cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@unan.ac.id
Phone
+62292-426455
Journal Mail Official
lppm@unan.ac.id
Editorial Address
Jl. Gajah Mada No. 07 Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032437     EISSN : 27751163     DOI : https://doi.org/10.35720/TSCD3Kep
Core Subject : Health,
Merupakan jurnal terbitan berkala sejak 2016 dengan registrasi ISSN (print). Jurnal ini dikembangkan oleh LPPM Universitas An Nuur bersama Program Studi DIII Keperawatan. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak 2x setahun dan merupakan jurnal yang memuat hasil penelitian maupun konsep literature review bidang keperawatan dan kesehatan.
Articles 95 Documents
PENDAYAGUNAAN PERAWAT SEBAGAI TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS DALAM PELAKSANAAN KEBIJAKAN UPAYA PERBAIKAN GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS PURWODADI II Sulistiyarini Sulistiyarini; Christina Nur Widayati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 6, No 2 (2021): THE SHINE CAHAYA DUNIA D-III KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscd3kep.v6i2.322

Abstract

Latar belakang; Pendayagunaan perawat sebagai tenaga kesehatan sangat esensial di masyarakat pedesaan, karena salah satu tugas perawat adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada balita.Metode; Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis. Pengumpulan data dengan data primer dan sekunder dengan metode wawancara dari beberapa narasumber dan responden, serta studi kepustakaan dan dokumen-dokumen yang berkaitan. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif analitik.Hasil; Pemerintah Kabupaten Grobogan hingga saat ini belum menerbitkan pengaturan secara khusus terkait pendayagunaan perawat dalam pelaksanaan upaya perbaikan gizi. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Grobogan tetap mendasarkan pada produk hukum dasar yang telah diterbitkan oleh Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pelayanan Kesehatan Ibu, Bayi dan Anak di Bawah Lima Tahun. Tenaga kesehatan pada Puskesmas Purwodadi II, mengalami beberapa hambatan dalam pelaksanaan upaya perbaikan gizi pada balita, antara lain; kurangnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) khususnya anggaran gizi, kurangnya tenaga perawat dan gizi, fasilitas kesehatan yang belum memadai dan kondisi jalan yang masih berbatuan. Kata Kunci: Pendayagunaan Perawat, Pelaksanaan Kebijakan, Perbaikan Gizi, Balita.
PENGARUH PSIKOEDUKASI KELUARGA PADA MEKANISME KOPING KELUARGA GANGGUAN JIWA DI UPTD PUSKESMAS KARANGRAYUNG I Suryani Suryani; Nurus Sobikhatul Lami’ah
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 8, No 01 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA D-III KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscd3kep.v8i01.432

Abstract

Latar Belakang; Berdasarkan data dari WHO (World Health Organitation) tahun (2009) memperkirakan 450 juta orang diseluruh dunia mengalami gangguan mental, sekitar 10% orang dewasa mengalami gangguan jiwa dan 25% penduduk diperkiaran akan mengalami gangguan jiwa pada usia tertentu dalam rentang hidupnya yang biasanya terjadi dikalangan dewasa muda antara 18-21 tahun.Metode; Jenis penelitian ini yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre Experimental Design dengan rancangan Pre-Post test Group Design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, dan didapatkan 22 responden.Hasil; Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh psikoedukasi keluarga pada mekanisme koping keluarga pasien jiwa dengan hasil p value 0.000 < 0.05.Simpulan; Ada pengaruh psikoedukasi keluarga pada mekanisme koping keluarga pasien jiwa di UPTD Puskesmas Karangrayung I.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA DENGAN UPAYA PENCEGAHAN KEKAMBUHAN ISPA NON PNEUMONIA PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOROH I Ary Rahmaningsih; Anita Lufianti
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 1, No 2 (2016): THE SHINE CAHAYA DIII KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscd3kep.v1i2.28

