbankan digital Indonesia. Kami melakukan analisis komparatif menggunakan dataset dunia nyata berisi 117.471 ulasan yang tidak seimbang (55% negatif, 31% positif, 14% netral) yang dibersihkan dari Google Play Store. Dua teknik vektorisasi teks, Bag-of-Words (BoW) dan TF-IDF, diuji pada empat classifier machine learning: Random Forest, Logistic Regression, Decision Tree, dan SVM, serta dibandingkan dengan model Deep Learning berbasis Long Short-Term Memory (LSTM). Hasilnya menunjukkan bahwa model LSTM unggul dengan akurasi 98,02% dan weighted F1-score 0,99, sementara model machine learning terbaik, Logistic Regression dengan TF-IDF, menghasilkan weighted F1-score 0,92. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun machine learning tradisional efektif, LSTM lebih unggul dalam menangkap konteks dalam data sekuensial yang kompleks dan tidak seimbang. Penelitian ini menawarkan kerangka kerja yang berguna bagi institusi keuangan untuk menerapkan sistem analisis sentimen otomatis yang akurat dan efektif.
Design And Development Of An Iot-Integrated Automatic Fish Feeder For Freshwater Aquaculture Systems Mardiana Mardiana; Zumhari Zumhari; Ulfa Hasnita; Fera Damayanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6940

Abstract

. The study purpose was to design and evaluate an IoT-based Automatic Fish Feeder system that integrates sensing, processing, communication, and energy subsystems to improve feeding efficiency in freshwater aquaculture. This research addresses common challenges in manual feeding practices, including inconsistent feeding schedules, inaccurate feed volumes, and lack of real-time monitoring. The system incorporates an ESP32 microcontroller, ultrasonic sensor, servo actuator, and the Blynk platform, supported by a solar-powered energy subsystem, to create a reliable and autonomous feeding mechanism. The objective of the study was to assess the system’s performance through quantitative indicators including response time, sensor accuracy, notification reliability, WiFi stability, feed volume consistency, and energy autonomy. Materials and methods. This study employed a quantitative experimental approach in which the prototype underwent repeated testing under controlled and semi-field conditions. Performance data were collected through direct measurements, digital logs from the Blynk application, and hardware-based monitoring tools. Each subsystem was analyzed based on predefined performance thresholds, and system evaluation was conducted using measurement and structural modeling principles adapted from engineering validation frameworks. Results. The findings indicate that the ESP32 microcontroller produced a consistent response time below two seconds, while the ultrasonic sensor achieved accuracy above ninety-five percent after calibration. Notification reliability exceeded ninety percent, and WiFi stability reached more than ninety-five percent uptime. The solar energy subsystem provided sufficient power for continuous operation, and feed dispensing remained consistent across multiple trials. These outcomes show that the system fulfills its intended functional criteria. Conclusions. The study concludes that the IoT-based feeder operates effectively as an integrated automated system capable of enhancing feeding consistency and reducing manual workload in aquaculture. The prototype is reliable, energy-efficient, and suitable for further development and field-scale implementation.
Transforming Hospital Administration In 2026: A Literature Review On Innovation, Efficiency, And Patient-Centered Leadership Aulia Dini Ayuningtias; Nur Mahliza; Reva Nazwa Zahara
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6941

Abstract

The study purpose was to explore how innovation, operational efficiency, and patient-centered leadership collectively shape hospital administration in 2026. The global healthcare landscape is undergoing rapid transformation, driven by digital technologies, data analytics, and evolving patient expectations. This literature review examines how hospital administrators are integrating technological advancement with adaptive leadership to improve organizational performance and patient outcomes. The review focuses on identifying key strategies that enable healthcare institutions to balance technological efficiency with the human dimensions of care. Materials and methods. A systematic literature review was conducted following PRISMA 2020 guidelines. Peer-reviewed articles published between 2019 and 2026 were retrieved from databases including PubMed, Scopus, Web of Science, and Google Scholar. Studies were included if they addressed hospital administration, innovation, efficiency, or leadership within healthcare systems. Twenty-four high-quality studies were selected for qualitative synthesis. Data were analyzed thematically across three domains: digital innovation, operational efficiency, and patient-centered leadership. Results. Findings revealed that digital transformation, when supported by adaptive and empathetic leadership, significantly improves hospital efficiency, staff engagement, and patient satisfaction. Integration of AI, Lean Six Sigma, and data-driven governance models led to measurable gains in workflow optimization and service quality. Leadership practices emphasizing transparency, trust, and collaboration were found to mediate the success of innovation initiatives. Conclusions. The transformation of hospital administration in 2026 is defined by the fusion of technology and human-centered leadership. Sustainable progress depends not only on digital tools but on leaders’ capacity to align innovation with empathy and organizational purpose. The review concludes that hospitals fostering patient-centered, adaptive leadership cultures are best positioned to thrive in an era of complex healthcare transformation.
Implementasi Sistem Informasi Manajemen Dalam Pengelolaan Data Siswa Baru Di SMP Negeri 1 Tamanan Yusaul Anwar; Aprillia Fentika Dewi Gita Anggraeni; Asri Ati Kallah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6943

