Articles
95 Documents
HUBUNGAN MOTIVASI DAN GAYA BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH ASKEB BERSALIN DANBAYI BARU LAHIR PADA MAHASISWA SEMESTER III DIPLOMA III KEBIDANAN AR-RUM SALATIGA
Tety Sulestiyowati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 1, No 2 (2016): THE SHINE CAHAYA DIII KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35720/tscd3kep.v1i2.108
Latar belakang; Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh lima faktor yaitu bakat belajar dan motivasi belajar, waktu yang tersedia untuk belajar, gaya belajar, kualitas pengajaran, dan lingkungan. Sedangkan menurut Clark dalam Nana Sudjana & Ahmad Rivai (2001) mengungkapkan hasil belajar siswa di sekolah dipengaruhi oleh kemampuan siswa sebesar 70% dan dipengaruhi oleh lingkungan sebesar 30%. Hasil belajar ini dilihat dari perolehan nilai mahasiswa dari masing-masing mata kuliah yang telah diujikan.Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah motivasi belajar, karena motivasi dapat mendukung keberhasilan dalam proses belajar yang akan merubah perbuatan belajar seseorang. Motivasi dan belajar merupakan hal yang saling berkaitan dan mempengaruhi dan keberhasilan proses belajar suatu mata kuliah dapat dicapai dengan motivasi atau keinginan dari mahasiswa tersebut untuk mempelajari materi.Metode; Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu studi korelasi dengan pendekatan cross sectional, dimana pengambilan data menggunkan data primer. Analisa data menggunakan uji uji statistik chi square, populasi adalah semua mahasiswa Akbid Ar-Rum Salatiga Semester III (tiga),Hasil; Hasil uji statistik chi square antara motivasi belajar dengan hasil belajar mata kuliah askeb II, diperoleh hasil x2 hitung sebesar 6,772 dan berdasarkan dk =2 dengan taraf kesalahan 5% (α=0,05) dan harga x2 tabel= 5,991, maka Ho ditolak dan Ha diterima karena harga chi kuadrat hitung lebih besar dari harga tabelKesimpulan; ada hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar mata kuliah askeb Bersalin dan Bayi Baru Lahir. Kata kunci : Motivasi Belajar, Gaya Belajar, Hasil Belajar
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU DIET RENDAH PURIN PADA LANSIA DENGAN ASAM URAT TINGG DI DESA KARANGHARJO KECAMATAN PULOKULON
Nofita Sari;
Suryani Suryani;
Christina Nur Widayati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA DIII KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35720/tscd3kep.v4i2.172
Latar Belakang: Asam urat adalah asam yang berbentuk kristal-kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin bentuk turunan nucleoprotein,yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Sedangkan pemicunya adalah makanan dan senyawa lain yang banyak mengandung purin. Sebetulnya tubuh menyediakan 85% senyawa purin untuk kebutuhan setiap hari. Ini berarti bahwa kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15%. Tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku diet rendah purin pada lansia dengan asam urat tinggi di Desa Karangharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten GroboganMetode: Metode yang digunakan adalah Deskriptif Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling, dan didapatkan 46 responden. Sesuai data dari Puskesmas Pulokulon II pada bulan Agustus 2019. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner, kuesioner tentang pengetahuan dan perilaku diet rendah purin. Analisis datanya dengan bantuan SPSS menggunakan uji Spearman Rho.Hasil: Berdasarkan analisis menggunakan SPSS versi 16.0 dengan uji Spearman Rho diperoleh nilai p =0,000 jadi korelasi kedua variabel signifikan karena besarnya nilai p (p-value) lebih kecil dibandingkan dengan besarnya ? = 0,05. Berarti secara statistic terdapat hubungan yang bermakna antara kedua variabel.Kesimpulan: Dari hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku diet rendah purin pada lansia dengan asam urat tinggi. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Perilaku, Asam Urat
