cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
Sistem Pencatat Data Percakapan Telepon Dengan Deteksi Sinyal Pandu Secara Otomatis Hannawati, Anies; , Ronnie
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2003): MARET 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.184 KB) | DOI: 10.9744/jte.3.1.

Abstract

The growth of telecommunication technology has influenced telecommunication businesses which have become more interesting. One of the telecommunication businesses is telephony billing systems. There have been many kinds of equipments that would be able to support that business, called Telephony Billing System Equipment. Some of them use computer, and the others do not. In this project, theTelephony Billing System Equipment was designed without computer and could detect pilot signals automatically. There were four kinds of pilot signals used, that were a 16 KHz injection signal, a reverse polarity, a ringback tone, and human voice responses. The system would calculate the telephony billing and then print the detailed billing. The system built was used microcontroller AT89C51 to control memory, clock, display and printer. From the experiments, we concluded that the designed equipment has worked successfully and efficiently, and it needs a low electric power, 2.42 Watt. Abstract in Bahasa Indonesia : Seiring dengan perkembangan teknologi telekomunikasi, usaha dalam bidang telekomunikasi menjadi semakin diminati. Salah satunya adalah usaha warung telekomunikasi. Kini banyak beredar perangkat untuk mendukung usaha tersebut yaitu Pencatat Data Percakapan Telepon (PDPT), ada yang menggunakan PC (Personal Computer), dan ada juga yang tidak menggunakan PC. Pada kesempatan ini, perangkat yang hendak dibuat adalah perangkat PDPT tanpa menggunakan komputer, dengan sistem deteksi sinyal pandu secara otomatis. Ada empat jenis sinyal pandu yang dapat dideteksi, yaitu; sinyal injeksi 16 KHz, reverse polarity, nada panggil dan respon suara manusia. PDPT akan menghitung biaya percakapan, dan bila percakapan telah selesai, maka PDPT akan mencetak rincian biaya menggunakan printer. Sistem yang dibangun menggunakan mikrokontroler AT89C51 untuk mengendalikan memori, clock, display dan printer. Dari hasil pengujian diperoleh kesimpulan bahwa perangkat yang dibuat telah berhasil sesuai dengan rencana dan hemat listrik, karena hanya memerlukan daya listrik yang relatif kecil, yaitu 2,42 Watt saja. Kata kunci : Sistem Telepon, Telepon, Perhitungan Biaya, Sinyal Pandu, Warung Telekomunikasi.
Analisa Keandalan Sistem Kelistrikan Di Daerah Pelayanan P.T. PLN (Persero) Area Timika Berbasis SAIDI SAIFI Haryantho, Junto Dennis; Tumbelaka, Hanny Hosiana
Jurnal Teknik Elektro Vol 10, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.131 KB) | DOI: 10.9744/jte.10.2.71-74

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik yang meningkat membutuhkan keandalan dari pendistribusian daya listrik yang baik. Semakin besar dan kompleks sistem distribusi akan memungkinkan keandalan semakin menurun dan mengakibatkan sering terjadinya gangguan/pemadaman. Pemadaman yang disengaja atau tidak disengaja yang diakibatkan oleh adanya gangguan listrik tentu akan merugikan ke dua belah pihak yakni pelanggan maupun pihak PLN sendiri. Beberapa parameter yang dapat dijadikan acuan dalam mengetahui keandalan suatu sistem distribusi yaitu dengan menghitung SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) yang merupakan perhitungan indeks jumlah rata-rata gangguan selama satu tahun dan SAIDI (System Average Interruption Duration Index) yang merupakan indeks durasi rata- rata gangguan sistem selama satu tahun. Pada skripsi ini diteliti tingkat keandalan sistem kelistrikan di daerah pelayanan PT. PLN (Persero) Area Timika. Perhitungan tingkat keandalan diperoleh dari data sekunder gangguan di jaringan listrik kota Timika. Hasil perhitungan SAIDI adalah 3.5 jam/tahun dan hasil perhitungan SAIFI adalah sebesar 1.4 kali/tahun. Hasil perhitungan SAIDI SAIFI tersebut masih memenuhi target yang di tentukan oleh PT. PLN (Persero) Area Timika dan SPLN No. 68-2: 1986.
Kontrol PID Untuk Pengaturan Kecepatan Motor DC Dengan Metode Tuning Direct Synthesis Wicaksono, Handy; Pramudijanto, Josaphat
Jurnal Teknik Elektro Vol 4, No 1 (2004): MARET 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.949 KB) | DOI: 10.9744/jte.4.1.

