cover
Contact Name
Nur Azizah
Contact Email
nurazizah@uinsaizu.ac.id
Phone
+6281902909788
Journal Mail Official
assertive@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah UIN Saizu Purwkerto Jl. A. Yani No. 40-A Purwokerto Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Assertive : Islamic Counseling Journal
ISSN : 29887518     EISSN : 29862647     DOI : https://doi.org/10.24090/j.assertive
Core Subject : Education, Social,
Assertive: Islamic Counseling Journal a scientific journal in collaboration with PABKI, with a focus on the study of Islamic Guidance and Counseling, Guidance and Counseling, Cyber Counseling, Indigenous Counseling. Assertive: Islamic Counseling Journal is a journal published by Islamic guidance and counseling study program of Dakwah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Focus and Scope: Islamic Guidance and Counseling, Guidance and Counseling, Cyber Counseling, Indigenous Counseling.
Articles 45 Documents
Self Development sebagai Media Pembentukan Karakter Religius pada Anak Asuh Hanifah, Laila Azza; Pramesti, Widia Dwi; Muridan, Muridan
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Assertive: Islamic Counseling Journal | Juli-Desember 2024
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v3i2.12643

Abstract

ABSTRACT Foster children living in orphanages, with various backgrounds, can have several personal and spiritual problems, where these aspects are very necessary in living their lives. This research aims to understand and identify self-development to shape religious character in foster children. The approach used is a qualitative approach where research is carried out directly at the location of the research object. Data was collected through direct observation and interviews with 4 foster children and 1 adoptive father in an orphanage. The results of the research show that there are several activities carried out to foster self-development, which indirectly also function as a medium for forming the religious character of foster children. The strategies implemented include getting used to religious activities such as getting used to carrying out morning and evening dhikr, carrying out TPQ, and also getting used to worship. This activity certainly went well and certainly had a positive impact on the foster children at the Putra Muhammadiyah Purwokerto Orphanage.   Anak asuh yang tinggal di Panti Asuhan dengan berbagai latar belakangnya, bisa memiliki beberapa masalah terkait pribadi maupun rohani, dimana aspek tersebut diperlukan dalam menjalani kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengidentifikasi self development untuk membentuk karakter religius pada anak asuh. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dimana penelitian dilakukan secara langsung ke tempat objek penelitian. Data yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara secara langsung kepada 4 orang anak asuh serta 1 orang bapak asuh di Panti Asuhan. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan untuk menumbuhkan self development yang secara tidak langsung juga sebagai media untuk pembentukan karakter religius anak asuh. Strategi yang sudah dilakukan antara lain, pembiasaan kegiatan keagamaan seperti pembiasaan melaksanakan dzikir pagi dan sore, pelaksanaan TPQ dan juga pembiasaan melakukan kultum. Kegiatan tersebut tentunya sudah berjalan dengan baik dan tentunya membawa dampak positif bagi para anak asuh di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Purwokerto.
Spiritual sebagai Reduksi Kecemasan pada Pasien Pasca Operasi akibat Keguguran Sulitiani, Farida Fajri; Yuliana, Kharisma
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Assertive: Islamic Counseling Journal | Juli-Desember 2024
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v3i2.12647

Abstract

Miscarriage is an event that is very unexpected for pregnant women, so it can cause traumatic experiences physically and mentally, such as feelings of anxiety and worry. This research aims to implement anxiety reduction in women after miscarriage and see the adaptive spirituality that emerges after miscarriage. This research is qualitative research that uses a descriptive qualitative approach. The respondent in this study was one of the post-operative patients due to miscarriage, a 27 year old woman who experienced a miscarriage. The results of this research are spiritual, which shows that they can accept sincerely the miscarriage that happened to them so that they can reduce the anxiety they feel. A spiritual approach in reducing anxiety for patients who experience miscarriage can be used by patients to find the emotional support needed to overcome feelings of loss and trauma. Spirituality not only helps patients develop inner calm and improves the patient's mental well-being towards a more holistic recover.   Keguguran merupakan peristiwa yang sangat tidak diharapkan oleh ibu hamil sehingga bisa menimbulkan pengalaman traumatis secara fisik maupun mental, seperti adanya rasa cemas dan khawatir. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan reduksi kecemasan pada perempuan pasca keguguran dan melihat spiritual adaptif yang muncul pasca keguguran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Responden dalam penelitian ini merupakan salah satu pasien pasca operasi akibat keguguran, seorang perempuan berusia 27 tahun yang mengalami keguguran. Hasil dari penelitian ini adalah spiritual yang ditunjukkan bahwa bisa menerima dengan ikhlas atas peristiwa keguguran yang menimpa dirinya sehingga dapat mengurangi kecemasan yang dirasakan. Pendekatan spiritual dalam reduksi kecemasan bagi pasien yang mengalami keguguran dapat digunakan pasien untuk menemukan dukungan emosional yang diperlukan untuk mengatasi perasaan kehilangan dan trauma. Spiritualitas tidak hanya membantu pasien mengembangkan ketenangan batin dan meningkatkan kesejahteraan mental pasien menuju pemulihan yang lebih holistik.
Optimisme dalam Keterbatasan: Bimbingan Rohani Islam dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien dengan Diagnosis F06.8 Maulida, Dzikrah; Sahera, Ghani Aurina; Faishol, Lutfi; Prihmaningrum, Vici
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Assertive: Islamic Counseling Journal | Juli-Desember 2024
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v3i2.12886

