cover
Contact Name
dwi nurrahmi kusumastuti
Contact Email
amikusumastuti@akrb.ac.id
Phone
+6288216012981
Journal Mail Official
lppm.akrb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Laksda Adisucipto No.1, Papringan, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi AKRAB
ISSN : 25414305     EISSN : 25487310     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ilmu Komunikasi AKRAB adalah terbitan ilmiah berkala yang terbit dua kali setahun pada bulan Oktober dan April. Jurnal ini fokus pada bidang ilmu komunikasi dalam bentuk akumulasi pengetahuan baru, pengamatan empiris atau hasil penelitian, dan pengembangan gagasan baru.
Articles 66 Documents
Komunikasi Dalam Wilayah Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Yudhatama, Iranda; Virgo Kartika, Widyaningtyas
Jurnal Ilmu Komunikasi AKRAB Vol. 10 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : AKADEMI KOMUNIKASI RADYA BINATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the context of development and community empowerment and social change, academics and practitioners may differ somewhat regarding the terminology and definitions they use regarding the role and function of communication. However, in substance, they can be said to be relatively similar, namely, that development and community empowerment programs cannot produce social change without ongoing and socially and culturally relevant communication activities between the implementing agency for the development or community empowerment program and the beneficiary groups of the program Based on this context, this article attempts to explain the relationship between communication science and community empowerment and the role of communication in community empowerment programs through literature studies. Some of the literature that became the main study materials were books, including Designing Messages for Development Communication; An Audience Participation Based Approach, (Mody, 1998); Diffusions of Innovations, 5th Edition,(Rogers, 2003); Communication for Development and Social Change, (Servaes, 2008) and several journal articles. The results of the study show that communication is a very important factor in community empowerment, and in theory and practice there are at least three communication models that are often used, namely; (1) the innovation diffusion model; (2) the participatory communication model and (3) the ethnographic communication model.
IMITASI BUDAYA HALLYU DALAM ARUS GLOBALISASI DAN MASYARAKAT SIBER: ANALISIS TEORI IMPERIALISME BUDAYA HERBERT SCHILLER Muflichah, Halla Sayyidah; Saputri, Dessy Listiana
Jurnal Ilmu Komunikasi AKRAB Vol. 10 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : AKADEMI KOMUNIKASI RADYA BINATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Hallyu atau Korean Wave telah menjadi salah satu fenomena budaya global paling berpengaruh di abad ke-21, memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses imitasi budaya Hallyu di Indonesia dalam konteks globalisasi dan masyarakat siber, menggunakan kerangka teori imperialisme budaya Herbert Schiller. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis deskriptif-kualitatif terhadap data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah, artikel akademik, dan laporan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran budaya populer Korea melalui media digital, seperti YouTube, TikTok, Netflix, dan Instagram, memfasilitasi proses imitasi budaya secara masif. Proses ini berdampak positif dalam meningkatkan kreativitas, memperluas wawasan lintas budaya, dan mendorong pertumbuhan industri kreatif; namun juga membawa konsekuensi negatif seperti krisis identitas, konsumerisme berlebihan, dan homogenisasi budaya. Analisis menggunakan teori Schiller menunjukkan bahwa fenomena Hallyu mencerminkan bentuk imperialisme budaya yang bekerja secara halus melalui media global, meskipun berasal dari negara non-Barat. Kajian ini menegaskan pentingnya literasi budaya dan sikap kritis generasi muda untuk memfilter pengaruh budaya asing, serta perlunya penguatan budaya lokal di tengah arus globalisasi.
Komunikasi Intrapersonal: Analisa Perilaku Muhasabah untuk Evaluasi Diri Sudarmawan, Wahyu
Jurnal Ilmu Komunikasi AKRAB Vol. 10 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : AKADEMI KOMUNIKASI RADYA BINATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini merupakan survei dari 113 responden yang dilibatkan dalam penelitian tentang komunikasi intrapersonal terkait perilaku muhasabah untuk evaluasi diri. Analisis crosstab dengan parameter chi-square dilakukan untuk mencari kaitan karakteristik individu dengan perilaku muhasabah untuk evaluasi diri. Hasil menemukan bahwa karakteristik individu yang terdiri dari gender, umur, domisili dan pekerjaan tidak signifikan dengan komunikasi intrapersonal. Terkait dengan perilaku muhasabah, variabel pekerjaan ditemukan signifikan.
