cover
Contact Name
Nur Azizah
Contact Email
nurazizah@uinsaizu.ac.id
Phone
+6281902909788
Journal Mail Official
assertive@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah UIN Saizu Purwkerto Jl. A. Yani No. 40-A Purwokerto Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Assertive : Islamic Counseling Journal
ISSN : 29887518     EISSN : 29862647     DOI : https://doi.org/10.24090/j.assertive
Core Subject : Education, Social,
Assertive: Islamic Counseling Journal a scientific journal in collaboration with PABKI, with a focus on the study of Islamic Guidance and Counseling, Guidance and Counseling, Cyber Counseling, Indigenous Counseling. Assertive: Islamic Counseling Journal is a journal published by Islamic guidance and counseling study program of Dakwah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Focus and Scope: Islamic Guidance and Counseling, Guidance and Counseling, Cyber Counseling, Indigenous Counseling.
Articles 45 Documents
Bimbingan Rohani sebagai reduksi Stres pada Narapidana Yunansa Firli Hasina; Puspita Sari
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Assertive: Islamic Counseling Journal | Juli-Desember 2023
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v2i2.9970

Abstract

Islamic spiritual guidance is a program to convey spiritual values to prisoners carried out by spiritual guides (chaplains) in order to increase their faith and obligations so that they are able to face the problems faced by prisoners. The aim of this research is to determine spiritual guidance is a stress reduction for prisoners in class II B detention centers in Banjarnegara. This research uses qualitative field research to obtain data directly through research subjects obtained from prison employees and Islamic spiritual guidance officers (chaplains) at the class II B detention center in Banjarnegara. The results of this research show that this program process uses the basis of the Al-Qur'an and Hadith. Where the material is returned by the clergy to develop the material to suit the client's circumstances. The aim is to help prisoners determine the right direction to solve problems. Because it is not uncommon for someone to find it difficult to find a way out of a problem, especially when they are under pressure, bound by punishment, and do not have the right to do anything outside of prison. In the Banjarnegara detention center, there is an Islamic spiritual guidance program where the guidance itself is provided by prison officers, Ministry of Religion employees, and religious teachers from Islamic boarding schools in the Banjarnegara area, with a variety of materials and methods. The stress that many prisoners in the Banjarnegara Class IIB prison experience This Islamic spiritual guidance program must also be supported by the prisoner's awareness. If the prisoner has full confidence in successfully getting out of his problem. Bimbingan rohani Islam merupakan program untuk menyampaikan niai-nilai spiritual terhadap narapidana yang dilakukan oleh pembimbing rohani (rohaniawan) agar dapat menambah keimanan dan kewajibannya sehingga mampu menghadapi permasalahan yang dihadapi oleh narapidana. Penulisan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bimbingan rohani sebagai reduksi stress pada narapidana di Rutan kelas II B Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif bersifat lapangan untuk mendapatkan data secara langsung melalui subyek penelitian yang didapatkan dari pegawai rutan dan petugas bimbingan rohani Islam (rohaniawan) di di Rutan kelas II B Banjarnegara. Hasil penelitian ini bahwa Proses program ini menggunakan landasan Al-Qur’an dan Hadits. Dimana materinya dikembalikan lagi oleh rohaniawannya dalam mengembangkan materi dengan menyesuaikan keadaan klien nya. Tujuannya yaitu untuk membantu narapidana dalam menentukan arah yang benar untuk memecahkan masalah. Karena tidak jarang seseorang sulit untuk menemukan jalan keluar dari suatu masalah terlebih lagi dalam kondisi yang tertekan, sedang terikat hukuman, dan tidak memiliki hak untuk melakukan apapun di luar rutan. Di rutan Banjarnegara terdapat program bimbingan rohani Islam dimana bimbingannya sendiri diisi oleh petugas rutan, pegawai kemenag, dan ustadz dari pondok di daerah banjarnegara, dengan materi dan metode yang beragam. Kasus yang banyak dialami narapidana di rutan banjarnegara kelas IIB yaitu stress. Program bimbingan rohani Islam ini harus didukung juga oleh kesadaran narapidana tersebut. Jika narapidana memiliki keyakinan penuh akan keberhasilan keluar dari masalahnya.
Penerimaan diri dalam keterbatasan fisik: Tinjauan Bimbingan rohani Islam pada Pasien Stroke Sabila Dwi Rahayu; Lina Raikhan Fadila
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Assertive: Islamic Counseling Journal | Juli-Desember 2023
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v2i2.9976

