cover
Contact Name
Yokke Andini
Contact Email
yokkeandini@uin-antasari.ac.id
Phone
+6289524924655
Journal Mail Official
muadalah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
Rumah Jurnal UIN Antasari Banjarmasin, Jl. A. Yani km. 4.5 Banjarmasin - Kalimantan Selatan 70235
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Mu'adalah: Jurnal Studi Gender dan Anak
Muadalah: Journal of Gender and Children Studies brings attention to topics concerning gender, women, and children issues. The journal aims to disseminate cutting edge research and contemporary developments regarding these issues from multidimensional perspectives, including religion, economics, culture, history, education, law, arts, communication, politics, and theology. Focus: Interdisciplinary and comprehensive examinations on the dynamics of gender issues, women rights, and child protection from a global outlook. Scope: Critical analysis of gender construction and its ramifications on power relations between men and women across the world. Explorations of women struggles in achieving gender equality and social justice in private and public domains. Comparative assessments on policies and efforts in safeguarding children rights and wellbeing. Critical appraisals of infringements on women and children rights resulting from the dominance of patriarchal culture and structural barriers. Contributions of religious, arts, politics, economics, and other multifaceted social science lenses toward gender issues advocacy and child protection.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2022)" : 10 Documents clear
Kiprah Perempuan di Masa Kesultanan Banjar: Sebagai Aktor Intelektual Hingga Memimpin Rakyat Noor Hasanah; Raudatul Jannah
Muadalah Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/muadalah.v10i1.7440

Abstract

Gender discrimination has been around for a long time. Interestingly in Banjar, at the elite level, women are actually entrusted to play an active role in the public sphere. Such as an intellectual actor in the development of Islamic knowledge and as a leader. This role was played by Fatimah, Putri Mayang Sari, Nyai Kumala Sari, and Ratu Zaleha. Everyone has their own role in their era. The writing of this article uses the library method, by applying 4 steps, that are heuristics, verification or source criticism, interpretation, and historiography. The results of the study indicate that historically Banjar women, at the elite level, have had opportunities and open roles to be able to contribute to the public sphere. The implementation of this role relies on clarity of thought, flexibility of knowledge, courage to take risks, and the ability to read situations and understand social conditions. Thus, the role and contribution of women in various fields cannot be denied and underestimated. The role and contribution of Banjar women needs to be disclosed more broadly, because studies related to this matter are still limited.
Analisis Mistik Hantu Perempuan dalam Novel Ibuku Malang Ibuku Kuyang Karya Nurul Karimah Nida Urahmah
Muadalah Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/muadalah.v10i1.7447

Abstract

This study aims to analyze the mystical practices and motivations of female ghosts in the novel Ibuku Malang Ibu Kuyang by Nurul Karimah. This research is a descriptive qualitative research. The data of this research are in the form of words, sentences and dialogues contained in the text of the novel Ibuku Malang Ibuku Kuyang by Nurul Karimah. The steps taken are as follows: (1) Reading the novel Ibuku Malang, Ibuku Kuyang carefully and thoroughly. (2) Collecting data on words, sentences and dialogues in the Novel Ibuku Malang Ibuku Kuyang by Nurul Karimah. (3) After the words, sentences and dialogues in the Novel Ibuku Malang Ibuku Kuyang by Nurul Karimah have been recorded, the next activity is to analyze using the description method. The results of this study show that the mystical practices carried out by female characters become kuyang are teachings that deviate from religion. This mystical practice is carried out by applying kuyang oil around the neck, then the head is separated from the body in search of a sacrifice. While the main character's motivation to become kuyang is to save his household and want to avenge his hurt because his pride has been trampled on by his husband's young wife.
After Wedding Agreement: Potret Perempuan, Perjodohan, dan Pernikahan Sri Normuliati
Muadalah Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/muadalah.v10i1.7449