Mal Sebagai Ruang Ketiga: Eksplorasi Perilaku Window Shopping Masyarakat Urban Kota Mudjiyanto , Bambang; Yanuar, Fit; Launa, Launa
Jurnal Ilmu Komunikasi AKRAB Vol. 10 No. 02 (2025): Oktober
Publisher : AKADEMI KOMUNIKASI RADYA BINATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Today, malls have transformed from mere shopping centers (transactions) into strategic social spaces. In dense urban spaces, malls often function as a ‘third space’—a neutral public space outside the home (first space) and workplace (second space)—that facilitates social interaction as well as relaxation and recreational activities. This study will explore window shopping behavior among urbanites as a form of non-transactional participation in the consumerist space. Through a qualitative study using virtual phenomenology and a non-participatory observation approach with mall visitors, this study found that window shopping is not only related to shopping interests but also becomes a social practice that reflects the need for escapism, identity flexing, and the fulfillment of psychosocial needs. Malls provide a comfortable, safe, and well-conditioned environment, making them a primary choice for urbanites to unwind and build social connectivity. These findings indicate that the function of malls has transcended issues of consumerism and commercialization. As a third space, malls have become an important arena for modern urban social life.
PENGOPTIMALAN VARIASI SIZE SHOT DENGAN LENSA SIGMA 50MM F/1.4 PADA PRODUKSI FEATURE BUDAYA "GELIAT KESENIAN RAKYAT: KETHEK OGLENG WONOGIRI" Khomarudin, Ahmat; prabowo, fadeyanto
Jurnal Ilmu Komunikasi AKRAB Vol. 11 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : AKADEMI KOMUNIKASI RADYA BINATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengoptimalan teknik variasi size shot menggunakan lensafixed Sigma 50mm f/1.4 dalam produksi program feature budaya berjudul "Geliat KesenianRakyat: Kethek Ogleng Wonogiri". Tari Kethek Ogleng merupakan kesenian khasKabupaten Wonogiri yang terinspirasi dari tingkah laku kera di alam liar dan memiliki duaversi penyajian: tradisional dan kreasi. Penelitian ini bertujuan membuktikan bahwaketerbatasan focal length tetap pada lensa fixed tidak menghalangi kamerawanmenghasilkan beragam variasi size shot yang efektif untuk menyampaikan narasi visual.Metode yang digunakan adalah produksi kreatif dengan pendekatan studi kasus pada prosespembuatan feature berdurasi 25 menit yang terbagi dalam tiga segmen. Teknikpengumpulan data meliputi studi pustaka, wawancara mendalam dengan tiga narasumberutama yaitu pewaris kesenian tradisional, pegiat kesenian kreasi, dan Kepala BidangKebudayaan, dokumentasi, serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenggunaan lensa fixed Sigma 50mm f/1.4 mampu menghasilkan sembilan variasi size shotmelalui pengaturan jarak kamera terhadap objek. Keunggulan lensa ini mencakup bukaanmaksimal f/1.4 untuk kondisi cahaya minim, distorsi warna minimal, dan sistem OpticalStabilizer yang meminimalisir guncangan. Variasi size shot terbukti efektif sebagai alatkomunikasi visual untuk menyampaikan narasi, emosi, dan konteks budaya kesenianKethek Ogleng. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi kamerawan dalammemaksimalkan peralatan terbatas serta mendokumentasikan upaya pelestarian keseniandaerah melalui media audiovisual.
Literasi Digital dan Kewaspadaan Siber: Analisis Tingkat Kesadaran Privasi Pengguna Terhadap Ancaman Doxing Azizah, Nur; Mudjiyanto, Bambang; Yanuar, Fit; Nursyamsi, Nursyamsi; Launa, Launa
Jurnal Ilmu Komunikasi AKRAB Vol. 11 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : AKADEMI KOMUNIKASI RADYA BINATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Doxing—the forced disclosure of personal data in the digital realm—is currently aserious threat to social media users, especially young people who lack a clear understanding ofdigital security risks. This qualitative study, using a descriptive-interpretive approach, revealsthat privacy awareness and digital literacy among users remain low, while state protectionefforts are less than optimal. The study’s findings indicate that preventing doxing requires strongpolitical will, proactive public policies, and multi-stakeholder collaboration. Digital literacy isnot merely a technical necessity, but a fundamental right of citizens in a safe, ethical, andinclusive digital ecosystem. Strengthening literacy and privacy protection are essentialfoundations for a responsible digital society to support the growth of a sustainable digitalecosystem.Keywords: Doxing, cybercrime, privacy awareness, digital literacy, social media.