cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
Pengendalian Stewart Platform untuk Flight Simulator Berbasis Arduino Benyamin, Eduardus; Khoswanto, Handry; Pasila, Felix
Jurnal Teknik Elektro Vol 9, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.86 KB) | DOI: 10.9744/jte.9.2.62-67

Abstract

Permainan merupakan salah satu bentuk hiburan yang dapat memenuhi kebutuhan manusia saat mengalami kejenuhan. Teknologi yang berkembang menyebabkan semakin banyak console permainan yang memungkinkan pengguna untuk merasakan suasana yang ada di dalam permainan dengan menggunakan motion simulator, salah satunya adalah arcade game yang menggunakan aktuator mekanik yang bernama Stewart Platform. Desain dari Stewart Platform ini dikhususkan untuk flight simulator dengan menggunakan Arduino sebagai otak dari sistem, remote control sebagai input dan pneumatik digunakan sebagai aktuator pada platform ini. Pemrograman pada Arduino dibuat dengan menggunakan training data dengan metode neural network sebagai acuan. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa aktuator akan bergerak mirip secara visual dengan gerakan pesawat pada permainan apabila hanya menggunakan throttle sebesar 70- 80% dengan range dari aileron dan elevation pada kisaran 40-60. Aktuator hanya dapat bergerak hingga mencapai kemiringan 40°, namun pada sistem ini kemiringan dibatasi mulai dari -30° hingga 30°, dengan nilai error mekanis sebesar 7,85%.
Desain Flux Vector Control Inverter 3 Fasa Pada Motor Induksi 1.5 HP Menggunakan Power Blockset Pasila, Felix; , Limboto; Krisnawan, Bayu
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2003): MARET 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.146 KB) | DOI: 10.9744/jte.3.1.

Abstract

This paper describe Flux Vector Design Using Vector Matlab on 3 Phase Inverter when torque changes. Transient response is important things for inverter because it needs optimal torque that motor shows desire performance. This condition needs flux vector design that give V/F linear comparison in transient response. The experiment was done by simulating induction motor parameters using Matlab, the result shows : Torque supply 240 - 320 Nm, in 0.005 - 0.01s range of time. Abstract in Bahasa Indonesia : Paper ini menjelaskan desain flux vector menggunakan vector matlab pada inverter 3 phasa pada keadaan Torsi dinamik. Keadaan transien merupakan waktu yang sangat penting bagi inverter agar dapat memberi torsi yang optimal sehingga motor memberi performansi yang dibutuhkan. Hal ini membutuhkan desain flux vector yang mampu memberikan perbandingan V/F yang linear pada saat transien. Simulasi dilakukan pada motor induksi 1.5 HP dengan parameter motor induksi melalui matlab6.1, didapatkan hasil : Suplai Torsi = 240 - 320 Nm dalam range waktu 0.005-0.01 s. Kata kunci : vector matlab ,flux vector, inverter 3 phasa.
Pembuatan Lengan Robot Dengan Sistem Pemrograman Menggunakan Gesture Control Cokro, Hans Prasetya; Pasila, Felix; Santoso, Petrus
Jurnal Teknik Elektro Vol 11, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.635 KB) | DOI: 10.9744/jte.11.1.23-28

Abstract

Saat ini dibutuhkan peran otomasi dalam setiap industri. Beberapa permasalahan disebabkan karena peningkatan Upah Minimum Regional, dan susahnya melakukan kontrol terhadap para pekerja. Lengan robot ini akan mempermudah proses pemrograman robot industri agar robot industri dapat diterima di berbagai perusahaan di Indonesia. Lengan robot ini menggunakan mekanik sling dan memiliki kemampuan hanya untuk proses pick and place, dengan kapasitas 4 axis, dan metode pengajaran melalui kinesthetic teaching dengan gesture control. Lengan robot memanfaatkan myo armband serta sensor electromyograph untuk membaca gerakan lengan operator.
Pengenalan Citra Sidik Jari Berbasis Transformasi Wavelet dan Jaringan Syaraf Tiruan Suta Wijaya, I Gede Pasek; Kanata, Bulkis
Jurnal Teknik Elektro Vol 4, No 1 (2004): MARET 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.953 KB) | DOI: 10.9744/jte.4.1.

