cover
Contact Name
Fardanto Setyatama
Contact Email
intertech@ubhara.ac.id
Phone
+62318285602
Journal Mail Official
intertech@ubhara.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani no. 114 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
INTER TECH
ISSN : -     EISSN : 29878357     DOI : https://doi.org/10.54732/intertech
Tujuan dari INTER TECH adalah mempublikasikan hasil riset maupun penelitian akademik di bidang Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika. INTER TECH terbuka untuk para penulis, peneliti, atau akademisi yang ingin berkontribusi dan fokus terhadap perkembangan teknologi serta ilmu pengetahuan di bidang-bidang berikut ini: Stuktur Bangunan, Material, Optimasi, Transportasi, Bahan Jalan, Rekayasa Pelaksanaan konstruksi, Hidroteknik, Geoteknik, Data Mining, Algoritma, Komputasi Mobile, Otomasi, Sistem Tenaga, Green Technology, Jaringan Komputer Lanjut, Image Processing, Computer Vision, Teknologi Robotika, Sistem Pendukung Keputusan, Big Data, Data Sains, Internet of Things, Network Security, Virtual Reality, dsb
Articles 48 Documents
Perancangan Sistem Penilaian Karyawan Terbaik Menggunakan Metode AHP Dan SAW Pada Inspektorat Situbondo Jalaludin, Ahmad; Homaidi, Ahmad
INTER TECH Vol 3 No 2 (2025): INTER TECH
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/i.v3i2.1593

Abstract

Situbondo Inspectorate. Internship Report, Information Technology Study Program, Ibrahimy University. Supervisor: Ahmad Homaidi, M.Kom.The employee evaluation aims to provide recognition to the best employees in the form of consideration for promotion through a ranking process of employee performance. However, there is still no decision support application or system for the evaluation of the best employees. To address this problem, the author applied the Analytical Hierarchy Process (AHP) and Simple Additive Weighting (SAW) methods with predetermined criteria, namely responsibility, communication skills, initiative, attendance, working age, and attitude. The AHP method is used to determine the weight of each criterion, while the SAW method is applied to determine the best employees by generating alternative rankings. This research is expected to produce criterion weights and generate alternative rankings for selecting the best employees. The system provides useful information in determining the best employees and facilitates the evaluation process. The reports generated by this system include decision result letters, decision result reports, employee evaluation reports, and employee ranking reports. Based on the User Acceptance Test, it can be concluded that users strongly agree with this decision support application and the implementation of the methods. This is evidenced by the 87.5% “strongly agree” result from the User Acceptance Test questionnaire. Keywords: Decision Support System, Best Employee, AHP, SAW.
Sistem Pakar Hukum Darah Wanita Pada Masa Haid Dengan Menggunakan Metode Naïve Bayes Maqdisi, Ali; Hamidah, Mas Nurul; Arizal, Arif
INTER TECH Vol 3 No 2 (2025): INTER TECH
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/i.v3i2.1612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pakar yang dapat memberikan keputusan terkait hukum darah wanita selama masa haid berdasarkan metode Naïve Bayes. Metode Naïve Bayes dipilih karena kemampuannya dalam melakukan klasifikasi berbasis probabilitas, sehingga dapat memberikan hasil yang akurat berdasarkan data masukan pengguna. Sistem ini dirancang untuk membantu pengguna, khususnya wanita Muslim, dalam memahami hukum darah haid, istihadhah, dan nifas dengan lebih mudah dan cepat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem pakar ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam memberikan rekomendasi hukum yang relevan, sehingga dapat dijadikan alat bantu edukasi dan konsultasi.
FutureLight: Lampu Taman Berbasis IoT dengan Sumber Energi Terbarukan Sinaga, Pratama Anggi Kurnia; Kiswantono, Agus
INTER TECH Vol 3 No 2 (2025): INTER TECH
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/i.v3i2.1657

Abstract

This research explores the design and development of the Smart Solar Cell Lamp an environmentally friendly garden lighting system that runs on renewable energy. The lamp is powered through a hybrid system that combines solar panels as the main energy source with a PLN (state electricity) adapter as a backup, allowing it to operate reliably even when sunlight is limited. To make the system more efficient, an LDR (Light Dependent Resistor) sensor is used to automatically adjust the LED brightness according to the surrounding light conditions. The research applies a prototype approach, starting from identifying the core problem to designing, assembling, and testing the device. Test results show the solar panel consistently generates voltage between 15.69 V and 16.49 V, with the battery storing up to 13.30 V. During nighttime operation, the system maintains a steady supply of current and voltage to power the LEDs. The LDR sensor responds well to changes in ambient light, allowing the lamp to switch on and off automatically without user input. While the system performed as expected under lab conditions, further improvements such as better weather protection, enhanced durability, and remote monitoring are recommended to support long-term use and real-world deployment
Sistem Pemantauan Lingkungan Kandang Ayam Dan Otomatisasi Pemberian Pakan Menggunakan Metode Fuzzy Logic Type-2 Dan Aplikasi IOT (Internet Of Things) Ahmadi; Priantono, Didik
INTER TECH Vol 3 No 2 (2025): INTER TECH
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/i.v3i2.1658