Abstract

Patients with a diagnosis of F06.8 have problems such as feelings of hopelessness, social stigma, and difficulty in carrying out daily activities, which can have an impact on mental health. This study aims to determine the internalization of Islamic spiritual guidance to increase optimism and quality of life in patients diagnosed with F06.8. This research is a qualitative research type with a case study. The subject with the initials FA was diagnosed with mental disorder F06.8 at the Tirto Jiwo Rehabilitation Home. Data collection techniques using interviews, experiments, and observations with triangulation of sources from patient caretakers and patients. The research results show that Islamic spiritual guidance contributes to increasing optimism and quality of life in patients diagnosed with F06.8. Islamic spiritual guidance activities can strengthen emotional bonds but also create a positive environment so that patients feel more accepted and appreciated. Islamic spiritual guidance is an important aspect in supporting the patient's mental and emotional well-being.   Pasien dengan diagnosis F06.8 memiliki masalah seperti perasaan putus asa, stigma sosial, dan kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari yang dapat berdampak pada kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui internalisasi bimbingan rohani Islam untuk meningkatkan optimisme dan kualitas hidup pada pasien dengan diagnosis F06.8. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus, subjek berinisial FA dengan diagnosis gangguan mental F06.8 di Panti Rehabilitasi Tirto Jiwo. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, eksperimen, serta observasi dengan triangulasi sumber dari penjaga pasien dan pasien. Hasil penelitian bahwa bimbingan rohani Islam memberikan kontribusi dalam meningkatkan optimisme dan kualitas hidup pasien dengan diagnosis F06.8. Kegiatan bimbingan Rohani Islam bisa memperkuat ikatan emosional, tetapi juga menciptakan lingkungan yang positif, sehingga pasien merasa lebih diterima dan dihargai. Bimbingan rohani Islam menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kesejahteraan mental dan emosional pasien.
Transformasi Manajemen Bimbingan dan Konseling di Panti Asuhan Arum
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Assertive: Islamic Counseling Journal | Januari-Juni 2025
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v4i1.10155

Abstract

Children living in orphanages also have diverse problems that require guidance and counseling services. The implementation of services cannot be separated from the management of guidance and counseling. This research aims to identify the management system and basic principles of management in place, as well as the guidance and counseling service system, and the facilities and infrastructure available at the orphanage. This research employs quantitative research methods, based on descriptive methods, including observations, interviews, and documentation, as well as interviews with the resource person, namely a staff member or caregiver at the Samsah Orphanage. The data obtained was then analyzed. This research was conducted at the Muhamadiyyah Samsah Kudus Orphanage, Singocandi village, Kota Kudus District, Kudus Regency, Central Java. This research demonstrates that service and guidance activities are running smoothly, as a well-structured management system and practical management principles support them. According to the research, it is evident that the guidance and counseling service system in this orphanage still has shortcomings. In addition, the orphanage also provides caregivers who serve as teachers and supervisors to help solve the problems faced by the children there. Anak yang tinggal di panti asuhan juga memiliki masalah yang beragam yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling. Pelaksanaan layanan tidak bisa terlepas dari manajemen bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem manajemen dan prinsip dasar manajemen yang ditetapkan, sistem pelayanan bimbingan dan konseling, serta sarana dan prasarana yang ada di panti asuhan. Penelian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, berdasarkan metode deskriptif, observasi, wawancara, dan dokumentasi. wawancara dengan narasumber yaitu salah satu staf atau pengasuh Panti Asuhan Samsah. Data yang didapatkan kemudian dilakukan analisis data. Penelitian ini dilakukan di Panti Asuhan Muhamadiyyah Samsah Kudus, desa Singocandi, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pelayanan dan bimbingan berjalan dengan baik, karena dibarengi dengan sistem manajemen dan prinsip manajemen yang baik dan terstruktur. Dari penilitian, dapat diketahui bahwa masih terdapat kekurangan pada bagian sistem layanan bimbingan dan konseling yang ada di panti asuhan ini. Selain itu, pihak panti asuhan juga memberikan pengasuh yang bertugas sebagai guru maupun pembimbing dengan tujuan untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak disana.
Spiritual Care: Audio sebagai Media Bimbingan Rohani Pasien di Rumah Sakit Imaniar, Intan Ayu; Azizah, Nur
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Assertive: Islamic Counseling Journal | Januari-Juni 2025
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v4i1.11028