Abstract

Image recognition is a mechanism to recognize an image that is not recognized by eyes, using certain method. This research was fingerprint recognition based on wavelet transforms and neural network. The aims of this research are to find the best wavelet and to know what the performance of this method is. Fingerprint recognition algorithms start from extracting an image to find image signature by choosing a little wavelet transforms coefficients that have the biggest magnitude value and neural network was used to select the best match (likeness) to original images in the collection. The test were carried out in three kind of wavelets viz Coiflet 6, Daubechies 8, dan Symlet 8 and 5 types of query images (pure, blur, noise, pencil sketch, and edge) and each query image has 30 samples. Query's success rates were determined by using one percent threshold value times size of databases. The result show that this method has good performance, which the average of success rate over 90% and need a little time query. The Symlet 6 can be considered to be the best wavelet for fingerprint image recognition, with success rate 96.36%. With respect to the elapsed query time, of about 0.11 second, the above method is sufficiently efficient for the database size of 1500 records. Abstract in Bahasa Indonesia : Pengenalan citra merupakan suatu mekanisme untuk mengenali kembali citra yang secara signifikan oleh mata tidak dapat dikenali lagi, namun dengan metode dan teknik tertentu citra tersebut masih dapat dikenali. Penelitian ini merupakan pengenalan citra sidik jari berbasis transformasi wavelet sebagai pengolah awal (pre-processing) dan jaringan syaraf tiruan sebagai elemen pengenal (metrika). Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan wavelet yang terbaik untuk pengenalan citra sidik jari dan mengetahui performance dari metode pengenalan ini. Algoritma pengenalan citra sidik jari dimulai dengan mengekstrak citra menjadi ciri-ciri citra dengan cara memilih sejumlah kecil (m) koefisien hasil transformasi wavelet yang memiliki magnitude terbesar dan dilanjutkan dengan menghitung tingkat kemiripan antara ciri-ciri citra query dengan citra pustaka digunakan digunakan metode jaringan syaraf tiruan jenis backpropagation. Pengujian dilakukan pada 3 jenis wavelet, yaitu Coiflet 6, Daubechies 6, dan Symlet 6; dan 5 tipe citra query yaitu asli, blur, berderau, sketsa pencil, dan tepi sisi dengan setiap tipe query memiliki 30 buah sampel. Untuk mengetahui tingkat kesuksesan pengenalan, digunakan nilai ambang 1% x ukuran basis data citra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan citra sidik jari menggunakan transformasi wavelet dan jaringan syaraf tiruan memberikan hasil yang baik, hal ini ditunjukkan dengan tingkat kesuksesan pengenalan diatas 90% dan waktu pengenalan yang singkat. Dari ketiga jenis wavelet yang diuji ternyata ketiga-tiganya memberikan hasil yang baik. Namun jenis wavelet Symlet 6 merupakan wavelet yang terbaik untuk pengenalan citra sidik jari, dengan tingkat kesuksesan pengenalan 96,36%. Sistem pengenalan ini memerlukan waktu pengenalan relatif kecil, yaitu sekitar 0,11 detik untuk ukuran basis data 1500 rekord. Kata kunci: Citra sidik jari, pengenalan citra, transformasi wavelet, jaringan syaraf tiruan dan citra pustaka dan query.
Pengujian Penggunaan Simple Object Access Protocol (SOAP) pada Remote Procedure Call (RPC) Haryadi Setiabudi, Djoni; Kristanto Julistiono, Irwan
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 1 (2005): MARET 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.608 KB) | DOI: 10.9744/jte.5.1.