Abstract

Self-acceptance is an important process for facing physical limitations, especially for stroke patients. Islamic spiritual guidance can be a significant source of support in helping stroke patients achieve greater self-acceptance. This study conducted a review of existing literature to understand the role and effectiveness of Islamic spiritual guidance in helping stroke patients accept and overcome their physical limitations. The literature review research method was used in collecting and analyzing relevant studies. Meanwhile, the nature of this research is descriptive analysis, which involves systematically and orderly analyzing the data that has been obtained. The results show that Islamic spiritual guidance can provide emotional, spiritual, and psychological support to stroke patients, which in turn helps stroke patients accept themselves and face physical limitations. stroke patients better. This article provides insight into the importance of Islamic spiritual guidance as a comprehensive approach to caring for stroke patients. Islamic spiritual guidance can play an important role in helping stroke patients increase self-acceptance. By understanding destiny, overcoming guilt, and strengthening the relationship with God, patients can achieve greater self-acceptance and face change with a more positive attitude. Penerimaan diri merupakan proses penting dalam menghadapi keterbatasan fisik, terutama bagi pasien stroke. Bimbingan rohani Islam dapat menjadi sumber dukungan yang berarti dalam membantu pasien stroke mencapai penerimaan diri yang lebih baik. Penelitian ini melakukan tinjauan terhadap literatur yang ada untuk memahami peran dan efektivitas bimbingan rohani Islam dalam membantu pasien stroke dalam menerima dan mengatasi keterbatasan fisik pasien stroke. Metode penelitian literatur review digunakan dalam mengumpulkan dan menganalisis studi yang relevan. Sedangkan sifat dari penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan mengurai secara sistematis dan teratur data yang telah diperoleh Hasilnya menunjukkan bahwa bimbingan rohani Islam dapat memberikan dukungan emosional, spiritual, dan psikologis kepada pasien stroke, yang pada gilirannya membantu pasien stroke dalam menerima diri dan menghadapi keterbatasan fisik pasien stroke dengan lebih baik. Tulisan ini memberikan wawasan tentang pentingnya bimbingan rohani Islam sebagai pendekatan yang komprehensif dalam merawat pasien stroke. Bimbingan rohani Islam dapat memainkan peran penting dalam membantu pasien meningkatkan penerimaan diri pasien stroke. Dengan memahami takdir, mengatasi rasa bersalah, dan memperkuat hubungan dengan Allah, pasien dapat mencapai penerimaan diri yang lebih baik dan menghadapi perubahan dengan sikap yang lebih positif
Kualitas Religius dan Kesehatan Psikologis pada Lansia yang Mengikuti Kajian Rohani Fani Masruroh; Hielmi Anjaini Rahma
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Assertive: Islamic Counseling Journal | Juli-Desember 2023
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v2i2.9977