Abstract

PID controller is a well known controller which has been used widely in the industry. The significant thing in the design of PID controller is tuning of its parameters. From many tuning methods which has been developed today, Direct Synthesis tuning method is chosen for this experiment. Generally, PLC is used to control the sequence. But we can use it as digital PID controller too by using ASCII module (Omron) which can adapt with BASIC. By integrating PLC as PID controller and DC motor as the plant, Direct Synthesis tuning method can be implemented in that plant. From the experiment's result, it has been proved that by using PID controller with Direct Synthesis tuning method, the plant's performance criteria has been improved significantly. Abstract in Bahasa Indonesia : Kontroler PID adalah kontroler yang sampai sekarang masih banyak digunakan di dunia industri. Hal yang krusial pada desain kontroler PID ini ialah menentukan parameter kontroler atau tuning. Dari banyak metode tuning yang telah dikembangkan saat ini, akan dibahas metode tuning Direct Synthesis. PLC yang umumnya digunakan sebagai alat pengatur urutan bisa dimanfaatkan sebagai kontroler PID digital dengan memanfaatkan modul ASCII (Omron) yang bisa mengadaptasi pemrograman dalam bahasa BASIC. Dengan mengintegrasikan PLC sebagai kontroler PID dan motor DC sebagai plant, metode tuning Direct Synthesis dapat diimplementasikan. Dari hasil eksperimen, terbukti bahwa penggunaan kontroler PID dengan metode tuning Direct Synthesis untuk pengaturan kecepatan motor DC memberikan perbaikan kriteria performansi pada plant yang signifikan jika dibandingkan dengan plant tanpa kontroler. Kata kunci : kontroler PID, tuning, PLC.
Simulasi Active Filter dan Sistem Kerja Rangkaian Dalam Meredam Harmonisa pada Vacuum Casting Induction Furnace Dengan Daya 9 kW 13.8 kVA 200 V 3 Fasa 50/60 Hz Tanoto, Yusak; Limantara, Limboto; Khandy Lestanto, Christian
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 1 (2005): MARET 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.467 KB) | DOI: 10.9744/jte.5.1.

Abstract

Non-linier loads such as diode or thyristor rectifier (for example on vacuum casting induction furnace) can be made the current wave become non sinusoidal, and can cause on decrease of the power quality on the utility or in the electric power system. In addition, the distortion become so serious for 5th and 7th harmonic because of the negative effect on the electric tool. The harmonic damping is the right choice to reduce the voltage and current harmonics. This research focuses on the Active Filter that is being chosen for reducing the harmonics. The method can be prove well by used Band Pass Filter 2nd Order and Proportional Integral Controller. With load such as Vacuum Induction Furnace 9 kW, 13.8 kVA, 200V, 3 Ph, 50/60 Hz, we have %ITHD for 5.14% and %VTHD for 3.82%, suited with %THD standard. Abstract in Bahasa Indonesia : Beban non linear seperti diode atau thyristor rectifiers membuat arus yang tidak sinusoidal pada jaringan listrik dan mengakibatkan penurunan power quality pada utility atau pada sistem tenaga listrik di industri. Distorsi tegangan pada sistem tenaga menjadi sangat serius dengan terjadinya harmonisa ke 5 dan ke 7 yang jarang bisa di terima di konsumen listrik di industri. Peredaman harmonisa merupakan pilihan yang tepat untuk mengurangi harmonisa tegangan dan harmonisa arus. Pada penelitian ini sebuah Active Filter digunakan untuk meredam harmonisa. Metode yang digunakan untuk menguraikan harmonisa menggunakan rangkaian Band Pass Filter (BPF) orde 2 dan rangkaian kontrol menggunakan rangkainan Proportional Integral (PI). Dengan menggunakan beban Vacuum Induction Furnace dengan daya 9 kW, 13.8 kVA, 200V, 3 Ph, 50/60 Hz didapat %ITHD sebesar 5.14 %dan %VTHD sebesar 3.82 % yang telah sesuai dengan standar %THD. Kata Kunci: Simulasi, Harmonisa, Filter Aktif
Studi Kompresi Data dengan Metode Arithmetic Coding Santoso, Petrus
Jurnal Teknik Elektro Vol 1, No 1 (2001): MARET 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.919 KB) | DOI: 10.9744/jte.1.1.