Abstract

This study explains spiritual guidance for patients using the audio method at Wijayakusuma Purwokerto Hospital. The purpose of this study is to determine how to utilize the audio method to help patients achieve sincerity, patience, and calmness in managing their pain. The technique used in this study is qualitative research, employing a field research approach. The data collection methods used in this study include interviews and observations. The results of this study show that spiritual guidance is not only provided to patients, but also to their families or the nurse on duty. However, the spiritual guidance services at Wijayakusuma Purwokerto Hospital are primarily delivered through audio methods. Islamic Spiritual Guidance Services with the Audio Method is a Spiritual Guidance service that utilizes radios or speakers connected from one ward to another. This audio method is available only at certain hours. One example is when entering the five-time prayer service. The clergy will remind us on the central microphone when they want to join the prayer. In addition, the clergy also delivered the cult through speakers or the radio. Penelitian ini menjelaskan tentang bimbingan rohani pada pasien menggunakan metode audio di Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunakan metode audio untuk pasien agar mendapatkan keikhlasan, kesabaran dan ketenangan dalam menghadapi sakitnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan metode lapangan atau field research dan metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian bimbingan rohani tak hanya diberikan kepada pasien saja, tetapi kepada keluarga pasien ataupun perawat yang sedang bertugas. Namun, pelayanan Bimbingan rohani di Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto didominasi oleh metode audio. Pelayanan Bimbingan rohani Islam dengan metode audio merupakan pelayanan Bimbingan rohani yang menggunakan radio ataupun speaker yang terhubung dari bangsal satu ke bangsal lainnya. Metode audio ini dikumandangkan pada saat jam-jam tertentu saja. Salah satu contohnya adalah saat masuk ibadah sholat lima waktu. Rohaniawan akan mengingatkan di mikrofon pusat saat ingin masuk sholat. Disamping itu, rohaniawan juga menyampaikan kultum di speaker ataupun radio.
Bimbingan dan Konseling sebagai Solusi Mengatasi Masalah Kedisiplinan melalui Penguatan Moral dan Karakter Siswa MTs Risal, Muhamad
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Assertive: Islamic Counseling Journal | Januari-Juni 2025
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v4i1.11122

Abstract

Student discipline is an essential aspect in creating an effective learning environment in MTs. Undisciplined behavior can disrupt the learning process and harm students. This study aims to describe the role of Guidance and Counseling Teachers (BK) in handling student discipline problems in MTs Islamiyah Darussalam Babakan Kabupaten Cirebon. The research method employed was qualitative descriptive, with data collection conducted through interviews and observations. The analysis was carried out inductively to understand the discipline category and its application strategy. The results of the study show that BK teachers categorize discipline into two types, namely general discipline (e.g., punctuality, obedience to regulations) and moral discipline (e.g., manners, neatness). The application of discipline is also different at each grade level (VII, VIII, IX) according to the characteristics of student development. BK teachers play a crucial role in providing a structured approach through individual and group guidance, as well as collaborating with the school to shape the character of students. These findings confirm that the role of BK teachers is not only limited to problem solving, but also as a facilitator of sustainable discipline formation. Kedisiplinan siswa merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif di MTs. Perilaku tidak disiplin dapat mengganggu proses pembelajaran serta berdampak negatif pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menangani masalah kedisiplinan siswa di MTs Islamiyah Darussalam Babakan Kabupaten Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Analisis dilakukan secara induktif untuk memahami kategori kedisiplinan dan strategi penerapannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru BK mengkategorikan kedisiplinan menjadi dua, yaitu kedisiplinan umum (misalnya tepat waktu, taat peraturan) dan kedisiplinan akhlak/moral (misalnya sopan santun, kerapihan). Penerapan kedisiplinan juga berbeda pada setiap tingkat kelas (VII, VIII, IX) sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa. Guru BK berperan penting dalam memberikan pendekatan yang terarah melalui bimbingan individu maupun kelompok, serta bekerja sama dengan pihak sekolah untuk membentuk karakter siswa. Temuan ini menegaskan bahwa peran Guru BK tidak hanya sebatas penyelesaian masalah, tetapi juga sebagai fasilitator pembentukan disiplin yang berkelanjutan.  
Kesejahteraan Psikologis Orang Tua melalui Tradisi Tedhak Siten Salsabila, Eka Zakiyya; Idham Nazarrudin
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Assertive: Islamic Counseling Journal | Januari-Juni 2025
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v4i1.11300

