cover
Contact Name
Muh. Nadzirin Anshari Nur
Contact Email
nadzirin@uho.ac.id
Phone
+6281342713802
Journal Mail Official
manajemen.rekayasa@uho.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayjend S. Parman, Kendari Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 26853752     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jmr.v5i2
Perancangan dan Pengukuran Kerja Manajemen Rekayasa Teknik Sipil Manajemen Rekayasa Teknik Elektro Manajemen Rekayasa Teknik Kelautan Manajemen Rekayasa Teknik Arsitektur Manajemen Rekayasa Teknik Mesin Manajemen Rekayasa Teknik Informatika Penelitian Operasional Analisis Ekonomi Teknik Rekayasa Fasilitas dan Manajemen Energi Rekayasa Kualitas dan Keandalan Rekayasa Operasi dan Manajemen Operasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sistem Informasi Rekayasa Perancangan dan Manufaktur Perancangan dan Pengembangan Produk Perancangan dan Rekayasa Sistem
Articles 63 Documents
EVALUASI KINERJA PELABUHAN NAMBO WILKER LAWELE SEBAGAI SIMPUL UTAMA DISTRIBUSI ASPAL BUTON Aldinoman, Aldinoman; Kadir, Abdul; Putra, Adris Adi
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol 5, No 1 (2023): Mei Tahun 2023
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v5i1.43267

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja Eksisiting Pelabuhan nambo/lawele dan menyusun strategi pengembangan Pelabuhan Nambo sebagai simpul utama pendistribusian aspal buton. Metode penelitian dilakukan dengan mengevaluasi data kondisi ekisting Pelabuhan (kondisi topografi, kondisi hidrometri, hidroecanografi), kemudian melakukan analisis kinerja Pelayanan Pelabuhan sesuai dengan Keputusan Dirjen Perhubungan Laut Nomor : UM.002/38/18/DJPL-11 tanggal 15 Desember 2011 dan Peraturan Dirjen Hubla No. HK103/2/2/DJPL/-17 tentang Pedoman Perhitungan Kinerja Pelayanan Operasional Pelabuhan yang match dengan data produktivitas selama 5 (lima) tahun terakhir dan proyeksi produktivitas 20 tahun kedepan. Kemudian perumusan strategi dilakukan dengan analisis SWOT. Dari hasil penelitian diperoleh kinerja eksisting pelayanan Pelabuhan Nambo dengan indikator waktu pelayanan tambat, pelayanan bongkat-muat di dermaga, dan utilisasi fasilitas Pelabuhan dalam kategori baik dan memenuhi standar kinerja yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan. Namun dari hasil proyeksi produktivitas 20 (dua puluh) tahun ke depan, kinerja fasilitas eksisting dalam kategori kurang baik. Dari hasil analisis SWOT diperoleh Pelabuhan nambo berada di kuadran I berarti pelabuhan mempunyai peluang dan kekuatan dan strategi pengembangan yang dilakukan adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif atau growth oriented strategy dengan memanfaatkan peluang yang ada serta kekuatan internal yang dimiliki mencoba meminimalisir kelemahan, menggunakan tingkat kekuatan sebagai modal utama, serta menekan kelemahan yang akan berpotensi akan mengurangi kekuatan dan menghilangkan ancaman yang ada. Kata Kunci : Pelabuhan, Kinerja, Strategi
TINJAUAN KELAYAKAN FASILITAS PELABUHAN STUDI KASUS PELABUHAN BUNGKUTOKO DAN PELABUHAN KENDARI NEW PORT Ida Lestari; Zunarmin Zunarmin; Harlina Harlina; Vivin Hardyanty
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol. 1, No 1 Mei 2019
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v1i1.6453

