cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI)
ISSN : 30264723     EISSN : 30264715     DOI : https://doi.org/10.62017/jkmi.v1i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) merupakan Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini merupakan jurnal yang dapat akses secara terbuka bagi para Peneliti, Mahasiswa dan Dosen yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada bidang kesehatan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat mempublikasikan artikel-artikel kajian empiris dan teoritis dalam bidang Gizi, Rekam medis dan Informasi Kesehatan, Keperawatan, Kebidanan, Obat-obatan, Psikologi Kesehatan dan bidang penelitian lain yang berkaitan dalam kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 125 Documents
Pengaruh Kaderisasi  terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Baru Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia Angga Nur Rizki; Farhan Isma Padilah; Raissa Rahma; Siti Tahara Nurfalah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i2.514

Abstract

Kaderisasi adalah kegiatan yang umum dilakukan oleh mahasiswa yang baru memasuki universitas. Tujuan dari kaderisasi sendiri adalah untuk menciptakan kader yang unggul serta untuk memperkenalkan lingkungan kampus mulai dari fakultas dan prodi. Tetapi dalam pelaksanaannya kaderisasi sendiri memberikan beban lebih kepada mahasiswa karena mahasiswa dituntut untuk mengikuti rangkaian kaderisasi tersebut di hari libur serta tugas -tugas kaderisasi yang berat. Dengan kegiatan ini mahasiswa jadi lebih menghabiskan waktu dan tenaga dengan padatnya kegiatan perkuliahan yang dilakukan mahasiswa baru ditambah dengan kegiatan kaderisasi ini mahasiswa baru jadi harus bisa mengelola waktunya lebih baik. Padatnya kegiatan mahasiswa baru khususnya mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia bisa berdampak terhadap kesehatan mahasiswa itu sendiri baik itu kesehatan fisik ataupun kesehatan mahasiswa itu sendiri. Beratnya kegiatan tersebut membuat mahasiswa baru mendapatkan tekanan yang lebih dan akhirnya mahasiswa merasakan stress dan cemas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kaderisasi terhadap kesehatan mental mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia. Metode penelitian yang dipakai adalah menanyakan langsung kepada mahasiswa baru di lingkup Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesegatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaderisasi yang dilakukan membebani mahasiswa baru dan berpengaruh terhadap kesehatan mental mahasiswa baru. Kami harap dengan penelitian ini pembaca dapat mengetahui pengaruh kaderisasi terhadap kesehatan mental dan bisa menjadi referensi untuk penelitian sejenis.
PENGETAHUAN REMAJA TENTANG STUNTING Yohanes Nipa; Yudi Meliaki Anabanu; Koleta Norcela Sandia; Gratia Deltiana Lurum
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i2.535

Abstract

Latar Belakang Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi utama pada balita di Indonesia yang belum teratasi. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukan prevalensi balita dengan status pendek dan sangat pendek di Indonesia adalah 37,2% pada tahun 2023, dan menurun menjadi 30,8 pada tahun 2018. Sedangkan pada tahun 2018 terdapat 29,9% dan mengalami penurunan dari 32,8% pada tahun 2013. Angka stunting di Indonesia masih tinggi yaitu 24,4% (SSGI, 2021 dalam Kementrian Kesehatan Rebublik Indonesia, 2023). Jika diperhatikan menurut data SSGI, sejak tahun 2018 – 2021 tidak terjadi perubahan status gizi yang signifikan pada anak Indonesia tiap tahunnya. Laporan data Riskesdas tahun 2018 menggambarkan bahwa prevalensi status gizi pada balita menurut kabupaten/kota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan total gizi kurang 22,23%, total yang mengalami gizi buruk 7,33%. Data untuk Kabupaten Ende adalah 6,16% yang menderita gizi buruk dan 20,24% yang mengalami gizi kurang. Tingkat pengetahuan menjadi variabel dalam menentukan seberapa besar penguasaan seseorang terhadap suatu informasi khususnya stunting. Sehingga tingkat pengetahuan seorang individu ataupun kelompok perlu diperhatikan sehingga dapat menilai seberapa besar pengetahuan seseorang atau kelompok tentang stunting. Tujuan. Menggambarakan pengetahuan remaja tentang stunting baik, cukup atau kurang. Metode Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah review literatur yang merupakan metode secara sistematis, eksplisit dan reprodusibel untuk melakukan identifikasi, evaluasi dan sintesis terhadap karya - karya hasil penelitian dan hasil pemikiran yang sudah dihasilkan oleh para peneliti dan praktisi. Hasil. Pengetahuan tentang stunting pada setiap individu mempunyai tingkatan yang berbeda karena faktor internal (umur dan Intelligence Quotient) maupun faktor eksternal (pendidikan, pekerjaan, informasi, pengalaman dan lingkungan). Kesimpulan. Upaya dalam mencegah keadaan stunting yaitu dengan meningkatkan pengetahuan remaja tentang apa itu stunting dan bagaimana dampak yang dapat timbul jika anak mengalami stunting.
Peran Manajemen Diri dalam Menjaga Kebersihan Menstruasi pada Remaja Perempuan Arinda Talitha Cahyaningrum; Atik Qurrota A’yunin Al Isyrofi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i2.572