PENURUNAN INTENSITAS NYERI REMATIK DENGAN BALURAN TUMBUKAN JAHE DAN CENGKEH DI PUSKESMAS PENAWANGAN 1
Sutrisno Sutrisno;
Gigih Kenanga Sari;
Kiki Natassia
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 5, No 1 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA D-III KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35720/tscd3kep.v5i1.207
Latar belakang: Rematik merupakan penyakit inflamasi sistemik kronis yang menyerang persendian terutama sendi synovial yang dapat mengganggu aktifitas penderita karena rasa nyeri yang ditimbulkan. Penurunan intensitas nyeri rematik dapat diturunkan dengan membalurkan campuran tumbukan jahe dan cengkeh pada area nyeri sendi dengan sensasi rasa hangat yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian baluran campuran tumbukan jahe dan cengkeh terhadap penurunan intensitas nyeri rematik di puskesmas penawangan 1.Metode: Pada penelitian ini menggunakan desain Quasi Experimen dengan rancangan pretest-posttest control group design. Teknik pengambilan sampel dengan probability sampling, metode yang digunakan simple random sampling dengan 40 responden yang dibagi 2 yaitu 20 pada kelompok kasus dan 20 lagi pada kelompok kontrol.Hasil: Sebelum diberikan baluran campuran tumbukan jahe dan cengkeh diperoleh nilai rata-rata (mean) skala nyeri sebesar 5.00 pada kelompok kasus dan 4.70 pada kelompok kontrol, sedangkan sesudah diberikan baluran campuran tumbukan jahe dan cengkeh diperoleh hasil sebesar 1.60 pada kelompok kasus dan 3.85 pada kelompok kontrol. Hasil uji diperoleh nilai ? = 0.000 (? < 0.05) yang menunjukan adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi.Simpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian baluran campuran tumbukan jahe dan cengkeh terhadap penurunan intensitas nyeri rematik di Puskesmas Penawangan 1. Kata kunci: Rematik, Skala Nyeri, Campuran Tumbukan Jahe Dan Cengkeh
PERLINDUNGAN HUKUM PADA PASIEN DALAM PELAKSANAAN KESELAMATAN PASIEN OLEH PERAWAT DI RUMAH SAKIT PANTI RAHAYU YAKKUM
Christina Nur Widayati;
Sulistiyarini Sulistiyarini
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 6, No 2 (2021): THE SHINE CAHAYA DUNIA D-III KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35720/tscd3kep.v6i2.321
Latar Belakang; Fasilitas kesehatan melakukan pelayanan kesehatan berdasarkan dengan mengutamakan keselamatan pasien. pelaksanaan Keselamatan Pasien perlu sekali adanya dukungan dan kerjasama seluruh bagian dirumah sakit, terutama peran perawat sangat penting. Oleh karena itu seorang perawat dalam memberikan asuhan kepada pasien harus sesuai dengan kode etik, standar profesi, standar pelayanan keperawatan, dan standard prosedur operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perlindungan Hukum pada Pasien dalam Pelaksanaan Keselamatan Pasien oleh Perawat di Rumah Sakit Panti Rahayu Yakkum Purwodadi.Metode; Penelitian dilakukan pendekatan yuridis sosiologis, spesifikasi penelitian dalam tesis ini adalah termasuk diskriptif analitik. Cara pengumpulan data yang digunakan dengan mencari bahan pustaka dari berbagai literatur dan mendapatkan langsung ke lapangan. Pengambilan sample dengan purposive sampling.Hasil;. Rumah sakit Panti Rahayu dalam pelaksanaan keselamatan pasien sudah mengacu pada perundang-undangan yang ada, serta peraturan interna Rumah sakit yang mengatur pelaksanaan