cover
Contact Name
Shinta Nasution
Contact Email
nasutionshinta1000@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
nasutionshinta1000@gmail.com
Editorial Address
Bappedalitbang Kabupaten Bogor Jl. Segar III Kompleks Perkantoran Pemda Bogor Kav. 2, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor Jawa Barat 16914
Location
Kab. bogor,
Jawa barat
INDONESIA
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
ISSN : -     EISSN : 29649013     DOI : https://doi.org/10.62389/bina.v2i2
Core Subject : Agriculture, Social,
Bina: Jurnal Pembangunan Daerah scope are: Education, Health,Public Works and Spatial Planning, Housing and Residential Areas, Peace and Public Order as Well as Community Protection, Social, Labor, Empowerment of Women and Child Protection, Food, Land, Environment, Population Administration and Civil Registration, Community and Village Empowerment, Population Control and Family Planning, Communication And Informatics, Cooperatives, Small and Medium Enterprises, Capital Investment, Youth and Sports, Statistics, Encoding, Culture, Library, Record Management, Marine and Fisheries, Tourist, Agriculture, Trading, Industry, Transmigration, Government, Planning, Finance, Staffing, Education and Training, Research and Development, Supervision, Territorial, National Unity and Politics, Innovation, Social and Environmental Responsibility.
Articles 28 Documents
The Effect of Good Corporate Governance (GCG) on Financial Performance with Corporate Social Responsibility (CSR) as an Intervening Variable (Empirical Study on Primary Consumer Sub Sector Companies Listed on The IDX 2018 - 2022) Amalia Rusda; Rijal Suryarahmadtullah
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 2, No 2 (2024): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62389/bina.v2i2.62

Abstract

This research aims to examine the influence of Good Corporate Governance (GCG) including institutional ownership and the board of commissioners on financial performance with Corporate Social Responsibility (CSR) as an intervening variable. This research uses financial performance as the dependent variable and Good Corporate Governance as a proxy for institutional ownership and the board of commissioners as the independent variable and Corporate Social Responsibility (CSR) as the intervening variable. This type of research is associative research. This research uses secondary data in the form of annual financial reports originating from the Indonesia Stock Exchange (BEI). The population in this research is Primary Consumer Sub-Sector Companies listed on the Indonesia Stock Exchange 2018-2022. The sampling technique in this research used a purposive sampling method, 7 companies were obtained as research samples. The data analysis technique in this study uses the multiple linear regression analysis method and the data analysis tool in this study uses the Eviews version 12 software program. The results of the study show that GCG and CSR together have a positive effect on the company's financial performance, while the proxies for institutional ownership and the board commissioner is partially insignificant. Likewise, CSR does not have a significant impact on financial performance. In addition, the board of commissioners proxy influences financial performance through CSR as a moderation, while the institutional ownership proxy does not have a similar effect.Keywords: Good Corporate Governance, Institutional Ownership, Board of Commissioners, Corporate Social Responsibility, Financial Performance
Peningkatan Pembangunan Perekonomian Masyarakat Melalui Optimalisasi Teknologi Digital di Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor (Studi Kasus : Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Edi Junaedi; Riny Kusumawati; Fety Fatimah
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 2, No 1 (2023): BINA:JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62389/bina.v2i1.44

Abstract

Secara administratif wilayah Kecamatan Cijeruk terdiri dari 9 (sembilan) Desa, antara lain: Desa Warungmenteng, Desa Cijeruk, Desa Cipelang, Desa Cibalung, Desa Cipicung, Desa Tajurhalang, Desa Tanjungsari Desa Palasari serta Desa Sukaharja. Kecamatan Cijeruk memiliki 26 Dusun, 64 Rukun Warga (RW) dan 261 Rukun Tetangga (RT). Dalam upaya untuk menumbuhkembangkan tingkat perekonomian desa yang ada di Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor, Pemerintah Daerah dengan dibantu pihak-pihak tekait menggalakan kepada masyarakat di 9 (Sembilan) desa tersebut untuk mengikuti? program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sesuai dengan Undang-undang No.20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Adanya kemajuan teknologi yang semakin berkembang khususnya teknologi Smartphone dapat membantu bagi para pelaku UMKM untuk lebih mengoptimalkan produknya, dengan terciptanya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan mengoptimalisasikan teknologi digital smartphone diharapkan dapat meningkatkan pembangunan perekonomian masyarakat Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor menuju masyarakat yang sejahtera.Kata Kunci : UMKM, Perekonomian, Teknologi Smartphone
Kajian UMKM dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2021 Fahira Nur Aqilla
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 1, No 1 (2022): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62389/bina.v1i1.14