Abstract

Masalah kebersihan menstruasi pada remaja perempuan menjadi isu kesehatan yang serius di banyak negara, termasuk dalam konteks pendidikan. Banyak remaja perempuan menghadapi kesulitan dalam menjaga kebersihan menstruasi mereka, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan dan kesejahteraan mereka. Kendala ekonomi juga menjadi faktor yang membatasi akses remaja perempuan terhadap produk menstruasi yang berkualitas. Penelitian ini menggunakan studi literature review. Sumber data yang digunakan berasal dari database Google Scholar dan PubMed dari rentang waktu 2017-2023. Kata kunci yang digunakan "Peran Manajemen Diri dalam Menjaga Kebersihan Menstruasi pada Remaja Perempuan". Hasil yang didapatkan adalah Beberapa faktor penghambat : seperti stigma sosial, kurangnya akses terhadap kebersihan menstruasi, dan kurangnya fasilitas snitasi yang memadai, dapat menjadi hambatan dalam pelaksanaan manajemen diri Hasil menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan yang baik memiliki dampak positif pada pengetahuan dan praktik kebersihan menstruasi. Oleh karena itu, peningkatan program pendidikan kesehatan di sekolah dapat membantu memperbaiki pemahaman siswa. Manajemen diri yang baik dalam kebersihan menstruasi dapat memiliki dampak positif pada kesehatan dan kesejahteraan siswa, termasuk mengurangi risiko infeksi dan meningkatkan partisipasi sekolah. Berdasarkan temuan, disarankan untuk mengembangkan kebijakan sekolah dan program pendidikan kesehatan yang lebih baik untuk mendukung remaja perempuan dalam manajemen diri mereka selama menstruasi.
Diseminasi Pengembangan Safety Induction Video Sebagai Penerapan Safety Culture Di Lingkungan Kerja Sofiyun Nabila; Abdul Hakim Zakkiy Fasya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i2.573

Abstract

Pada Januari-November 2022 ada sebanyak 265.334 kasus kecelakaan akibat kerja, kasus ini mengalami peningkatan dari tahun 2021 yakni sebesar 13,26%. Salah satu penyebab kecelakaan kerja tersebut adalah belum optimalnya pengawasan, pelaksanaan serta perilaku K3 di tempat kerja. Upaya yang dapat dilakukan adalah mengadakan kegiatan promosi K3 di tempat kerja berupa pelaksanaan  Safety Induction. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik observasi dan studi Pustaka. Penelitian ini dilaksanakan di PT X. waktu penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan terhitung sejak bulan Agustus-Desember 2023. Hasil menunjukkan bahwa sangat diperlukannya promosi K3 berupa pengadaan  Safety Induction Video sebagai Upaya penerapan Safety Culture di lingkungan kerja sehingga dapat menekan risiko kecelakaan akibat kerja baik bagi pekerja maupun visitor. Simpulan dari penelitian ini  Safety Induction Video  dapat dijadikan sebagai upaya penerapan Safety Culture karena dapat memberikan gambaran visual situasi di lingkungan kerja sehingga dapat mempermudah pemahaman dan efisiensi waktu.
Analisis Efektifitas Promosi Kesehatan pada  akun Instagram @klinikpratamauinsa sebagai media komunikasi, informasi dan edukasi kesehatan Nur Fatihah Purwati; Atik Qurrota A’yunin Al Isyrofi; Siti Nur Asiyah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i2.579