keselamatan pasien. Dalam pelaksanaan keselamatan pasien diawali dengan dibentuknya Tim Keselamatan Pasien Rumah Sakit (TKPRS). Pelaksanaan Keselamatan Pasien meliputi, Membangun tim termasuk komunikasi dan budaya tim, Pelaporan insiden sudah berjalan dan dilakukan oleh perawat, sudah dilaksanakan desinfektan lingkungan setiap hari untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi, Penyediaan perawatan pasien untuk pasien terkonfirmasi covid-19.Kesimpulan; Berdasarkan hasil penelitian bahwa Perlindungan Hukum pada pasien dalam Pelaksanan Keselamatan Pasien sudah sesuai dan sudah dilakukan dengan baik. Dibuktikan di Rumah Sakit Panti Rahayu Yakkum Purwodadi Peraturan yang mengatur tentang Pelaksanaan keselamatan pasien sudah ada, dan sudah di sosialisasikan. Pelaksanaan keselamatan pasien oleh perawat sebagian besar sudah dilakukan dengan baik. Akan tetapi di karenakan masa pandemi covid-19 pelaksanaannya belum bisa terpenuhi secara maksimal. Kata Kunci : Rumah Sakit, perawat, Keselamatan Pasien
PENGARUH COACHING TERHADAP SELF EFFICACY PADA PASIEN STROKE ISKEMIK: KAJIAN LITERATURE REVIEW
Fuji Istiana;
Febi Septiani
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 8, No 01 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA D-III KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35720/tscd3kep.v8i01.431
Latar Belakang: Stroke iskemik menimbulkan beberapa dampak, diantaranya yaitu pembatasan fisik, disfungsi sosial dan psikologi yang dapat menyebabkan perubahan kondisi sehingga dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan yang berhubungan dengan self efficacy. Hasil pengkajian psikologi menunjukkan bahwa pasien-pasien stroke yang dirawat di Rumah Sakit Elisabeth medan rata-rata mengatakan kurang memiliki keinginan melakukan latihan fisik karena tidak yakin menghadapi gangguan fisik yang dialaminya. Coaching merupakan salah satu upaya yang dapat mempengaruhi self efficacy pada pasien stroke dalam melakukan aktivitas atau latihan gerak.Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah literatur review. Sumber yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah jurnal, artikel dan buku referensi dengan kata kunci self efficacy, stroke, dan coaching.Hasil: Beberapa elemen yang ada pada coaching dapat meningkatkan self efficacy pada pasien stroke iskemik. Pemberian informasi yang berupa edukasi tentang stroke, stroke self management, aktivitas sehari-hari dan pola gaya hidup yang sehat dan keterampilan berupa latihan ROM (Range Of Motion) dapat mempengaruhi proses kognitif, Negotiating health behavior dapat mempengaruhi proses seleksi dengan pendekatan psikoterapi untuk menangani perilaku maladaptif melalui tujuan yang berorientasi dan prosedur sistematis, penyediaan training pemecahan masalah dapat mempengaruhi proses motivasional. dalam proses motivasional seseorang membentuk keyakinan bahwa diri mereka mampu dan mengantisipasi berbagai kemungkinan outcome positif dan negatif. Penyediaan training pemecahan masalah sebagai salah satu elemen dari strategi coaching hadir sebagai upaya yang dapat mempengaruhi proses motivasional sebagai dimensi dalam self efficacy, dan membantu aspek emosional dapat mempengaruhi proses afektif dalam atribut self efficacy yang dipengaruhi oleh tekanan yang dialami ketika seseorang menghadapi situasi-situasi yang mengancam, dimana reaksi-reaksi emosional tersebut dapat mempengaruhi tindakan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pengubahan jalan pikiran.Kesimpulan: Coaching yang terdiri dari beberapa elemen dapat digunakan perawat sebagai intervensi dalam upaya peningkatan self efficacy pada pasien stroke iskemik.