Abstract

Nowadays, there are many methods of data compression available.Most of them can be classified into one of the two big categories, i.e., statistical based and dictionary based. An Example of dictionary based coding is Lempel Zip Welch. The example of statistical based coding are Huffman coding and Arithmetic coding, as the newest algorithm. This paper describes the principles of Arithmetic coding along with its advantages compared to Huffman coding method. Problems of arithmetic coding implementation, due to the restriction of the floating point processing either on encoder nor decoder, are discussed as well with the suggested solution, i.e.modification of arithmetic coding using numerical integer. As the final conclusion, the algorithm is outstanding for the use of data compression matters. The number of bit coding of arithmetic is less than that of Huffman coding. The modification with the numerical integer is capable of dealing with the limitations of the encoder and decoder equipments over to long floating point processing. Due to the less number of the bit codings, and can be implemented. Abstract in Bahasa Indonesia : Ada banyak sekali metode kompresi data yang ada saat ini. Sebagian besar metode tersebut bisa dikelompokkan ke dalam salah satu dari dua kelompok besar, statistical based dan dictionary based. Contoh dari dictionary based coding adalah Lempel Ziv Welch dan contoh dari statistical based coding adalah Huffman Coding dan Arithmetic Coding yang merupakan algoritma terbaru. Makalah ini mengulas prinsip-prinsip dari Arithmetic Coding serta keuntungan-keuntungannya dibandingkan dengan metode Huffman Coding. Permasalahan pada implementasi arithmetic coding karena keterbatasan pengolahan floating point pada encoder maupun decoder, juga dibahas dengan usulan solusi berupa modifikasi arithmatic coding dengan menggunakan bilangan integer. Pada akhirnya ditarik kesimpulan, bahwa algoritma ini cukup baik untuk dipakai dalam keperluan kompresi data. Alasan pertama karena jumlah coding bit pada arithmatic coding lebih sedikit dibandingkan dengan Huffman Coding. Modifikasi dengan menggunakan bilangan integer juga mampu mengatasi keterbatasan peralatan-peralatan encoder dan decoder dari pengolahan floating ponit yang terlalu panjang. Kedua karena jumlah bit kodenya lebih sedikit dan dapat diimplementasikan. Kata kunci : Arithmetic Coding, kompresi data, algoritma
Aplikasi Scada System pada Miniatur Water Level Control Susiono, Antoni; Wicaksono, Handy; Ferdinando, Hany
Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 1 (2006): MARET 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.468 KB) | DOI: 10.9744/jte.6.1.