Abstract

This study aims to describe the portrait of women, matchmaking and marriage in the novel After Wedding Agreement by Mia Chuz. This research uses qualitative research with descriptive method. The data collected in the form of words, phrases, sentences, dialogues of the characters and paragraphs related to the portrait of women on matchmaking and marriage. After the data is collected, the data will be analyzed using descriptive methods. In the analysis process, the research data obtained will be described in detail. After the data analysis process, the last activity is to provide conclusions on the research results. From the research that has been done, obtained data about the portrait of women in responding to matchmaking and marriage, including, (1) a wife who feels insecure about her husband's past, (2) A wife who has a forgiving nature towards her husband's mistakes in the household, (3 ) An independent woman, who has a business that was pioneered even before she got married, (4) A wife who is good at being grateful, trusting, and resigned to her destiny. In addition, the portrait of matchmaking and marriage depicted in Mia Chuz's novel After Wedding Agreement is a marriage based on Islam as it always reminds us of kindness and stays away from prejudice. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan potret perempuan, perjodohan dan pernikahan dalam novel After Wedding Agreement karya Mia Chuz. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data-data yang dikumpulkan berupa kata-kata, frasa, kalimat, dialog para tokoh dan paragraf yang berhubungan dengan potret perempuan terhadap perjodohan dan pernikahan. Setelah data terkumpul, data akan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif. Pada proses analisis, data penelitian yang didapatkan akan dideskripsikan secara detail. Setelah proses analisis data, kegiatan terakhir adalah memberikan kesimpulan terhadap hasil penelitian. Dari Penelitian yang telah dilakukan, diperolehlah data tentang potret perempuan dalam menyikapi perjodohan dan pernikahan, diantaranya, (1) seorang istri yang merasa insecure terhadap masa lalu suaminya, (2) Seorang istri yang mempunyai sifat pemaaf terhadap kesalahan suami dalam rumah tangga, (3) Seorang perempuan yang mandiri, yang mempunyai usaha yang dirintis bahkan sebelum dia menikah, (4) Seorang istri yang pandai bersyukur, tawakal, dan pasrah akan takdir hidupnya. Selain itu, potret perjodohan dan pernikahan yang digambarkan dalam novel After Wedding Agreement karya Mia Chuz adalah pernikahan yang berlandaskan agama Islam seperti selalu mengingatkan dalam kebaikan dan menjauhkan diri dari prasangka. 
Urgensi Memahami Kesetaraan Gender bagi Guru Sekolah Dasar Fathul Jannah
Muadalah Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/muadalah.v10i1.8127

Abstract

Stereotip negatif dan perlakuan tidak adil masih menjadi suatu yang jamak terjadi. Pada umumya, perempuan dianggap sebagai kelas kedua dan menjadi pelengkap bagi figur laki-laki. Akibatnya terjadi pembatasan peran bagi perempuan agar hanya terlibat aktif pada ranah domestik. Padahal baik laki-laki atau perempuan sama-sama memiliki hak dalam aktivitas politik, budaya, pendidikan, dan sebagainya. Pandangan dan perlakuan ini harus dirubah karena tidak sesuai dengan semangat agama Islam yang memandang laki-laki dan perempuan dengan penuh penghargaan. Usaha ini harus dilakukan sejak usia kanak-kanak. Oleh karena itu para guru Sekolah Dasar perlu memahami kesetaraan gender, kemudian membiasakannya kepada para siswanya. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, sehingga pada prosesnya memanfaatkan secara maksimal data-data dan informasi kepustakaan dari buku dan jurnal berkenaan dengan tema ini. Hasil menunjukkan bahwa menjadi sangat penting bagi guru Sekolah Dasar untuk memahamkan kesetaraan gender sejak usia kanak-kanak. Ini dilakukan karena perspektif dan sikap seseorang adalah hasil dari pengalaman masa kanak-kanaknya. Pembiasaan kepada anak-anak untuk menerima perbedaan, kekurangan, dan kelebihan masing-masing baik anak laki-laki maupun perempuan menjadikannya lebih ramah, mudah menerima perbedaan, menghargai peran rekannya, dan sebagainya. Selain itu, anak menjadi lebih mudah untuk membangun sinergi antar sesamanya. Penerimaan terhadap kesetaraan gender sangat berguna bagi pembangunan, karena sinergitas dan penghargaan menjadi lebih mudah terbangun.  Negative stereotypes and unfair treatment are still commonplace. In general, women are considered as second class and a complement to male figures. As a result, there is a role restriction for women so that they are only actively involved in the domestic sphere. Even though both men and women have equal rights in political activities, culture, education, and so on. This view and treatment must be changed because it is not in accordance with the spirit of the Islamic religion which views men and women with great respect. This effort must be done since childhood. Therefore, elementary school teachers need to understand gender equality, then familiarize their students with it. This research is library research, so that in the process it makes maximum use of the data and information from books and journals related to this theme. The results show that it is very important for elementary school teachers to understand gender equality from a young age. This is done because a person's perspective and attitude are the result of his or her childhood experiences. Accustoming children to accept the differences, weaknesses, and strengths of each, both boys and girls, makes them more friendly, easy to accept differences, respect the role of colleagues, and so on. In addition, it becomes easier for children to build synergy among themselves. Acceptance of gender equality is very useful for development because it is easier to build synergy and appreciation.  
Pernikahan Dini di Kalimantan Selatan: Adat atau Tren? Nida Munirah
Muadalah Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/muadalah.v10i1.8129