MOTIVASI KYAI SEMBUR DALAM PENGOBATAN ALTERNATIF
Puput Mulyono
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 2, No 2 (2017): THE SHINE CAHAYA DIII KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35720/tscd3kep.v2i2.20
Latar belakang; Kecanggihan dunia medis sekarang ini nampaknya mulai diiringi oleh perkembangan berbagai pengobatan alternatif yang menjamur di berbagai tempat termasuk kyai sembur. Kyai sembur adalah Kyai yang tidak punya pesantren maupun majelis taklim tetapi sering kedatangan masyarakat untuk berkonsultasi, dimintai berkah doanya oleh masyarakat karena Kyai Sembur ini memiliki derajat spiritualitas yang tinggi. Tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk mengetahui bagaimana motivasi kyai sembur dalam pengobatan alternatif.  Metode; Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang menggunakan metode pengumpulan data secara observasi, interview dan dokumentasi. Adapun analisis datanya menggunakan analisis deskriptif kualitatif.Hasil; Dalam penelitian ini diungkapkan bahwa dari ketiga subyek, dapat dilihat bahwa motivasi seseorang menjadi kyai sembur pada pengobatan alternatif karena ingin menolong sesama. Hal ini dapat diketahui dari kebiasaan subyek, baik subyek pertama sampai subyek ketiga, yang cenderung ingin hidupnya bermakna bagi orang lain.Kesimpulan; Motivasi seseorang menjadi kyai sembur pada pengobatan alternatif karena ingin menolong sesama. Kata kunci; Motivasi, Pengobatan Alternatif
PENGARUH PERAWATAN LUKA DI RUMAH TERHADAP KECEMASAN PADA PASIEN ULKUS DIABETES MELITUS DI WILAYAH PUSKESMAS TOROH I
Dwi Tristiningdyah
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 1, No 1 (2016): THE SHINE CAHAYA DIII KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35720/tscd3kep.v1i1.99
Latar belakang; Penyakit diabetes melitus hampir semua disertai dengan ulkus sebabnya kerusakan saraf pada kulit lebih sering mengalami cedera sehingga menyebabkan ulkus (borok). Pasien dengan disertai ulkus akan timbul gejala psikologis yaitu kecemasan. Perawatan di rumah merupakan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif yang diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh perawatan luka di rumah terhadap kecemasan pada pasien ulkus diabetes melitus.Metode; penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan 15 responden dengan kriteria yang telah ditentukan diberikan perlakuan perawatan luka dan menilai jumlah kecemasan sebelum dan setelah tindakan. Uji statistik yang digunakan adalah paired t test dengan t hitung (9.025) > t tabel (1.761) dan apabila dilihat dari nilai p= 0,000 < 0,05. Jadi hipotesis nol ditolak yaitu perawatan luka di rumah berpengaruh terhadap penurunan kecemasan pada pasien ulkus diabetes melitus di wilayah Puskesmas Toroh I.Hasil; penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan bagi pelayanan kesehatan untuk dijadikan bahan pertimbangan pada semua pasien ulkus diabetes melitus dengan kecemasan, apabila untuk mengurangi kecemasan perawat dapat melakukan perawatan luka di rumah untuk mengurangi kecemasan pasien.Kesimpulan; perawatan luka di rumah berpengaruh terhadap penurunan kecemasan pada pasien ulkus diabetes melitus di wilayah Puskesmas Toroh I. Kata Kunci: Pengaruh Perawatan Luka, Kecemasan, Ulkus Diabetes Mellitus
TANGGUNG JAWAB PUSKESMAS TERHADAP PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS DARI IBU KE ANAK DALAM UPAYA PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR
Retnaning Muji Lestari
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA DIII KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35720/tscd3kep.v4i1.151
Latar belakang; Kasus HIV/AIDS di kota salatiga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Termasuk di dalamnya yaitu terjadi peningkatan jumlah kasus penularan HIV/AIDS dari Ibu ke Anak. Dalam hal ini Tanggung Jawab Puskesmas terhadap Pencegahan Penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak sangat diperlukan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan Pertama yang tugas utamanya adalah upaya promotif dan preventif, terutama dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Berdasarkan Hal tersebut maka Peneliti ingin meneliti tentang Tanggung Jawab puskesmas terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak dalam upaya pemberantasan penyakit menular. Tujuan; (1) Untuk mengetahui dan menganalisis penerapan Tanggung Jawab Puskesmas Terhadap Pencegahan Penularan HIV/AIDS Dari Ibu Ke Anak dalam Upaya Pemberantasan Penyakit Menular di Kota Salatiga (2) Untuk mengetahui kendala-kendala dalam pelaksanaan Tanggung Jawab Puskesmas terhadap pencegahan penularan hiv/aids dari ibu ke anak dalam upaya pemberantasan penyakit menular di Kota Salatiga dan upaya mengatasinyaMetode : Pendekatan penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitiannya deskriptif  analitis, Analisis datanya kualitatif.Hasil : Setiap Puskesmas di Kota Salatiga telah melakukan upaya pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak, namun masih ada beberapa hal yang belum dilaksanakan secara maksimal.   Kata kunci : Tanggung Jawab Puskesmas, Pencegahan Penularan HIV/AIDS, Ibu ke Anak, Pemberantasan Penyakit Menular