Abstract

The paper discuss the implementation of Miniature Water Level Control which is made as a simulation from the industrial process. These project is equipped with SCADA to give a real visualisation of industrial process. To make the controlling and monitoring process easier, the project is made in small size (miniature model) which is easy to be brought (portable). .Miniature water level control was made as a plant which is controlled by PLC. There are two PLCs which is used, i.e. OMRON CPM1 and MODICON TSX Micro 3721. The computer, in this case the SCADA software, will visualize the process which is happened on the plant. From the experiment which is done, the plant can give the good response and keep the water level on the desired height. The system is stable when the height of water is the same as the set point. PID Control bias method (pump_voltage = bias + error) is used to run these system. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini menjelaskan pembuatan Miniatur Water Level Control yang digunakan sebagai salah satu bentuk simulasi dari proses yang terjadi dalam dunia industri. Project ini juga dilengkapi dengan SCADA sistem, yang akan memberikan gambaran lebih nyata tentang proses yang dimaksud. Untuk lebih memudahkan proses kontrol dan monitoring, maka bentuk dan ukurannya-pun dibuat dalam model miniatur yang mudah dibawa (portable). Miniatur water level control dibuat sebagai plant yang dikontrol oleh PLC. PLC yang digunakan ada 2 macam yaitu: OMRON CPM1 dan MODICON TSX Micro 3721. Sedangkan komputer dalam hal ini SCADA software akan memvisualisasikan proses yang terjadi pada plant. Dari pengujian yang dilakukan, sistem dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan yaitu mempertahankan level ketinggian air. Di mana pencapaian kestabilan terjadi apabila nilai sensor sama dengan set_point. Untuk menjalankan sistem digunakan metode kontrol PID dengan bias (teg_pompa = bias + error). Kata kunci: miniatur water level control, PLC, SCADA software, kontroler PID.
Spatial Correlation of Radio Waves for Multi-Antenna Applications in Indoor Multipath Environments Hendrantoro, Gamantyo; Handayani, Puji; Mauludiyanto, Achmad
Jurnal Teknik Elektro Vol 7, No 1 (2007): MARET 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.989 KB) | DOI: 10.9744/jte.7.1.36-42

Abstract

This paper presents the results of a concerted effort in characterizing the spatial correlation of radio waves detected by a multi-element antenna system in indoor environments. The number of arriving paths and their directions are first studied through a series of measurements. The results are then used in a simulation to obtain spatial correlation indoors. It is found that generally an antenna array positioned near the center of the room will experience more rapidly decreasing correlation with spacing, which is a desired trait. In addition, a linear array oriented perpendicular to the length of the room in general shows better characteristics in terms of faster slope of correlation compared to the one in parallel with the length of the room. The average correlation indoors is also found to be similar to the correlation function arising from the two-dimensional circularly distributed random scatterers proposed by Clarke. For practical implementation of antenna arrays in small terminals for indoor wireless applications, it is suggested that the inter-element spacing be made 0.3? in the least.
Perancangan SCADA Software dengan Wonderware InTouch Recipe Manager dan SQL Access Manager pada Simulator Proses Pencampuran Bahan Wicaksono, Handy; Lim, Resmana; Sutanto, William
Jurnal Teknik Elektro Vol 8, No 1 (2008): MARET 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.197 KB) | DOI: 10.9744/jte.8.1.38-45

Abstract

Nowadays, many industries has applied automation system by using PLC (Programmable Logic Controller) and SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition). Wonderware InTouch is a kind of SCADA software available. In order to organize data in recipe and database, Wonderware provides Recipe Manager and SQL Access Manager. In this research, the process of paper making will be used as an industrial case study. In order to describe the process, a simulator plant will be made. It connects to PLC Omron C200HG and a computer which installed with Wonderware InTouch. In SCADA software that has been made, user can choose, delete, and create new recipe which is contained material mixture composition. When the system is running, sensor datas will be stored in a database and it can be seen by user. Security , trend, and alarm features are available too in this program. Based on overall experiment results through SCADA program that connected to PLC and simulator mixing plant, it can be concluded that all features in the program can run well. Abstract in Bahasa Indonesia: Banyak industri yang sudah menggunakan sistem automasi dengan menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) dan SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition). Salah satu software untuk membuat program SCADA adalah Wonderware InTouch. Untuk mengelola data dalam bentuk recipe dan database, Wonderware InTouch mempunyai program-program tambahan yaitu Recipe Manager dan SQL Access Manager. Pada penelitian ini, akan digunakan proses pembuatan kertas sebagai contoh kasus yang terjadi di industri. Untuk itu akan dibuat simulator plant yang dihubungkan ke PLC Omron C200HG dan dari PLC dihubungkan ke komputer dengan software Wonderware InTouch. Pada program SCADA yang dibuat, pengguna dapat memilih, menghapus dan membuat resep baru yang berisi komposisi campuran bahan. Setelah sistem dijalankan, data – data sensor akan disimpan ke dalam database dan dapat dilihat oleh pengguna. Fitur keamanan, penggambaran data dalam bentuk grafik (trend), dan alarm juga ditambahkan pada program ini. Berdasarkan hasil pengujian secara keseluruhan terhadap program SCADA yang dihubungkan dengan PLC dan simulator mixing plant pada proses pembuatan kertas, maka dapat disimpulkan bahwa semua fitur berjalan dengan baik. Kata kunci : SCADA, wonderware inTouch, recipe manager, SQL access manager
Analisa Perbandingan Efisiensi Energi Dari Penempatan Rangkaian Pengontrol Kecepatan Motor Induksi Kapasitor Running Satu Fasa 220 Volt 30 Watt 1370 RPM Yang Terhubung Pada Suplai Dengan Yang Terhubung Pada Main Winding Antonius Ananda, Stephanus; , Witdono
Jurnal Teknik Elektro Vol 2, No 1 (2002): MARET 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.441 KB) | DOI: 10.9744/jte.2.1.