Abstract

Latar Belakang, ISPA merupakan salah satu masalah kesehatan yang ada di negara berkembang dan negara maju. Hal ini disebabkan karena masih tingginya angka kesakitan dan angka kematian karena ISPA terutama pada bayi dan balita. Usia Balita adalah kelompok yang paling rentan dengan infeksi saluran pernapasan. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kekambuhan pada balita. Pengetahuan dan sikap mengenai kesehatan akan berpengaruh terhadap perilaku sebagai hasil jangka panjang dari pendidikan kesehatan hal itu dikarenakan dari pengetahuan dan sikap itulah akan tercipta upaya pencegahan kekambuhan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya.Tujuan, Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua dengan upaya pencegahan kekambuhan ISPA non pneumonia pada anak usia 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Toroh I.Metode, Jenis penelitian ini Deskriptif Korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sample menggunakan teknik Accidental Sampling, dengan jumlah sampel penelitian 48 responden, sedangkan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Untuk melihat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat menggunakan uji korelasi uji Spearman Rho. Hasil, Hasil yang diperoleh dari penelitian ini sebanyak 54,2% responden mempunyai pengetahuan cukup, 52,1% sikap cukup, 52,1 % upaya pencegahan kekambuhan baik. Hasil uji bivariat membuktikan bahwa pengetahuan berhubungan dengan upaya pencegahan kekambuhan ISPA (p=0.000), sikap berhubungan dengan upaya pencegahan kekambuhan ISPA (p=0.022).Simpulan, Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap orang tua dengan upaya pencegahan kekambuhan ISPA pada anak usia 1 – 5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Toroh I. Kata Kunci    : Pengetahuan, Sikap, Orang Tua, Upaya Pencegahan Kekambuhan ISPA, Balita.
PERSEPSI PASIEN JAMKESMAS TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DI PUSKESMAS GROBOGAN KABUPATEN GROBOGAN Rita Agustina Fitriani; Sutiyono Sutiyono
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 1, No 1 (2016): THE SHINE CAHAYA DIII KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscd3kep.v1i1.100

Abstract

Latar belakang, Pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin adalah masalah yang komplek dan penting  bagi manusia, sehingga semua manusia berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Puskesmas merupakan pihak terdepan dalam pelayanan kesehatan dengan memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat diwilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok, dengan perawat sebagai sumber daya manusia yang utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pasien jamkesmas terhadap kualitas pelayanan keperawatan di puskesmas Grobogan.Metode ; Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam  dengan 10 informan. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif model interaktif dengan tiga komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil, Hasil penelitian dapat diketahui bahwa kualitas pelayanan Keperawatan yang diberikan puskesmas Grobogan kabupaten Grobogan kepada pasien jamkesmas sesuai dengan persepsi pasien dan memberikan kepuasan kepada pasien jamkesmas. Dimensi yang menjadi pengukur kualitas pelayanan keperawatan di puskesmas Grobogan adalah:1) Bukti langsung dimana masih ada perawat yang belum lengkap dalam pemakaian atribut berseragam, 2) keandalan pelayanan yang tepat dan disiplin sesuai jadwal pelayanan yang ada, 3) daya tanggap perawat memberikan kepuasan dan respon positif pasien jamkesmas, 4) jaminan kepastian memberikan rasa aman dan nyaman yang dapat dirasakan pasien jamkesmas, 5) empati perawat terhadap pasien dengan komunikasi terapeutik untuk menjaga hubungan baik . Kesimpulan, Evaluasi kinerja perawat terutama dalam penampilan perawat yaitu dengan  meningkatkan kedisiplinan dalam memakai kelengkapan atribut perawat, menyediakan kotak saran dan menyebarkan angket untuk mengetahui persepsi dan tingkat kepuasan pasien. Kata kunci : Persepsi, Jamkesmas, Kualitas Pelayanan Keperawatan, Mutu Pelayanan
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR (KUSTA) Tety Sulestiyowati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA DIII KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscd3kep.v4i1.152

Abstract

Latar Belakang; Pembinaan dan pengawasan Pemerintah Daerah terhadap penanggulangan penyakit menular kusta perlu ditingkatkan. Mengingat seriusnya dampak yang ditimbulkan dari kejadian luar biasa dan wabah akibat penyakit menular, sehingga perlu diambil langkah-langkah pembinaan dan pengawasan bagi masyarakat.Untuk itu perlu dilihat peraturan perundang-undangan yang komprehensip di bidang penanganan wabah penyakit. Bagaimana pembinaan dan pengawasan Pemerintah Daerah terhadap penanggulangan penyakit menular kusta? Bagaimana kendala-kendala yang dihadapi Pemerintah Daerah dalam pembinaan dan pengawasan penanggulangan penyakit menular kusta? Bagaimana mengatasi kendala-kendala yang dihadapi Pemerintah Daerah dalam pembinaan dan pengawasan penanggulangan penyakit menular kusta di Kabupaten Jepara?Metode; Pendekatan penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitiannya deskriptif analitis, Analisis datanya kualitatif.Hasil; Dapat disimpulkan bahwa regulasi pembinaan dan pengawasan terhadap penanggulangan penyakit menular kusta yang telah dilakukan oleh pemerintahan daerah dengan mengeluarkan berbagai regulasi. Pembinaan dan pengawasan pemerintah daerah tersebut dinilai masih lamban sehingga angka kesakitan penyakit kusta di Wilayah Kabupaten Jepara masih tinggi. Kendala yang dihadapi pemerintah daerah dalam progam penanggulangan penyakit kusta yaitu penderita masih kurang responsif terdapat penyakit yang dideritanya, kurangnya tenaga atau sumber daya manusia dalam pelaksanaan pemberantasan penyakit kusta, sehingga petugas kesehatan yang menangani penyakit kusta harus mendapatkan double job dan kurangnya peran serta masyarakat dalam pengendalian penyakit menular kusta.Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut pemerintah daerah perlu memberikan penyuluhan tentang bahaya penyakit kusta dan cara penularannya dan memberikan pengobatan kepada secara cepat dan tepat untuk mencegah terjadi kecacatan, supaya dapat dilakukan tindakan oleh para petugas kesehatan di Wilayah Kabupaten Jepara. Kata Kunci: Pembinaan, Pengawasan, Pemerintah Daerah, Penanggulangan Penyakit Menular Kusta
GAMBARAN KUALITAS HIDUP KELUARGA DENGAN STROKE DI WILAYAH PUSKESMAS PURWODADI I KABUPATEN GROBOGAN Rahmawati Rahmawati; Mingle A Pistanty; Meity Mulya Susanti
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 5, No 1 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA D-III KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscd3kep.v5i1.203