Abstract

Tulisan ini menyajikan tentang kelayakan pelabuhan Bungkutoko terhadap Pelabuhan Kendari New Port, penelitian ini bertujuan untuk memperluas pelabuhan agar tidak bercampur antara barang dan penumpang, terminal kargo, serta melayani mobilitas dengan menggunakan peralatan modern sehingga pelayanan bisa berjalan dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode SWOT dimana pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan langsung dilapangan dan di peroleh langsung dari beberapa sumber yang berhubungan dengan objek penelitian. Teknik analisis data dengan menganalisis kinerja operasional pelabuhan kemudian membandingkan dengan standard Pelindo. Kinerja pelayanan kapal Turn Round Time (TRT) adalah 98.29 Jam, Hasil Analisis tersebut menunjukan bahwa indikator kinerja bila dibandingkan standar PT. Pelindo yang memberikan angka 24 jam Pelabuhan Bungkutoko tergolong Kurang baik. Indikator Kinerja Berthing Time adalah 85.41 jam, maka BT kurang baik, dengan tingginya nilai BT, maka dapat dikatakan bahwa kinerja terhadap pelayanan kapal menurun. Indikator Kinerja Effective Time Kegiatan bongkar muat untuk satu kapal hingga selesai memerlukan waktu 36.48. Indikator Kinerja Not Operation Time Realisasi didapat 27.90 jam termasuk dalam kategori Cukup. Dan Analisa Idle Time adalah 21.03 jam, sesuai standar pelindo masuk kategori Cukup.Kata Kunci : waktu berputar, waktu tunggu, waktu berlabuh
EFESIENSI DAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT BERAT BALAI PELAKSANA JALAN NASIONAL XXI KENDARI PADA PEKERJAAN JALAN NASIONAL DI KONAWE UTARA Paisal, Paisal; Putra, Adris Ade; Magribi, La Ode Muh
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol 4, No 1 (2022): Mei Tahun 2022
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v4i1.27268

Abstract

Road network handling activities aim to improve and maintain road conditions so that accessibility and mobility are maintained to meet the needs of the community for movement At the XXI National Road Executing Center in Kendari, the use of heavy equipment is for routine road maintenance activities. So far, the activity of maintaining and building roads in the province of Southeast Sulawesi. XXI Kendari National Road Executing Agency's heavy equipment consists of several types, including: Motor Graders, Wheel Loaders, Three Wheel Rollers, Dump Trucks, Excavators, Boldoser, and Tandem Rollers. Based on the heavy equipment characteristics of the Excavator National Road Executing Agency, the Bulldozer is badly damaged, the Road Roller (3 Damaged and 4 is good), the Motor Greder is good and the Whell Loader (1 Damaged and 1 Good)The level of effectiveness of heavy equipment managed by the XXI Kendari National Road Executing Agency is still low, this is indicated by the average level of tool utility valued at 22.75%, as well as the average efficiency level of only 23.93%, this is caused by, Some tools are old and have passed the economic age so that they have an impact on the high operational costs of the equipment, the level of utility of the tool is low, because the use of equipment is still limited in North Konawe district, Supervision of operating hours and the imposition of late payment penalties accordingkeywords: Heavy equipment, Efficiency, Effectiveness
EVALUASI PRODUKTIVITAS DAN OPTIMASI PENGGUNAAN PERALATAN MEKANIS PADA PEKERJAAN CUT AND FILL Hendra Kundrad SR; Minson Simatupang; Sudarsono Sudarsono
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol 3 No 2 Oktober Tahun 2021
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v3i2.23448

Abstract

Earthworks is one of the most vital parts in a large scale construction project. Generally, earthworks is carried by heavy equipment in order to make it easier for human to do their jobs so that the results can be achieved more easily in short time. The management of heavy equipment is very important to support the running of the job. This study is aims to determine how much the productivity, cost and time and also to optimize the heavy equipment usage costs. Determination of the optimum solution was carried out using integer linear programing of branch and bound method. The optimum solution obtained in earth excavation work used 1 unit of excavator with a production capacity of 29,36  and 1 unit of dump truck with a production capacity 25,82 , the required cost of Rp.62.721.260,00 or 45,23% is lower than the original cost of Rp.114.515.748,00. While for stone quarrying work used 1 unit excavator + rock drill breaker with a production capacity of 13,39  and dump truck with a production capacity of 16,99  the required cost of Rp.62.721.260,00 or 45,23% is lower than the original cost of Rp.114.515.748,00. Keywords :Heavy Equipment, Productivity, Optimum, AILP, Branch and Bound
ANALISIS PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN KINERJA JEMBATAN PADA RUAS JALAN PROVINSI SABANDARA – KONAWEHA HULU KABUPATEN KONAWE, SULAWESI TENGGARA La Ode Kasad; Abdul Kadir; Hasmina Tari Mokui
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol.2 N0.2 Oktober 2020
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v2i2.16053

