cover
Contact Name
Asmuni
Contact Email
asmunielektro@gmail.com
Phone
+6285265179898
Journal Mail Official
falahhes@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran No. 03 Bhakti Negara Kec. Baradatu, Kab. Way Kanan, Lampung, Indonesia
Location
Kab. way kanan,
Lampung
INDONESIA
Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
ISSN : -     EISSN : 27743292     DOI : https://doi.org/10.55510/fjhes.v3i2.143
Core Subject : Economy,
Focus and Scope Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Prodi Hukum Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Ma’arif Way Kanan. Terbit setahun dua kali yakni pada bulan Jui dan Desember. Focus and scope Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah yakni : Hukum Ekonomi Syariah Ilmu Hukum, Hukum Islam, Ekonomi Syariah. Akuntansi Islam Manajemen Usaha Syariah, Pendidikan Ekonomi, Perbankan Keuangan Syariah Yurisprudensi (Fiqh); Lembaga Ekonomi Masyarakat; Hukum Perdata, Ekonomi, Bisnis (Konvensional)
Articles 60 Documents
Analisis Batas Usia Ideal Pernikahan Bagi Perempuan Perspektif Maqashid Syariah (Analisis Teori Double Movement Fazlur Rahman)
Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 6 No. 1 (2024): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LPPM Institut Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/fjhes.v6i1.292

Abstract

Penelitian ini membahas batas usia menikah bagi perempuan dianalisis menggunakan maqashid syariah teori double movement Fazlur Rahman. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika double movement Fazlur Rahman. Data dalam penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research), Sumber data dalam penelitian ini bersifat data skunder yaitu berasal dari buku-buku, hasil penelitian terdahulu, dan sebagainya. Hasil penelitian menemukan bahwa Batas usia menikah bagi perempuan dalam perspektif maqshid syariah dinilai sudah sesuai dengan tujuan maqashid syariah yaitu untuk mewujudkan kemaslahatan dan menghilangkan kemudaratan. Didalam maqashid syariah ada lima hal pokok yang harus dipenuhi agar tercapainya kemaslahatan itu sendiri. yaitu; hifs al-din (melindungi agama), hifs al-nafs (melidungi jiwa), hifs al-aql (melindungi pikiran), hifdzu nasab (melindungi keturunan), hifdzu mal (melindungi harta). Batas usia menikah bagi perempuan di analisis menggunakan teori double movement Fazlur Rahman bahwa batas usia menikah harus sesuai dengan prinsip al-Qur’an dan sunnah dan prinsip umum. Prinsip umum al-Qur’an dan sunnah bahwa batas usia menikah bagi perempuan yaitu: usia baligh (hulm), usia dewasa (asyaddu), usia cerdas (rusyd) dan usia saleh (shalih). Kemudian batas usia menikah dalam prinsip umum yaitu Dinamika perempuan dalam fenomena pernikahan anak, Dinamika perempuan dalam fenomena pernikahan sirri, Dinamika perempuan dalam fenomena pernikahan childfree.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Sistem Upah Kerja Borongan Pada Bangunan Rumah Listari, Listari; Asmuni, Asmuni
Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 6 No. 1 (2024): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LPPM Institut Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/fjhes.v6i1.293

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untukmengetahui bagaimana praktik dari sistem upah kerja borongan pada bangunan rumah di Kampung Sumber Sari Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan. Kedua untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap sistem upah kerja borongan pada bangunan rumah di Kampung Sumber Sari Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitataif, dikarenakan jenis penelitian ini dapat menggambarkan secara sistematik apa saja yang terjadi dilapangan. Observasi, wawancara, dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan mengenai sistem upah kerja borongan pada bangunan rumah dikampung Sumber Sari ini mengunakan sistem upah harian, dimana pemberian upah diberikan setiap hari kerja sampai selesainya bangunan rumah dengan besaan upah yaitu tukang sebesar Rp.100.000,- (serratus ribu rupiah) dan kuli sebesar Rp.80.000,- (delapan puluh ribu rupiah). Namun dalam pemberian upahnya para buruh ini terkadang tidak diberikan tepat waktu sehingga bertentangan dengan syarat Ujrah yang mana upah harus diberikan secepat mungkin yang sesuai dengan hadis riwayat Ibnu Majah yang berbunyi “berikanlah pekerja upahnya sebelum keringatnya kering
Menjaga Integritas Bisnis di Era E-Commerce; Peran Etika Malaqbiq dan Nilai Syariah bagi Pelaku UMKM Afdal; Islamul Haq; Damirah; Syahriah Semaun; Andi Bahri
Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 1 (2026): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LPPM Institut Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/fjhes.v10i1.886