Abstract

Selama bertahun-tahun, Kalimantan Selatan termasuk penyumbang angka pernikahan dini yang tinggi di Indonesia. Terjadinya pernikahan dini tersebut dilatari oleh alasan ekonomi, pendidikan, lingkungan dan budaya, keyakinan, dan akibat pergaulan bebas. Melihat kenyataan ini, maka pernikahan dini di Kalimantan Selatan dilatari oleh adat dan juga tren yang berkembang di masyarakat. Menikah dini menjadi hal yang wajar daripada anak melakukan perzinaan dan juga ada stigma negatif bagi perempuan yang sudah pubertas namun tidak menikah.  Penelitian dilakukan dengan menyandingkan data-data dari penelitian terdahulu dengan survei Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil analisis kemudian dituliskan secara deskriptif kualitatif yang diperkaya dengan teori-teori yang berkenaan dengan pernikahan dini. For many years, South Kalimantan has been a contributor to the high rate of early marriage in Indonesia. The occurrence of early marriage is motivated by economic reasons, education, environment and culture, beliefs, and the consequences of promiscuity. Seeing this reality, early marriage in South Kalimantan is based on customs and trends that develop in society. Early marriage becomes a natural thing than children committing adultery and there is also a negative stigma for women who have reached puberty but are not married. The study was conducted by juxtaposing data from previous studies with a survey from the Central Statistics Agency (BPS). The results of the analysis are then written in a qualitative descriptive manner which is enriched with theories relating to early marriage.  
Kiprah Perempuan di Masa Kesultanan Banjar: Sebagai Aktor Intelektual Hingga Memimpin Rakyat Hasanah, Noor; Jannah, Raudatul
Muadalah Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/muadalah.v10i1.7440

Abstract

Gender discrimination has been around for a long time. Interestingly in Banjar, at the elite level, women are actually entrusted to play an active role in the public sphere. Such as an intellectual actor in the development of Islamic knowledge and as a leader. This role was played by Fatimah, Putri Mayang Sari, Nyai Kumala Sari, and Ratu Zaleha. Everyone has their own role in their era. The writing of this article uses the library method, by applying 4 steps, that are heuristics, verification or source criticism, interpretation, and historiography. The results of the study indicate that historically Banjar women, at the elite level, have had opportunities and open roles to be able to contribute to the public sphere. The implementation of this role relies on clarity of thought, flexibility of knowledge, courage to take risks, and the ability to read situations and understand social conditions. Thus, the role and contribution of women in various fields cannot be denied and underestimated. The role and contribution of Banjar women needs to be disclosed more broadly, because studies related to this matter are still limited.
Analisis Mistik Hantu Perempuan dalam Novel Ibuku Malang Ibuku Kuyang Karya Nurul Karimah Urahmah, Nida
Muadalah Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/muadalah.v10i1.7447