Abstract

High mortality rates in broiler chicks using conventional chicken coops can cause losses for chicken farmers. From this study, a solution to the problem was obtained, namely by creating a chicken coop environmental monitoring system and also automation in providing feed and drink efficiently. Applying the DHT22 sensor as a temperature and humidity detector and the MQ135 sensor as a detector of ammonia gas levels in the coop with the application of the fuzzy logic type-2 algorithm as a control system for monitoring the chicken coop. Using scheduled feed automation according to the age of the chicks until they become adults, using a water level sensor as a detector of drinking water in the coop automatically. Making two comparisons of conventional coops with smart coops and getting test results with quite good differences where if using a conventional coop with only using incandescent lamp heating, the chicks can only survive at the age of 9 days and die every day after that in other chicks. By using a comparison of 8 chicks in each coop. The weight of conventional cage chicks that were initially 5 days old weighed 39.4 grams to 42.9 grams, while in smart cages with 8 chicks and only 3 chicken deaths with an initial weight of 40.1 grams to 258.1 grams and early death occurred at the age of 13 days, can survive a little longer than chickens with conventional cages. From these results, it was found that smart chicken cages were superior to conventional cages without a cage environmental monitoring system and a success rate of 62.5% of 8 chicks with 3 chickens that died.
Menghitung Sisa Bagi Dari Bilangan Biner Dengan Banyak Digit Tak Terbatas Menggunakan Bagan Finite State Automata (FSA) Purnama, Rangsang; Zainal, Rifki Fahrial
INTER TECH Vol 3 No 2 (2025): INTER TECH
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/i.v3i2.1659

Abstract

Penelitian tentang penggunaan bagan Finite State Automata (FSA) untuk mencari sisa bagi dari dua bilangan dengan digit tak terbatas telah dilakukan di tahun 2024 [1]. Pada penelitian itu bilangan yang akan dicari sisa baginya (pembilang), dan bilangan pembaginya (penyebut), keduanya adalah bilangan desimal. Penelitian ini mencoba menyederhanakan penggambaran bagan FSA untuk proses yang sama. Dalam penelitian ini bilangan yang akan dicari sisa baginya, yang disebut sebagai pembilang, adalah bilangan biner yang hanya memiliki 2 (dua) simbol yaitu 0 dan 1. Adapun untuk bilangan pembagi atau penyebut tetap bilangan desimal. Bilangan desimal penyebut ini akan muncul sebagai nama state pada bagan FSA. Berdasarkan hasil ujicoba yang telah dilakukan, selain terbukti bahwa hasil perhitungan mendapatkan hasil yang benar yang didukung dengan penggunaan aplikasi MS Excel sebagai pembanding hasil perhitungan, penelitian ini juga memperlihatkan bahwa bagan FSA untuk hasil perhitungan sisa bagi yang dihasilkan dari penelitian ini lebih sederhana dibandingkan dengan penelitian terdahulu.
Studi Pengaruh Penggunaan Air Payau Dari Pesisir Kabupaten Gresik Dan Lamongan Pada Campuran Beton Terhadap Kuat Tekan Ridwan, Mochamad; Mahmudi, Agus; Maulana Malik, Aditya
INTER TECH Vol 3 No 2 (2025): INTER TECH
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/i.v3i2.1660

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan komposit yang terbentuk dari campuran semen, agregat halus, agregat kasar dan air. Pada umumnya di rancang untuk konstruksi bagian bawah maupun konstruksi bagian atas. Air payau merupakan campuran air tawar dan air laut (air asin). Terdapat kandungan garam dalam satu liter air yaitu antara 0,5 sampai 30 gram, maka bisa disebut juga dengan air payau. Pada penelitian ini menggunakan air payau dari 2 tempat berbeda yakni air payau karang kering, Kab. Gresik dan pantai lorena, Kab. Lamongan dengan total benda uji 45 sampel. Pengujian kuat tekan beton pada umur 3,7,14,21,dan 28 hari. Diameter silinder 15 cm dan 30 cm, dengan mutu beton yang direncanakan f’c = 20 Mpa. Hasil pengujian beton normal memiliki kuat tekan 23,72 Mpa, beton dengan campuran air payau Lamongan memiliki kuat tekan 19,42 Mpa. Sedangkan air payau Gresik memiliki kuat tekan beton 18,21 Mpa
Variasi Fiberglass Dan Fly Ash Terhadap Kinerja Beton Pervious - MRK Suryadi, Akhmad; Ghozi, Mohammad
INTER TECH Vol 3 No 2 (2025): INTER TECH
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/i.v3i2.1661