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan pusat-pusat kegiatan berdampak pada peningkatan jumlah pergerakan kendaraan antar wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara, sehingga membutuhkan peningkatan serta penambahan sarana  yang memadai. Pada prespektif yang lain, keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemerintah Daerah menyebabkan pekerjaan penanganan jembatan lebih diarahkan pada kegiatan pemeliharaan jembatan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penentuan skala prioritas penanganan kinerja jembatan sesuai kondisi existing di ruas jalan provinsi Sabandara-Konaweha Hulu, Sulawesi Tenggara. Adapun kriteria-kriteria yang dianalisis dalam penentuan prioritas penanganan yaitu kondisi kerusakan  jembatan, kondisi lalu lintas, dan kondisi Pengembangan wilayah kawasan strategis. Dalam penelitian ini responden yang dipakai adalah responden expert sebanyak 10 responden. Metode yang digunakan dalam penilaian kriteria jembatan, kondisi kerusakan jembatan serta penentuan skala prioritas terhadap penentuan jenis penanganan jembatan adalah gabungan dari AHP dan BMS.Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa kriteria kondisi jembatan merupakan kriteria yang paling dominan, sedangkan kriteria pengembangan wilayah merupakan kriteria paling rendah. Berdasarkan hasil analisis kondisi kerusakan pada 48 unit jembatan sepanjang ruas Sabandara – Konaweha Hulu  diperoleh bahwa terdapat 2 unit jembatan baru dengan kondisi sangat baik, 11 unit jembatan dalam kondisi baik, 14 unit jembatan memiliki kerusakan ringan, 20 unit jembatan mengalami kerusakan sedang, serta 1 unit jembatan mengalami kerusakan berat. Penentuan prioritas penangan kerusakan jembatan tersebut dikelompokan sesuai tingkat kerusakan dengan mendahulukan pada jenis jembatan yang mengalami kerusakan berat yang memperoleh nilai poin  5 berupa penggantian bangunan baru.   Kata Kunci : BMS, AHP, Penanganan Jembatan. 
EVALUASI TINGKAT KENYAMANAN RUANG TERBUKA HIJAU PAPALIMBA KOTA KENDARI MENGGUNAKAN METODE THERMAL HUMIDITY INDEX (THI) Santoso, Primus; Ahmad, Siti Nurjanah; Talanipa, Romy
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol 5, No 1 (2023): Mei Tahun 2023
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v5i1.43318

Abstract

Ruang Terbuka Hijau papalimba menjadi salah satu solusi untuk peningkatan kualitas lingkungan hidup serta menjadi penunjang kenyamanan pada area kota Kendari, Tetapi masih ada faktor yang mengganggu kenyaman seperti masih ditemukan sampah-sampah yang berserahkan yang membuat aroma bau disekitar taman, serta di masih belum terdapat tumbuhan pelindung yang berfungsi untuk melindungi sinar matahari. tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kenyamanan ruang terbuka hijau Papalimba Kota Kendari. penelitian dilakukan dengan metode thermal humadity index dan persepsi masyarakat. parameter thermal humadity index adalah suhu dan kelembaban. parameter persepsi masyarakat yaitu sirkulasi, iklim, aroma, bentuk, keamanan, kebersihan, dan keindahan dengan analisa data mengguanakan deskriptif kuantitatif. penelitian ini dilakukan di salah satu RTH yang berada di kota kendari yaitu RTH Papalimba. Hasil dari penelitian tingkat kenyamanan RTH Papalimba, didapatkan hasil seluruh zona pada area taman RTH papalimba termasuk dalam kategori tidak nyaman yang nilai 29,70°C, 29,10°C, 29,94°C, dan 29,61°C yang termasuk ke dalam kategori tidak nyaman. Hasil persentase tingkat kenyamanan dari total 8 parameter didapatkan hasil sebesar 68,4%. Persentase tingkat kenyaman an didapatkan melalui persentase pada masing-masing faktor yang mempengaruhi tingkat kenyamanan, Nilai persentase tersebut termasuk ke dalam kategori cukup nyaman yang menunjukan bahwa masyarakat masih dapat menerima tingkat kenyamanan pada taman RTH Papalimba. Kata kunci: RTH, tingkat kenyamanan, thermal humidity index, Persepsi Masyarakat
PEMERIKSAAN MATERIAL SUNGAI ASAL QUARY DESA BORO-BORO KECAMATAN RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN SEBAGAI BAHAN LAPIS PERKERASAN KELAS S Vivin Hardyanty
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol. 1 No 2 Oktober 2019
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v1i2.9261