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN PESERTA PROLANIS DENGAN PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS DI FKTP PURWODADI
Wahyu Riniasih;
Wahyu Dewi Hapsari
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 5, No 1 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA D-III KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35720/tscd3kep.v5i1.202
Latar Belakang; Diabetes menjadi penyebab kematian utama peringkat 7 pada tahun 2030. WHO memprediksi kenaikan jumlah pasien di Indonesia dari 8,4 juta pasien pada tahun 2000 menjadi 21,3 juta pasien pada tahun 2030. Indonesia termasuk 10 Negara terbesar penderita Diabetes Melitus di dunia.Tepatnya, posisi Indonesia ada di nomor 7 dengan jumlah penderita sebanyak 8,5 juta orang. WHO-QOL (1996) menjelaskan bahwa kualitas hidup adalah persepsi individu terhadap kondisi di dalam hidupnya yang sesuai dengan budaya ataupun norma-norma yang dianut di lingkungan tempat tinggalnya terkait kebaikan di dalam hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan peserta prolanis dengan peningkatan kualitas hidup peserta prolanis yang menderita diabetes melitus di FKTP Purwodadi.Metode; Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yaitu sebanyak 60 orang.Hasil; Berdasarkan analisi menggunakan komputerisasi dengan Uji Chi-Square didapatkan tidak ada sel yang mempunyai nilai expeted count < 5 % dan analisis antara tingkat pendidikan dengan kualitas hidup diperoleh nilai P value 0,00 yang berarti nilai p < 0,05.Simpulan; Dari hasil penelitian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan peningkatan kualitas hidup peserta prolanis yang menderita DM di FKTP Purwodadi. Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Tingkat Pendidikan,Kualitas Hidup, Lansia
PENGARUH PARENTAL FEEDING TERHADAP STATUS GIZI KURANG ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK I DESA SINDUREJO KECAMATAN TOROH KABUPATEN GROBOGAN
Diah Praneswari
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 6, No 1 (2021): THE SHINE CAHAYA DUNIA D-III KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35720/tscd3kep.v6i1.293
Latar belakang : Masalah gizi pada hakekatnya adalah masalah kesehatan masyarakat dan dianggap sebagai masalah serius apabila prevalensi status gizi kurang antara 10-14% dan dianggap kritis apabila ? 15%. Status gizi kurang merupakan suatu kondisi yang terjadi apabila tubuh mengalami kekurangan zat-zat gizi esensial dan penyebabnya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang terikat satu dengan yang lainnya. Salah satu faktor yang berperan penting dalam pemenuhan gizi anak adalah parental feeding (pola asuh makan orang tua kepada anak). Orang tua memiliki tanggung jawab penuh terhadap pengasuhan anak, tidak hanya kebutuhan dalam aspek fisik anak juga memerlukan bimbingan dan kasih sayang termasuk dalam memenuhi kebutuhan nutrisi atau gizi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan : Menganalisa pengaruh parental feeding terhadap status gizi kurang anak usia pra sekolah di Taman Kanak-Kanak 1 Desa Sindurejo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.Metodologi : Deskriptif komparatif dengan pendekatan Case Control yang bersifat “retrospektif”dengan metode pengumpulan data melalui observasi dan kuesioner terstruktur yang ditujukan kepada 24 responden yang didapat dengan cara Quota Sampling dengan teknik non-probability sampling.Hasil : Hasil analisa uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (? = 0.05) menunjukkan p-value = 0.004 dan OR (Odds Ratio) sebesar 25.000. Artinya terdapat pengaruh parental feeding terhadap status gizi kurang anak usia pra sekolah di Taman Kanak-Kanak 1 Desa Sindurejo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan dan parental feeding kurang baik mempunyai kemungkinan (probabilitas) 25 kali mengalami status gizi kurang dibandingkan dengan responden dengan parental feeding baik.Kesimpulan : Terdapat pengaruh yang signifikan antara parental feeding terhadap status gizi kurang anak usia pra sekolah di Taman Kanak-Kanak 1 Desa Sindurejo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan. Kata Kunci : Status Gizi Kurang, Parental Feeding