BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Bina: Jurnal Pembangunan Daerah scope are: Education, Health,Public Works and Spatial Planning, Housing and Residential Areas, Peace and Public Order as Well as Community Protection, Social, Labor, Empowerment of Women and Child Protection, Food, Land, Environment, Population Administration and Civil Registration, Community and Village Empowerment, Population Control and Family Planning, Communication And Informatics, Cooperatives, Small and Medium Enterprises, Capital Investment, Youth and Sports, Statistics, Encoding, Culture, Library, Record Management, Marine and Fisheries, Tourist, Agriculture, Trading, Industry, Transmigration, Government, Planning, Finance, Staffing, Education and Training, Research and Development, Supervision, Territorial, National Unity and Politics, Innovation, Social and Environmental Responsibility.
Articles
28 Documents
Studi Kelayakan Lanud Atang Sendjaya Sebagai Bandara Komersial Tahun 2019
Tanti Novianti;
Windi Wijayanti;
Popi Rismayanti;
Imas Rosita
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 1, No 2 (2023): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62389/bina.v1i2.36
Kondisi wilayah Indonesia yang sangat luas dan berupa kepulauan mendorong hampir semua provinsi yang ada di Indonesia memiliki fasilitas bandar udara. Hal ini menunjukkan peran pentingnya bandara dalam memperlancar perpindahan baik orang maupun barang. Tingginya rata-rata pertumbuhan penumpang di Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusumah mengisyaratkan bahwa Bogor sebagai salah satu daerah penyangga Jakarta, memiliki potensi dan prospek untuk menjadi alternatif penyedia bandara agar dapat mengatasi tingginya lalu lintas penumpang pesawat. Terlebih lagi Kabupaten Bogor yang memiliki Lanud Atang Sendjaya yang dapat menjadi sebuah alternatif bandara komersial yang diharapkan dapat membantu tingginya permintaan akan transportasi udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan Lanud Atang Sendjaya menjadi bandara komersial dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bogor secara teknis maupun secara operasional. Metodologi yang digunakan adalah survey lapangan dan desk study. Rencana pengembangan Lanud Atang Senjaya menjadi bandara komersial akan memberikan dampak cukup luas baik positif maupun negatif terhadap perekonomian wilayah Bogor dan kondisi sosial masyarakat sekitar bandara Atang Senjaya.Kata Kunci: Bandara komersil, Lanud ATS, studi kelayakan
Pelibatan Penyandang Disabilitas dalam Pembangunan di Kabupaten Bogor Tahun 2022
M Arief Budiman
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 1, No 1 (2022): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62389/bina.v1i1.6
Partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan sangat penting karena dapat menumbuhkan sikap memiliki dan rasa tanggung jawab masyarakat terhadap pembangunan inklusi, yaitu melalui pelibatan seluruh komponen masyarakat termasuk penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas dapat memainkan peran penting dalam pembangunan dengan kemampuannya untuk mengatasi tantangan dan mengembangkan kepercayaan diri sangat penting dan mengagumkan. Sebagai pemerintah, adalah menjadi tugas utama untuk memungkinkan penyandang disabilitas mengalami kehidupan yang layak dan melibatkan partisipasi dalam pembangunan.Tujuan dalam penelitian ini yaitu memperoleh gambaran bagaimana pelibatan penyandang disabilitas dalam pembangunan baik sesuai kajian teoritis maupun fakta di lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif . Data dikumpulkan melalui studi literatur dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterlibatan para penyandang disabilitas masih masih belum efektif untuk mengakomodasi kebutuhan mereka dalam program pembangunan daerah mengingat keterlibatannya masih terbatas pada kegiatan Musrembang Kabupaten. Padahal, keterwakilan penyandang disabilitas dalam Musrenbang level desa/kelurahan dan kecamatan ditujukan agar berbagai kebutuhan dan kepentingan penyandang disabilitas dapat lebih terakomodasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemerintah untuk lebih mengoptimalkan peran penyandang disabilitas dalam pembangunan.