Abstract

Mostly RPC protocol, which is commonly used now is DCOM. Nowadays another protocol is created, that is SOAP, which is based on XML technology. In this research, it is investigated the use of SOAP on RPC and the advantage compared to DCOM. To do that, the collection of information and application benchmarking are necessary to be performed. Application, which was did, consist two kinds. First, distributed application in ordering products is used to know the use of SOAP. Next, arithmetic calculation is used to compare SOAP to DCOM on RPC. The application using SOAP protocol needs Visual Basic 6 software to write and to compile the code of the application, Microsoft SOAP toolkits to create WSDL and WSML files. The result of the distributed application in ordering products using RPC by SOAP is efficient and practical, because server tasks can be shared to each server. Then, the comparison between the application arithmetic calculation using SOAP and DCOM show different results. The application using DCOM has the advantages on connection time faster 1.99 times than SOAP-WSDL and on performance by doing calculation operation faster 9.92 times than SOAP-WSDL. Abstract in Bahasa Indonesia : Umumnya protokol RPC yang digunakan pada saat ini adalah DCOM. Saat ini ada alternatif protokol baru, yakni SOAP, yang berdasarkan pada teknologi XML. Untuk mengetahui sejauh mana keunggulan pemanfaatan SOAP pada RPC, dan kelebihannya dibandingkan dengan teknologi DCOM, pada penelitian ini dilakukan pengumpulan informasi serta uji coba pada suatu aplikasi. Aplikasi yang dibuat terdiri dari 2 macam. Aplikasi pertama adalah aplikasi terdistribusi pemesanan barang dengan menggunakan SOAP. Aplikasi kedua adalah penghitungan aritmatika yang menggunakan 2 versi yaitu RPC dengan SOAP dan RPC dengan DCOM sebagai pembandingnya. Aplikasi untuk RPC dengan menggunakan protokol SOAP dengan Visual Basic 6.0 untuk penulisan kode dan kompilasi, Microsoft SOAP toolkits sebagai pembuatan file WSDL dan WSML. Pada aplikasi pemesanan barang yang menggunakan RPC dengan SOAP sebagai aplikasi terdistribusinya didapatkan hasil aplikasi dapat berjalan dengan efisien dan praktis, karena dengan aplikasi terdistribusinya beban tugas kerja server dapat terbagi-bagi antar server lain. Pada aplikasi penghitungan, yang dibuat dengan menggunakan 2 versi yaitu RPC dengan SOAP dan RPC dengan DCOM. DCOM memiliki kelebihan yaitu waktu koneksi 1,99 kali lebih cepat dan proses perhitungan 9,92 kali lebih cepat dibandingkan SOAP. Kata Kunci: SOAP (Simple Object Access Protocol), RPC (Remote Procedure Call), DCOM (Distributed Component Object Model).
Studi Komparasi Terhadap Kapabilitas Generalisasi dari Jaringan Saraf Tiruan Berbasis Incremental Projection Learning Murfi, Hendri; Kusumoputro, Benyamin
Jurnal Teknik Elektro Vol 1, No 2 (2001): SEPTEMBER 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1338.699 KB) | DOI: 10.9744/jte.1.2.