Abstract

Latar Belakang : World Health Organization (2010) menyatakan setiap tahun 15 juta orang di seluruh dunia mengalami stroke. Sekitar lima juta menderita kelumpuhan permanen. Data di Puskesmas Purwodadi I pada tahun 2018 terdapat 212 pasien yang berobat dengan mengalami stroke dan 80% nya adalah stroke non hemoragic, pada Januari-Maret 2019 terdapat 38 pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Kualitas Hidup Keluarga dengan Stroke di Wilayah Puskesmas Purwodadi I.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif, dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian di ikuti oleh 38 responden yang di ambil dari Tekhnik sampling jenuh.Hasil : Kualitas hidup keluarga dengan stroke sangat buruk sebanyak 1 orang (2,6%), buruk sebanyak 19 orang (50%), sedang sebanyak 15 orang (39,5%), baik sebanyak 3 orang (7,9%).Kesimpulan : Kualitas hidup keluarga dengan stroke Kata Kunci: Kualitas Hidup, Stroke
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PADA LANSIA TENTANG VAKSIN COVID-19 TERHADAP MOTIVASI LANSIA MENGIKUTI VAKSINASI COVID-19 DI DUSUN NGABLAK DESA NGRAJI KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN Fitriani Fitriani; Wahyu Riniasih
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 6, No 2 (2021): THE SHINE CAHAYA DUNIA D-III KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscd3kep.v6i2.294

Abstract

Latar Belakang; Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2), penyakit ini pertama kali dilaporkan dari Wuhan, China pada 31 Desember 2019, kemudian menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia. Target total vaksin adalah 21.553.118 untuk lansia, namun hingga 17 Maret 2021 vaksinasi pertama hanya diikuti oleh 3,88% lansia dan vaksinasi kedua 0,03% lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan lansia tentang vaksin Covid-19 terhadap motivasi mengikuti vaksinasi Covid-19 di Dusun Ngablak Desa Ngraji.Metodologi; desain yang digunakan pada penelitian ini pre experimental design.dengan pendekatan pre-post test gruop. Tehnik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah responden 68 respondenHasil; berdasarkan uji wilcoxon  Diketahui p value (0,317) < ? 0,05. Dari hasil uji beda diatas menunjukkan nilai p value lebih besar dari 0,05 artinya tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media poster dan leaflet terhadap motivasi lansia mengikuti vaksinasi.Kesimpulan; tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang vaksin Covid-19 terhadap motivasi lansia mengikuti vaksinasi Covid-19 di Dusun Ngablak Desa Ngraji. Kata Kunci; Pendidikan Kesehatan, Poster, Leaflet, Vaksin Covid-19, Motivasi, Lansia
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Ny. S DENGAN FOKUS INTERVENSI KOMPRES JAHE UNTUK MENGURANGI NYERI PADA GOUT ARTHRITIS DI DESA SIDOREJO KECAMATAN PULOKULON KABUPATEN GROBOGAN Wahyu Riniasih
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 7, No 02 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA D-III KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscd3kep.v7i02.382