Abstract

In this paper we discuss about comparing efficiency of single phase capacitor running induction motor, 220 Volt, 30 Watt, 1370 Rpm, where the placement of speed controller is connected on source supply or main winding. This experiment is used to investigate torque, current flow, cos , input power and efficiency from various motor speed. The result of this analysis, for two placement motor speed controller show that speed controller that is connected on main winding have 15 % more efficient than motor speed controller that is connected on source supply. The speed controller that is connected on main winding is not influence motor input voltage on auxiliary winding. This is why the speed controller that is connected on main winding can more efficient Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam Makalah ini dibahas mengenai analisa perbandingan efisiensi dari penempatan rangkaian pengontrol kecepatan motor induksi kapasitor running satu fasa, 220 Volt, 30 Watt, 1370 Rpm, yang terhubung pada suplai dengan yang terhubung pada kumparan utama (main winding). Pengujian yang dilakukan adalah mengamati besarnya torsi, arus, cos , daya input dan efesiensi pada berbagai kecepatan motor. Dari hasil pengujian terhadap dua rangkaian pengontrol kecepatan yang ditempatkan pada kumparan utama (main winding) dan suplai didapatkan bahwa rangkaian pengontrol kecepatan di kumparan utama (main winding) 10 % lebih efisien dibandingkan dengan yang ditempatkan pada suplai. Pengontrol kecepatan yang diletakan pada main winding tidak mempengaruhi tegangan input pada auxiliary winding, hal inilah yang menyebabkan penempatan pengontrol pada main winding menjadi lebih efisien. Kata kunci: Efisiensi, Motor induksi kapasitor running satu fasa.
Sistem Kendali dan Pemantauan Kursi Roda Elektrik Yunanto, Daniel Christian; Khoswanto, Handry; Santoso, Petrus
Jurnal Teknik Elektro Vol 9, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.457 KB) | DOI: 10.9744/jte.9.2.43-48

Abstract

Banyak manula dan orang difabel yang tidak mampu berjalan dengan kakinya sendiri. Alat yang biasa ditemui untuk menolong mereka adalah kursi roda. Saat pihak keluarga ingin membantu mendorong kursi roda tersebut, beberapa dari mereka akan kesulitan, karena bobot yang tidak ringan. Beberapa manula juga memiliki kelemahan tubuh yang lain, yaitu penurunan daya ingat, bahkan ada juga yang lupa jalan pulang. Kursi roda akan lebih ringan bila dikendalikan secara elektrik. Pengendali elektrik harus bisa digunakan oleh pengguna kursi roda elektrik dan pihak keluarga. Alat pengendali yang ditambahkan berupa PS2 wireless controller, Arduino, dan EMS 30A H-Bridge. Alat pemantauan posisi juga akan ditambahkan pada kursi roda elektrik, agar bisa memantau manula yang tidak ingat jalan pulang. Alat pemantauan ini berupa sebuah Arduino, GPRS/GSM/GPS module V3.0, dan android. Kursi roda elektrik yang dimodifikasi dengan tambahan alat pengendali dan pemantauan dapat membantu pengguna kursi roda elektrik dan pihak keluarga, tetapi masih ada kelemahan pada alat pemantauan. Posisi yang ditampilkan oleh alat pemantauan masih bergeser sekitar 12 meter dari posisi sebenarnya.