Abstract

Elderly people in old age experience physical changes, such as decreased cognitive function, decreased muscle mass or weakened stamina, decreased organ function, decreased vision and hearing, and other changes. Elderly people can also experience psychological and emotional changes. These changes can cause loneliness, the loss of a life partner, and changes in sleep patterns and mood, so psychological treatment is needed to maintain the quality of life in old age. One way of psychological treatment for the elderly is by improving the religious quality of the elderly. Religious qualities can provide seniors with a spiritual and ethical framework that provides a sense of purpose in seniors' lives. This research is to explore the religious qualities and psychological health of elderly people who take part in spiritual studies at Balai Muslimat Kalisalak. This research was carried out qualitatively using a field approach (field research) with study leaders and elderly congregation members at the Kalisalak Muslimat Hall by analyzing the data and then discussing it. The results of the research show that psychological health in the elderly is very important to maintain to maintain the quality of life in order to live a happy life. Several factors that influence the psychological health of the elderly are physical health, social relationships, independence, self-acceptance, and spiritual aspects. Spiritual studies have an important role in increasing the development of personal potential and improving the quality of religious psychological health. Some of the positive effects obtained to improve religious quality include social support, meaning of life goals, coping and divinity, hope, and optimism. This research also provides good suggestions for improving the quality of life in old age and improving psychological health in old age. Lansia dalam menjalani masa tua mengalami perubahan fisik, seperti penurunan fungsi kognitif, penurunan masa otot atau melemahnya stamina, penurunan fungsi organ, penurunan pengelihatan dan pendengaran, serta perubahan-perubahan lainya. Lansia juga dapat mengalami perubahan psikologis dan emosional. Perubahan ini dapat menyebabkan kesepian, kehilangan pasangan hidup, perubahan pola tidur dan mood, sehingga perlunya penanganan psikologis untuk menjaga kualitas hodupnya di masa tuanya. Penanganan psikologis untuk lansia salah satunya dengan cara meningkatkan kualitas religius lansia. Kualitas religius dapat memberikan lansia sebuah kerangka spiritual dan etis yang memberikan rasa tujuan dalam kehidupan lansia. Penelitian ini untuk mengeksplorasi Kualitas Religius dan Kesehatan Psikologis pada Lansia yang Mengikuti Kajian Rohani di Balai Muslimat Kalisalak. Penelitian ini dlakukan dengan kualilatif menggunakan pendekatan lapangan (fiels research) dengan pemimpin pengajian dan para jama’ah lansia di Balai Muslimat Kalisalak dengan melakukan analisis data kemudian dilakukan pembahasan. Hasil penelitian adalah Kesehatan psikologis pada lansia sangat penting untuk dipertahankan untuk menjaga kualitas hidup agar menjalani hidup yang bahagia. Beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan psikologis lansia adalah kesehatan fisik, hubungan sosial, kemandirian, penerimaan diri, dan aspek spiritual. Kajian Rohani memiliki peranan penting dalam meningkatkan pengembangan potensi diri dan meningkatkan kualitas kesehatan psikologis secara religius. Beberapa efek positif yang didapatkan untuk meningkatkan kualitas religius diantaranya yaitu, dukungan sosial, makna tujuan hidup, coping dan ketuhanan, harapan dan optimisme. Dalam penelitian ini juga disampaikan saran-saran yang baik untuk meningkatkan kualitas hidup di masa tua serta meningkatkan kesehatan psikologis pada masa tua.
Bimbingan Orang Tua Bagi Anak dengan Media Buku Saku Rohani Islam Pasca Perawatan di Rumah Sakit Nadia Ainaul Mardhiyah; Anindita Shafa Aulia
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Assertive: Islamic Counseling Journal | Juli-Desember 2023
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v2i2.9978