Abstract

Keterlibatan UMKM dalam proses pembangunan ekonomi perlu dicermati, mengingat tingkat produktivitasnya harus terus dikembangkan disamping usaha besar. Namun, Covid-19 sangat berdampak pada berbagai sektor kehidupan, tidak sedikit pelaku UMKM terdampak yang kesulitan mengembangkan usahanya. Dalam rangka menumbuhkan kembali dan meningkatkan efektivitas UMKM perlu dilakukan terobosan baru agar roda ekonomi masyarakat dapat kembali berputar. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dan kualitatif yang disajikan secara deskriptif dan eksploratif untuk menggambarkan hasil analisis. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui penelusuran literatur, FGD, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan analisis data dasar saat ini (existing condition) dan analisis strategi daerah. Jumlah UMKM di Kabupaten Bogor terdata sebesar 12.556 unit usaha pada 40 kecamatan dari berbagai komoditas atau jenis usaha. Hasil penelitian menunjukkan pelaku UMKM dari pengolahan hasil perikanan memiliki potensi dari ragam produk yang bervariasi dan inovasif. Berbagai masalah dihadapi oleh UMKM pada masa pandemi Covid-19 seperti menurunnya daya beli konsumen, pemasaran, perizinan usaha karena masalah umum. Permasalahan lain yang sering dihadapi oleh pelaku UMKM adalah minimnya kualifikasi dan kompetensi SDM. Berbagai strategi yang dilakukan untuk menghadapi pandemi Covid-19 terutama pada sektor UMKM yaitu: 1) Kemudahan izin usaha; 2) Bantuan modal; 3) Perlindungan komoditas; 4) Pelatihan promosi dan pemasaran digital; 5) Pelatihan kompetensi SDM.
Analisis Sebaran Spasial Penyakit Stunting pada Kelurahan Kedung Halang Nur Annisa Indah Lestari; Rini Kusumawati; Fety Fatimah
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 2, No 1 (2023): BINA:JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62389/bina.v2i1.52

Abstract

Masalah gizi merupakan masalah yang menduni untuk saat ini. Stunting yang merupakan salah satu masalah gizi buruk pada balita menjadi perhatian oleh World Health Organization (WHO). Angka prevalensi kasus stunting di Kawasan Asia Tenggara telah mecapai rata-rata 36,4%. Metode yang digunakan adalah klasifikasi data Natural Breaks (Jenks). Analisis spasial digunakan untuk mengetahui seberapa banyak sebaran prevalensi stunting di Kelurahan Kedung Halang, Bogor. Hasil penelitian didapat adanya keterkaitan masalah ekonomi keluarga dan lingkungan pada kesehatan balita. Kasus tertinggi berada di RW VI sebanyak 7 balita (17,07%), terendah berada di RW IV yaitu sebanyak 1 balita (2,44%), lalu RW XI dan XIV tidak terdapat kasus stunting (0%).Kata Kunci: SIG, stunting, arcgis, distribusi frekuensi, prevalensi
Potensi Sumber Daya Alam di Kawasan Geopark Nasional Pongkor Cluster Pongkor Denny Sukamto; Popi Rismayanti; Iya Mulia
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 1, No 2 (2023): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62389/bina.v1i2.35

Abstract

Geopark atau taman bumi adalah kawasan dengan fenomena geologi, arkeologi, ekologi, dan budaya, dimana masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan nilai warisan alam yang ada di dalamnya secara berkelanjutan. Pengembangan Geopark menjadi salah satu alternatif strategi peningkatan ekonomi lokal secara berkelanjutan, melalui kegiatan pariwisata berbasis alam atau geowisata. Geopark Pongkor adalah salah satu dari 15 Geopark Nasional, yang telah ditetapkan pada tanggal 30 November 2018. Implementasi Pengembangan Geopark Nasional Pongkor memerlukan penelitian menyeluruh dan mendalam mengenai perencanaan kegiatan yang akan dilakukan di masa mendatang sehingga terukur dari segi kelayakan teknis, operasional, hukum, manajemen (organisasi), finansial dan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif scalogram dan deskriptif kualitatif. Ruang lingkup penelitian ini adalah aspek konservasi, aspek budaya, aspek edukasi, aspek akomodasi dan amenitas, aspek aksesibilitas, aspek kuliner, dan aspek cinderamata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Geopark Nasional Pongkor pada Cluster Pongkor telah didukung dengan konservasi, budaya dan edukasi yang berada di wilayah kecamatan sekitarnya yaitu Kecamatan Jasinga, Cigudeg, Tenjo dan Sukajaya. Selain itu, kluster tersebut didukung pula dengan tersedianya berbagai kuliner dan kerajinan tangan yang dihasilkan oleh masyarakat di dalam kawasan. Pengembangan kawasan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor mengingat dampak positifnya terhadap peningkatan ekonomi masyarakat termasuk pelestarian berbagai warisan alam dan budaya didalamnya.Kata Kunci: Potensi Geopark, Geopark Pongkor, Kluster Pongkor
Kajian Daya Beli Masyarakat Kabupaten Bogor Tahun 2021 Windi Wijayanti
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 1, No 1 (2022): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62389/bina.v1i1.13