Abstract

Percepatan transformasi digital telah merekonstruksi lanskap bisnis global, mendorong jutaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bermigrasi ke ekosistem e-commerce. Namun, pergeseran pola interaksi dari tatap muka menjadi virtual antarmuka memicu patologi etis yang serius, di mana anonimitas menumbuhkan fenomena moral disengagement (pelepasan tanggung jawab moral) seperti manipulasi informasi, perang harga eksploitatif, dan pengabaian layanan. Penelitian kualitatif berbasis kepustakaan ini bertujuan menganalisis transformasi interaksi ekonomi tersebut serta merumuskan resolusi etis melalui integrasi nilai ekonomi Syariah dan kearifan lokal suku Mandar, yakni etika Malaqbiq. Hasil analisis menunjukkan bahwa dimensi Malaqbiq—yakni Kedzo (perilaku empatik), Pau (tutur kata bermartabat), dan Jama-yamang (etos kerja berlandaskan amanah)—mampu mengoperasionalkan aksioma tauhid, keadilan, kehendak bebas, tanggung jawab, dan kebenaran ke dalam laku keseharian pebisnis. Kesimpulannya, sinergi antara identitas kultural dan teologis ini menawarkan kerangka moral alternatif yang komprehensif. Pendekatan ini tidak hanya menekan tendensi manipulatif pada ruang e-commerce yang serba nirwajah, tetapi juga membangun resiliensi UMKM melalui penciptaan kepercayaan digital yang autentik, akuntabel, dan berkelanjutan di tengah turbulensi era disrupsi.
Pengaruh Fintech dan Literasi Digital terhadap Kinerja UMKM Sektor Kuliner Faradila Suci Ramadhani; Didit Darmawan
Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 1 (2026): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LPPM Institut Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/fjhes.v10i1.893

Abstract

Transformasi teknologi digital dalam sektor keuangan telah mengubah cara pelaku usaha menjalankan aktivitas bisnis, meliputi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Studi dilakukan guna mengkaji dampak financial technology (fintech) serta literasi digital pada kinerja UMKM di sektor kuliner. Penelitian ini menerapkan metode Systematic Literature Review dengan menganalisis serta mengkaji beragam studi sebelumnya yang sesuai terkait fintech, literasi digital, serta kinerja UMKM. Data dihimpun dengan menelursuri publikasi ilmiah dari jurnal nasional yang membahas hubungan antarvariabel tersebut. Hasil kajian menunjukkan jika penggunaan fintech secara umum memberi dampak pada peningkatan kinerja UMKM secara positif karena mampu memudahkan tahapan transaksi keuangan, mempersingkat siklus modal, serta menaikkan produktivitas operasional bisnis. Literasi digital pun berkontribusi krusial guna mendorong keterampilan pelaku UMKM untuk menggunakan teknologi digital dalam kegiatan pemasaran, pengelolaan keuangan, serta penentuan keputusan bisnis. Namun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan financial tehcnology di lingkungan UMKM belum sepenuhnya seimbang sebab mendapat pengaruh dari variasi indeks pemahaman teknologi di antara pelaku usaha. Dengan demikian, kenaikan literasi digital merupakan faktor krusial untuk penggunaan fintech dapat memberi pengaruh yang lebih maksimal pada peningkatan kinerja UMKM. Studi ini diharap mampu memberi ilustrasi tentang pentingnya integrasi antara teknologi keuangan dan kemampuan digital di era ekonomi digital ini guna mendorong perkembangan UMKM pada sektor kuliner.
Pengaruh Sertifikasi Halal terhadap Keputusan Pembelian Produk Wardah Faradila Suci Ramadhani; Didit Darmawan
Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 1 (2026): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LPPM Institut Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/fjhes.v10i1.894