Abstract

A child being sick or undergoing treatment can cause parents to feel sad and unable to bear to see their child in pain. This is evidenced by the general reaction due to parents' helplessness in dealing with problems and the loss of the child's sense of security, which will then lead to an unpleasant mood followed by physical changes such as weakness and psychological changes such as empty thoughts and helplessness. Therefore, spiritual guidance using the book Islamic Spiritual Guidance is given by parents to their children after being treated in the hospital. The research used is qualitative and based on field research. This research examines parents who are accompanying their children after being treated in the hospital by carrying out spiritual home care. The results of the research show that Islamic spiritual guidance using the pocket book Islamic Spiritual Guidance aims to provide spiritual guidance, namely in the form of providing nursing care in the consultant field, with the hope that it can help resolve problems experienced by the patient's family, especially through a religious approach. The media used in patient spiritual guidance is pocket book media. The pocket book contains beliefs, sharia, and morals that can be followed when a disaster strikes. Anak sedang sakit atau sedang menjalani pengobatan dapat menimbulkan karena perasaan sedih dan tidak tega pada orang tua melihat anaknya kesakitan. Hal tersebut dibuktikan dengan reaksi umum akibat ketidakberdayaan orang tua dalam mengatasi masalah maupun hilangnya rasa aman yang anak miliki yang kemudian akan menimbulkan suasana hati yang kurang menyenangkan diikuti dengan perubahan fisik seperti lemas dan perubahan psikologis seperti pikiran kosong tidak berdaya. Oleh karena itu, bimbingan rohani dengan menggunakan buku saku bimbingan rohani Islam yang diberikan oleh orang tua terhadap anak nya setelah dirawat di rumah sakit. Penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan berbasis penelitian lapangan. Penelitian ini dengan subyek orangtua yang sedang mendampingi anaknya setelah perawatandi rumah sakit dengan melakukan spiritual home care. Hasil penelitian adalah Bimbingan rohani Islam dengan menggunakan buku saku Bimbingan Rohani Islam bertujuan untuk memberikan bimbingan rohani yaitu berupa pemberian asuhan keperawatan dalam bidang konsultan dengan harapan dapat membantu menyelesaikan masalah yang dialami oleh keluarga pasien khususnya melalui pendekatan keagamaan. Media yang digunakan dalam bimbingan rohani pasien yaitu menggunakan media buku saku. Didalam buku saku berisi tentang akidah, syariah dan akhlak yang dapat dilakukan ketika tertimpa musibah
Toleransi Antar Umat Beragama Islam dan Kristen dalam Perspektif Konseling Lintas Budaya di Desa Ngeling Jepara Hidayah, Sufi Nur Laili; Rahmawati, Nuris Shavna; Fitriyani, Nurul Azizah
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Assertive: Islamic Counseling Journal | Juli-Desember 2024
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v3i2.11467

Abstract

Humans, as social creatures, show differences in social life both in terms of religion and culture. Intolerant and disrespectful attitudes can lead to conflicts that cause problems in religion and culture in society. This research aims to explore the perspective of interfaith counseling in increasing tolerance between Muslims and Christians in Ngeling Village, Jepara. Through a qualitative approach, this research observes the interaction between religion and counseling practices. Data were collected by interviewing informants, namely the community, and observations in Ngeling Village, and data analysis was carried out on the resulting data. Research shows that the Ngeling Village community consists not only of Muslims but also Christians, so it is important for them to maintain interfaith harmony. (1) The people of Ngeling Village show mutual respect for the existence of various religions through friendship and interaction in social life. (2) In dealing with differences, society prioritizes deliberation and consensus to reach agreement. (3) Tolerance towards religious differences in Ngeling Village is reflected in the recognition that every religious adherent has the right to carry out worship according to their respective beliefs, as well as participation in the culture of the community.   Manusia dalam sebagai makhluk sosial, kehidupan masyarakat menunjukkan perbedaan baik dari segi agama dan budaya. Sikap tidak toleran serta tidak menghargai bisa menimbulkan konflik yang menimbulkan masalah dalam agama dan budaya di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif konseling lintas agama dalam meningkatkan toleransi antara beragama Islam dan Kristen di Desa Ngeling, Jepara. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengamati interaksi antara gama dan praktik konseling yang dilakukan. Pengumpulan data dengan wawancara Informan yaitu masyarakat dan observasi ke Desa Ngeling, dan data yang dihasilkan dilakukan analisis data. Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Ngeling terdiri tidak hanya dari umat Islam, tetapi juga dari umat Kristen, sehingga penting bagi mereka untuk menjaga kerukunan antaragama. (1) Masyarakat Desa Ngeling menunjukkan sikap saling menghargai terhadap keberadaan berbagai agama melalui silaturahmi dan interaksi dalam kehidupan sosial. (2) Dalam menghadapi perbedaan, masyarakat mengedepankan musyawarah mufakat untuk mencapai kesepakatan. (3) Toleransi terhadap perbedaan agama di Desa Ngeling tercermin dari pengakuan bahwa setiap pemeluk agama memiliki hak untuk melaksanakan ibadah sesuai keyakinan masing-masing, serta partisipasi dalam budaya masyarakat.
Internalisasi Nilai-Nilai Spiritual: Kemandirian ODGJ melalui Activity of Daily Living Nurhilal, Nazwa Azkia; Rahmawati, Lutfia
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Assertive: Islamic Counseling Journal | Januari-Juni 2024
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v3i1.12613