Abstract

Salah satu sumber material di Sulawesi Tenggara yang cukup potensial untuk digunakan adalah material yang berasal dari quary Desa Boro-Boro Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan dengan suplay material yang cukup banyak dan dapat digunakan untuk beberapa tahun kedepan. Dimana material dilokasi tersebut sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya untuk keperluan bahan konstruksi jalan dan bangunan sipil, sedangkan pemeriksaan mutu material khususnya sebagai bahan perkerasan kelas S belum pernah dilakukan maka dilakukanlah pengujian terhadap material tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hasil yang dicapai dari uji laboratorium terhadap material sungai asal quary Desa Boro-Boro Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan memenuhi atau tidak memenuhi spesifikasi yang akan digunakan sebagai bahan konstruksi pada lapis pondasi agregat kelas S.Lapis Perkerasan Kelas S merupakan lapis pondasi yang biasa digunakan pada perkerasan lentur. Spesifikasi jalan mengharuskan campuran bahan lapis pondasi kelas S harus memiliki nilai CBR min 50 %. Hal ini mengakibatkan seluruh material harus memenuhi syarat dan ketentuan yang ada didalam spesifikasi agar nilai nilai yang ada dalam spesifikasi terpenuhi. Pengujian dilakukan dengan dua tahap atau dua fraksi. Tahap pertama pengujian dilakukan hanya dengan menggunakan satu bahan saja yaitu menggunakan sirtu boro boro. Tahap kedua pengujian dilakukan dengan campuran dari tiga bahan yaitu sirtu boro boro, batu pecah moramo, dan tanah alolama. Dari hasil penggabungan agregat diperoleh komposisi material sirtu boro boro 55 %, batu pecah moramo 40 %, tanah alolama 5 % . Hasil pengujian diperoleh nilai CBR laboratorium untuk LPA (sirtu boro boro) diperoleh nilai CBR 27,25 %, LPA (sirtu boro boro + batu pecah moramo + tanah alolama) diperoleh nilai CBR 51,90%. berdasarkan nilai CBR , sirtu boro boro dapat digunakan pada lapis perkerasan kelas S dengan komposisi yang telah diperoleh pada penelitian dilaboratorium.Kata Kunci : Sirtu Boro-Boro, CBR, LPA
Pola Penanganan Pemukiman Kumuh Kelurahan Abeli Kota Kendari Heber, Heber; Kadir, Abdul; Kadir, Ishak
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol 4, No 2 (2022): Oktober Tahun 2022
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v4i2.27304

Abstract

Slum settlements are uninhabitable settlements because of building irregularities, high levels of building density, and the quality of buildings and facilities and infrastructure that do not meet the requirements, while slum housing is housing that has decreased quality as a residential and slum area is an area with high population density in a city.The purpose of the study was to describe the Pattern of Handling Quality Improvement of Slum Settlements from the Aspects of Environmental Physical Management in Abeli Village.The research method is descriptive research by describing the phenomenon and method of analysis using the Triagulation method.The results of the study show that the scenario of slum handling in Abeli Village is done by using technical patterns of handling slum patterns; (1) Restoration and (2) Rejuvenation, through technical handling with physical handling on; (1) house building; (2) environmental roads; (3) provision of drinking water; (4) environmental drainage; (5) waste water management; (6) waste management; (7) providing fire protection and (8) providing green open space.To complete the slum handling in a coordinated manner, the collaboration model is carried out, with the effectiveness of (1) Participation; (2) Acceptance; (3) Communication; (4) Mutual trust; and (5) Sharing.In optimizing slum handling, it is expected that joint arrangements in the form of a participatory agreement, because in handling, with collaborative models that are in accordance with the agreement with the community.
EVALUASI KINERJA PELAYANAN TERMINAL BARUGA DI KOTA KENDARI Rasmida Rasmida; Abdul Kadir; Adris Ade Putra
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol 3 No 2 Oktober Tahun 2021
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v3i2.23463