Abstract

Tedhak siten is one of the Javanese traditions that is carried out when a child begins to learn to walk, typically when they are about seven or eight months old, as a form of parental gratitude for the child's development. This study aims to find out the psychological well-being of parents through the Tedhak Siten Tradition. The method used is qualitative research using a descriptive approach. This research also conducted interviews. The researcher interviewed parents about their psychological feelings regarding the Tedhak Siten Tradition. Tedhak Siten is one of the traditional Javanese rituals, or Slametan, observed during a birth event. Tedhak Siten is typically performed when the child is 7 months old and first begins to walk or take steps on the ground. This ceremony involves a procession of children climbing seven stairs made of materials such as sugarcane or bamboo, then walking on the ground or sand. This ritual symbolizes the child's first step in life, with the hope that they will grow strong, independent, and blessed. In addition, tedhak siten is also a form of parents' prayers so that children will achieve success and happiness in the future.   Tedhak siten salah satu tradisi Jawa yang dilakukan ketika seorang anak mulai belajar berjalan, biasanya saat berusia sekitar tujuh atau delapan bulan sebagai wujud Syukur orangtua atas perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesejahteraan psikologis orang tua dengan melalui Tradisi Tedhak Siten. Metode yang digunakan adalah Metode Kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian Deskriptif. penelitian ini juga melakukan wawancara. Peneliti mewawancai mengenai perasaan psikologis orang tua yang telah melaksanakan Tradisi Tedhak Siten. Tedhak Siten merupakan salah satu Tradisi atau Slametan adat jawa dalam peristiwa kelahiran. Tedhak Siten biasanya dilakukan ketika anak berumur 7 bulan dan pertama kali turun atau menginjak kaki ditanah. Upacara ini melibatkan prosesi anak menapaki tujuh tangga yang terbuat dari bahan seperti tebu atau bambu, kemudian berjalan di atas tanah atau pasir. Ritual ini melambangkan langkah awal anak dalam kehidupan, dengan harapan ia tumbuh kuat, mandiri, dan mendapat berkah. Selain itu, tedhak siten juga menjadi wujud doa orang tua agar anak kelak mencapai kesuksesan dan kebahagiaan.
Konseling Multi Budaya dalam Mengatasi Perbedaan Gender pada Film “Keluarga Cemara” Faizah, Naila; Arum, Arum
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Assertive: Islamic Counseling Journal | Januari-Juni 2025
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v4i1.11465

Abstract

Gender differences in the family are often a source of problems when roles and responsibilities are not understood or agreed upon fairly. The purpose of this study is to explore the multicultural counseling that exists within the Cypress family in addressing gender differences. This study employs qualitative description research, grounded in library research methods, as a means of assessing and offering ideas in cross-cultural counseling and field research to identify cultural issues. The result of this study is that there is no gender gap; men and women have the same tasks in this world. In the film "Keluarga Cemara", Emak, Euis, and Ara are described as graceful, subtle, and obedient figures. Meanwhile, the character of Emak plays the role of a housewife who has the same rights as men, namely, working hard and earning a living. So that men and women have the same opportunities in making life choices, depending on their social and economic circumstances. With this, the author selects several scenes, dialogues, and body language to describe the gender role that will be criticized. Perbedaan gender dalam keluarga sering menjadi sumber masalah ketika peran dan tanggung jawab tidak dipahami atau disepakati secara adil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konseling multi budaya yang ada di dalam keluarga cemara dalam mengatasi perbedaan gender. Penelitian ini menggunakan penelitian deskripsi kualitatif, berdasarkan metode penelitian library research sebagai assessmen dalam menenawarkan ide dalam konseling lintas budaya dan field research dalam menemukan masalah budaya. Hasil dari penelitian ini ialah tidak ada kesenjangan gender, antara laki-laki dan perempuan memiliki tugas yang sama di dunia ini. Dalam film “Keluarga Cemara” yaitu Emak, Euis, dan Ara di deskripsikan sebagai sosok yang Anggun, halus, penurut. Sedangangkan tokoh Emak berperan sebagai ibu rumah tangga yang memiliki hak yang sama seperti laki-laki yaitu bekerja keras dan mencari nafkah. Sehingga laki-laki maupun Perempuan memiliki kedudukan yang sama dalam menentukan pilihan hidup, tergantung keadaan sosial maupun pergaulan. Dengan ini penulis mengambil beberapa adegan, dialog, dan Bahasa tubuh sehingga dapat menggambarkan peran gender yang akan dikritisi.
Pengaruh Pendekatan Konseling Berbasis Budaya Terhadap Masalah Kesehatan Mental pada Komunitas Adat Suandari, Irni; Maulana Z.M, Kyai; Imanuddin, Dudy
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Assertive: Islamic Counseling Journal | Januari-Juni 2025
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v4i1.12960