Abstract

Abstract: Mental disorders can cause limited independence in carrying out daily activities or Activities of Daily Living (ADL). Spiritual activities are very necessary for people with mental disorders (ODGJ) considering changes in their mental status. This research aims to determine the internalization of spiritual values ​​and independence for ODGJ through Activities of Daily Living (ADL) carried out at the Tirto Jiwo Psychosocial Rehabilitation Home. This research uses qualitative research with a case study type. Data collection was carried out by conducting interviews with subjects, namely the management of the Tirto Jiwo Psychosocial Rehabilitation Home, Purworejo, Central Java, and conducting observations, and then the results of the research data were analyzed and then used to discuss the research results. The result of this research is that ODGJ learn to internalize spiritual values ​​to increase the independence of people with mental disorders. A spiritual approach also contributes to increasing self-awareness, inner calm, and emotional control for ODGJ. The integration of spiritual values ​​in rehabilitation programs not only improves mental well-being but also encourages independence and active participation in spiritual activities according to the abilities of ODGJ.   Abstrak: Gangguan jiwa dapat menyebabkan keterbatasan kemandirian dalam melakukan kegiatan sehari-hari atau Activity of Daily Living (ADL). Aktivitas spiritual sangat diperlukan pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengingat dalam perubahan status mentalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui internalisasi nilai-nilai spiritual dan kemandirian ODGJ melalui Activity of Daily Living (ADL) yang dilakukan di Panti Rehabilitasi Psikososial Tirto Jiwo. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara kepada subyek yaitu pengelola Panti Rehabilitasi Psikososial Tirto Jiwo Purworejo Jawa Tengah, dan juga melakukan observasi, kemudian hasil data penelitian dilakukan analisis data untuk kemudian dipakai untuk pembahasan hasil penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah ODGJ belajar melakukan internalisasi nilai-nilai spiritual untuk meningkatkan kemandirian orang dengan gangguan jiwa. Pendekatan spiritual juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran diri, ketenangan batin dan pengendalian emosi ODGJ. Integrasi nilai-nilai spiritual dalam program rehabilitasi tidak hanya meningkatkan kesejahteraan mental, tetapi juga mendorong kemandirian dan partisipasi aktif dalam kegiatan spiritual sesuai dengan kemampuan ODGJ.
Asesmen Bimbingan Rohani Islam sebagai Motivasi Hidup pada Pasien Kanker di Rumah Singgah Dompet Dhuafa Purwokerto Delapanca, Gusmi Adam; Islamy, Fawwaz Adzansyah
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Assertive: Islamic Counseling Journal | Januari-Juni 2024
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v3i1.12625