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar terhadap aspek kehidupan khususnya perekonomian tahun 2020. Dampak tersebut dirasakan oleh sektor ketenagakerjaan Kabupaten Bogor dimana tingkat pengangguran terbuka mencapai 5,4 juta jiwa. Selain itu, juga berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi yang mengalami penurunan secara signifikan diangka -1,77%. Peningkatan kemiskinan juga terjadi dengan persentase sebesar 7,69%. Penelitian ini berbentuk survei dengan menggunakan metode pengambilan sampel bertahap (multistage random sampling). Data dianalisis menggunakan metode statistik.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dampak Covid-19 dan perubahan daya beli masyarakat terhadap sektor ekonomi strategis dan dunia usaha. Hasil penelitian menunjukkan respon masyarakat terhadap dampak Covid-19 adalah responsif yang disebabkan pemahaman masyarakat tentang Covid-19 sangat baik. Mayoritas masyarakat Kabupaten Bogor mengalami penurunan penghasilan. Lebih dari setengah masyarakat memperoleh bantuan sosial Covid-19 melalui program JPS. Adapun faktor-faktor dominan yang menurut pendapat masyarakat dapat meningkatkan daya beli adalah berakhirnya pandemi Covid-19 sebesar 35.42%, penghasilan meningkat sebesar 33.89% dan bansos sebesar 16.94%. Kemampuan daya beli masyarakat Kabupaten Bogor menunjukkan terjadi kenaikan daya beli sebesar 5% pada kelompok rumah tangga dan sebesar 20% pada kelompok industri Sementara, penurunan kemampuan daya beli kelompok rumah tangga hanya sebesar 7,3% dan kelompok industri sebesar 6,3%.
Mapping Junior High School Education Facilities in Bogor: A Comprehensive Study Adilah Mutiara Qanitah; Intan Nurul Aulia; Janthy Hidayat; Muhamad Yogie Syahbandar; Diniarrachma Kintan; Muhammad Shafik Ikhwan Bin Hamzah
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 2, No 2 (2024): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62389/bina.v2i2.65

Abstract

Equitable distribution of educational facilities is very important because every citizen has the right to a decent and quality education as mandated in Law No. 24/2007 on minimum standards of educational facilities and infrastructure. Junior high school education is a bridge between elementary school and senior high school to university. This study and mapping of junior high school education facilities in Bogor Regency is intended to identify the distribution pattern and needs of school facilities and infrastructure at the junior high school level in Bogor Regency. The objectives of this study are 1) To identify the distribution pattern of junior high schools in Bogor Regency; 2) Identify the availability of junior high school facilities and infrastructure in Bogor Regency; and 3) Identify the availability of educational service facilities at junior high school level. Based on the data, analysis was conducted using qualitative and quantitative analysis methods. Data processing using the nearest neighbor technique (average nearest neighbor analysis) is to determine the distribution pattern of junior high school education facilities. Meanwhile, to determine the range of services using Geographic Information System (GIS) buffering analysis techniques. so that the results obtained, 1) The distribution pattern of junior high school facilities in Bogor Regency is clustered with a Critical Value (Z-Score) value of -21.829520, a Nearest Neighbor Ratio value of 0.658887 and an average distance between junior high school education facilities of 963.7 meters; 2) The range of services of junior high school facilities in Bogor Regency is dominated by road lanes.Keywords: study, mapping, distribution pattern, education facilities, junior high school.
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan dengan Metode Klasifikasi Pembelajaran Mesin Citra Satelit Landsat 8 di Kota Bogor Raisya Iska Azzahra; Riny Kusumawati; Fety Fatimah
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 2, No 1 (2023): BINA:JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62389/bina.v2i1.45

Abstract

Kota Bogor merupakan salah satu kota dengan tingkat kepadatan lahan terbangun yang tinggi. Dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi akan berdampak buruk dalam jangka panjang apabila pemerintah tidak bijak mengambil keputusan terkait pembangunan yang terjadi dari tahun ke tahun. Penggunaan lahan di Kota Bogor terdiri dari area vegetasi, lahan terbangun, badan air, dan lahan terbuka. Adapun vegetasi mengalami penurunan selama 10 tahun terakhir. Dalam penelitian ini menggunakan teknologi penginderaan jauh citra satelit Landsat 8 tahun 2013, 2018, dan 2023. Kemudian dianalisa dengan metode klasifikasi Machine Learning untuk mendapatkan hasil klasifikasi perubahan penggunaan lahan di Kota Bogor.Kata Kunci: Penggunaan Lahan; Landsat 8; Pembelajaran Mesin
Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kota Bogor Tahun 2011-2020 Rea Dwiardhya Garini; Faizal Maad; James Sinurat
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 1, No 2 (2023): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62389/bina.v1i2.29