Abstract

Melalui media sosial dengan pengguna terbanyak pada kalangan milenial, instagram menjadi pilihan setiap penggerak sosial dalam melaksanakan promosi termasuk promosi Kesehatan. Penelitian analisis isi konten media sosial instagram @klinikpratamauinsa dilakukan untuk mengetahui konten mana saja mempunyai nilai engangement yang tinggi, Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian analisis isi dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Adapun penelitian ini dilakukan dengan meneliti konten yang dimuat pada akun instagram @klinikpratamauinsa dengan menggunakan aplikasi insight instagram. Hasil dari penelitian ini menunjukan media social mampu dimanfaatkan oleh @klinikpratamauinsa sebagai media promosi kesehatan yang menjangkau 1.668 akun dengan jumlah followers 220 (per Februari 2023) yang memiliki impressions sebanyak 21.484 akun. Adapun konten yang yang dimuat pada akun instagram bersumber pada sumber daya informasi yang dikelola oleh Klinik Pratama UINSA seperti layanan Kesehatan klinik, isu Kesehatan terkini dan sebagainya.
Implementasi Safety Induction untuk Meningkatkan Kesadaran Keselamatan Kerja di Lingkungan ULP Gedangan Sidoarjo Nabilul Fawaid; Abdul Hakim Zakkiy Fasya; Gatut Dirgantara
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i2.634

Abstract

Unit Layanan Pelanggan (ULP) seperti Gedangan Sidoarjo adalah bagian penting dalam jaringan distribusi energi yang memasok listrik ke masyarakat. Keselamatan kerja merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam setiap kegiatan, termasuk dalam kegiatan operasional PLN ULP Gedangan Sidoarjo. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran keselamatan kerja di lingkungan PLN ULP Gedangan Sidoarjo adalah dengan mengadakan safety induction. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan Safety Induction untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan kerja di PLN ULP Gedangan Sidoarjo melalui pembuatan video. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan data yang diperoleh melalui observasi. Inovasi pembuatan video safety induction berhasil diterapkan di PLN ULP Gedangan dan respon pekerja yang positif. Isi dari video tersebut merupakan infromasi induksi keselamatan di area lingkungan kantor saat terjadi bencana. Memberikan informasi tentang induksi keselamatan dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja dan dapat mengendalikan potensi bahaya dan risiko di area kantor PLN ULP Gedangan, Sidoarjo.
GAMBARAN PHBS PADA SANTRI DI SALAH SATU PONDOK PESANTREN DI SURABAYA Dimas Syafi Aldi; Ahmad Ashlih Sya‘ni; Abdul Hakim Zakkiy Fasya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i2.641

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu cara untuk mencapai kesehatan yang baik. Selama ini pemberdayaan kesehatan di lingkungan pesantren belum terlaksana secara merata, akibatnya masih terdapat permasalahan kesehatan yang diakibatkan oleh kurangnya perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran PHBS di Pondok Pesantren. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan berdasarkan hasil observasi secara langsung terhadap pengurus dan santri di Al-Jihad Surabaya. Riset ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk melihat tingkat keberhasilan santri pondok pesantren Al-Jihad dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar responden sudah mengetahui dan bisa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Namun ada sebagian kecil yang belum sepenuhnya diperhatikan oleh santri dalam menjalankan hidup bersih dan sehat, seperti makan sayur dan buah, serta menggantungkan baju sembarangan. Para santri sudah menerapkan PHBS dengan baik, tetapi hendaknya tetap meningkatkan dengan melakukan pemberdayaan kesehatan dilingkungan Pondok Pesantren.
Gaya Hidup Remaja terhadap Penyakit Tidak Menular: Literatur Review Ahmad, Afriyanti; Banda, Vurginia Anggunita; Wati, Erlia; Dodja, Kopertino Pegu Pola; Patmawati, Try Ayu
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i2.646