Abstract

One of the essences of supervised learning in neural network is generalization capability. It is an ability to give an accurate result for data that are not learned in learning process. One of supervised learning method that theoretically guarantees the optimal generalization capability is incremental projection learning. This paper will describe an experimental evaluation of generalization capability of the incremental projection learning in neural networks%2C called projection generalizing neural networks%2C for solving function approximation problem. Then%2C Make comparison with other general used neural networks%2C i.e. back propagation networks and radial basis function networks. Base on our experiment%2C projection generalizing neural networks doesn%5C%27t always give better generalization capability than the two other neural networks. It gives better generalization capability when the number of learning data is small enough or the noise variance of learning data is large enough. Otherwise%2C it does not always give better generalization capability. Even though%2C In case the number of learning data is big enough and the noise variance of learning data is small enough%2C projection generalizing neural networks gives worse generalization capability than back propagation networks Abstract in Bahasa Indonesia : Salah satu hal yang penting dari suatu metode pembelajaran pada jaringan saraf tiruan adalah kapabilitas generalisasi. Yaitu kemampuan untuk memberikan hasil yang akurat terhadap data yang tidak diajarkan pada tahap pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang memberikan jaminan secara teori diperolehnya kapabilitas generalisasi yang optimal adalah projection learning. Pada tulisan ini kami akan melakukan evaluasi eksperimental terhadap kapabilitas generalisasi dari jaringan saraf tiruan berbasis projection learning yang bersifat incremental%2C yang disebut projection generalizing neural networks%2C untuk memecahkan masalah aproksimasi fungsi. Kemudian melakukan studi komparasi dengan jaringan saraf tiruan yang sudah umum digunakan%2C yaitu back propagation networks dan radial basis functions networks. Berdasarkan hasil uji coba komputasi yang kami lakukan%2C projection generalizing neural networks tidak selalu memberikan kapabilitas generalisasi yang lebih baik. projection generalizing neural networks memberikan kapabilitas generalisasi yang lebih baik ketika jumlah data pembelajaran cukup kecil atau variansi noise dari data pembelajaran cukup besar. Selain dari dua kondisi tersebut%2C projection generalizing neural networks tidak selalu memberikan kapabilitas generalisasi yang lebih baik. Bahkan%2C untuk kondisi dimana jumlah data pembelajaran cukup besar dan variansi noise cukup kecil%2C projection generalizing neural networks memberikan kapabilitas generalisasi yang lebih buruk dari back propagation networks. supervised+learning%2C+incremental+projection+learning%2C+generalization+capability%2C+artificial+neural+networks%2C+function+approximation+problem
An Example of Utilizing Stochastic Approach for Investigating Network Constraints (Congestions) on Horizontally Operated Power Systems with Distributed Generation Reza, M.; Papaefthymiou, G.; H. Schavemaker1, P.; , 2
Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 2 (2006): SEPTEMBER 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.596 KB) | DOI: 10.9744/jte.6.2.

Abstract

This paper shows an example of a stochastic approach to study the impact of distributed generation (DG) on the network constraints (congestions) in power systems. We assume the DG units to be customer-owned, so that they can be connected to or disconnected from the power system by their owners at random. Therefore, the DG units generate power in a stochastic way. The load in the system shows a random behavior too, and the probability distribution of the aggregated generated power and load demand of the distribution system are calculated using Monte Carlo Simulation (MCS).The network constraints (congestions) are evaluated based on the probability distributions of the power flows that result from the simulations. The method that is applied in this paper, shows that looking at the network constraints with a stochastic approach gives a more complete picture of the network than applying a deterministic method, especially when non-dispatchable DG units play a dominant role. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini menunjukkan sebuah contoh pendekatan stokastik untuk mempelajari pengaruh dari pembangkit listrik tersebar (PLT) terhadap konjesti pada jaringan tenaga listrik. Dalam makalah ini diasumsikan bahwa setiap unit PLT dimiliki oleh pemilik independen, sehingga setiap PLT dapat disambung ke atau dilepas dari jaringan listrik oleh pemiliknya secara acak. Sebagai hasilnya, secara keseluruhan PLT tersebut membangkitkan tenaga listrik secara stokastik. Beban dalam jaringan listrik juga memiliki sifat acak. Distribusi peluang dari gabungan pembangkitan dan beban di dalam jaringan distribusi dikalkulasikan dengan menggunakan Simulasi Monte Carlo. Konjesti jaringan dievaluasi dengan berdasarkan pada distribusi peluang dari aliran daya yang dihasilkan melalui simulasi. Metoda yang diterapkan pada makalah ini menunjukkan bahwa pendekatan stokastik memberikan gambaran konjesti jaringan yang lebih lengkap daripada pendekatan deterministik, terutama ketika unit-unit PLT yang dominant digunakan tidak dikendalikan secara terpusat. Kata kunci: system tenaga listrik, pembangkit listrik tersebar, aliran daya, konjesti jaringan, pendekatan stokastik, simulasi Monte Carlo.
Pengembangan Algoritma Pengenalan Bentuk dan Arah Objek pada Sistem Omnidirectional Vision Sensor Arthayaa, Bagus; Sadiyokob, Ali; Wiejaya, Chandra
Jurnal Teknik Elektro Vol 7, No 2 (2007): SEPTEMBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.973 KB) | DOI: 10.9744/jte.7.2.74-81