Abstract

Keberadaan sertifikasi halal tidak hanya dipandang sebagai penanda kepatuhan terhadap prinsip syariat, tetapi juga sebagai bentuk jaminan keamanan, kebersihan, dan kualitas produk kosmetik. Wardah menjadi salah satu merek kosmetik di Indonesia yang memanfaatkan sertifikasi halal untuk membangun keyakinan dan kepercayaan konsumen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Sertifikasi Halal terhadap Keputusan Pembelian Produk Wardah. Pendekatan penelitian menggunakan studi literatur dengan memanfaatkan data sekunder yang berasal dari jurnal ilmiah, buku, prosiding, dan berbagai publikasi akademik lain pada periode 2021-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa sertifikasi halal menjadi salah satu pertimbangan penting bagi konsumen karena mampu menghadirkan rasa aman dan keyakinan terhadap bahan maupun proses produksi kosmetik Wardah. Selain sertifikasi halal, keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh kualitas produk, harga, promosi, citra merek, serta tingkat kesadaran halal konsumen. Dengan demikian, sertifikasi halal memiliki kontribusi penting dalam membentuk persepsi dan keputusan pembelian konsumen terhadap kosmetik halal
Keuangan Islam SMART di Indonesia: Analisis Kesenjangan Berbasis Maqasid Muhamad Hardi Ali Nugroho; Muhammad Hasyimi Al Rasid; Adlinanda Martias; Imron Natsir
Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 1 (2026): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LPPM Institut Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/fjhes.v10i1.994

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesenjangan ekosistem Keuangan Islam SMART berbasis Maqasid Syariah kontemporer secara komprehensif. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi pustaka sistematis dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi teknologi digital saat ini masih bias pada kepentingan komersial murni (hifdz al-maal) dan kelompok elitis, serta mengabaikan indikator perlindungan sosial-ekonomi masyarakat kelas bawah. Selain itu, terjadi ketidakselarasan regulasi (regulatory disharmony) akibat lambannya respons kebijakan otoritas. Rekomendasi nyata dari studi ini adalah mendesak Bank Indonesia, OJK, dan KNEKS untuk membangun langkah strategis kolaboratif dalam menyusun standar regulasi digital dan audit kepatuhan syariah nasional yang adaptif. Pelaku industri juga harus mendekonstruksi algoritma credit scoring agar lebih adil bagi UMKM.
Muhkam Mutasyabih dalam Studi Qur’an dan Hikmahnya dalam Al-Qur’an Suci Awalia; Mukrimah; Muhammad Amin Sahib; Supriadi
Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 1 (2026): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LPPM Institut Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/fjhes.v10i1.1000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kriteria konseptual yang membedakan kedua jenis ayat tersebut serta menggali hikmah epistemologis dan teologis di balik keberadaan ayat mutasyabih dalam Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis, di mana data dikumpulkan dari kitab-kitab Ulumul Qur’an, kitab tafsir, serta literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat muhkam memiliki kejelasan makna (wudhuh al-dalalah) yang berfungsi sebagai fondasi akidah dan hukum Islam, sementara ayat mutasyabih bersifat probabilistik dan memerlukan pendekatan interpretasi yang cermat melalui kaidah kebahasaan dan konteks penafsiran (radd al-mutasyabih ila al-muhkam). Keberadaan ayat mutasyabih bukan merupakan cacat teks, melainkan hikmah yang berfungsi sebagai stimulus bagi pengembangan ijtihad intelektual, pemerkayaan disiplin ilmu keislaman, serta sarana untuk menguji ketundukan spiritual manusia di hadapan kemahakuasaan ilmu Allah SWT
I'jaz Tasyri'i sebagai Paradigma Hukum Universal: Menakar Keseimbangan Pendekatan Mujmal dan Mufashshal dalam Legislasi Al-Qur'an Fauzi Anas; Noor Alifsyah Dewa S; Muhammad Amin Sahib; Supriadi
Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 1 (2026): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LPPM Institut Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/fjhes.v10i1.1001