Abstract

This study aims to analyze the mystical practices and motivations of female ghosts in the novel Ibuku Malang Ibu Kuyang by Nurul Karimah. This research is a descriptive qualitative research. The data of this research are in the form of words, sentences and dialogues contained in the text of the novel Ibuku Malang Ibuku Kuyang by Nurul Karimah. The steps taken are as follows: (1) Reading the novel Ibuku Malang, Ibuku Kuyang carefully and thoroughly. (2) Collecting data on words, sentences and dialogues in the Novel Ibuku Malang Ibuku Kuyang by Nurul Karimah. (3) After the words, sentences and dialogues in the Novel Ibuku Malang Ibuku Kuyang by Nurul Karimah have been recorded, the next activity is to analyze using the description method. The results of this study show that the mystical practices carried out by female characters become kuyang are teachings that deviate from religion. This mystical practice is carried out by applying kuyang oil around the neck, then the head is separated from the body in search of a sacrifice. While the main character's motivation to become kuyang is to save his household and want to avenge his hurt because his pride has been trampled on by his husband's young wife.
After Wedding Agreement: Potret Perempuan, Perjodohan, dan Pernikahan Normuliati, Sri
Muadalah Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/muadalah.v10i1.7449

Abstract

This study aims to describe the portrait of women, matchmaking and marriage in the novel After Wedding Agreement by Mia Chuz. This research uses qualitative research with descriptive method. The data collected in the form of words, phrases, sentences, dialogues of the characters and paragraphs related to the portrait of women on matchmaking and marriage. After the data is collected, the data will be analyzed using descriptive methods. In the analysis process, the research data obtained will be described in detail. After the data analysis process, the last activity is to provide conclusions on the research results. From the research that has been done, obtained data about the portrait of women in responding to matchmaking and marriage, including, (1) a wife who feels insecure about her husband's past, (2) A wife who has a forgiving nature towards her husband's mistakes in the household, (3 ) An independent woman, who has a business that was pioneered even before she got married, (4) A wife who is good at being grateful, trusting, and resigned to her destiny. In addition, the portrait of matchmaking and marriage depicted in Mia Chuz's novel After Wedding Agreement is a marriage based on Islam as it always reminds us of kindness and stays away from prejudice. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan potret perempuan, perjodohan dan pernikahan dalam novel After Wedding Agreement karya Mia Chuz. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data-data yang dikumpulkan berupa kata-kata, frasa, kalimat, dialog para tokoh dan paragraf yang berhubungan dengan potret perempuan terhadap perjodohan dan pernikahan. Setelah data terkumpul, data akan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif. Pada proses analisis, data penelitian yang didapatkan akan dideskripsikan secara detail. Setelah proses analisis data, kegiatan terakhir adalah memberikan kesimpulan terhadap hasil penelitian. Dari Penelitian yang telah dilakukan, diperolehlah data tentang potret perempuan dalam menyikapi perjodohan dan pernikahan, diantaranya, (1) seorang istri yang merasa insecure terhadap masa lalu suaminya, (2) Seorang istri yang mempunyai sifat pemaaf terhadap kesalahan suami dalam rumah tangga, (3) Seorang perempuan yang mandiri, yang mempunyai usaha yang dirintis bahkan sebelum dia menikah, (4) Seorang istri yang pandai bersyukur, tawakal, dan pasrah akan takdir hidupnya. Selain itu, potret perjodohan dan pernikahan yang digambarkan dalam novel After Wedding Agreement karya Mia Chuz adalah pernikahan yang berlandaskan agama Islam seperti selalu mengingatkan dalam kebaikan dan menjauhkan diri dari prasangka. 
Urgensi Memahami Kesetaraan Gender bagi Guru Sekolah Dasar Jannah, Fathul
Muadalah Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/muadalah.v10i1.8127