Abstract

One of application of automation technology is Autonomous Mobile Robot (AMR), which has a navigation so that it can move around the unknown environment. This AMR ability can be used for moving around the dangerous area for people such as a place where new gas is found. As an application of automation technology, AMR needs a sensor for recognizing the environement. One of the sensors used in the automation technology and application is camera, which has the same characteristic as human eyes. Drawback of camera sensor is a limitation in the field of view of the camera. Camera can only catch the image or data of an object facing to the camera, whereas AMR neesd to know the data in the other direction or field of view. This can be overcomed by using omnidirectional vision sensor system. This system can give information of environment around the camera (3600) in one image. This system can be done by facing the camera to a convex mirror. Fisrtly, AMR has to detect the existence of the objects around it so that the collision can be avoided. This research focused on regocnizing an object and determining the direction of that object related to AMR. The designed omnidirectional vision sensor system is only used as the tool for data acquisition and has not been integrated with AMR. Abstract in Bahasa Indonesia : Otomasi merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam dunia produksi. Autonomous Mobile Robot (AMR) merupakan salah satu bentuk dari teknologi otomasi. AMR memiliki kemampuan navigasi sehingga dapat bergerak pada lingkungan yang tidak dikenalnya. Kemampuan ini dapat digunakan untuk menjelajahi daerah-daerah yang tidak dikenali dan berbahaya bagi manusia, misalnya daerah sumber gas yang baru ditemukan. AMR sebagai salah satu bentuk teknologi otomasi membutuhkan komponen sensor untuk dapat mengenali lingkungan sekitarnya. Salah satu jenis sensor yang dapat digunakan pada teknologi otomasi adalah sensor kamera. Sensor kamera memiliki karakteristik yang sama dengan indera penglihatan (mata) pada makhluk hidup.Kelemahan sensor kamera adalah keterbatasan sudut pandangnya. Sudut pandang yang dapat ditangkap oleh sensor kamera serupa dengan sudut pandang pada mata manusia (ke arah kamera menghadap/ke arah depan), padahal AMR membutuhkan data mengenai lingkungan yang berada di bagian belakang sensor kamera. Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan sistem omnidirectional vision sensor. Sistem tersebut dapat memberikan informasi mengenai 3600 lingkungan sekitar hanya dalam satu image. Sistem ini didasarkan pada karakteristik mata serangga. Sistem ini dapat dibuat dengan mengarahkan kamera ke sebuah cermin cembung. Semakin cembung cermin yang digunakan, maka sudut pandang yang dihasilkan akan semakin luas. Sebelum menentukan gerakan dari AMR, pertama-tama AMR harus dapat mendeteksi adanya objek di sekitarnya, sehingga tabrakan dapat dihindari. Penelitian ini memfokuskan penelitian pada pengenalan bentuk objek dan penentuan arah objek tersebut ditinjau dari sistem AMR yang menggunakan omnidirectional vision sensor. Sistem omnidirectional vision sensor yang dibuat hanya digunakan sebagai sarana pengambilan data, dan belum diintegrasikan dengan AMR. Kata kunci: AMR, omnidirectional vision, penentuan arah, pengenalan bentuk.
Perancangan Sistem Navigasi Otonom pada Behavior Based Hexapod Robot Wicaksono, Handy; Prihastono, Prihastono; Anam, Khairul; Effendi, Rusdhianto; Sulistijono, Indra Adji; Kuswadi, Son; Jazidie, Achmad; Sampei, Mitsuji
Jurnal Teknik Elektro Vol 8, No 2 (2008): SEPTEMBER 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.795 KB) | DOI: 10.9744/jte.8.2.70-78