Abstract

Al-Qur'an sering dituduh Rigid oleh kritik Modernitas, padahal memiliki sistem legislasi khas melalui perpaduan pendekatan mujmal (garis besar) dan mufashshal (terperinci) sebagai dimensi i'jaz tasyri'i. Penelitian kepustakaan (library research) dengan metode tafsir maudhu'i ini bertujuan menganalisis bagaimana keseimbangan kedua pendekatan tersebut membentuk paradigma hukum yang universal dan adaptif. Hasil analisis menunjukkan pendekatan mujmal diterapkan pada wilayah dinamis seperti muamalah untuk membuka ruang ijtihad, sedangkan pendekatan mufashshal pada wilayah rawan sengketa seperti waris demi menjamin kepastian hukum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keseimbangan mujmal-mufashshal merupakan bukti keunggulan metodologis legislasi Al-Qur'an yang konstan dalam prinsip namun dinamis dalam penerapan. Secara teoritis, penelitian ini memperkokoh konsep dinamisasi hukum Islam dalam menghadapi tantangan modernitas. Namun, studi ini terbatas pada analisis teks konseptual tanpa menguji implementasi praktisnya pada produk hukum kontemporer
Interkoneksi Metode Klasik dan Kontemporer Dalam Pemahaman Hadis Nabi Muhammad Saw. Anggun Nindita Sari; Tegar Mulham Fatana; Fakhrullah; Subhan Khalik
Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 1 (2026): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LPPM Institut Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/fjhes.v10i1.1010

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji ragam metode pemahaman hadis (fiqh al-hadis), baik yang bersifat klasik maupun kontemporer, serta relevansinya dalam kajian hadis masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) dan teknik analisis isi (content analysis) terhadap sumber-sumber primer dan sekunder ilmu hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode pemahaman hadis klasik meliputi pendekatan tekstual (bayani), kontekstual (ta’wili), historis (asbab al-wurud), tematik (maudhu’i), serta kritik sanad dan matan, sedangkan pendekatan kontemporer mencakup pendekatan sosio-historis, hermeneutika, living hadis, dan common link. Kajian ini menyimpulkan bahwa tidak satu pun metode yang berdiri sendiri secara memadai untuk menangkap keseluruhan pesan hadis; diperlukan pendekatan interkonektif yang memadukan kaidah ilmu hadis klasik dengan perangkat keilmuan modern seperti linguistik, sejarah, dan sosiologi agar pemahaman hadis tetap otentik sekaligus kontekstual.
Prinsip Fiskal Islam dan Tata Kelola Anggaran Negara: Tinjauan Kritis APBN Indonesia Tahun 2025 Fauzan Romadhian Khairi
Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 1 (2026): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LPPM Institut Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/fjhes.v10i1.1012

Abstract

Dinamika perekonomian global tahun 2025 yang diwarnai konflik geopolitik, perang tarif, fragmentasi perdagangan, hingga transformasi digital menuntut penataan ulang kebijakan fiskal domestik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia Tahun Anggaran 2025 di tengah gejolak global serta mengevaluasi keselarasan kebijakan instrumen pendapatan dan pembelanjaannya dengan prinsip-prinsip fiskal Islam, khususnya pemikiran Ibnu Khaldun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis konten (content analysis) berlandaskan perspektif sejarah fiskal Islam. Data yang digunakan mencakup data kualitatif dan kuantitatif dari dokumen resmi APBN 2025 Kementerian Keuangan RI, Inpres No. 1 Tahun 2025, serta teks klasik Muqaddimah karya Ibnu Khaldun sebagai pisau analisis utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengelolaan APBN 2025 secara teoritis telah sejalan dengan prinsip fiskal Islam. Dari sisi penerimaan, strategi ekspansi basis pajak dan insentif terarah sesuai dengan prinsip perpajakan proporsional Ibnu Khaldun yang berkeadilan dan tidak membebani rakyat secara berlebihan. Dari sisi pembelanjaan, efisiensi anggaran non-prioritas/non-produktif sebesar Rp306,7 triliun yang dialokasikan kembali untuk program prioritas (Makan Bergizi Gratis dan Proyek Strategis Nasional) mencerminkan prioritisasi belanja berbasis kemaslahatan publik (maqāṣid al-sharīʿah).