Abstract

Jurnal ini membahas implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam pengelolaan data siswa baru di SMP Negeri 1 Tamanan. Seiring dengan meningkatnya jumlah siswa yang mendaftar setiap tahun, pengelolaan data menjadi tantangan signifikan bagi pihak administrasi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan sistem, mengembangkan SIM yang sesuai, serta mengevaluasi efektivitas sistem yang diimplementasikan. Metodologi yang digunakan mencakup studi literatur, observasi, wawancara dengan staf administrasi, dan survei pengguna setelah implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIM yang diterapkan berhasil meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan data hingga 50%, serta memudahkan akses informasi bagi staf. Evaluasi juga mengidentifikasi beberapa kendala, seperti resistensi terhadap perubahan dan masalah konektivitas internet, yang diatasi melalui pelatihan dan pengembangan sistem offline. Temuan ini menunjukkan bahwa SIM dapat berperan penting dalam mendukung pengelolaan data siswa yang lebih efektif di sekolah.
Optimalisasi Peran Guru BK Dalam Mencega Dan Menangani Kenakalan Remaja Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 20 Kota Jambi Lusi Leviana; Nur Anisyah; Siti Marwah; Aprili Yanti Dewi; Okta Pianus Pohan; Adam Erlangga
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mencegah dan menangani kenakalan remaja di SMP Negeri 20 Kota Jambi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari adanya kecenderungan perilaku menyimpang pada siswa usia remaja awal, seperti pelanggaran tata tertib, rendahnya disiplin belajar, konflik antarsiswa, serta perilaku berisiko tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi Guru BK, wali kelas, guru mata pelajaran, kepala sekolah, dan siswa yang relevan dengan fokus kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kenakalan remaja yang terjadi tergolong ringan hingga sedang dan masih dalam batas dapat dibina. Peran Guru BK terbukti berjalan optimal melalui tiga fungsi utama, yaitu fungsi preventif, kuratif, dan pengembangan. Pada fungsi preventif, Guru BK melaksanakan layanan pembinaan karakter, penyuluhan, dan bimbingan kelompok untuk mencegah munculnya perilaku menyimpang. Pada fungsi kuratif, Guru BK memberikan layanan konseling individu dan kelompok dengan pendekatan empatik serta melibatkan orang tua dan pihak sekolah melalui konferensi kasus. Sementara itu, pada fungsi pengembangan, Guru BK membantu siswa menggali potensi, meningkatkan kepercayaan diri, serta mendorong keterlibatan dalam kegiatan positif di sekolah. Optimalisasi peran Guru BK didukung oleh kerja sama kepala sekolah dan guru, tata tertib yang jelas, serta hubungan interpersonal yang baik antara Guru BK dan siswa. Namun, terdapat beberapa hambatan seperti rasio Guru BK yang belum ideal, stigma ruang BK, keterlibatan orang tua yang belum merata, serta pengaruh media sosial dan lingkungan pergaulan. Secara umum, penelitian ini menyimpulkan bahwa layanan BK memiliki kontribusi signifikan dalam menekan tingkat kenakalan remaja dan menciptakan iklim sekolah yang kondusif. Oleh karena itu, penguatan layanan bimbingan dan konseling perlu terus dioptimalkan sebagai bagian integral dari pendidikan karakter di sekolah.

Page 46 of 156 | Total Record : 1557