Abstract

Six legged robot (hexapod) has advantage over wheeled robot in its capability to walk over rough terrain. In this paper, hexapod mobility will be tested in order to measure its performance in walk through beam and stair. Behavior based architecture will be used in hexpod, so it can react quickly. Autonomous navigation application has been chosen here in order to prove that the architecture is running well. From simulation result, it can be seen that behavior based hexapod robot has good mobility (it can walk through obstacle that has 10 cm height) and it can accomplish its task to avoid the obstacles and find the light source. Abstract in Bahasa Indonesia: Robot berkaki enam (hexapod) memiliki kelebihan dibanding robot beroda dalam hal kemampuannya melewati daerah tidak rata. Pada penelitian ini, mobilitas pergerakan hexapod akan diuji untuk mengetahui performanya dalam melewati balok dan tangga. Supaya dapat bereaksi dengan cepat, maka arsitektur behavior based akan digunakan pada hexapod. Aplikasi navigasi otonom dipilih untuk menunjukkan bahwa arsitektur tersebut berjalan dengan baik. Dari hasil simulasi nampak bahwa behavior based hexapod robot memiliki mobilitas yang baik (mampu melewati halangan setinggi maksimal 10 cm) dan dapat menyelesaikan tugasnya untuk menghindari halangan dan menemukan sumber cahaya. Kata kunci: mobilitas, hexapod robot, behavior based architecture, sistem navigasi otonom
Reduksi Noise Akustik Secara Aktif Dengan Metode Filtered-X Least Mean Square Lim, Resmana; Jennifer Patrick, Marco
Jurnal Teknik Elektro Vol 2, No 2 (2002): SEPTEMBER 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.201 KB) | DOI: 10.9744/jte.2.2.

Abstract

The paper describes an implementation of an active noice canceller by using the algorithm of Filtered-X Least Mean Square (Filtered-X LMS). The system was implemented on a digital signal processor starter kit of TMS 320C50. The system was equipped with 2 speakers as sound source and noise source and microphones as sound sensors. The processor controlled the noise by generating an anti-noise sound trying to cancelled the noise so that the total noise would be reduced. The experimental results shows the system could reduce noise with the level of 20 dBV. Abstract in Bahasa Indonesia : Paper ini membahas implementasi metode peredaman suara secara aktif bekerja berdasarkan prinsip superposisi yang destruktif, dimana sumber suara bising (noise) dilawan dengan sumber suara anti-noise. Sumber suara anti-noise ini memiliki amplitudo yang sama besar dengan sumber noise utama, namun phasenya berbeda 180o. Akibatnya kedua sumber suara ini akan saling melemahkan. Implementasi dari proyek ini menggunakan pipa PVC yang dilengkapi dengan speaker sumber suara dan pembangkit noise. Sistem dilengkapi microphone yang digunakan sebagai sensor level suara. Untuk pemrosesan sinyal, digunakan Starter-Kit Digital Signal Processor TMS320C50 dengan menggunakan algoritma Filtered-X Least Mean Square (Filtered-X LMS) untuk mereduksi noise secara aktif. Hasil pengujian dengan berbagai variasi sinyal noise memperlihatkan hasil peredaman optimal sebesar 20 dBV. Kata kunci: reduksi noise aktif, kendali noise, adaptif filter, metode X-LMS, TMS 320C50.

Page 11 of 17 | Total Record : 161