Abstract

Based on the Minister Regulation No. 132 Year 2015 Regarding the Implementation of Terminal Road Passenger Transport Terminals, namely, motor vehicle bases to arrange arrivals and departures, raise and lower passengers and / / goods, and transport modes. The terminal also has an important role as an element of spatial planning in relation to improving the mobility and efficiency of urban life in a vehicle. The location and facilities of the terminal are the main things that can influence and attract the interest of the public to use the terminal                The criteria for determining the location of the terminal according to the Technical Guidelines for the Construction of the Highway in the City and Inter-City Transport Terminal (Director General of Land Transportation, 1995) has basic considerations, namely in terms of spatial planning, the location of the terminal should be in accordance with the City Development Spatial Plan and should not disturb the environment around it. Factors that need to be considered in determining the location of the terminal include accessibility, namely the level of achievement of ease that can be expressed by physical distance, time or transportation costs      The results showed that the characteristics of the Baruga terminal in the city of kendari have facilities for office buildings, small mosque, public bathrooms and toilets, bus waiting rooms to depart, city transport lounge waiting rooms, Elf lounge waiting rooms, platform ticket sales, ticket office buildings inside the terminal, Retribution building, Information room building and P3K room, Administration room and surveillance room, Vehicle circulation and circulation of people, Public vehicle parking space, Private vehicle parking space, Reserved parking space and 14 buses operating on the Old City - Bungkutoko Harbor ( PP), Kota Lama - Ktr. Governor (PP), PKL Market - Rs. Bahteramas, Bungkutoko Harbor - IAIN Campus (PP), Puwatu - Governor's Office via Jl.Balaikota (PP), Kota Lama - RS. Bahteramas (PP), Puwatu - Kota Lama, Puwatu-SMA 6-SMPN 9-MAN 1 and Puwatu-Al Qalam From the results of the calculation of the Customer Satisfaction Index (CSI) of bus terminal services, the baruga is very small, 0.31% is caused by ineffective and inefficient terminal routes and bus service translators      keywords: terminal, characteristics, service
ANALISIS JARINGAN JALAN DALAM MENDUKUNG PENINGKATKAN PRODUKTIVITAS HASIL PERTANIAN PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN DI KECAMATAN WAWOTOBI KABUPATEN KONAWE TASRIM TASRIM; La ODe Muhammad Magribi
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol.3 No. 1 Mei Tahun 2021
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v3i1.18196

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk menganalisis ketersediaan jaringan jalan sebagai bentuk dukungan peningkatan produktivitas hasil pertanian dalam pengembangan kawasan agropolitan; (2) untuk menganalisis tingkat asesibilitas, konektivitas, dan mobilitas di Kecamatan Wawotobi; (3) Untuk menganalis potensi komoditi mana saja yang menjadi komiditas unggulan dalam mendukung pengembangan kawasan Agropolitan di Kecamatan Wawotobi; (4) Untuk megetahui bagaimana pengaruh ketersediaan jaringan jalan terhadap peningkatan produktivitas hasil pertanian dalam mendukung pengembangan Kawasan Agropolitan di Kecamatan Wawotobi. Jenis penelitian ini bersifat explanatory research, yang sifatnya deskriptif-kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah orang- orang yang terlibat langsung dalam kegiatan kawasan agropolitan pada lokasi penelitian, yaitu masyarakat Kec. Wawotobi yang berjumlah 4.946 KK. Jumlah sampel yang ditetapkan adalah 100 orang responden berdasarkan rumus Slovin, yang merupakan Petani yang aktif terlibat dalam kegiatan usaha tani. Hasil akhir dari data-data yag diperoleh di analisis dengan menggunakan analisis regresi liner dengan menggunakan paket program IBM SPSS 26.0, guna memperoleh hasil dari hubungan kausalitas antara variabel yang di kembangkan dalam model yakni jaringan jalan terhadap peningkatan produktivitas hasil pertanian. Hasil penelitian menujukkan (1) ketersediaan jaringan jalan di Kecamatan Wawotobi sebagai bentuk dukungan dalam peningkatan produktivitas hasil pertanian dalam pengembangan kawasan agropolitan cukup memadai, dengan total jaringan jalan sebanyak 103 jaringan jalan (19 Desa/Kelurahan),  baik yang aspal maupun non Aspal; (2) Rata-rata indeks aksesibilitas, konektivitas, dan mobilitas wilayah di Kecamatan Wawotobi (19 Desa/Kelurahan) terkategori baik; (3). Komoditi unggulan dalam pengembangan kawasan Agropolitan di Kecamatan Wawotobi terdiri dari Padi Sawah, Durian, Rambutan, Pisang, Jambu Mete, Lada, Kelapa, Kemiri, Kapuk dan Sagu  (Analisis Location Quotient); (4) Ketersediaan jaringan jalan (Aksesibilitas, Konektivitas, dan Mobilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan produktivitas hasil pertanian dalam pengembangan kawasan Agropolitan di Kecamatan Wawotobi. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah Untuk meningkatkan ketersediaan infrastruktur pengembangan kawasan agropolitan yang ada di Kabupaten Konawe khususnya pada Kecamatan Wawotobi dan sebagai bahan analisis dan bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah Kabupaten Konawe dalam rangka peningkatan kebijakan infrastruktur penunjang pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Konawe.Kata Kunci : Jaringan Jalan, Aksesibilitas, Konektivitas, Mobilitas, Produktivitas Pertanian dan Regresi Linear.