Abstract

Beton pervious adalah jenis beton yang ditandai dengan rongga yang saling berhubungan yang memungkinkan air meresap melalui strukturnya, umumnya diterapkan untuk mengurangi limpasan air hujan dan digunakan di area seperti tempat parkir dan jalur pejalan kaki. Penelitian ini menyelidiki bagaimana berbagai proporsi abu terbang dan fiberglass memengaruhi kinerja beton pervious. Evaluasi meliputi karakterisasi fisik material, desain campuran yang disiapkan menurut ACI 522R, dan pengujian kuat tekan, kuat tarik, dan permeabilitas pada usia perawatan 7, 14, dan 28 hari. Abu terbang dimasukkan pada tingkat 13%, 16%, dan 19% sebagai pengganti sebagian semen, sementara fiberglass ditambahkan pada 0,2%, 0,4%, dan 0,6% dari volume beton, dengan tiga spesimen disiapkan untuk setiap variasi. Temuan menunjukkan bahwa campuran abu terbang 16% menghasilkan kuat tekan tertinggi sebesar 15,53 MPa dan kuat tarik terbesar sebesar 1,43 MPa pada 28 hari. Untuk campuran fiberglass, proporsi optimum adalah 0,4%, menghasilkan kuat tekan 11,85 MPa dan kuat tarik 1,78 MPa. Dalam hal permeabilitas, nilai tertinggi 26,05 cm/s terjadi pada beton tanpa abu terbang, sedangkan nilai terendah 19,87 cm/s teramati pada campuran abu terbang 16%, yang mencerminkan matriks beton yang lebih padat. Kombinasi abu terbang 16% dan fiberglass 0,4% memberikan kinerja paling seimbang antara kekuatan dan permeabilitas, mencapai kuat tekan 14,63 MPa, kuat tarik 1,40 MPa, dan permeabilitas 18,54 cm/s. Analisis korelasi menunjukkan bahwa kuat tarik meningkat secara konsisten dengan kuat tekan, menunjukkan hubungan positif. Sebaliknya, kuat tekan dan permeabilitas menunjukkan hubungan terbalik, di mana kuat tekan yang lebih tinggi berhubungan dengan permeabilitas yang berkurang. Hal ini terjadi karena beton yang lebih kuat umumnya memiliki lebih sedikit rongga, sehingga membatasi aliran air. Oleh karena itu, pemilihan proporsi abu terbang dan fiberglass yang tepat sangat penting untuk mencapai keseimbangan optimal antara kinerja mekanis dan kemampuan drainase pada beton pervious.
Studi Eksperimental Penggunaan Beton Instan Terhadap Daktilitas Balok Geser Usia 21 Hari Dan 28 Hari Arshana, I Made Agus; Sabariman, Bambang
INTER TECH Vol 3 No 2 (2025): INTER TECH
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/i.v3i2.1664

Abstract

Beton instan (dry mix concrete) merupakan solusi alternatif untuk meningkatkan efisiensi konstruksi melalui penghematan waktu dan peningkatan konsistensi mutu. Meskipun demikian, evaluasi terhadap kinerja elemen struktural khususnya terkait perilaku geser, dan daktilitas balok tanpa tulangan geser masih memerlukan validasi empiris. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perilaku keruntuhan, dan daktilitas (µD) balok beton instan pada usia 21 hari dan 28 hari. Metode yang digunakan adalah eksperimen di laboratorium dengan pembebanan dua titik (two-point loading) dan memakai metode displacement controlled dengan rasio a/d sebesar 2,35. Spesimen uji terdiri dari balok tanpa sengkang dan silinder beton. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh spesimen mencapai kuat tekan yang konservatif yakni berada di atas target kuat tekan beton 25 MPa, dengan nilai tertinggi mencapai 38,89 MPa pada usia 28 hari. Berdasarkan kinerja struktur, beban retak (Pcr) dan beban ultimit (Pmaks) hasil eksperimen telah melampaui perhitungan teoritis, namun daktilitasnya masih menunjukkan nilai rata-rata sebesar µD = 1,767 (21 hari) dan 1,902 (28 hari), dengan demikian semua benda uji balok beton instan masih tergolong dalam kategori daktilitas rendah. Hasil penelitian juga menunjukkan seluruh benda uji balok beton instan mengalami pola keruntuhan geser tarik (shear-tension failure) pada kondisi maksimal, hal ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan beton instan menunjukkan performa kekuatan yang baik dan melampaui pendekatan teoritis. Namun untuk ketercapaian daktilitas yang memadai maka penggunaan tulangan geser (sengkang) tetap diperlukan.