Analisis Determinan Faktor Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor pada Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021
Ospri Harmi
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 2, No 2 (2024): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62389/bina.v2i2.66
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi aspek krusial dalam lingkungan kerja, terutama di tengah pandemi Covid-19. Implementasi K3 menjadi kunci dalam mencegah kecelakaan dan penyakit yang dapat timbul akibat pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang terkait dengan penerapan K3 di kalangan pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor selama masa pandemi Covid-19. Melalui metode purposive sampling, data diperoleh dari 150 pegawai dengan penyebaran kuesioner dan kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, stres, fasilitas kesehatan, pengawasan K3, dan sikap memiliki kaitan dengan penerapan K3 di instansi tersebut. Implikasi penelitian ini menggarisbawahi pentingnya meningkatkan kesadaran dan upaya pencegahan risiko kerja melalui pelatihan, sosialisasi, dan kampanye K3. Penanganan stres menjadi hal penting untuk mencegah kecelakaan kerja, sementara penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai dan pengawasan K3 yang efektif mendukung penerapan K3. Rekomendasi penelitian mencakup kebutuhan akan studi lanjutan yang lebih mendalam, mungkin melalui pendekatan kualitatif, untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi penerapan K3 dengan lebih holistik.Kata Kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),Covid-19, Faktor Penerapan K3
Prediksi Jumlah Penumpang Lebaran Pelabuhan Tanjung Perak Menggunakan Regresi Linier
Siti Amelliah;
Riny Kusumawati;
Fety Fatimah
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 2, No 1 (2023): BINA:JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62389/bina.v2i1.49
Periode Lebaran sering menjadi momen dengan tingkat kunjungan penumpang yang tinggi di pelabuhan, karena banyaknya melakukan perjalanan mudik atau berwisata. Pelabuhan Tanjung Perak merupakan salah satu pelabuhan paling ramai yang berada di Surabaya, pelabuhan ini selalu kedatangan ratusan kapal laut setiap harinya. sehingga menjadikan aktivitas di pelabuhan ini begitu ramai dan tak pernah sepi sedikitpun. Pelabuhan ini memiliki peranan penting dalam perdagangan dan transportasi laut. Maka dari itu, untuk mengelola pelabuhan dengan efisien, penting untuk memahami tren dan pola yang terkait dengan jumlah penumpang pelabuhan ini agar dapat memprediksi jumlah penumpang di masa mendatang. Forecasting adalah metode untuk menduga dan memperkirakan kondisi di masa yang akan datang dengan mengacu pada kondisi saat ini dan masa lalu sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat. Metode Regresi Linier adalah metode yang digunakan untuk dapat melakukan prediksi jumlah penumpang pada masa lebaran tahun depan. Forecasting jumlah penumpang Lebaran dalah masalah yang rumit karena dipengaruhi oleh banyak variabel. Ini termasuk tanggal Lebaran, kebijakan pemerintah tentang libur nasional, tren perjalanan masyarakat, dan keadaan ekonomi. Oleh karena itu, memodelkan hubungan antara variabel independen seperti tanggal Lebaran dan variabel dependen seperti jumlah penumpang dapat dilakukan dengan bantuan regresi linier. Prediksi jumlah penumpang lebaran untuk tahun 2024.Menunjukkan nilai yang naik karena di pengaruhi oleh tren. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa teknik regresi linier sederhana dapat memprediksi jumlah penumpang lebaran untuk tahun 2024.
Analisis Komponen Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bogor dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya
Dedi Budiman Hakim;
Adi Hadianto;
Dian Verawati Panjaitan;
Windi Wijayanti
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 1, No 2 (2023): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62389/bina.v1i2.30
Perekonomian Kabupaten Bogor saling terkait antar sektor dan antar wilayah. Tumbuh dan berkembangnya Kabupaten Bogor sangat dipengaruhi oleh aspek spasial dan komponen-komponen lain penentu pertumbuhan wilayah Kabupaten Bogor. Oleh karena itu, perlu dianalisis komponen penentu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor dan faktor-faktor yang menjadi penentu pertumbuhan ekonomi wilayah itu sendiri. Metode analisis komponen pertumbuhan adalah LQ, SS, SQx, LQx, MC, dan SP. Sedangkan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor digunakan metode OLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa industri pengolahan merupakan salah satu sektor ekonomi yang menjadi basis dalam pembangunan ekonomi di Kabupaten Bogor. Disamping itu, terdapat sektor lain yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor. Semua sektor ini tidak berdiri sendiri dan memiliki posisi saling mendukung baik sebagai sumber pasokan (backward linkages) maupun pasar produk (forward linkages). Faktor-faktor yang signifikan memengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah luas wilayah, populasi, dan jumlah koperasi. Dalam konteks pertumbuhan ekonomi, fokus pembangunan dapat diarahkan pada sektor basis di setiap kecamatan. Namun agar terjadi pemerataan pembangunan (equity), pengembangan pertanian dalam arti luas dan kehutanan tetap menjadi prioritas karena banyak masyarakat yang tergantung kehidupannya dari kedua sektor ini.Kata Kunci: basis, ekonomi, kecamatan, pertumbuhan