Abstract

Latar belakang; Prevalensi penyakit nyeri sendi di Indonesia mencapai 34,4 juta orang denganperbandingan penyakit sebesar 15,5% pada pria dan 12,7% pada Wanita (Riskesdas 2018).Prevalensi penyakit gout arthritis di Indonesia terjadi pada usia di bawah 34 tahun sebesar 32%dan di atas 34 tahun sebesar 68%.Tujuan penelitian;Untuk memberikan asuhan keperawatan keluarga Ny.S dengan fokusintervensi kompres jahe untuk mengurangi nyeri gout arthritis Di Desa Sidorejo KecamatanPulokulon Kabupaten Grobogan.Metodologi; Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitiankuantitatif research.Subjek penelitian ini adalah keluarga Ny.S khususnya Ny.S yangmengalami gout arthritis. Instrumen pengkajian menggunakan format pengkajian keperawatankeluarga yang dilakukan dengan metode pengumpulan data mulai pengkajian, analisa data,skoring, prioritas masalah, intervensi keperawatan, implementasi, dan evaluasi pada pasiendengan nyeri gout arthritisHasil; Hasil penelitian menunjukan diagnosis utama pada Ny.s adalah Nyeri Akut. Evaluasipelaksanaan kompres jahe menunjukkan Ny. S mengatakan nyeri sudah berkurang, klientampak tenang, dan skala nyeri menjadi 1. Hasil data penelitian didapatkan p value 0,046 halini berarti terdapat pengaruh dalam kompres jahe terhadap penurunan nyeri pada gout arthritis.Kesimpulan; Nyeri gout arthritis berkurang dengan intervensi kompres jahe
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN THE BIG FIVE DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PARANORMAL DEWASA MADYA DI KOTA SEMARANG Puput Mulyono
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 1, No 1 (2016): THE SHINE CAHAYA DIII KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscd3kep.v1i1.16

Abstract

Latar belakang; Masyarakat Indonesia pada umumnya masih mempercayai hal-hal mistis. Hal ini terbukti dari menjamurnya praktik-praktik paranormal di berbagai daerah. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris hubungan antara kepribadian the big five dengan kesejahteraan psikologis pada paranormal dewasa madya di Kota Semarang. Hipotesis yang diajukan adalah hubungan antara kepribadian the big five dengan kesejahteraan psikologis pada paranormal dewasa madya di Kota Semarang.Metode; pengumpulan data yang digunakan adalah dengan skala kesejahteraan psikologis dan skala karakteristik kepribadian. Metode analisis data menggunakan analisis regresi lima prediktor untuk menguji hipotesis mayor dan analisis korelasi product moment untuk menguji hipotesis minor.Hasil; Uji hipotesis mayor adalah secara simultan ada hubungan yang signifikan antara karakteristik kepribadian dengan kesejahteraan psikologis pada paranormal, yang ditunjukkan dengan nilai korelasi Rx1-5y=0,877 dan F=40,753 dengan p<0,01. Hasil uji hipotesis minor adalah (1) ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara neurotism dengan kesejahteraan psikologis pada paranormal (rx1y=-0,460, p<0,01), (2) ada hubungan positif yang sangat signifikan antara extraversion dengan kesejahteraan psikologis pada paranormal (rx2y=0,724, p<0,01), (3) ada hubungan positif yang sangat signifikan antara openness dengan kesejahteraan psikologis pada paranormal (rx3y=0,646, p<0,01), (4) ada hubungan positif yang sangat signifikan antara agreeableness dengan kesejahteraan psikologis pada paranormal (rx4y=0,724, p<0,01), (5) ada hubungan positif yang sangat signifikan antara conscientiousness dengan kesejahteraan psikologis pada paranormal (rx5y=0,740, p<0,01).Kesimpulan; Hipotesis diterima. Kata kunci: Kesejahteraan Psikologis, Kepribadian The Big Five, Paranormal
HUBUNGAN ANTARA USIA, JENIS KELAMIN, PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN DENGAN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) PADA LANSIA DI PUSKESMAS GRIBIG KABUPATEN KUDUS Nurulistyawan Tri Purnanto; Siti Khosiah
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): THE SHINE CAHAYA DIII KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscd3kep.v3i1.95

Abstract

Latar belakang: Peningkatan pertumbuhan lansia diseluruh belahan dunia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Jumlah lansia diperkirakan akan meningkat menjadi 28,8 juta pada tahun 2020. Hal ini dibutuhkan kemandirian lansia agar mampu tetap produktif diusia senja. Semakin baik tingkat kemandirian lansia diharapkan mampu untuk meningkatkan status kesehatan lansia. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara Usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan lansia terhadap tingkat kemandirian lansia.Metode: Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif  dengan metode korelasional dan pendekatan cross sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 43 respoden yang akan dianalisa dengan menggunakan pearson product moment.Hasil: Berdasarkan analisa diketahui bahwa terdapat hubungan antara usia dengan tingkat kemandirian lansia (p-value 0,000), dan terdapat hubungan negatif antara pekerjaan dengan  kemandirian lansia (p-value 0,013). Jenis kelamin dan pendidikan responden tidak memiliki hubungan dengan kemandirian lansia dengan p-value masing-masing sebesar 0,241 dan 0,313.Kesimpulan: hanya usia dan pekerjaan yang memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kemandirian lansia. Kata Kunci: Usia, Jenis Kelamin, Pendidikan dan Pekerjaan Lansia, ADL, Posyandu

Page 7 of 10 | Total Record : 95