Abstract

Abstract: The Sehati Patient Shelter Home is a facility that provides housing and health services for cancer patients who come from outside the city and cannot afford it. This research aims to explore the role of spiritual guidance as life motivation for cancer patients at the Sehati Dompet Dhuafa Patient Shelter Home, Purwokerto. This research uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques through interviews with employees, including two people named Mrs. Titi and Maulana, supported by direct observation at the halfway house. The data obtained is then subjected to data analysis and discussion. The results of the research show that spiritual guidance is given to cancer patients who are undergoing treatment so that they can help them face life's challenges in dealing with cancer in accordance with the teachings of Islam. Islamic spiritual guidance services provide motivation, calm, and patience to patients, as well as provide understanding to the patient's family so that they always provide support in the healing process of cancer patients. The role of clergy as facilitators is important in guiding, caring for, and improving the spiritual quality of Islam holistically.   Abstrak: The Sehati Patient Shelter Home is a facility that provides housing and health services for cancer patients who come from outside the city and cannot afford it. This research aims to explore the role of spiritual guidance as life motivation for cancer patients at the Sehati Dompet Dhuafa Patient Shelter Home, Purwokerto. This research uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques through interviews with employees, including two people named Mrs. Titi and Maulana, supported by direct observation at the halfway house. The data obtained is then subjected to data analysis and discussion. The results of the research show that spiritual guidance is given to cancer patients who are undergoing treatment so that they can help treat cancer in accordance with the teachings of Islam. Islamic spiritual guidance services provide motivation and patience to patients, as well as provide understanding to the patient's family so that they always provide support in the cancer patient's healing process. The role of clergy as facilitators is important in guiding, caring for, and improving the spiritual quality of Islam holistically.
Pengaruh Pembinaan Rohani terhadap Kesehatan Mental Anggota: Pembinaan Rohani dan Mental Polri di Polrestabes Bandung Ghofur Rurohim; Miharja, Sugandi
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Assertive: Islamic Counseling Journal | Juli-Desember 2024
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v3i2.12628

Abstract

Police officers can experience mental health problems due to the pressure and high demands of their work, so spiritual development is needed for police officers. This research aims to measure the influence of spiritual coaching on the mental health of National Police members in spiritual and mental coaching at the Bandung Police. This research was conducted using quantitative descriptive methods. The results of data processing using the SPSS version 29 for Windows application showed that 15 respondents were members of the Bandung Police, represented by Bhabinkamtibmas within the Bandung Police, using a sample of 10% of the total population. The results of the research in the form of a simple linear regression test produce research significance of 0.001 < 0.05, which states that there is a positive influence between spiritual formation and mental health. With an R square or coefficient of determination of 0.750, it shows that there is an influence of spiritual formation on mental health with a percentage level of 75%. So, spiritual formation has an influence on mental health.   Anggota Polri bisa memiliki permasalahan kesehatan mental karena adanya tekanan dan tuntutan pekerjaan yang tinggi, maka diperlukan pembinaan rohani untuk anggota Polisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh pembinaan rohani terhadap kesehatan mental anggota Polri dalam pembinaan rohani dan mental di Polrestabes Bandung. Penelitian dilakukan dengan kuantitatif deskriptif. Hasil pengolahan data menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 29 for Windows, sebanyak 15 responden personil anggota Polrestabes Bandung yang diwakilkan kepada Bhabinkamtibmas lingkup Polrestabes Bandung dengan menggunakan sampel dari 10% total populasi. Hasil penelitian adalah uji regresi linier sederhana bahwa hasil signifikansi penelitian 0,001 < 0,05 yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara pembinaan rohani dan kesehatan mental. Dengan R square atau koefisien determinasi sebesar 0,750, sehingga menunjukkan pengaruh Pembinaan Rohani terhadap kesehatan mental dengan tingkat persentasi 75%. Maka, pembinaan rohani memiliki pengaruh pada kesehatan mental.
Model Pembinaan Mental dalam Membangun Profesionalitas dan Spiritualitas Prajurit TNI Ike Lintang Sari; Muhayi, Wafiqotul Wildah; Fadilah, Septiyani Nur
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Assertive: Islamic Counseling Journal | Januari-Juni 2024
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v3i1.12641