The Relationship Between Interpersonal Communication and Toxic Relationships in Adolescents in Cimanggis Sub District Depok City
Hanifa Insyiradeasti
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 2, No 2 (2024): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62389/bina.v2i2.56
The basis of a successful relationship is communication, so if the communication carried out by the sender and receiver of the message is not successful, then the relationship will not run well, which is likely to arise a toxic relationship. Toxic relationships occur a lot among teenagers, the number of violence against women is increasing every year. But not only women are victims, men can also be victims of toxic relationships. The purpose of this study was to determine the relationship between interpersonal communication and toxic relationships in adolescents in Cimanggis District, Depok City. This research was conducted in Cimanggis sub-district, Depok City. This research uses quantitative methods. This study has 2 variables, namely Interpersonal Communication Barriers with Signs of Toxic Relationship. The data collection technique used by researchers is Non-Probability sampling with an accidental sampling approach. The data collection technique in this study used a questionnaire. The results of this study indicate that there is a significant relationship between Interpersonal Communication Barriers and Toxic Relationship in Adolescents in Cimanggis sub-district, Depok City. Indicators with the strongest correlation are Physical Barriers with Violence to bind partners, as well as Emotions and Aggressive. When they are in the long distance relationship phase, the perpetrator does not hesitate to commit acts of violence, threats, and control the victim because of the fear of excessive loss experienced by the perpetrator. They also often fight, because they are at a distance so that communication is sometimes unsuccessful, so negative emotions often arise.Keywords: characteristics; depok city; interpersonal communication; toxic relationship
Transformasi Digital di Bidang Kesehatan: Analisis Dampak Inovasi Digital di Puskesmas Kabupaten Bogor Tahun 2022
Ospri Harmi
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 1, No 2 (2023): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62389/bina.v1i2.37
Transformasi digital di sektor kesehatan telah menjadi topik yang semakin populer dan penting dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Indonesia dan institusi kesehatan telah mulai memperkenalkan inovasi digital di berbagai tingkat sistem kesehatan, termasuk di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Inovasi digital yang diterapkan di Puskesmas Kabupaten Bogor meliputi sistem informasi manajemen puskesmas, layanan konsultasi dokter online, penggunaan teknologi untuk pemantauan kesehatan jarak jauh pasien, dan lain sebagainya. Inovasi ini telah berkembang terutama sejak munculnya pandemi Covid-19, yang menyebabkan pembatasan pertemuan tatap muka dan mengarah pada gagasan baru tentang akses layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kualitas layanan yang terjadi sebagai dampak dari implementasi inovasi termasuk memetakan jenis-jenis perubahan dan model evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif (eksplorasi) dengan memilih metode Before After Comparison (kuantitatif) dan Post Test Without Comparison Group and Baseline Data (kualitatif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi digital yang dilaksanakan oleh puskesmas di Kabupaten Bogor menunjukkan adanya peningkatan dalam output layanan Selain itu, inovasi digital tersebut berdampak langsung terhadap efisiensi biaya, SDM pelaksana, dan waktu layanan.Kata Kunci: dampak inovasi, inovasi digital, puskesmas
Analisis Komponen Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bogor Periode 2016-2019
Dedi Budiman Hakim;
Adi Hadianto;
Dian Verawati Panjaitan
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 1, No 1 (2022): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62389/bina.v1i1.8
Penetapan sektor prioritas penting dilakukan untuk mengetahui kebijakan khusus yang diperlukan untuk mendukung pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, kebijakan tersebut dapat diterapkan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sektor-sektor basis dengan menggunakan model Location Quotient (LQ) dan untuk mengidentifikasi komponen-komponen pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan analisis Tipologi Klassen dan Shift Share (SS). Hasil analisis menunjukkan bahwa sektor basis di Kabupaten Bogor adalah Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, pertambangan, industri pengolahan, penyediaan air, pengelolaan limbah, dan limbah dan daur ulang memainkan peran yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi. Dua komponen dominan yang menentukan pertumbuhan ekonomi adalah faktor wilayah (perekonomian Provinsi Jawa Barat) dan keunggulan kompetitif beberapa sektor di Kabupaten Bogor. Pemerintah dapat fokus pada sektor-sektor utama dengan menetapkan instrumen fiskal yang memberikan dampak berganda terhadap perekonomian Kabupaten Bogor.