cover
Contact Name
Novi Ayu Yulia
Contact Email
noviayuyulia@gmail.com
Phone
+6282334243103
Journal Mail Official
jurnalmaqamatunzah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Panglima Sudirman No.360, Semampir, Kec. Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67282
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
Maqamat: Jurnal Ushuluddin dan Tasawuf
ISSN : 30250560     EISSN : 30265894     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Maqamat: Jurnal Ushuluddin dan Tasawuf adalah Jurnal ilmiah yang dikelola oleh Program Studi S1 Ilmu Tasawuf Universitas Islam Zainul Hasan Genggong. Keberadaan Jurnal Maqamat diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan dan penyebaran ilmu pengetahuan, khususnya pada bidang Ilmu Tasawuf. Oleh karena itu, Jurnal Maqamat menampung dan mempublikasikan karya-karya akademik terbaik berupa artikel ilmiah dari para ahli, peneliti dan praktisi pada bidang tersebut. Artikel dapat berupa hasil penelitian maupun kajian pustaka. Artikel tersebut akan diterbitkan pada bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 23 Documents
PERAN TASAWUF DALAM PEMBENTUKAN ETIKA DAN MORALITAS DI MASYARAKAT MODERN Shofiatun Nikmah
Maqamat : Jurnal Ushuluddin dan Tasawuf Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/7zd9w503

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran tasawuf dalam pembentukan etika dan moralitas di masyarakat modern. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip tasawuf, seperti kesederhanaan, pengendalian diri, dan kasih sayang, dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perilaku etis dan moral individu dalam konteks kehidupan yang semakin kompleks dan materialistis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tasawuf menawarkan pendekatan spiritual yang mendalam dalam menghadapi tantangan moral di era modern, dengan menekankan pentingnya pembersihan jiwa dan pemahaman yang mendalam tentang makna kehidupan. Implementasi ajaran tasawuf dalam kehidupan sehari-hari terbukti dapat meningkatkan kesadaran moral dan memperkuat komitmen individu terhadap nilai-nilai etis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tasawuf memiliki relevansi yang kuat dalam upaya membangun masyarakat yang lebih bermoral dan etis di tengah tekanan globalisasi dan modernisasi.
Implementasi Satlogi Santri terhadap Spiritualitas dan Kemandirian Santri Putri Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Rahmania Zahrotul Jannah; Imam Syafi’i; Abd. Hannan
Maqamat : Jurnal Ushuluddin dan Tasawuf Vol. 4 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/e21ms671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai Satlogi Santri dalam membentuk spiritualitas dan kemandirian santri putri di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. Satlogi Santri merupakan nilai dasar pendidikan pesantren yang menjadi pedoman dalam pembentukan karakter, sikap, dan perilaku santri. Nilai-nilai tersebut meliputi Sopan Santun, Ajeg (Istiqamah), Nasehat, Taqwallah, Ridhallah, dan Ikhlas Lillahi Ta'ala yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari santri melalui pembiasaan, keteladanan, serta berbagai kegiatan pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengasuh, ustazah, pengurus, dan santri putri di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Satlogi Santri berkontribusi dalam membentuk spiritualitas santri putri melalui pembiasaan ibadah, kedisiplinan, peningkatan kesadaran beragama, serta penanaman nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, implementasi Satlogi Santri juga berpengaruh terhadap terbentuknya kemandirian santri yang ditunjukkan melalui kemampuan bertanggung jawab, mengelola kebutuhan pribadi, mengambil keputusan, dan menyelesaikan berbagai tugas secara mandiri di lingkungan pesantren. Dengan demikian, Satlogi Santri menjadi pedoman penting dalam pembentukan karakter santri yang religius, mandiri, berakhlak mulia, serta memiliki kesadaran spiritual yang baik.
Pendidikan Multikultural dalam Tasawuf: Integrasi Epistemologis, Manifestasi Nilai, dan Resolusi Konflik Berbasis Spiritual Muhammad Hifdil Islam
Maqamat : Jurnal Ushuluddin dan Tasawuf Vol. 4 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/azn7dc62

Abstract

Artikel ini mengkaji integrasi pendidikan multikultural dan nilai-nilai tasawuf di pondok pesantren Nusantara sebagai upaya strategis merespons kemajemukan bangsa dan mencegah konflik identitas di tengah dinamika era Society 5.0. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologis dan epistemologi konstruktivisme melalui studi multikasus yang berlokasi di Pondok Pesantren Ngalah (Pasuruan), Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong (Probolinggo), dan Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Jabung (Malang). Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, yang ditopang oleh studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima dimensi pendidikan multikultural gagasan James Banks memiliki akar teologis yang sinergis dalam praksis tasawuf klasik. Manifestasi inklusif-pluralis diwujudkan secara nyata melalui keteladanan otoritas kiai, internalisasi etika kesufian melalui Satlogi Santri, serta transformasi kerangka Tasawuf Akhlaki menuju Tasawuf Amali. Lebih lanjut, metode penyucian jiwa (Tazkiyatun Nafs) terbukti berfungsi sebagai paradigma teologi transformatif yang mendorong percepatan evolusi kesadaran sosial—dari sekadar sikap toleransi pasif (Tasamuh) menuju aktualisasi cinta kasih universal tanpa sekat (Mahabbah) yang berbasis pada kesalehan paripurna (Ihsan). Sinergi antara ketahanan spiritual tasawuf dan pedagogi multikultural modern sangat efektif dalam mencetak generasi Insan Kamil. Generasi ini diproyeksikan memiliki ketahanan batin dan ketajaman rasio intelektual yang tangguh untuk menghadapi guncangan krisis moral dan disorientasi identitas di peradaban global masa depan.

Page 3 of 3 | Total Record : 23