Abstract

Mental health is an important aspect of human life that is often neglected, especially in communities that are still steeped in culture and tradition, such as in Kampung Naga, Tasikmalaya. Kampung Naga is known as a community that upholds local traditional and cultural values, which have a big influence on their perspective on mental health. This research aims to find out culture-based counseling, to find out mental health problems in the traditional community in Kampung Naga Tasikmalaya and to find out the effect of culture- based counseling on mental health problems in the traditional community in Kampung Naga Tasikmalaya. The method used in this research is a descriptive method using a quantitative approach, namely research that attempts to reveal the current situation/conditions by considering past conditions through processing figures obtained from research. The results of the analysis of variable The results of the analysis of variable Y show that the value of mental health problems in the traditional community in Kampung Naga Tasikmalayase is 46.5 which is in the interval between 42.64 – 47.96 with a fair classification. The correlation coefficient between variables X and Y is 0.74. The sperm rank correlation figure is on the Guildford scale interval 0.61-0.80 with high qualifications. This means that there is a high influence between culture-based counseling on mental health. Through hypothesis testing it is known that the correlation figure is significant, because it is proven that the t_count of 6.89 is greater than the t_table of 1.686. Thus it is concluded that the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected. Keywords: Culture-based Counseling, Mental Health, Indigenous Community
Respon Emosional Pasien dan Keluarga dalam Visit Pasien pada Layanan Bina Rohani di Rumah Sakit Mahddiyah, Syahla; Alfi, Imam
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Assertive: Islamic Counseling Journal | Juli-Desember 2025
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v4i2.13221

Abstract

Spiritual development services are provided to provide spiritual support for patients undergoing medical treatment, as the sick condition often causes anxiety, fear, and psychological distress. The support of this spiritual guidance service is expected to help patients feel calmer, increase their hope of recovery, and strengthen mental resilience during the treatment process. This study aims to explore the emotional response of patients and families to patient visit services in Islamic spiritual guidance at PKU Muhammadiyah Petanahan Kebumen Hospital. This research method employs a qualitative approach, utilizing data collection techniques that include observation, in-depth interviews with spiritual development officers, and documentation. The data produced was then analyzed. The results showed that patients' emotional responses after receiving spiritual guidance varied, ranging from feelings of calmness and increased hope for healing to emotional release, as evidenced by expressions of gratitude. These findings indicate that spiritual guidance helps patients manage anxiety, fear, and psychological distress during treatment. In addition, the patient's family also benefited from this service, with most feeling calmer and obtaining the emotional support they needed. This research confirms the importance of integrating spiritual services into medical care to enhance the emotional well-being of patients and their families.   Layanan bina rohani diberikan untuk memberikan dukungan spiritual bagi pasien yang menjalani perawatan medis, karena kondisi sakit sering menimbulkan kecemasan, ketakutan, dan tekanan psikologis. Dukungan layanan bimbingan rohani ini diharapkan membantu pasien supaya merasa lebih tenang, meningkatkan harapan sembuh, serta memperkuat ketahanan mental selama proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi respon emosional pasien dan keluarga pada layanan visit pasien pada bimbingan rohani Islam di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Petanahan Kebumen. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam kepada petugas bina rohani, dan dokumentasi. Data yang dihasilkan kemudian dilakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon emosional pasien setelah menerima bimbingan rohani bervariasi, mulai dari perasaan lebih tenang, harapan sembuh yang meningkat, hingga pelepasan emosi yang tampak melalui ungkapan syukur. Temuan ini mengindikasikan bahwa bimbingan rohani membantu pasien mengelola kecemasan, ketakutan, dan tekanan psikologis selama perawatan. Selain itu, keluarga pasien juga merasakan manfaat layanan ini, dengan sebagian besar merasa lebih tenang dan memperoleh dukungan emosional yang dibutuhkan. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi layanan spiritual dalam perawatan medis untuk meningkatkan kesejahteraan emosional pasien dan keluarga.