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian global maupun nasional pada saat ini. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular meningkat dari tahun 2013. Prevalensi kanker pada tahun 2018 naik dari 1,4% (Riskesdas 2013) menjadi 1,8%, prevalensi stroke naik dari 7% menjadi 10,9%, dan penyakit gagal ginjal kronik naik dari 2% menjadi 3,8%. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah literature review. Artikel ditelusuri melalui Google Scholar, ScienceDirect, dan Pubmed. Kriteria inklusi yang digunakan adalah full text, open acces, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan terpublikasi pada tahun 2018-2023 Artikel yang digunakan adalah 8 artikel. Berdasarkan hasil literature review didapatkan Penyakit tidak menular banyak ditemukan pada remaja yang merokok, kurang olahraga, dan pola tidur yang kurang baik. Perilaku gaya hidup remaja yang berpengaruh terhadap penyakit tidak menular banyak ditemukan karena gaya hidup remaja saat ini yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok pada remaja dilihat dari perilaku merokok, Perilaku gaya hidup yang lainnya adalah perilaku pola makan remaja, yaitu kebiasaan mengonsumsi makanan/minuman manis, makanan asin, dan makanan berlemak, asupan zat gizi makro dan natrium, aktivitas fisik yang kurang sehingga remaja menjadi resiko tinggih terhadap penyakit tidak menular.    
DAMPAK RADIASI GADGET TERHADAP KESEHATAN MATA REMAJA Mila Nursyiam; Regita Laela; Syahla Indira Dewi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i2.707

Abstract

Gadget sudah menjadi kebutuhan primer manusia yang di gunakan dalam membantu pekerjaan dan dapat mengoperasionalkan banyak hal. Namun tanpa kita sadari penggunaan gadget yang tidak terkendali juga berpotensi buruk terhadap kesehatan tubuh manusia terutama pada kesehatan mata. sehingga diharapkan mampu mengetahui dampak buruk dari paparan radiasi gadget yang sangat penting, terutama bagi para mahasiswa yang setiap saat harus menatap layar gadget selama proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai bentuk kewaspadaan agar kita semua dapat mengetahui bahayanya sinar radiasi bagi kesehatan mata khususnya pada usia remaja. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini menggunakan studi literatur atau kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah dengan mencari sumber data baik berupa artikel, buku jurnal ilmiah yang berkaitan dengan penelitian sebelumnya yang relevan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi kepustakaan, bahan yang akan diobservasi dalam penelitian ini adalah artikel ataupun jurnal terdahulu yang relevan berkaitan dengan dampak radiasi gadget terhadap kesehatan mata remaja.semakin pesatnya perkembangan teknologi, diikuti dengan meningkatnya frekuensi elektromagnetik pada telepon nirkabel yang digunakan mulai dari 450mHz, bahkan hingga saat ini telepon nirkabel berfrekuensi 1800mHz siap dipasarkan yang tentu saja ditawarkan dengan teknologi dan fitur yang lebih maju. Layar gadget mengeluarkan cahaya yang disebut high energy visible atau biasa dikenal sebagai blue light yang berbahaya bagi mata. Beberapa gangguan kesehatan mata yang biasa terjadi pada anak dan remaja yang terpapar cahaya dari layar gadget yaitu: Ketegangan mata (eyestrain), mata kering, mengeluh sakit dan nyeri pada mata, mata Juling (strabismus), dan miopia. Intensitas paparan radiasi elektromagnetika yang tinggi dari telepon seluler tentunya akan berakibat fatal pada kesehatan bahkan bisa berdampak besar terutama pada kesehatan mata. Beberapa tindakan pencegahan dapat dilakukan untuk mengatasi dampak negatif tersebut, diantaranya penggunaan filter pelindung radiasi biru pada peralatan elektronik dapat mengurangi paparan radiasi berbahaya. Selain itu, penting bagi remaja untuk mengatur penggunaan perangkat elektronik dan sesekali beristirahat untuk merilekskan mata
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Nyonya T Umur 30 Tahun di Klinik Darma Husada Kretek Kabupaten Bantul Mariam Nuriah; Sunarti, Nining Tunggal Sri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i2.747

Abstract

Dunia internasional memiliki komitmen untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Upaya ini salah satunya dapat dilakukan dengan memberikan asuhan kebidanan komprehensif. Asuhan kebidanan komprehensif bertujuan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas sebagai upaya menyelamatkan ibu dan bayi. Asuhan komprehensif pada penelitian ini dilakukan mulai saat kehamilan trimester tiga, persalinan, bayi baru lahir dan nifas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif kepada NY. T yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Klinik Darma Husada. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Informan pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester tiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kehamilan, persalinan, bayi baru lahir dan masa nifas dapat dilalui dengan baik dan mendapatkan asuhan sesuai standar asuhan kebidanan. 

Page 2 of 13 | Total Record : 125