Abstract

Stereotip negatif dan perlakuan tidak adil masih menjadi suatu yang jamak terjadi. Pada umumya, perempuan dianggap sebagai kelas kedua dan menjadi pelengkap bagi figur laki-laki. Akibatnya terjadi pembatasan peran bagi perempuan agar hanya terlibat aktif pada ranah domestik. Padahal baik laki-laki atau perempuan sama-sama memiliki hak dalam aktivitas politik, budaya, pendidikan, dan sebagainya. Pandangan dan perlakuan ini harus dirubah karena tidak sesuai dengan semangat agama Islam yang memandang laki-laki dan perempuan dengan penuh penghargaan. Usaha ini harus dilakukan sejak usia kanak-kanak. Oleh karena itu para guru Sekolah Dasar perlu memahami kesetaraan gender, kemudian membiasakannya kepada para siswanya. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, sehingga pada prosesnya memanfaatkan secara maksimal data-data dan informasi kepustakaan dari buku dan jurnal berkenaan dengan tema ini. Hasil menunjukkan bahwa menjadi sangat penting bagi guru Sekolah Dasar untuk memahamkan kesetaraan gender sejak usia kanak-kanak. Ini dilakukan karena perspektif dan sikap seseorang adalah hasil dari pengalaman masa kanak-kanaknya. Pembiasaan kepada anak-anak untuk menerima perbedaan, kekurangan, dan kelebihan masing-masing baik anak laki-laki maupun perempuan menjadikannya lebih ramah, mudah menerima perbedaan, menghargai peran rekannya, dan sebagainya. Selain itu, anak menjadi lebih mudah untuk membangun sinergi antar sesamanya. Penerimaan terhadap kesetaraan gender sangat berguna bagi pembangunan, karena sinergitas dan penghargaan menjadi lebih mudah terbangun.  Negative stereotypes and unfair treatment are still commonplace. In general, women are considered as second class and a complement to male figures. As a result, there is a role restriction for women so that they are only actively involved in the domestic sphere. Even though both men and women have equal rights in political activities, culture, education, and so on. This view and treatment must be changed because it is not in accordance with the spirit of the Islamic religion which views men and women with great respect. This effort must be done since childhood. Therefore, elementary school teachers need to understand gender equality, then familiarize their students with it. This research is library research, so that in the process it makes maximum use of the data and information from books and journals related to this theme. The results show that it is very important for elementary school teachers to understand gender equality from a young age. This is done because a person's perspective and attitude are the result of his or her childhood experiences. Accustoming children to accept the differences, weaknesses, and strengths of each, both boys and girls, makes them more friendly, easy to accept differences, respect the role of colleagues, and so on. In addition, it becomes easier for children to build synergy among themselves. Acceptance of gender equality is very useful for development because it is easier to build synergy and appreciation.  
Pernikahan Dini di Kalimantan Selatan: Adat atau Tren? Munirah, Nida
Muadalah Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/muadalah.v10i1.8129

Abstract

Selama bertahun-tahun, Kalimantan Selatan termasuk penyumbang angka pernikahan dini yang tinggi di Indonesia. Terjadinya pernikahan dini tersebut dilatari oleh alasan ekonomi, pendidikan, lingkungan dan budaya, keyakinan, dan akibat pergaulan bebas. Melihat kenyataan ini, maka pernikahan dini di Kalimantan Selatan dilatari oleh adat dan juga tren yang berkembang di masyarakat. Menikah dini menjadi hal yang wajar daripada anak melakukan perzinaan dan juga ada stigma negatif bagi perempuan yang sudah pubertas namun tidak menikah.  Penelitian dilakukan dengan menyandingkan data-data dari penelitian terdahulu dengan survei Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil analisis kemudian dituliskan secara deskriptif kualitatif yang diperkaya dengan teori-teori yang berkenaan dengan pernikahan dini. For many years, South Kalimantan has been a contributor to the high rate of early marriage in Indonesia. The occurrence of early marriage is motivated by economic reasons, education, environment and culture, beliefs, and the consequences of promiscuity. Seeing this reality, early marriage in South Kalimantan is based on customs and trends that develop in society. Early marriage becomes a natural thing than children committing adultery and there is also a negative stigma for women who have reached puberty but are not married. The study was conducted by juxtaposing data from previous studies with a survey from the Central Statistics Agency (BPS). The results of the analysis are then written in a qualitative descriptive manner which is enriched with theories relating to early marriage.  

Page 1 of 1 | Total Record : 10