Abstract

Abstract: Soldiers must have sufficient abilities from various aspects, such as mental quality and abilities in the field of military operations, such as operational planning, strategic tactics of attack, defense, intelligence, and logistics, as well as the readiness of defense equipment and logistics administration support, which is an important part of the task of maintaining national defense and security. This research aims at a mental development model in building the professionalism and spirituality of TNI soldiers. Researchers used a qualitative descriptive approach. The subjects were Yonif 406/CK Purbalingga staff, Bintal supervisors, soldiers, families, and the community around Yonif 406/CK Purbalingga. Three data collection methods were used in this research: observation, interviews, and documentation. The resulting research data is then analyzed using an interactive analysis model, and then conclusions are drawn. The results of the research show that TNI AD soldiers at Yonif 406/CK Purbalingga receive mental training in accordance with military characteristics, including methods, procedures, and implementation techniques. Mental development has improved the performance of the Indonesian Army at Battalion 406/CK Purbalingga. Mental training is carried out to support the performance of soldiers in carrying.   Abstrak: Prajurit harus memiliki kemampuan yang cukup dari berbagai aspek, seperti kualitas mental dan kemampuan di bidang operasi militer, seperti perencanaan operasi, taktik strategi penyerangan, pertahanan, intelijen, dan logistik, serta kesiapan alutsista dan dukungan administrasi logistik, yang menjadi bagian penting dari tugas menjaga pertahanan dan keamanan negara. Penelitian ini bertujuan untuk model pembinaan mental dalam membangun profesionalitas dan spiritualitas prajurit TNI. Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek adalah staf Yonif 406/CK Purbalingga, Pembimbing Bintal, prajurit, keluarga, dan masyarakat di sekitar Yonif 406/CK Purbalingga. Tiga metode pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian yang dihasilkan, kemudian dilakukan analisis data menggunakan model analisis interaktif dan selanjutnya untuk membuat kesimpulan. Hasil studi menunjukkan bahwa prajurit TNI AD di Yonif 406/CK Purbalingga menerima pembinaan mental yang sesuai dengan karakteristik militer, termasuk metode, prosedur, dan teknik pelaksanaannya. Pembinaan mental telah meningkatkan kinerja TNI AD di Yonif 406/CK Purbalingga. Pembinaan mental dilakukan untuk mendukung kinerja prajurit dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
Transformasi Diri Berbasis Religius: Mengembangkan Kepercayaan Diri Melalui Pembacaan Asmaul Husna pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Wildati, Dhian Adna; Azzahra, Amalia; Azizah, Nur
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Assertive: Islamic Counseling Journal | Juli-Desember 2024
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v3i2.12642

Abstract

Abstract People with Mental Disorders (ODGJ) undergoing rehabilitation require attention both psychologically and spiritually. OGDJ also needs to increase their self-confidence to face the negative stigma they receive. The aim is to explore religion-based self-transformation to develop self-confidence through reading Asmaul Husna for People with Mental Disorders (ODGJ). The research approach used is a qualitative approach. This type of research uses field research. This research was carried out at the Tirto Jiwo Psychosocial Rehabilitation Home, Purworejo. Data collection used in this research was interviews with managers and 2 ODGJ, observation, and documentation. The research results show that reading Asmaul Husna regularly can help heal mental disorders and increase self-confidence, good social interactions, helping each other, and feeling calm in the heart and mind. Reading Asmaul Husna also has the effect of strengthening the spirituality of ODGJ who are willing to slowly carry out religious services such as obligatory prayers. The obstacles and challenges that exist within the orphanage itself are inadequate facilities and inadequate management.   Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menjalani rehabilitasi memerlukan perhatian baik secara psikologis maupun spiritual. OGDJ juga membutuhkan peningkatan kepercayaan diri untuk menghadapi stigma negatif yang diterima. Tujuan ini untuk mengeksplorasi transformasi diri berbasis religius untuk mengembangkan kepercayaan diri melalui pembacaan asmaul husna pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif; jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research). Penelitian ini dilaksanakan di Panti Rehabilitasi Psiko Sosial Tirto Jiwo Purworejo. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara kepada pengelola dan 2 ODGJ, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian bahwa dengan membaca Asmaul Husna secara rutin dapat membantu penyembuhan para pasien orang dengan gangguan jiwa serta meningkatnya rasa percaya diri, interaksi sosial yang baik, saling membantu, serta hati dan fikiran merasa tenang. Pembacaan Asmaul Husna juga berpengaruh untuk menguatkan spiritualitas ODGJ pelan-pelan mau menjalankan ibadah seperti sholat fardhu. Hambatan dan tantangan yang ada di dalam panti itu sendiri adalah fasilitas yang kurang dan pengurus yang juga kurang mencukupi.