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the Financial Performance of the Regional Government of Bogor City in 2011-2020 in terms of financial ratios and the factors that affect the Financial Performance of the Regional Government of Bogor City in 2011-2020. This research is a type of quantitative descriptive research carried out in the ranks of the Bogor City Government, West Java Province. The data in this study are secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics of the City of Bogor. The data analysis method used is ratio analysis and descriptive analysis, multiple linear regression analysis, classical assumption test and hypothesis testing. The results of the financial performance analysis, in terms of the ratios: (1) Regional Financial Independence Ratio in the category of Medium regional ability, and Participatory relationship patterns. (2) Regional Financial Dependency Ratio with Very High category. (3) The Degree Ratio of Regional Financial Fiscal Decentralization in the Enoughcategory. (4) Effectiveness Ratio to Regional Original Revenue with Very Effective criteria. (5) Regional Financial Efficiency Ratio with Inefficient criteria.The results of the analysis in terms of the factors that affect the financial performance of the region. The Regional Original Income variable partially has a significant positive effect on the Financial Performance of the Regional Government of the City of Bogor. The Balancing Fund partially has a significant negative effect on the Financial Performance of the Regional Government of Bogor City. The variables of Local Original Income and Balanced Funds simultaneously have a significant effect on the Financial Performance of the Regional Government of Bogor City. (Times New Roman, 10Pts, Italic, Spacing: Single space)Keywords: Regional Financial Performance, Financial Ratios, APBD. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kota Bogor Tahun 2011-2020 ditinjau dari rasio keuangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kota Bogor tahun 2011-2020. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan di jajaran Pemerintah Kota Bogor Provinsi Jawa Barat. Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kota Bogor. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis rasio dan analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik serta pengujian hipotesis. Hasil analisis kinerja keuangan, ditinjau dari rasio: (1) Rasio Kemandirian Keuangan Daerah dalam kategori kemampuan daerah Sedang, dan pola hubungan Partisipatif. (2) Rasio Ketergantungan Keuangan Daerah dengan kategori Sangat Tinggi. (3) Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal Keuangan Daerah dengan kategori Cukup. (4) Rasio Efektifitas terhadap Pendapatan Asli Daerah dengan kriteria Sangat Efektif. (5) Rasio Efisiensi Keuangan Daerah dengan kriteria Tidak Efisien. Hasil analisis ditinjau dari faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan daerah. Variabel Pendapatan Asli Daerah secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kota Bogor. Dana Perimbangan secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kota Bogor. Variabel Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kota Bogor.Kata Kunci: Kinerja Keuangan Daerah, Rasio Keuangan, APBD.
Analisis Faktor Penentu Pendapatan UMKM di Kabupaten Bogor Selama Periode Pemulihan Ekonomi Kinanty Rahmadania; Ari Tihar
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 2, No 2 (2024): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62389/bina.v2i2.55

Abstract

Penelitian ini fokus pada potensi pertumbuhan pendapatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bogor dalam konteks pemulihan ekonomi pasca pandemi. Melalui pendekatan metode deskriptif kuantitatif, penelitian ini menyelidiki keterkaitan antara faktor internal seperti modal usaha, jam kerja, lokasi usaha, dan sistem informasi akuntansi, serta faktor eksternal berupa kemitraan, terhadap pendapatan UMKM. Data diperoleh dari 99 UMKM di Kabupaten Bogor melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha, jam kerja, sistem informasi akuntansi, dan kemitraan memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pelaku UMKM dan pemangku kebijakan, menekankan pentingnya peningkatan modal usaha, optimalisasi jam kerja, implementasi sistem informasi akuntansi yang efektif, dan pengembangan kemitraan strategis sebagai pendorong utama pendapatan UMKM. Meskipun lokasi usaha tidak secara langsung memengaruhi pendapatan, aspek ini tetap relevan dalam konteks optimalisasi akses pasar dan distribusi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk merumuskan strategi pengembangan UMKM yang efektif dan berkelanjutan, yang pada gilirannya akan memperkuat pilar perekonomian Kabupaten Bogor dalam periode pemulihan ekonomi.Kata kunci: faktor internal, faktor eksternal, pendapatan, UMKM

Page 2 of 3 | Total Record : 28